Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 19 Juni 2018 19:15
Mantan Walikota Pekanbaru Herman Abdullah Ajak Masyarakat Riau Menangkan Syamsuar-Edy Nasution

Selasa, 19 Juni 2018 19:11
Lusa, SBY, Romi dan Yusril Kampanye Akbar Firdaus-Rusli di Bangkinang

Selasa, 19 Juni 2018 19:06
Empat Ruko Terbakar di Pelalawan,
Satu Keluarga Selamat dari Kobaran Api


Selasa, 19 Juni 2018 17:31
Sekdaprov dan Kepala BPBD Riau Tinjau Lokasi Longsor di Tembilahan

Selasa, 19 Juni 2018 15:11
Riset Vox Populi: Lukman Edy-Hardianto Menang Pilgub Riau

Selasa, 19 Juni 2018 13:15
Tokoh Minang Nilai Syamsuar Jauh dari Korupsi dan Sangat Paham Budaya Mereka

Selasa, 19 Juni 2018 13:10
Dinas Perhubungan RIau Siap Lancarkan Arus Balik Lebaran Lewat Darat

Selasa, 19 Juni 2018 13:05
Optimis Menang, Puluhan Ribu Saksi Siap Amankan Suara Firdaus-Rusli di TPS

Selasa, 19 Juni 2018 09:30
Lukman Edy-Hardianto Janji Perhatikan Nasib Guru Komite dan Operator Pendidikan

Senin, 18 Juni 2018 21:01
Bukit Kelok Indah Kampar Diserbu Pengunjung Selama Liburan Lebaran

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 13 Maret 2011 16:17
Cari Harga Tinggi, Getah Karet Pelalawan Dijual ke Medan

Para toke getah karet di Pelalawan mengeluhkan harga yang tak menentu. Untuk mencari harga yang lebih tinggi, mereka menjual ke pabrik di Medan, Sumatera Utara.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI-Para toke getah karet yang ada dikabupaten Pelalawan menjual ojol ke sejumlah pabrik karet yang berada di Sumutera Utara (Sumut). Aksi penjualan ojol ke provinisi tetangga tersebut menyusul, ketidakpastian harga getah yang terjadi akhir-akhir ini.

Misalnya, para toke selama ini getah ojol dijual ke Rengat, Sungai Pagar atau Pekanbaru, kini mereka menjual getah ke Rantau Prapat, Sumatera Utara. Ini mereka lakukan demi mengejar selilisih hagra jual sekitar seribu rupiah per kilogram.

Irul (44), toke getah ojol untuk wilayah kecamatan Pangkalan Lesung dan sekitarnya, termasuk yang memilih cara tersebut. Kepada wartawan, Irul menuturkan alasan sederhana kenapa harus mejual ke wilayah Sumut. Padahal jarak tempu kesana sangat lama dan melelahkan.

‘’Disana harganya tinggi. Ini trip pertama, coba-coba dulu lah. Mudah-mudahan tidak rugi,’’ tutur Irul yang ditemui saat mengawasi anak buahnya memuat belasan ton ojol kemarin.

Bersama dengan dia, sejumlah toke asal kbupaten Pelalawan lainnya juga memilih jalan yang sama. ‘’Kami rombongan enam tronton nanti malam. Ada yang dari Ukui, dari Sorek, dan dari Pangkalan,’’ ungkapnya.

Ketika ditanya alasan kenapa tidak menjual getah ke pabrik-pabrik yang ada di provnsi Riau, ia kembali menjelaskan alasan sederhana. Menurutnya sulit memastikan memperoleh untung bila tetap bertahan menjual kedalam Riau. Pasalnya pabrik-pabrik Riau tidak berani mengumumkan harga kepada para pemasok. Disatu sisi para toke telah terlanjur membeli ke petani dengan harga tertentu.

‘’Di Rengat dan Pekanbaru pabrik belum kasitau harga. Sedangkan kami beli langsung bayar sekilo sekian. Kalau patokan harga minggu lalu tak berani. Takutnya sudah turun lagi, bisa rugi pula,’’ ungkapnya.

Kabupaten Pelalawan dan Provinsi Riau, sedikit banyak jelas dirugikan dengan perpindahan pasar karet ojol yang terjadi saat ini. Setidaknya Riau kehilangan kesempatan kerja dibidang bongkar muat untuk sebagian warganya.Selain itu dilihat dari sisi pendapatan, Riau kehilangan potensi bagi hasil atas pendapatan negara atas pajak pertambahan nilai yang dibebankan pada sebagian produk karet ojol. Pasalnya, dalam sistem pencatatan pajak, Pelalawan tidak dapat tidak dicatat sebagai daerah penghasil.

Padahal fenomena penjualan karet ojol ke luar daerah ini sangat bisa meluas dan dengan nilai transaksi yang sangat besar.

Diperkirakan ada ratusan ton karet ojol asal Pelalawan yang diangkut keluar Riau. Jika satu truk tronton membawa 20 ton, maka pada pemberangkatan Sabtu malam pekan lalu saja terdapat 120 ton.***(feb)

Loading...


Berita lainnya..........
- Puncak Arus Balik ke Pekanbaru Diprediksi Terjadi Besok dan Lusa
- Nyaris Amblaskan Jalan Nasional,
PUPR Riau Langsung Berkoordinasi dengan PJN Atasi Longsor Tembilahan

- Sampah Menumpuk, DLH Bengkalis Lemburkan Petugas Pengangkut
- Jelang Lebaran, Warga di Bengkalis "Rebutan" Bensin
- Anggaran Kas Tak Cukup,
Sebulan Gaji Honorer RSUD Bengkalis Belum Bisa Dibayar

- 3.750 AHASS Siap Berikan Layanan Ekstra di Bulan Ramadhan
- Dilayani 4 Armada Roro, Arus Mudik ke Pulau Bengkalis Meningkat Lancar
- Sambut Lebaran, Warung Koffie Batavia Santuni 25 Anak Panti Asuhan
- Puncak Mudik Lebaran Diprediksi Besok, Bandara SSK II Bakal Disesaki 15 Ribu Penumpang
- Perusahaan Penyedia Bahan Pokok "Lalai",
Pasar Murah Ramadhan Bengkalis di 10 Kecamatan Gagal Digelar

- FKIJK Riau Berbagi 200 Paket Sembako di Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru
- IMA Chapter Pekanbaru Bagikan 1000 Paket Sembako untuk Warga Pekanbaru dan Sekitarnya
- Program Kemitraan,
Pertamina Salurkan Bantuan Rp5 Miliar kepada Pengusaha Kecil Menengah

- Bantu Warga di 19 Desa dan Kelurahan,
RAPP Gelar Operasi Pasar Murah Ramadhan di Lima Kabupaten

- Sambut Idul Fitri 2018,
Mal SKA Pekanbaru Gelar Event Lebaran Night Sale

- Kopkar RAPP Bagikan Bingkisan untuk 8000 Anggota
- Rp 51,7 Juta Disalurkan,
PLN Pasirpangaraian Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

- Santuni Anak Yatim PT Rifan Rajai Perusahaan Pialang Saham
- Hari Ini, Outflow Bank Indonesia Rp900 Miliar
- CSR Ramadhan 1439 H,
WOM Finance Salurkan Bantuan Ke SD Negeri 152 Pekanbaru



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com