Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Pebruari 2018 22:01
Ditabrak Truck Balak, Anggota Damkar Mandau, Bengkalis Tewas Ditempat

Ahad, 25 Pebruari 2018 21:42
Seorang Suami di Inhu Tega Bunuh Istrinya

Ahad, 25 Pebruari 2018 19:45
LE Mulai Kampanyekan Prabowo-Cak Imin untuk Pilpres 2019

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:48
Capella Honda Serahkan Unit PCX150 Kepada 10 Konsumen Pembeli Perdana

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:43
Ini Rencana Besar Pasangan AYO untuk Kota Dumai

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:56
KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Merasa Pulang Kampung

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:53
Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018

Ahad, 25 Pebruari 2018 13:22
Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Dukung dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Ahad, 25 Pebruari 2018 10:19
Sudah Diikuti 1.600 Murid, Diluncurkan Didikan Subuh Quran di Bengkalis

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 Mei 2011 17:05
Tuntut Transparan Bagi Hasil,
Warga Tiga Desa di Siak Demo Koperasi Rimba Mutiara


Seratusan warga tiga desa di Siak menggeruduk Kantor Koperasi Rimba Mutiara. Mereka menuntut ketrasparanan tentang bagi hasil kebun kelapa sawit.

Riauterkini-KOTOGASIB- Seratusan warga Desa Teluk Rimba, Kuala Gasib, dan Desa Buatan I Kabupaten Siak, Kamis (26/5/11) sekitar pukul 13.00 WIB demo kantor Koperasi Rimba Mutiara di Jalan Lintas Kotogasib-Perawang, Desa Pangkalan Pisang, Siak. Mereka menuntut ketrasparanan tentang bagi hasil sawit yang hampir 7 tahun tersimpan.

Informasi yang dirangkum riauterkini bahwa lahan seluas 2.650 Hektar (Ha) untuk tiga desa tersebut telah selesai tahap pertama seluas 1.000 Ha untuk 500 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 8 kelompok, dan sudah teken MoU dengan Bank Niaga. Sementara untuk tahap ke II seluas 1.650 Ha baru diurus dan akan bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Aksi demo masyarakat tersebut sempat tegang saat Kepala Koperasi Rima Mutiara Syofian Ahmad menerangkan apa yang terjadi selama hampir 7 tahun ini, saat itu sebahagian masyarakt sempat teriak tidak terima dengan keterangan tersebut. Walaupun hal itu terjadi Syofian tetap meneruskan keterangannya di dampingi Kapolsek Lubuk Dalam AKP Hepi Mas.

Setelah Syofian usai memberikan keterangannya di hadapan seratusan masyarakat tersebut akhirnya masyarakat sedikit terima akan tetapi permasalahan ini Senin depan akan dibawa ke pihak Kecamatan.

Keterangan Ketua Koprasi Rimba Mutiara Syofian didampingi Sekretaris Anizar kepada wartawan diruangannya bahwa selama ini pihak koperasi masih terus mengupayakan untuk kepentingan masyarakat, untuk tahap pertama terlambat karena masih ada masyarakat yang belum menyelesaikan administrasinya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) masih banyak yang habis massa belakunya.

"Keterlambatan ini hanya masalah administasi, selama ini sekitar 500 KK tersebut terkendala pada massa berlaku KTP dan KK sudah habis. Selain itu kita juga masih mengurus untuk tahap ke II nya, dan bekerja sama dengan Bank Mandiri," terang Syofian.

Sementara dalam koperasi ini untuk pembagiannya diketahui bahwa 45 % (Persen) untuk pemeliharaan pperusahaan, 45 % untuk cicilan lahan di Bank, dan 10 % untuk masyarakat. Selain itu diketahui untuk 10 % persen untuk masyarakat diperkirakan uangnya senilai Rp 1,2 miliar per bulan April 2010 lalu, saat ini uangnya berada di rekening koperasi Bank Niaga Jakarta.

"Saat ini uang yang 10% untuk masyarakat itu masih ada di rekening koperasi dan tidak ada kita ganggu gugat, uang itu sepenunhnya kita bagikan ke masyarakat tentunya dengan syarat-syarat yang berlaku," ujar Syofian.***(vila)

Loading...


Berita lainnya..........
- Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018
- Pertumbuhan Ekonomi Melambat,
Riau dan Kepri Harus Turunkan PBBKB Pertalite

- Pusat Berlakukan Moratorium Proyek Konstruksi, PSN di Riau Masih Tetap Jalan
- 14 Sumur Beroperasi,
BOB PT. BSP Dituding Tidak Pernah Perhatikan Desa di Bengkalis

- Terlibat Konflik, Polres Bengkalis Mediasi Nelayan Jaring Batu dan Rawai
- Truk Sawit Nyaris Nyemplung ke Laut, Hebohkan Warga Rupat
- Maret, Bapenda Pekanbaru Cetak Masal 236. 560 Tagihan PBB
- Proyek Waduk Serba Guna Lompatan Harimau di Rohul Baru Sebatas Perencanaan
- Kasatpol PP Pekanbaru Minta Warga Laporkan Jika Ada Anggotanya Lakukan Pungli
- Stuband, Anggota Dewan Inhil Sambangi Bapenda Pekanbaru
- Baru Enam OPD Pemko Pekanbaru Berikan Laporan Keuangan 2017
- Agustus, MPP Pekanbaru Resmi Beroperasi
- Swastanisasi Sampah,
DLHK Pekanbaru Optimis Bisa Angkut Sampah 750 Ton Perhari

- Berupa Gerobak dan Modal Usaha,
Belasan Pedagang di Rohul Terima Bantuan dari YBM BRI Pasirpangaraian

- Dukung Percepatan Pembangunan Fly Over,
Pemko Pekanbaru Segera Bongkar JPO Depan Mall SKA

- Fokus Penataan, DPP Pekanbaru Hentikan Pembuatan Pangkalan Gas Bersubsidi
- Baru 18,7 persen Terealisasi,
Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Tepat Waktu

- Dirjen BAK Kemendagri Kunjungi DPM-PTSP Pekanbaru
- Gelar Unjuk Rasa di DPRD Riau,
Massa Tuntut Pencabutan HGU PT Ivo Mas Tunggal Dicabut

- DPD SPSI LEM  Riau Gelar Uji Kompetensi Anggota


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 50.19.34.255
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com