Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Kamis, 21 September 2017 13:50
Diduga Pasangan Mesum di Duri Dihakimi Massa

Kamis, 21 September 2017 13:06
Sat Narkoba Polres Inhil dan Polsek Mandah Tangkap Dua Penjual Sabu

Kamis, 21 September 2017 11:35
Pemuda Pancasila Bengkalis Dzikir Akbar Tahun Baru Hijriyah di Duri

Kamis, 21 September 2017 10:03
Dishub Sebut Malaysia Serius Lanjutkan Join Roro Dumai-Melaka

Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Rabu, 20 September 2017 20:44
Tahun Baru 1439 Hijriah,
Bupati Ajak Kaum Muslimin Muhasabah Diri dan Berbuat Lebih Baik


Rabu, 20 September 2017 20:41
Bahas Pidana Narkoba dan Karhutla, Bupati Bengkalis Temui Kapolda Riau

Rabu, 20 September 2017 20:21
Anak Main Lilin di Kasur, Rumah Warga Duri Ini Nyaris Ludes Dilalap Api

Rabu, 20 September 2017 19:59
Terkait Aksi Unjuk Rasa di Rantau Kopar,
PT CPI Tegaskan Pihaknya Kelola Aset Negara di Industri Hulu Migas


Rabu, 20 September 2017 19:05
Tersangka Proyek Jalan di Bengkalis,
KPK Dalami Peran Sekdako Dumai dan Hobby Siregar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Kamis, 26 Mei 2011 17:05
Tuntut Transparan Bagi Hasil,
Warga Tiga Desa di Siak Demo Koperasi Rimba Mutiara


Seratusan warga tiga desa di Siak menggeruduk Kantor Koperasi Rimba Mutiara. Mereka menuntut ketrasparanan tentang bagi hasil kebun kelapa sawit.

Riauterkini-KOTOGASIB- Seratusan warga Desa Teluk Rimba, Kuala Gasib, dan Desa Buatan I Kabupaten Siak, Kamis (26/5/11) sekitar pukul 13.00 WIB demo kantor Koperasi Rimba Mutiara di Jalan Lintas Kotogasib-Perawang, Desa Pangkalan Pisang, Siak. Mereka menuntut ketrasparanan tentang bagi hasil sawit yang hampir 7 tahun tersimpan.

Informasi yang dirangkum riauterkini bahwa lahan seluas 2.650 Hektar (Ha) untuk tiga desa tersebut telah selesai tahap pertama seluas 1.000 Ha untuk 500 Kepala Keluarga (KK) terdiri dari 8 kelompok, dan sudah teken MoU dengan Bank Niaga. Sementara untuk tahap ke II seluas 1.650 Ha baru diurus dan akan bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Aksi demo masyarakat tersebut sempat tegang saat Kepala Koperasi Rima Mutiara Syofian Ahmad menerangkan apa yang terjadi selama hampir 7 tahun ini, saat itu sebahagian masyarakt sempat teriak tidak terima dengan keterangan tersebut. Walaupun hal itu terjadi Syofian tetap meneruskan keterangannya di dampingi Kapolsek Lubuk Dalam AKP Hepi Mas.

Setelah Syofian usai memberikan keterangannya di hadapan seratusan masyarakat tersebut akhirnya masyarakat sedikit terima akan tetapi permasalahan ini Senin depan akan dibawa ke pihak Kecamatan.

Keterangan Ketua Koprasi Rimba Mutiara Syofian didampingi Sekretaris Anizar kepada wartawan diruangannya bahwa selama ini pihak koperasi masih terus mengupayakan untuk kepentingan masyarakat, untuk tahap pertama terlambat karena masih ada masyarakat yang belum menyelesaikan administrasinya seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) masih banyak yang habis massa belakunya.

"Keterlambatan ini hanya masalah administasi, selama ini sekitar 500 KK tersebut terkendala pada massa berlaku KTP dan KK sudah habis. Selain itu kita juga masih mengurus untuk tahap ke II nya, dan bekerja sama dengan Bank Mandiri," terang Syofian.

Sementara dalam koperasi ini untuk pembagiannya diketahui bahwa 45 % (Persen) untuk pemeliharaan pperusahaan, 45 % untuk cicilan lahan di Bank, dan 10 % untuk masyarakat. Selain itu diketahui untuk 10 % persen untuk masyarakat diperkirakan uangnya senilai Rp 1,2 miliar per bulan April 2010 lalu, saat ini uangnya berada di rekening koperasi Bank Niaga Jakarta.

"Saat ini uang yang 10% untuk masyarakat itu masih ada di rekening koperasi dan tidak ada kita ganggu gugat, uang itu sepenunhnya kita bagikan ke masyarakat tentunya dengan syarat-syarat yang berlaku," ujar Syofian.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita lainnya..........
- Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa

- Terkait Aksi Unjuk Rasa di Rantau Kopar,
PT CPI Tegaskan Pihaknya Kelola Aset Negara di Industri Hulu Migas

- Kawal Stabilitas Ekonomi, Bank Indonesia Lakukan 8 Tema Strategis di 2017-2019
- Capai Rp1 Triliun, Gubri Sebut Devisit Anggaran Hal Biasa
- Dinas PUPR Dumai Kelola Dana Rp87 Miliar untuk Proyek Infrastruktur
- Dinas PUPR Bengkalis Taja Sosialisasi Izin Usaha Jasa Konstruksi di Duri
- 155 Jamaah Haji Khusus Muhibbah Travel Tiba di Indonesia


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.81.44.140
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com