Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 29 Juni 2016 22:36
PN Rengat Vonis 1 WNA dan 1 WNI Pembakar Lahan 3 Tahun Penjara

Rabu, 29 Juni 2016 22:13
18 Desa Sepakat Bergabung dalam Program Desa Bebas Api

Rabu, 29 Juni 2016 21:12
Mobil Industri Dilarang Melintas,
Wabup Siak Pimpin Rapat Monitoring Kesiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran‎


Rabu, 29 Juni 2016 21:05
Tak Ingin Dibohongi Lagi,
Puluhan Eks Karyawan PT MIG Nginap di Depan Kantor Walikota Pekanbaru


Rabu, 29 Juni 2016 19:41
Sekdakab Inhil: Minta THR, Sekcam Pulau Burung Bisa Dicopot

Rabu, 29 Juni 2016 19:27
Masyarakat Yakin Zulfan Hamid Penyelamat Kampar

Rabu, 29 Juni 2016 19:21
Zulkifli SH Dipercaya Nakhodai FSPP Pekanbaru



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 30 Maret 2012 14:42
Demo Kenaikan Harga BBM,
Massa BEMPER Lakukan Aksi Damai


Ratusan orang dari BEMPER memilih cara damai dalam menyalurkan aspirasi mereka. Massa ini hanya meminta ketegasan dan komitmen anggota DPRD Riau hanya sehari sebelumnya setuju menolak kenaikan harga BBM.

Riauterkini - PEKANBARU - Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam BEMPER (Besatu Mahasiswa Peduli Rakyat) melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Riau, Jumat pagi (30/3/12). Mereka hanya meminta ketegasan anggota dewan yang sehari sebelumnya sudah mengirimkan facsimile ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berisi surat penolakan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam tuntutan yang dibacakan koordinator liputan R Reggo Sukowati mengatakan penolakan BEMPER. Di antaranya adalah, menolak kenaikan harga BBM, pangkas anggaran pejabat dan birokrasi, nasionalisasi aset, SBY-Budiono harus bertanggung jawab dengan kericuhan yang terjadi di Indonesia, DPRD Riau menyatakan sikap secara institusi menolak kenaikan BBM dan menolak revisi pasal 7 ayat 6 undang-undang APBN -P nomor 22 tahun 2011.

Aksi unjuk rasa ini ditemuai beberapa anggoat dewan, di antaranya Almainis, Toerecan Asyari, Rusli Ahcmad dari fraksi PDIP, Syafruddin Saan, Mansyur, dari fraksi PKS, dan Sekwan DPRD Riau, Zulkarnain Kadir.

Saat menjumpai para pengunjukrasa, anggota dewan ini berjanji untuk terus berusaha menyampaikan aspirasi dan tuntutan para pengunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang rencananya akan berlaku per tanggal 1 April.

Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS Syafruddin Saan mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi para pengunjukrasa ke pemerintah pusat. Tetapi keputusan jadi atau tidaknya harga BBM itu naik tergantung hasil rapat paripurna di DPR RI yang digelar pukul 14.00 WIB siang ini.

Meski begitu, aspirasi BEMPER ini hari ini juga akan disampaikan ke DPR RI. Setelah mendengar penjelasan Syafruddin Saan itu, para pengunjukrasa pun membubarkan diri dengan tertib.***(jor/son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
lutut
kalian jgn %@!* bbm merupakan pengalihan isu demokrat dan itu berhasil sehingga demokrat yg isinya perampok tidak lagi dibicarakan. tetap focus pada perjuangan bahwa sby dan partainya sama dan tidak layak mmimpin bangsa ini.


Berita lainnya..........
- Trobosan Dispenda, Gubri Luncurkan Penyederhanaan Dua Loket Samsat
- Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran,
Dishub Bengkalis Disiapkan Enam Armada Roro Air Putih-Pakning

- ‎‎Hadapi Lebaran, Kuota BBM 6 Kecamatan di Bengkalis Ditambah Sekitar 20 Persen
- Pekan Ini, Harga TBS di Riau Turun Rp 33,82 Per Kg
- Dinilai Merugikan,
Petani Inhil Tolak Rencana Pengaturan Tata Niaga Ekspor Kelapa Bulat

- 2 Maskapai Ajukan Extra Flight
- BNI Gelar Pasar Murah BUMN di Teluk Kuantan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.43.160
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com