Untitled Document
Kamis, 13 Syawwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 30 Juli 2015 10:51
Jumlah Titik Panas di Riau Melonjak jadi 186

Kamis, 30 Juli 2015 10:47
Loncat dari Lantai Dua, Pemuda di Selatpanjang Tewas Menggenaskan

Kamis, 30 Juli 2015 10:09
Bersama Plt Gubri dan Gubernur Kalsel, Bupati Inhil Hadiri Pengukuhan KKB Riau

Kamis, 30 Juli 2015 10:03
RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Bantah Telantarkan Pasien BPJS

Kamis, 30 Juli 2015 08:26
Rumah Kanit Intel Polsek Kuantan Tengah Terbakar

Kamis, 30 Juli 2015 08:24
Panitia Siapkan Reuni Akbar Heboh Ikamansa Pekanbaru

Kamis, 30 Juli 2015 08:21
Protes DPP, Seluruh Ketua DPC Hanura Dumai Mundur



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Desember 2010 15:25
PLN Minta Kepastian Status Lahan PLTU Tenayan Raya

Proses pembangunan proyek PLTU Tenayan Raya menjelang dimulai. PLN kembali mendatangi Pemko Pekanbaru. Minta kepastian status kepemilikan lahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 Megawatt di Tenayan Raya, yang semula diharapakan bisa rampung sebelum pergelaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XVIII 2012 mendatang. Sepertinya jauh dari harapan, sebab General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat, Kamis (9/12/10) di Kantor Walikota Pekanbaru, mengatakan, jika pembangunan PLTU Tenayan Raya baru dimulai pada Januari 2011, dan berakhir pada pertengahan 2013, dengan kalender masa kerja 30 bulan.

Hal itu dikatakan Bintatar, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, dan pejabat terkait Hari ini kami, jajaran General Menejer datang dari Jakarta, untuk meminta penjelasan lokasi PLTU yang akan dibangun di Pekanbaru, tepatnya di Tenayan Raya. Dari hasil rapat kami dan wakil walikota telah mencapai sepakatan bahwa tanah itu milik Pemkot dan tidak bermasalah. Sedangkan masalah kelapa sawit seluas enam hektar, kita minta Pemko menyelesaikan sampai akhir Desember sudah selesai, PLN juga akan membantu, ganti rugi lahan 40 hektar termasuk akan memberikan uang sagu hati bagi pemilik sawit enam hektar, agar jangan sampai masalah ini masuk keranah hukum jelas.

Lebih lanjut lagi Bintatar mengatakan jika, pembangunan PLTU yang semula ditergetkan sebelum PON berlangsung sudah siap, hal itu tidak mungkin bisa dilaksanakan, Pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, tidak bisa diselesaikan menjelang PON, sebab dari hitungan proyek pengerjaan pembangunan saja hitungan kalender 30 bulan kerja, diperkirakan tahun 2014 baru dioperasikan secara menyeluruh, dengan anggaran 2, 5 triliun. Namun untuk kesiapan pasokan listrik pada saat PON, kita sudah mengantisipasi dengan menyediakan mesin pasokan listrik atau juga janset yang sudah kita siapkan dengan baik. Untuk pembangunn PLTU sendiri baru dimulai pada Januari 2011, dan berahir 30 bulan kelender kerja, terangnya lagi.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Datangkan Naker Asal China,
LMB Akan Usir PT. Ivo Mas Tunggal dari Dumai

- Harga TBS Sawit di Riau Turun Rp 25,82 perkilogram
- Harga Rp 850 - Rp 1000 Per Kg,
Harga TBS di PKS Tambusai Utara Anjlok Pasca Lebaran

- Peminat Mulai Berkurang, APPSI Riau Berharap Pameran Batu Akik di Riau Terus Digalakkan
- Kemarau, Pasokan Air Baku PDAM TD Duri Hanya 45 Liter Per Detik
- Harga LPG Bersubsidi di Pekanbaru Segera Naik
- Pasca Lebaran, Harga Barang Kebutuhan 'Ogah' Turun


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.86.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com