Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 18 Nopember 2017 12:39
Kapolres Kampar Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Pilkades Serentak

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:41
Asah Kemampuan, Personel Inhil Taja Latihan Bongkar Pasang Senjata SS1

Sabtu, 18 Nopember 2017 11:38
Duta Rohul, Desa Bangun Jaya Juara Pertama Desa Per PHBS Riau 2017

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:48
Bupati Inhil Buka Perkemahan Karya di Kecamatan Keritang

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:45
Meriahkan Milad Ke-108, Muhammadiyah Pekanbaru Taja Pawai Ta'aruf

Sabtu, 18 Nopember 2017 09:10
Jatuh ke Sungai Saat Merawai,
Penderita Epilepsi di Concong, Inhil Tewas Tenggelam


Jum’at, 17 Nopember 2017 22:10
Kisah Novia, Nyaris Jadi Tersangka Penyelundupan Sabu ke Lapas Bengkalis

Jum’at, 17 Nopember 2017 20:41
Bertabrakan dengan Mobil Terano, Warga Kuansing Ini Meninggal Dunia

Jum’at, 17 Nopember 2017 19:41
Razia di Jalan Raya,
Polres Siak Amankan 260 Hp Diduga Ilegal dan 3 Pria


Jum’at, 17 Nopember 2017 18:50
Tidak Cukup Bukti,
Wanita Cantk Terduga Pembawa Sabu ke Lapas Bengkalis Ini Dibebaskan Polisi


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 9 Juni 2011 07:55
Hingga 2010,
Asian Agri Produks 59 Jutai Bibit Sawit Topaz TYE


Permintaan untuk bibit unggul sawit Topaz cukup tinggi. Untuk memenuhinya, 6 tahun terakhir, produksi bibit sawit Topaz capai 59 juta.

Riauterkini-PEKANBARU-Bibit sawit Topaz diakui unggul dalam kapasitas produksi dan tahan di berbagai jenis lahan. Bahkan dalam uji coba penanaman di berbagai jenis lahan dari tanah mineral, gambut dangkal dan gambut dalam, produksi minyak sawit (CPO) Topaz jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kebun sawit dari kebun sawit berbibit biasa.

Menurut Kepala Riset PT Asian Agri Group, Ang Boon Beng dalam Presstrip ke PT Tunggal Yunus Estate (anak perusahaan Asian Agri Group) Rabu (8/6/11) menyatakan bahwa bibit Topaz yang memiliki masa buah cepat (26 bulan sejak tanam) ini panen di tahun pertama mampu mencapai 15-18 ton perhektar. Tahun ke-2 mampu menghasilkan buah sebanyak 19-25 ton perhektar, tahun ke-3 mampu menghasilkan buah sebanyak 26-30 ton perhektar. Tahun ke-4 hingga ke-15 mampu berproduksi sawit hingga 31-35 ton perhektar.

"Dengan keunggulan bibit Topaz tersebut, menarik para petani dan perusahaan sawit untuk menanam bibit Topaz di kebun mereka. Untuk memenuhinya, produksi bibit sawit Topaz dalam kurun waktu 2004-2010 mencapai 59 juta bibit yang didistribusikan ke perusahaan sawit baik internal maupun perusahaan sawit lain, perorangan dan petani," terangnya.

Katanya Tahun 2011 ini saja, PT Tunggal Yunus Estate sudah menerima orderan bibit sawit sebanyak 20 juta bibit. Jumlah bibit yang sudah didistribusikan perMei 2011 mencapai 6,325 juta bibit. Dari jumlah tersebut, untuk keperluan intern perusahaan hanya sekitar 500.500 bibit saja. Sisanya adalah untuk ekdternal. Termasuk perusahaan sebanyak 5,297 juta bibit dan untuk petani sebanyak 563 ribu bibit.

Selain itu, PT TYE yang merupakan anak perusahaan Asian Agri Group ini juga sudah mendistribusikan 5000 bibit sawit untuk petani disekitar kawasan perusahaan. Menurut Ang Boon Beng, itu merupakan bentuk perhatian perusahaan kepada peningkatan kesejahteraan petani sawit yang memiliki kebun sawit di sekitar lahan kebun PT TYE.

Indukan Unggul

Untuk menghasilkan bibit sawit unggul, menurut Ang Boon Beng PT TYE melakukan berbagai riset dan kloning indukan unggul. Dalam melaksanakan proses seleksi benih, tembah Ang Boon Beng, TYE menggunakan tetua dura dan pisifera yang sudah terseleksi.

Katanya, dura terseleksi dari Costarika sejumlah 228 keturunan Inbred Lines Dura Deli (DxD) yang berasal dari lembaga riset ternama seperti Mardi Serdang (Malaysia), OPRS Banting (Malaysia), OPRS Dami (Papua Nugini), Stasuin Riset Chemara (Malaysia), Socfin Johor Labis (Malaysia) dan San Alejo (Honduras) serta tetua pisifera terseleksi sejumlah 50 keturunan yang berasal dari AVROS (H&C Malaysia), AVROS Dami, Ekona, Ghana, Nigeria, La Me dan Yangambi..

"Tetua dura yang terpilih adalah Dami, Chemara, Harrison dan Crossfield, Coto, Socfin dan MARDI. Selanjutnya, tetua pisifera terpilih adalah Nigeria, Ekona, Ghana dan Yangambi," terangnya. ***(H-we)



loading...

Berita lainnya..........
- Petani di Rohul Terima 47 Hand Tractor dari Kementrian Pertanian
- Cairkan Dana, Rekanan Luar Bengkalis Wajib Miliki NPWP Cabang Bengkalis
- Bapenda Dumai Sebut Realisasi PAD dari PBB Sudah 94 Persen
- Harga Sayuran Naik, Disperindag Klaim Turun
- 2018, UMK Pekanbaru Naik Delapan Persen Jadi Rp 2,5 Juta
- Pemerintah Diminta Responsif,
Warga Rohul Tolak Proyek PLTA Lompatan Harimau

- Terperosok, PT CKB Fokus Evakuasi Crane dari Jalan Diponegoro Meranti
- Kadis DLHK Pekanbaru Bantah Ada 'Dana Siluman' untuk Dinas Tersebut
- Wawako Dumai Sambut Baik Groundbreaking Pipa Gas PGN
- Tingkatkan Kualitas Wartawan, PWI Riau Kembali Gelar UKW
- Bantah Stafnya Mundur, Kadis PUPR Kumpulkan Pokja ULP
- Naik 8,7 Persen, UMK 2018 Perusahaan Non Sektor di Rohul Diajukan Rp2.525 Juta
- Izin HO Dicabut Pusat, Pemkab Bengkalis Kehilangan PAD Rp2 M Pertahun
- Lalaikan Karyawan, Disnaker Tuding Manajemen TV Kabel DMJ Bengkalis Semrawut
- Dewan Pengupahan dan Pemkab Bengkalis Tetapkan UMK 2018 Rp2,919 Juta
- Ian Tanjung Bawa Misi Riau pada Kongres Periklanan Terbesar Asia di Bali
- Gaji di Bawah UMK, 8 Pekerja PT BKL Bengkalis Ngadu ke Disnakertrans
- Ke Batam Cuma 1 Jam 10 Menit,
Bandara Pasirpangaraian Masih Layani Penerbangan ke Batam Setiap Jumat‎

- Peringati HKN, Biaya Perobatan Kesehatan Didiskon 5,3 Persen
- November Ini, Tiga Pangkalan Gas Elpiji di Pekanbaru Dihentikan Izin Usahanya


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.121.67
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com