Untitled Document
Selasa, 6 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 27 Januari 2015 15:19
Musrenbang Kelurahan Seberang Tembilahan Barat Dimulai

Selasa, 27 Januari 2015 15:11
Bupati Kuansing Minta Penyusunan APBD-P 2015 Digesa

Selasa, 27 Januari 2015 15:09
Amien Rais Datang, Herliyan Menghilang

Selasa, 27 Januari 2015 14:21
Tawuran Maut SMP 21 Pekanbaru
Walikota Nyatakan Belasungkawa


Selasa, 27 Januari 2015 14:15
Februari, Disbudparpepora Kuansing Gelar Kontes Batu Akik

Selasa, 27 Januari 2015 14:10
Pekan Depan, Ketua PN Pekanbaru Pimpin Sidang TPPU BBM Ilegal Abob Cs

Selasa, 27 Januari 2015 14:00
Dekopinda Rohul Bakal Perketat Pembentukan Koperasi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Desember 2010 15:25
PLN Minta Kepastian Status Lahan PLTU Tenayan Raya

Proses pembangunan proyek PLTU Tenayan Raya menjelang dimulai. PLN kembali mendatangi Pemko Pekanbaru. Minta kepastian status kepemilikan lahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 Megawatt di Tenayan Raya, yang semula diharapakan bisa rampung sebelum pergelaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XVIII 2012 mendatang. Sepertinya jauh dari harapan, sebab General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat, Kamis (9/12/10) di Kantor Walikota Pekanbaru, mengatakan, jika pembangunan PLTU Tenayan Raya baru dimulai pada Januari 2011, dan berakhir pada pertengahan 2013, dengan kalender masa kerja 30 bulan.

Hal itu dikatakan Bintatar, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, dan pejabat terkait Hari ini kami, jajaran General Menejer datang dari Jakarta, untuk meminta penjelasan lokasi PLTU yang akan dibangun di Pekanbaru, tepatnya di Tenayan Raya. Dari hasil rapat kami dan wakil walikota telah mencapai sepakatan bahwa tanah itu milik Pemkot dan tidak bermasalah. Sedangkan masalah kelapa sawit seluas enam hektar, kita minta Pemko menyelesaikan sampai akhir Desember sudah selesai, PLN juga akan membantu, ganti rugi lahan 40 hektar termasuk akan memberikan uang sagu hati bagi pemilik sawit enam hektar, agar jangan sampai masalah ini masuk keranah hukum jelas.

Lebih lanjut lagi Bintatar mengatakan jika, pembangunan PLTU yang semula ditergetkan sebelum PON berlangsung sudah siap, hal itu tidak mungkin bisa dilaksanakan, Pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, tidak bisa diselesaikan menjelang PON, sebab dari hitungan proyek pengerjaan pembangunan saja hitungan kalender 30 bulan kerja, diperkirakan tahun 2014 baru dioperasikan secara menyeluruh, dengan anggaran 2, 5 triliun. Namun untuk kesiapan pasokan listrik pada saat PON, kita sudah mengantisipasi dengan menyediakan mesin pasokan listrik atau juga janset yang sudah kita siapkan dengan baik. Untuk pembangunn PLTU sendiri baru dimulai pada Januari 2011, dan berahir 30 bulan kelender kerja, terangnya lagi.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Pasar Kelakap Tujuh Sepi, Pemko Dumai Dianggap Sengsarakan Rakyat
- Besok, DPD APJI Provinsi Riau Dilantik
- Riau Percontohan Nasional ISPO Petani Sawit Swadaya
- PT RAPP Peringati Bulan K3 Tingkat Nasional
- Petani Karet Resah, Harga Getah di Bengkalis Mulai Turun
- Wako Firdaus Gulirkan PMB Rp50 Juta per-RW
- Hasil Musda Perdana ERCI Riau, Farhan Terpilih jadi Ketua


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.165.174
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com