Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 24 Mei 2016 21:37
Dua Bocah di Inhu Tewas Kecemplung Kolam Ikan Orang Tuanya

Selasa, 24 Mei 2016 20:52
Dialog Interaktif STAIN Bengkalis
Wabup Muhammad Minta Lembaga Pendidikan Tempa SDM Berkualitas


Selasa, 24 Mei 2016 19:42
Lanal Dumai Tangkap Dua Kapal Bawa Kayu Bakau Ilegal

Selasa, 24 Mei 2016 19:15
Sekda Inhil Hadiri Pengukuhan Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan

Selasa, 24 Mei 2016 19:07
Pelatihan RTMPE Kampar Diikuti Peserta dari Negeri Perak, Malaysia

Selasa, 24 Mei 2016 18:17
Batas Kampar-Pekanbaru,
DPRD Riau Minta Mendagri Turunkan Tim ke Lapangan


Selasa, 24 Mei 2016 18:13
Tersisa 371 Ekor,
Joe Taslim Suarakan Perlindungan Harimau Sumatera




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 Mei 2011 17:05
Tuntut Transparan Bagi Hasil,
Warga Tiga Desa di Siak Demo Koperasi Rimba Mutiara


Seratusan warga tiga desa di Siak menggeruduk Kantor Koperasi Rimba Mutiara. Mereka menuntut ketrasparanan tentang bagi hasil kebun kelapa sawit.

Riauterkini-KOTOGASIB- Seratusan warga Desa Teluk Rimba, Kuala Gasib, dan Desa Buatan I Kabupaten Siak, Kamis (26/5/11) sekitar pukul 13.00 WIB demo kantor Koperasi Rimba Mutiara di Jalan Lintas Kotogasib-Perawang, Desa Pangkalan Pisang, Siak. Mereka menuntut ketrasparanan tentang bagi hasil sawit yang hampir 7 tahun tersimpan.

Informasi yang dirangkum riauterkini bahwa lahan seluas 2.650 Hektar (Ha) untuk tiga desa tersebut telah selesai tahap pertama seluas 1.000 Ha untuk 500 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 8 kelompok, dan sudah teken MoU dengan Bank Niaga. Sementara untuk tahap ke II seluas 1.650 Ha baru diurus dan akan bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Aksi demo masyarakat tersebut sempat tegang saat Kepala Koperasi Rima Mutiara Syofian Ahmad menerangkan apa yang terjadi selama hampir 7 tahun ini, saat itu sebahagian masyarakt sempat teriak tidak terima dengan keterangan tersebut. Walaupun hal itu terjadi Syofian tetap meneruskan keterangannya di dampingi Kapolsek Lubuk Dalam AKP Hepi Mas.

Setelah Syofian usai memberikan keterangannya di hadapan seratusan masyarakat tersebut akhirnya masyarakat sedikit terima akan tetapi permasalahan ini Senin depan akan dibawa ke pihak Kecamatan.

Keterangan Ketua Koprasi Rimba Mutiara Syofian didampingi Sekretaris Anizar kepada wartawan diruangannya bahwa selama ini pihak koperasi masih terus mengupayakan untuk kepentingan masyarakat, untuk tahap pertama terlambat karena masih ada masyarakat yang belum menyelesaikan administrasinya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) masih banyak yang habis massa belakunya.

"Keterlambatan ini hanya masalah administasi, selama ini sekitar 500 KK tersebut terkendala pada massa berlaku KTP dan KK sudah habis. Selain itu kita juga masih mengurus untuk tahap ke II nya, dan bekerja sama dengan Bank Mandiri," terang Syofian.

Sementara dalam koperasi ini untuk pembagiannya diketahui bahwa 45 % (Persen) untuk pemeliharaan pperusahaan, 45 % untuk cicilan lahan di Bank, dan 10 % untuk masyarakat. Selain itu diketahui untuk 10 % persen untuk masyarakat diperkirakan uangnya senilai Rp 1,2 miliar per bulan April 2010 lalu, saat ini uangnya berada di rekening koperasi Bank Niaga Jakarta.

"Saat ini uang yang 10% untuk masyarakat itu masih ada di rekening koperasi dan tidak ada kita ganggu gugat, uang itu sepenunhnya kita bagikan ke masyarakat tentunya dengan syarat-syarat yang berlaku," ujar Syofian.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- ‎Harga Bensin di Ruput Bengkalis Tembus Rp22,500 Seliter
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Turun
- Dilantik di Duri, Hasan Basri Komandoi MSI Riau
- Lima BUMD di Siak Diharapkan Optimalkan Capaian PAD
- Tekan Lonjakan Harga, Disperindag Riau Gelar OP Selama Ramadhan
- 1.058 Pencaker Ikuti Seleksi Capeg PLN
- BPK Tuntaskan Pemeriksaan Keuangan Pemda Pelalawan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.188.120
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com