Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 30 September 2016 20:19
Harimau Sumatera di TNBT Inhu Terancam Perburuan

Jum’at, 30 September 2016 18:12
Binaan CSR PT CPI,
Pondok Oleh-oleh Duri Ikuti Pameran Kuliner di Mal SKA Pekanbaru


Jum’at, 30 September 2016 17:35
Polda Riau Enggan Serahkan Surat SP3 15 Perusahaan Karlahut

Jum’at, 30 September 2016 17:33
Sambut Kontingen Riau, Gubri Bangga dengan Capaian Atlet Riau di PON Jabar

Jum’at, 30 September 2016 17:17
Dua Heli Lakukan Water Bombing,
Ratusan Hektar Lahan Kosong di Bukti Candra Rohul Terbakar


Jum’at, 30 September 2016 16:57
Bupati Kampar Jadi Peserta Tax Amnesty‬

Jum’at, 30 September 2016 16:41
Bengkalis Waspadai Terjadinya Kembali Karlahut



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Desember 2010 15:25
PLN Minta Kepastian Status Lahan PLTU Tenayan Raya

Proses pembangunan proyek PLTU Tenayan Raya menjelang dimulai. PLN kembali mendatangi Pemko Pekanbaru. Minta kepastian status kepemilikan lahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 Megawatt di Tenayan Raya, yang semula diharapakan bisa rampung sebelum pergelaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XVIII 2012 mendatang. Sepertinya jauh dari harapan, sebab General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat, Kamis (9/12/10) di Kantor Walikota Pekanbaru, mengatakan, jika pembangunan PLTU Tenayan Raya baru dimulai pada Januari 2011, dan berakhir pada pertengahan 2013, dengan kalender masa kerja 30 bulan.

Hal itu dikatakan Bintatar, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, dan pejabat terkait Hari ini kami, jajaran General Menejer datang dari Jakarta, untuk meminta penjelasan lokasi PLTU yang akan dibangun di Pekanbaru, tepatnya di Tenayan Raya. Dari hasil rapat kami dan wakil walikota telah mencapai sepakatan bahwa tanah itu milik Pemkot dan tidak bermasalah. Sedangkan masalah kelapa sawit seluas enam hektar, kita minta Pemko menyelesaikan sampai akhir Desember sudah selesai, PLN juga akan membantu, ganti rugi lahan 40 hektar termasuk akan memberikan uang sagu hati bagi pemilik sawit enam hektar, agar jangan sampai masalah ini masuk keranah hukum jelas.

Lebih lanjut lagi Bintatar mengatakan jika, pembangunan PLTU yang semula ditergetkan sebelum PON berlangsung sudah siap, hal itu tidak mungkin bisa dilaksanakan, Pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, tidak bisa diselesaikan menjelang PON, sebab dari hitungan proyek pengerjaan pembangunan saja hitungan kalender 30 bulan kerja, diperkirakan tahun 2014 baru dioperasikan secara menyeluruh, dengan anggaran 2, 5 triliun. Namun untuk kesiapan pasokan listrik pada saat PON, kita sudah mengantisipasi dengan menyediakan mesin pasokan listrik atau juga janset yang sudah kita siapkan dengan baik. Untuk pembangunn PLTU sendiri baru dimulai pada Januari 2011, dan berahir 30 bulan kelender kerja, terangnya lagi.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Binaan CSR PT CPI,
Pondok Oleh-oleh Duri Ikuti Pameran Kuliner di Mal SKA Pekanbaru

- Lee Cooper Berikan Diskon 30 Persen di Tokonya
- Grand Elite Hotel Pekanbaru Hadirkan Potongan Harga Rp50.000 di Elite Fitnes Center
- Bernilai Rp1 Triliun, 12 Ribu WP di Riau Ajukan Tax Amnesty
- Stellarmoto Berikan Bonus Langsung Berupa Rompi atau Body Protector
- Panasonic Tawarkan Enam Kategori Produk Elektronik dengan Harga Spesial
- Jelang Jatuh Tempo, Kantor Dispenda Pekanbaru Dipadati Wajib Pajak


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.237.251.98
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com