Untitled Document
Ahad, 2 Muharram 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 25 Oktober 2014 22:03
Pemkab Rohul Gelar Tabligh Akbar 1 Muharram di Masjid Agung Madani

Sabtu, 25 Oktober 2014 21:05
Porprov VIII Riau Berakhir,
Rohul Dapat Tambahan Satu Emas dari Silat, Geser Dumai di Posisi 8


Sabtu, 25 Oktober 2014 16:45
Nurul Huda Terpilih Sebagai Ketua Umum CFCD Chapter Riau

Sabtu, 25 Oktober 2014 15:17
Merasa 'Dicurangi',
Karateka Inhil Walk Out dari Pertandingan


Sabtu, 25 Oktober 2014 15:11
Bersama Ketum KONI Inhil,
Bupati Inhil Peroleh Anugerah dari Kesultanan Banjar


Sabtu, 25 Oktober 2014 15:06
Tim Basket Kuansing Dikalahkan Pekanbaru

Sabtu, 25 Oktober 2014 15:04
Belasan Ribu Warga Duri Tumpah de Jalan Sambut Tahun Baru Islam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Desember 2010 15:25
PLN Minta Kepastian Status Lahan PLTU Tenayan Raya

Proses pembangunan proyek PLTU Tenayan Raya menjelang dimulai. PLN kembali mendatangi Pemko Pekanbaru. Minta kepastian status kepemilikan lahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 Megawatt di Tenayan Raya, yang semula diharapakan bisa rampung sebelum pergelaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XVIII 2012 mendatang. Sepertinya jauh dari harapan, sebab General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat, Kamis (9/12/10) di Kantor Walikota Pekanbaru, mengatakan, jika pembangunan PLTU Tenayan Raya baru dimulai pada Januari 2011, dan berakhir pada pertengahan 2013, dengan kalender masa kerja 30 bulan.

Hal itu dikatakan Bintatar, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, dan pejabat terkait Hari ini kami, jajaran General Menejer datang dari Jakarta, untuk meminta penjelasan lokasi PLTU yang akan dibangun di Pekanbaru, tepatnya di Tenayan Raya. Dari hasil rapat kami dan wakil walikota telah mencapai sepakatan bahwa tanah itu milik Pemkot dan tidak bermasalah. Sedangkan masalah kelapa sawit seluas enam hektar, kita minta Pemko menyelesaikan sampai akhir Desember sudah selesai, PLN juga akan membantu, ganti rugi lahan 40 hektar termasuk akan memberikan uang sagu hati bagi pemilik sawit enam hektar, agar jangan sampai masalah ini masuk keranah hukum jelas.

Lebih lanjut lagi Bintatar mengatakan jika, pembangunan PLTU yang semula ditergetkan sebelum PON berlangsung sudah siap, hal itu tidak mungkin bisa dilaksanakan, Pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, tidak bisa diselesaikan menjelang PON, sebab dari hitungan proyek pengerjaan pembangunan saja hitungan kalender 30 bulan kerja, diperkirakan tahun 2014 baru dioperasikan secara menyeluruh, dengan anggaran 2, 5 triliun. Namun untuk kesiapan pasokan listrik pada saat PON, kita sudah mengantisipasi dengan menyediakan mesin pasokan listrik atau juga janset yang sudah kita siapkan dengan baik. Untuk pembangunn PLTU sendiri baru dimulai pada Januari 2011, dan berahir 30 bulan kelender kerja, terangnya lagi.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tunggu Usai RUPS,
OJK Belum Terima Nama Kandidat Dirut Bank Riau Kepri

- BI dan Pemko Pekanbaru Teken MoU Gerakan Siswa Menabung
- 2014, REI Riau Sulit Capai Target Bangun 10 Ribu Unit Rumah
- Pemprov Riau Berkemugkinan Lanjutkan Program UED-SP
- KUA dan PPAS APBDP Rohul 2014 Disepakati Rp1.449 Triliun
- Musda REI Riau X , 3 Kandidat Siap Berlaga
- BRK Salurkan Beasiswa Bagi 75 Mahasiswa UPP Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.216.254
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com