Untitled Document
Kamis, 13 Rajab 1434 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 23 Mei 2013 08:30
Daftar Pertama di KPU Riau,
Herman-Agus Diarak Sepuluhribuan Pendukung


Kamis, 23 Mei 2013 08:02
Tahan Ijazah Anak Yatim, Wako Minta Kepala SMAN 12 Dipanggil

Kamis, 23 Mei 2013 08:00
DPP Golkar: Annas Dipilih karena Hasil Serveinya Tertinggi

Kamis, 23 Mei 2013 07:56
Lama tak Mendampingi Firdaus,
Istri Walikota Dikabarkan Sedang Sakit


Kamis, 23 Mei 2013 07:31
Pendaftaran Balon Gubri Dimulai,
Herman dan Annas Berlomba jadi yang Pertama


Kamis, 23 Mei 2013 07:19
TIKI Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik

Kamis, 23 Mei 2013 06:23
Kapolres Kampar Resmikan Poslantas Polsek Tapung



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 27 April 2012 08:08
Usaha Ikan Salai di Duri Timur Perlu Perhatian Pemerintah

Di Duri Timur ada budidaya ikan lele dan pembuatan ikan salai. Cukup potensial karena bisa dipasarkan hingga ke Pekanbaru, namun perlu perhatian pemerintah agar terus berkembang.

Riauterkini - DURI - Usaha budidaya lele dan pembuatan ikan salai di Kelurahan Duri Timur memiliki prospek cukup bagus. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar setempat, ikan salai dari kelurahan yang berdampingan dengan ladang minyak Duri ini ternyata dipasok sampai ke Pekanbaru.

Nilai tambah usaha ikan salai ini pun menguntungkan. Kalau lele basah di pasaran kini harganya sekitar Rp 12.000 hingga Rp 13.000 per kilogram, salai lele jauh lebih mahal. Per kilonya mencapai harga Rp 73.000. Sebuah usaha yang menguntungkan dan bisa pula menyerap sejumlah perkeja untuk mengurangi angka pengangguran.

"Produksi ikan salai yang kita buat mencapai satu ton lebih tiap bulan. Sebagian untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Kota Duri. Sebagian lagi ada yang kita pasok ke sejumlah pelangan di Pekanbaru tiap minggu walau jumlahnya masih terbatas," ujar Tara (56), pengusaha ikan salai di Jalan Gaya Baru Gang Lintas RT 2 RW 5 Duri Timur, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Kamis (26/4/12).

Setidaknya ada 15 KK warga RW 5 yang membudidayakan lele di kolam dekat rumah masing-masing. Di RW 6 tetangganya juga ada sekitar 4 Kepala Keluarga (KK) warga yang berusaha serupa. Hanya saja yang mengolah ikan lele menjadi ikan salai baru Tara seorang. "Untuk bahan baku, kita punya enam kolam lele. Rencananya akan membuat tujuh kolam lagi. Lele rekan-rekan peternak lain disini juga kita beli untuk memenuhi bahan baku ikan salai. Itupun belum cukup.

Kadang kita terpaksa membeli dari tempat lain guna memenuhi kebutuhan pelanggan ikan salai yang harus kita isi,"papar Tara. Usaha ikan salai ini dipelajari Tara sendiri secara otodidak. Usaha ini berawal dari ditolaknya ikan lele basah milik Tara oleh penampung lantaran banjir ikan sekitar setahun silam. "Selama tiga bulan uji coba, saya belum juga berhasil memanggang ikan salai sesuai selera pasar. Tapi kita tak putus asa dan terus mencoba dan bekerja keras sehingga akhirnya berhasil," tambahnya mengakhiri.***(hen)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- TIKI Beri Apresiasi pada Karyawan Terbaik
- Mogok Buruh TKBM Usai, KSOP Dumai Bentuk Tim Penyesuai Tarif
- Akhiri Sepi, Wako Revisi Sistem Sewa Pasar Rumbai
- Generasi Ketiga All New Picanto Tampil Lebih Elegan dan Sporty
- JCH Inhu Kembali Gunakan Sky Aviation ke Batam
- Pemprov Riau tak Dapat Deviden Kawasan Wisata Lagoi dan Bintan
- Dari Perss Corner,
Program Pariwisata di Riau Banyak Kebohongan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.21.186.38
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com