Untitled Document
Senin, 1 Safar 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Senin, 24 Nopember 2014 06:58
Kepemimpinan Herliyan di PAN Riau Terguncang Mosi tak Percaya

Senin, 24 Nopember 2014 06:56
Terus Kehujanan, Turap Veneu Dayung di Kuansing Ambruk

Senin, 24 Nopember 2014 06:53
Tidak Menguntungkan, Warga Kuansing Enggan Lanjutkan HTR

Senin, 24 Nopember 2014 06:49
671 PNS Dimutasi, Pelayanan RSUD Indrasari dan Disdukcapil Inhu Terganggu

Senin, 24 Nopember 2014 06:47
Tim Koordinasi Tinjau Kesiapan Lokasi Penyambutan Presiden di Meranti

Ahad, 23 Nopember 2014 20:48
Galeri Pemkab Rohul Peduli dengan Korban Banjir

Ahad, 23 Nopember 2014 20:31
MUI Siak Kecewa Akta Wakaf Dibatalkan PA Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Desember 2010 15:25
PLN Minta Kepastian Status Lahan PLTU Tenayan Raya

Proses pembangunan proyek PLTU Tenayan Raya menjelang dimulai. PLN kembali mendatangi Pemko Pekanbaru. Minta kepastian status kepemilikan lahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 Megawatt di Tenayan Raya, yang semula diharapakan bisa rampung sebelum pergelaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XVIII 2012 mendatang. Sepertinya jauh dari harapan, sebab General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat, Kamis (9/12/10) di Kantor Walikota Pekanbaru, mengatakan, jika pembangunan PLTU Tenayan Raya baru dimulai pada Januari 2011, dan berakhir pada pertengahan 2013, dengan kalender masa kerja 30 bulan.

Hal itu dikatakan Bintatar, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, dan pejabat terkait Hari ini kami, jajaran General Menejer datang dari Jakarta, untuk meminta penjelasan lokasi PLTU yang akan dibangun di Pekanbaru, tepatnya di Tenayan Raya. Dari hasil rapat kami dan wakil walikota telah mencapai sepakatan bahwa tanah itu milik Pemkot dan tidak bermasalah. Sedangkan masalah kelapa sawit seluas enam hektar, kita minta Pemko menyelesaikan sampai akhir Desember sudah selesai, PLN juga akan membantu, ganti rugi lahan 40 hektar termasuk akan memberikan uang sagu hati bagi pemilik sawit enam hektar, agar jangan sampai masalah ini masuk keranah hukum jelas.

Lebih lanjut lagi Bintatar mengatakan jika, pembangunan PLTU yang semula ditergetkan sebelum PON berlangsung sudah siap, hal itu tidak mungkin bisa dilaksanakan, Pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, tidak bisa diselesaikan menjelang PON, sebab dari hitungan proyek pengerjaan pembangunan saja hitungan kalender 30 bulan kerja, diperkirakan tahun 2014 baru dioperasikan secara menyeluruh, dengan anggaran 2, 5 triliun. Namun untuk kesiapan pasokan listrik pada saat PON, kita sudah mengantisipasi dengan menyediakan mesin pasokan listrik atau juga janset yang sudah kita siapkan dengan baik. Untuk pembangunn PLTU sendiri baru dimulai pada Januari 2011, dan berahir 30 bulan kelender kerja, terangnya lagi.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tidak Menguntungkan, Warga Kuansing Enggan Lanjutkan HTR
- Interfood Indonesia 2014 di Jakarta, Meranti Sabet Unique Stand Award
- Bank Riau Kepri Peduli,
Bantu Korban Banjir Desa Bandar Padang, Inhu

- Kementrian ESDM Serahkan Pengelolaan Blok Kampar ke Pertamina
- Sudah Layak Dibangun Pabrik,
Produksi Karet di Rohul 2,059 Ton Per Minggu

- Persediaan BBM dan Sembako Masih Aman di Dumai
- Tiket Pekanbaru-Selatpanjang Rp175 ribu,
Kenaikan Harga Tiket Sepihak atau Ilegal



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.60.7
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com