Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 29 Juni 2016 14:03
Operasi Pekat Tim Yustisi Kampar,
Kakansatpol PP: Perda Kita Terlalu Lemah Untuk Membuat Mereka Jera


Rabu, 29 Juni 2016 13:58
Bupati Bengkalis Himbau Masyarakat Proaktif Berantas Narkoba

Rabu, 29 Juni 2016 13:55
Wagubri dan Ketua DPRD Riau Kosong,
Dewan Minta Golkar Dahulukan Kepentingan Rakyat dari Partai


Rabu, 29 Juni 2016 13:03
Trobosan Dispenda, Gubri Luncurkan Penyederhanaan Dua Loket Samsat

Rabu, 29 Juni 2016 12:59
Tampar Mulut Istri, Seorang Warga Rohul Harus Lebaran di Sel

Rabu, 29 Juni 2016 11:48
Joni Dilantik Menjadi Wakil Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru

Rabu, 29 Juni 2016 11:31
280 Warga Dhuafa di Rambah Terima Paket Sembako dari Diskoperindag Rohul



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Desember 2010 15:25
PLN Minta Kepastian Status Lahan PLTU Tenayan Raya

Proses pembangunan proyek PLTU Tenayan Raya menjelang dimulai. PLN kembali mendatangi Pemko Pekanbaru. Minta kepastian status kepemilikan lahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 x 100 Megawatt di Tenayan Raya, yang semula diharapakan bisa rampung sebelum pergelaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke XVIII 2012 mendatang. Sepertinya jauh dari harapan, sebab General Manager (GM) PT PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau (Pikitring SUAR) Bintatar Hutabarat, Kamis (9/12/10) di Kantor Walikota Pekanbaru, mengatakan, jika pembangunan PLTU Tenayan Raya baru dimulai pada Januari 2011, dan berakhir pada pertengahan 2013, dengan kalender masa kerja 30 bulan.

Hal itu dikatakan Bintatar, usai mengadakan pertemuan dengan Wakil Walikota Pekanbaru Erizal Muluk, dan pejabat terkait Hari ini kami, jajaran General Menejer datang dari Jakarta, untuk meminta penjelasan lokasi PLTU yang akan dibangun di Pekanbaru, tepatnya di Tenayan Raya. Dari hasil rapat kami dan wakil walikota telah mencapai sepakatan bahwa tanah itu milik Pemkot dan tidak bermasalah. Sedangkan masalah kelapa sawit seluas enam hektar, kita minta Pemko menyelesaikan sampai akhir Desember sudah selesai, PLN juga akan membantu, ganti rugi lahan 40 hektar termasuk akan memberikan uang sagu hati bagi pemilik sawit enam hektar, agar jangan sampai masalah ini masuk keranah hukum jelas.

Lebih lanjut lagi Bintatar mengatakan jika, pembangunan PLTU yang semula ditergetkan sebelum PON berlangsung sudah siap, hal itu tidak mungkin bisa dilaksanakan, Pembangunan PLTU Tenayan Raya ini, tidak bisa diselesaikan menjelang PON, sebab dari hitungan proyek pengerjaan pembangunan saja hitungan kalender 30 bulan kerja, diperkirakan tahun 2014 baru dioperasikan secara menyeluruh, dengan anggaran 2, 5 triliun. Namun untuk kesiapan pasokan listrik pada saat PON, kita sudah mengantisipasi dengan menyediakan mesin pasokan listrik atau juga janset yang sudah kita siapkan dengan baik. Untuk pembangunn PLTU sendiri baru dimulai pada Januari 2011, dan berahir 30 bulan kelender kerja, terangnya lagi.***(yunk)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Trobosan Dispenda, Gubri Luncurkan Penyederhanaan Dua Loket Samsat
- Antisipasi Lonjakan Arus Lebaran,
Dishub Bengkalis Disiapkan Enam Armada Roro Air Putih-Pakning

- ‎‎Hadapi Lebaran, Kuota BBM 6 Kecamatan di Bengkalis Ditambah Sekitar 20 Persen
- Pekan Ini, Harga TBS di Riau Turun Rp 33,82 Per Kg
- Dinilai Merugikan,
Petani Inhil Tolak Rencana Pengaturan Tata Niaga Ekspor Kelapa Bulat

- 2 Maskapai Ajukan Extra Flight
- BNI Gelar Pasar Murah BUMN di Teluk Kuantan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.255.72
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com