Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 5 Desember 2016 21:13
Wawako Dumai Tinjau Mekanisme Pelayanan Disdukcapil

Senin, 5 Desember 2016 21:10
Asisten III Rohil Hadiri Perayaan Natal GPdI

Senin, 5 Desember 2016 21:05
Bawa Jimat Saat Beraksi,
Tukang Gambar Pencurian Sapi di Rohul Rupanya Residivis


Senin, 5 Desember 2016 19:52
4 Tersangka Korupsi Proyek Waterboom Ditahan Kejari Rohil

Senin, 5 Desember 2016 19:29
Polres Dumai Amankan Truk Kontainer Muatan 985 Kotak Miras Impor

Senin, 5 Desember 2016 18:48
Polisi Amankan Truk Berisi Kayu Olahan

Senin, 5 Desember 2016 18:44
Disdikbud Riau Taja Lomba Desain Kreasi Kostum Tradisional Riau

Senin, 5 Desember 2016 18:38
Sambut Maulid Nabi, Lapas Pasirpangaraian Gelar Lomba Bernuansa Islami

Senin, 5 Desember 2016 17:32
Bupati Hadiri Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Kelahirannya

Senin, 5 Desember 2016 17:28
Kementerian LHK Sosialisasi Cara Penyelenggaraan KLHS di Kampar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 30 Maret 2012 14:42
Demo Kenaikan Harga BBM,
Massa BEMPER Lakukan Aksi Damai


Ratusan orang dari BEMPER memilih cara damai dalam menyalurkan aspirasi mereka. Massa ini hanya meminta ketegasan dan komitmen anggota DPRD Riau hanya sehari sebelumnya setuju menolak kenaikan harga BBM.

Riauterkini - PEKANBARU - Ratusan pengunjuk rasa yang tergabung dalam BEMPER (Besatu Mahasiswa Peduli Rakyat) melakukan aksi damai di depan gedung DPRD Riau, Jumat pagi (30/3/12). Mereka hanya meminta ketegasan anggota dewan yang sehari sebelumnya sudah mengirimkan facsimile ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berisi surat penolakan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam tuntutan yang dibacakan koordinator liputan R Reggo Sukowati mengatakan penolakan BEMPER. Di antaranya adalah, menolak kenaikan harga BBM, pangkas anggaran pejabat dan birokrasi, nasionalisasi aset, SBY-Budiono harus bertanggung jawab dengan kericuhan yang terjadi di Indonesia, DPRD Riau menyatakan sikap secara institusi menolak kenaikan BBM dan menolak revisi pasal 7 ayat 6 undang-undang APBN -P nomor 22 tahun 2011.

Aksi unjuk rasa ini ditemuai beberapa anggoat dewan, di antaranya Almainis, Toerecan Asyari, Rusli Ahcmad dari fraksi PDIP, Syafruddin Saan, Mansyur, dari fraksi PKS, dan Sekwan DPRD Riau, Zulkarnain Kadir.

Saat menjumpai para pengunjukrasa, anggota dewan ini berjanji untuk terus berusaha menyampaikan aspirasi dan tuntutan para pengunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang rencananya akan berlaku per tanggal 1 April.

Anggota DPRD Riau dari Fraksi PKS Syafruddin Saan mengatakan, pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi para pengunjukrasa ke pemerintah pusat. Tetapi keputusan jadi atau tidaknya harga BBM itu naik tergantung hasil rapat paripurna di DPR RI yang digelar pukul 14.00 WIB siang ini.

Meski begitu, aspirasi BEMPER ini hari ini juga akan disampaikan ke DPR RI. Setelah mendengar penjelasan Syafruddin Saan itu, para pengunjukrasa pun membubarkan diri dengan tertib.***(jor/son)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
lutut
kalian jgn %@!* bbm merupakan pengalihan isu demokrat dan itu berhasil sehingga demokrat yg isinya perampok tidak lagi dibicarakan. tetap focus pada perjuangan bahwa sby dan partainya sama dan tidak layak mmimpin bangsa ini.


Berita lainnya..........
- Sasar Potensi Pajak Skala Besar,
Dispenda Pekanbaru Optimis Bisa Raih PAD Rp 4 Miliar Lagi dari PBB

- KTNA Rohul Bangun Kebun Sayur Percontohan di Desa Rambah Utama
- Cabe Merah Picu Inflasi di Riau
- Penghujan, Harga Getah Karet di Bengkalis Tembus Rp10 Ribu/Kg
- Enggan Membayar,
897 Warga Kelurahan Delima Nunggak Rp135 Juta Iuran BPJS Kesehatan

- Diaudit Sky Trax, GM SSK II Optimis Raih Bintang 4
- Hadapi MEA, TKI Diharuskan Memiliki Kemampuan Lebih


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.205.43.70
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com