Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Pebruari 2017 08:04
Pengedar Narkoba di Pinggir, Bengkalis Ditangkap Saat Menimbang Sabu

Senin, 27 Pebruari 2017 08:01
Simpan 4 Gram Sabu di Garasi, Warga Pasir Utama Ditangkap Polisi Rohul

Ahad, 26 Pebruari 2017 21:42
Wabup Kuansing Janji Jalan Menuju Wisata Air Panas Segera Diperbaiki

Ahad, 26 Pebruari 2017 20:37
Masuk Rumah Warga, Pemuda di Duri Sekarat Diamuk Massa

Ahad, 26 Pebruari 2017 17:28
Ketua DPRD Inhu Apresiasi Kinerja Satgas Saber Pungli

Ahad, 26 Pebruari 2017 17:22
Ketua Pertina Pelalawan Ditahan,
Kuasa Hukum Sebut Kliennya Hanya Datang Terlambat


Ahad, 26 Pebruari 2017 16:10
Polemik Pipa Gas Bikin Gaduh Antar Anggota Dewan Dumai

Ahad, 26 Pebruari 2017 14:40
Tablig Akbar di Masjid Raudhatul Janah, Gubri Ajak Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

Ahad, 26 Pebruari 2017 14:15
BI Gelar Penukaran Uang,
Rp300 Miliar Uang Baru Sudah Beredar di Riau


Ahad, 26 Pebruari 2017 12:00
Tersandung Korupsi, Ketua Pertina Pelalawan Ditahan Polres



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Juni 2011 07:55
Hingga 2010,
Asian Agri Produks 59 Jutai Bibit Sawit Topaz TYE


Permintaan untuk bibit unggul sawit Topaz cukup tinggi. Untuk memenuhinya, 6 tahun terakhir, produksi bibit sawit Topaz capai 59 juta.

Riauterkini-PEKANBARU-Bibit sawit Topaz diakui unggul dalam kapasitas produksi dan tahan di berbagai jenis lahan. Bahkan dalam uji coba penanaman di berbagai jenis lahan dari tanah mineral, gambut dangkal dan gambut dalam, produksi minyak sawit (CPO) Topaz jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebun sawit dari kebun sawit berbibit biasa.

Menurut Kepala Riset PT Asian Agri Group, Ang Boon Beng dalam Presstrip ke PT Tunggal Yunus Estate (anak perusahaan Asian Agri Group) Rabu (8/6/11) menyatakan bahwa bibit Topaz yang memiliki masa buah cepat (26 bulan sejak tanam) ini panen di tahun pertama mampu mencapai 15-18 ton perhektar. Tahun ke-2 mampu menghasilkan buah sebanyak 19-25 ton perhektar, tahun ke-3 mampu menghasilkan buah sebanyak 26-30 ton perhektar. Tahun ke-4 hingga ke-15 mampu berproduksi sawit hingga 31-35 ton perhektar.

"Dengan keunggulan bibit Topaz tersebut, menarik para petani dan perusahaan sawit untuk menanam bibit Topaz di kebun mereka. Untuk memenuhinya, produksi bibit sawit Topaz dalam kurun waktu 2004-2010 mencapai 59 juta bibit yang didistribusikan ke perusahaan sawit baik internal maupun perusahaan sawit lain, perorangan dan petani," terangnya.

Katanya Tahun 2011 ini saja, PT Tunggal Yunus Estate sudah menerima orderan bibit sawit sebanyak 20 juta bibit. Jumlah bibit yang sudah didistribusikan perMei 2011 mencapai 6,325 juta bibit. Dari jumlah tersebut, untuk keperluan intern perusahaan hanya sekitar 500.500 bibit saja. Sisanya adalah untuk ekdternal. Termasuk perusahaan sebanyak 5,297 juta bibit dan untuk petani sebanyak 563 ribu bibit.

Selain itu, PT TYE yang merupakan anak perusahaan Asian Agri Group ini juga sudah mendistribusikan 5000 bibit sawit untuk petani disekitar kawasan perusahaan. Menurut Ang Boon Beng, itu merupakan bentuk perhatian perusahaan kepada peningkatan kesejahteraan petani sawit yang memiliki kebun sawit di sekitar lahan kebun PT TYE.

Indukan Unggul

Untuk menghasilkan bibit sawit unggul, menurut Ang Boon Beng PT TYE melakukan berbagai riset dan kloning indukan unggul. Dalam melaksanakan proses seleksi benih, tembah Ang Boon Beng, TYE menggunakan tetua dura dan pisifera yang sudah terseleksi.

Katanya, dura terseleksi dari Costarika sejumlah 228 keturunan Inbred Lines Dura Deli (DxD) yang berasal dari lembaga riset ternama seperti Mardi Serdang (Malaysia), OPRS Banting (Malaysia), OPRS Dami (Papua Nugini), Stasuin Riset Chemara (Malaysia), Socfin Johor Labis (Malaysia) dan San Alejo (Honduras) serta tetua pisifera terseleksi sejumlah 50 keturunan yang berasal dari AVROS (H&C Malaysia), AVROS Dami, Ekona, Ghana, Nigeria, La Me dan Yangambi..

"Tetua dura yang terpilih adalah Dami, Chemara, Harrison dan Crossfield, Coto, Socfin dan MARDI. Selanjutnya, tetua pisifera terpilih adalah Nigeria, Ekona, Ghana dan Yangambi," terangnya. ***(H-we)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- BI Gelar Penukaran Uang,
Rp300 Miliar Uang Baru Sudah Beredar di Riau

- Pemko Pekanbaru Akui Pasar Tradisional Sepi
- Lelang Proyek, LPSE Pekanbaru Penuhi Sembilan Standar KPK
- Pasar Tradisional Pemko Pekanbaru Sepi, Disperindag Siapkan Jurus Jitu
- Taja MKPT 2016,
UEK Pematang Pudu Banjir Hadiah dan Kegiatan Sosial

- Tingkatkan Pembinaan,
Diskop Pekanbaru Gencarkan Kampanye Pembubaran Koperasi

- Bank Indonesia Serahkan 5 Ribu Bibit Cabe ke PKK Pekanbaru


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.164.67
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com