Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 22 Mei 2018 21:39
Sejak 2014 Hampir 2 Ton Trenggiling Sudah Terjual,
Saksi: Akui Dapat Keuntungan Rp 200 Ribu Perkilonya


Selasa, 22 Mei 2018 20:58
3 Tewas 10 Luka-luka, Belasan Warga di Pelalawan Tertimpa Dua Mobil Terlibat Trabrakan Beruntun

Selasa, 22 Mei 2018 20:12
Pjs Bupati Inhil Bagikan Takjil Kepada Masyarakat

Selasa, 22 Mei 2018 19:25
Kakanwil Kemenkumham Riau Safari Ramadhan perdana ke UPT Se Kota Pekanbaru

Selasa, 22 Mei 2018 19:12
Mulai Cuti Hari ini, Ayat Cahyadi Gerilya Menangkan Syamsuar-Edy Nasution di Kota Pekanbaru

Selasa, 22 Mei 2018 19:02
Firdaus Optimis Visi Riau Madani Bisa Jadikan Provinsi Paling Maju

Selasa, 22 Mei 2018 18:59
Plt Gubri Langsung Urus Mulok ke Mendikbud

Selasa, 22 Mei 2018 18:54
Serahkan Bantuan Rp 5,250 M, Grup APRIL Dukung Tim Indonesia di Asian Gemas 2018

Selasa, 22 Mei 2018 18:14
Miliki Motivasi Kuat Bantu Keluarga, Warga Pelalawan ini Ikuti Program Pelatihan Mekanik

Selasa, 22 Mei 2018 18:09
Tertibkan 'Pengaku' Miskin, Dinsos Bengkalis Diterjunkan 280 Petugas Verifikasi Data

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Juni 2011 07:55
Hingga 2010,
Asian Agri Produks 59 Jutai Bibit Sawit Topaz TYE


Permintaan untuk bibit unggul sawit Topaz cukup tinggi. Untuk memenuhinya, 6 tahun terakhir, produksi bibit sawit Topaz capai 59 juta.

Riauterkini-PEKANBARU-Bibit sawit Topaz diakui unggul dalam kapasitas produksi dan tahan di berbagai jenis lahan. Bahkan dalam uji coba penanaman di berbagai jenis lahan dari tanah mineral, gambut dangkal dan gambut dalam, produksi minyak sawit (CPO) Topaz jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebun sawit dari kebun sawit berbibit biasa.

Menurut Kepala Riset PT Asian Agri Group, Ang Boon Beng dalam Presstrip ke PT Tunggal Yunus Estate (anak perusahaan Asian Agri Group) Rabu (8/6/11) menyatakan bahwa bibit Topaz yang memiliki masa buah cepat (26 bulan sejak tanam) ini panen di tahun pertama mampu mencapai 15-18 ton perhektar. Tahun ke-2 mampu menghasilkan buah sebanyak 19-25 ton perhektar, tahun ke-3 mampu menghasilkan buah sebanyak 26-30 ton perhektar. Tahun ke-4 hingga ke-15 mampu berproduksi sawit hingga 31-35 ton perhektar.

"Dengan keunggulan bibit Topaz tersebut, menarik para petani dan perusahaan sawit untuk menanam bibit Topaz di kebun mereka. Untuk memenuhinya, produksi bibit sawit Topaz dalam kurun waktu 2004-2010 mencapai 59 juta bibit yang didistribusikan ke perusahaan sawit baik internal maupun perusahaan sawit lain, perorangan dan petani," terangnya.

Katanya Tahun 2011 ini saja, PT Tunggal Yunus Estate sudah menerima orderan bibit sawit sebanyak 20 juta bibit. Jumlah bibit yang sudah didistribusikan perMei 2011 mencapai 6,325 juta bibit. Dari jumlah tersebut, untuk keperluan intern perusahaan hanya sekitar 500.500 bibit saja. Sisanya adalah untuk ekdternal. Termasuk perusahaan sebanyak 5,297 juta bibit dan untuk petani sebanyak 563 ribu bibit.

Selain itu, PT TYE yang merupakan anak perusahaan Asian Agri Group ini juga sudah mendistribusikan 5000 bibit sawit untuk petani disekitar kawasan perusahaan. Menurut Ang Boon Beng, itu merupakan bentuk perhatian perusahaan kepada peningkatan kesejahteraan petani sawit yang memiliki kebun sawit di sekitar lahan kebun PT TYE.

Indukan Unggul

Untuk menghasilkan bibit sawit unggul, menurut Ang Boon Beng PT TYE melakukan berbagai riset dan kloning indukan unggul. Dalam melaksanakan proses seleksi benih, tembah Ang Boon Beng, TYE menggunakan tetua dura dan pisifera yang sudah terseleksi.

Katanya, dura terseleksi dari Costarika sejumlah 228 keturunan Inbred Lines Dura Deli (DxD) yang berasal dari lembaga riset ternama seperti Mardi Serdang (Malaysia), OPRS Banting (Malaysia), OPRS Dami (Papua Nugini), Stasuin Riset Chemara (Malaysia), Socfin Johor Labis (Malaysia) dan San Alejo (Honduras) serta tetua pisifera terseleksi sejumlah 50 keturunan yang berasal dari AVROS (H&C Malaysia), AVROS Dami, Ekona, Ghana, Nigeria, La Me dan Yangambi..

"Tetua dura yang terpilih adalah Dami, Chemara, Harrison dan Crossfield, Coto, Socfin dan MARDI. Selanjutnya, tetua pisifera terpilih adalah Nigeria, Ekona, Ghana dan Yangambi," terangnya. ***(H-we)

Loading...


Berita lainnya..........
- Ramadhan dan Sambut Idul Fitri,
Pemkab Bengkalis Rencanakan Tambah Armada Roro dan Terbitkan Maklumat

- Angka Rasionalisasi Anggaran Berkisar Rp1,2 sampai Rp17 Triliun Belum Dipastikan
- Penukaran Uang, BI Siapkan Rp4,7 Triliun
- BP POM Riau Sebut Makanan dan Minuman di Bangkinang Aman dari Bahan Berbahaya
- Dewan: Pasar Ramadan Jangan Ganggu Aktivitas Lalin
- BPKAD Tunggu Juknis Gaji ke-14 ASN dan Anggota DPRD
- Dinasker Riau Bersiap Buka Posko Pengaduan THR
- PT AA Bongkar Pondok di Lahan yang Dikuasai Warga
- Bank Riau Kepri Berbagi Takjil di Bulan Ramadhan
- 5 Kabupaten di Riau Terima Ribuan Paket Gizi dari PT RAPP
- Triwulan I 2018, Pupuk Jadi Komoditi Impor Riau Terbesar
- Selama Bulan Suci Ramadhan, Jam Pelayanan di Kantor Samsat Rohul tidak Berubah
- Ramadhan dan Idul Fitri 1439 H/2018 M,
PLN Bengkalis Kerahkan 'Pasus' Minimalisir Gangguan dan Pemadaman

- Sediakan Makanan Khas Rohul,
88 Lapak Pasar Ramadhan di Kelurahan Pasirpangaraian‎ Terisi Penuh

- Tanam Bibit Padi Sidenuk di Kampar, Kemenristekdikti Patok Target 12 Ton Sehektar
- PT Tasmapuja Bangunkan Gedung PDTA Warga Pinatan, Desa Kampar
- Kong Djie Coffee & Resto Siap jadi Pilihan Wista Kuliner di Pekanbaru
- Harga TBS di Riau Naik Sepekan ke Depan
- Sambut Ramadan, Disdalduk KB Gelar Makan Bersama dan Saling Bermaafan
- Edukasi Mahasiswa, Pertamina Ajak Mahasiswa Riau Kenali Energi Negeri


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com