Untitled Document
Selasa, 2 Rajab 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 21 April 2015 11:36
Kemendagri Buka Peluang Pejabat Daerah Duduki Dirjen Otonomi Daerah

Selasa, 21 April 2015 11:25
Digerebek Saat Pesta Sabu di Rohul, Dua Tertangkap namun Bandar Kabur

Selasa, 21 April 2015 09:53
Nihil Pejabat, Asisten I Meradang Saat Buka Cerdas Cermat BNK Dumai

Selasa, 21 April 2015 09:47
Sekko Dumai Pimpin Ekpso Persiapan Kejurnas Off Road 2015

Selasa, 21 April 2015 07:00
Mulai Besok, Listrik di Sejumlah Kawasan di Kampar Dipadamkan 4-7 Jam

Selasa, 21 April 2015 06:59
DPD KNPI Riau Taja Diskusi Panel Sempena Hari Kartini

Selasa, 21 April 2015 06:57
Dimeriahkan Pesta Kembang Api, Bupati Meranti Buka MTQ Bokor



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Desember 2010 15:25
PLN Minta Kepastian Status Lahan PLTU Tenayan Raya

Proses pembangunan proyek PLTU Tenayan Raya menjelang dimulai. PLN kembali mendatangi Pemko Pekanbaru. Minta kepastian status kepemilikan lahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 Megawatt di Tenayan Raya, yang semula diharapakan bisa rampung sebelum pergelaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XVIII 2012 mendatang. Sepertinya jauh dari harapan, sebab General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat, Kamis (9/12/10) di Kantor Walikota Pekanbaru, mengatakan, jika pembangunan PLTU Tenayan Raya baru dimulai pada Januari 2011, dan berakhir pada pertengahan 2013, dengan kalender masa kerja 30 bulan.

Hal itu dikatakan Bintatar, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, dan pejabat terkait Hari ini kami, jajaran General Menejer datang dari Jakarta, untuk meminta penjelasan lokasi PLTU yang akan dibangun di Pekanbaru, tepatnya di Tenayan Raya. Dari hasil rapat kami dan wakil walikota telah mencapai sepakatan bahwa tanah itu milik Pemkot dan tidak bermasalah. Sedangkan masalah kelapa sawit seluas enam hektar, kita minta Pemko menyelesaikan sampai akhir Desember sudah selesai, PLN juga akan membantu, ganti rugi lahan 40 hektar termasuk akan memberikan uang sagu hati bagi pemilik sawit enam hektar, agar jangan sampai masalah ini masuk keranah hukum jelas.

Lebih lanjut lagi Bintatar mengatakan jika, pembangunan PLTU yang semula ditergetkan sebelum PON berlangsung sudah siap, hal itu tidak mungkin bisa dilaksanakan, Pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, tidak bisa diselesaikan menjelang PON, sebab dari hitungan proyek pengerjaan pembangunan saja hitungan kalender 30 bulan kerja, diperkirakan tahun 2014 baru dioperasikan secara menyeluruh, dengan anggaran 2, 5 triliun. Namun untuk kesiapan pasokan listrik pada saat PON, kita sudah mengantisipasi dengan menyediakan mesin pasokan listrik atau juga janset yang sudah kita siapkan dengan baik. Untuk pembangunn PLTU sendiri baru dimulai pada Januari 2011, dan berahir 30 bulan kelender kerja, terangnya lagi.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Tak Kunjung Sidak, Miras Tetap Merajalela di Pekanbaru
- 3 Logo di Plang,
Ada 420 Pangkalan Gas Elpiji Resmi di Pekanbaru

- 2015, Dispenda Riau Ditarget Rp 2,9 Triliun
- Eka Hospital Pekanbaru Gelar Community Gathering 2015
- 600 Kg Minyak Goreng Tumpah, Wilmar Group Rugi Ratusan Juta
- Antisipasi Hak Diabaikan,
Buruh PT Hutahaean Rohul Bentuk Serikat Pekerja

- Ketua HNSI Riau Terpilih Kagumi Potensi Perikanan Budidaya Kampar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.113.118
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com