Untitled Document
Jumat, 7 Muharram 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 31 Oktober 2014 21:48
Di Depan Dewan, Kapolresta Keluhkan Minimnya Anggaran

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:45
UR Nonaktifkan Sementara Gulat Manurung

Jum’at, 31 Oktober 2014 21:41
PP 71 Tahun 2014.
3 Dosen IPB Riset ke Riau


Jum’at, 31 Oktober 2014 21:24
Tuntut Tuntaskan Kasus Bupati Jefry Noer,
Satu Mahasiswa Aksi Jahit Mulut di KPK Dilarikan Ke Rumah Sakit


Jum’at, 31 Oktober 2014 19:33
Jalankan CSR.
HMI-MPO Meranti Minta Perusahaan Patuhi Aturan


Jum’at, 31 Oktober 2014 19:24
Kapolres Kampar Gelar Coffe Morning dengan Wartawan

Jum’at, 31 Oktober 2014 19:19
DPW Riau Sebut Mukhtamar PPP Kubu Suryadharma Ali Ilegal



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Desember 2010 16:32
BBM Langka, SPUB di Inhu Dijaga Satpol PP

Satpol Pamong Praja disiagakan di sejumlah SPBU yang ada di Ihun. Langkah ini untuk mengantisipasi adanya keributan menyusul langkanya BBM.

Riauterkini -RENGAT - Pemkab Inhu mulai serius menangani kelangkaan premium di sejumlah SPBU di Kabupaten Inhu. Satpol PP Inhu diturunkan ke SPBU untuk mengawal dugaan penyelewengan bahan bakar.

“Kita menurunkan anggota Satpol di setiap SPBU di Inhu. Ini untuk mengawasi langsung pengisian BBM di SPBU di Kabupaten Inhu,”ujar Kasat Satpol PP Inhu Drs Kuwat Widiyanto didampingi Kasiops Ping Astono SSos kepada riauterkini, Rabu (1/12) di Pematangreba.

Selasa (30/11) malam Satpol PP juga menyita sebanyak 7 jerigen berisi premium dan 4 jerigen kosong dari sejumlah SPBU. Siang kemarin juga disita 2 jerigen di SPBU Peranap. Mereka beralasan pengisian dilakukan karena belum menerimah surat edaran Bupati tersebut. Tapi sejumlah jerigen itu tetap jadi barang bukti.

Diturunkannya Satpol PP ini untuk mengamankan Surat Edaran (SE) Bupai Inhu yang terkait dengan pelarangan pengisian BB kepada pedagang eceran. Surat Edaran itu nomor 365/Disperindag /XI/2010, tertanggal 18 Nopember 2010 perihahal pelarangan penjualan BBM dengan menggunakan jerigen dan sejenisnya.

Surat edaran itu sudah disampaikan Perindag Inhu kepada semua pemilik SPBU di daerah ini.”Agar aturan ini bisa berjalan dengan baik, maka kita turunkan langsung anggota Satpol PP di semua SPBU. Upaya Pemda Inhu menertibkan penjualan BBM di SPBU,” ujar Kuwat Widiyanto.

Direncanakan anggota Satpol PP akan piket di SPBU ini pada jam yang ditentukan secara sif. Kemudian akan bergilir dengan anggota yang lain. Satpol PP di Inhu akan ditugaskan di SPBU sampai kondisi BBM di SPBU normal seperti biasa. Satpol PP akan menegur langsung penjualan kepada pedagang eceran tersebut.

Diitempat terpisah Kadis Perindag Inhu Drs Arfa,i Muhammad kepada riauterkini mengatakan surat edaran ini berdasarkan Perda Provinsi Riau nomor 12 tahun 2002 tentang penjualan BBM di SPBU. Dimana dalam pasal 6 disebutkan, pemilik SPBU dilarang menjual BBM kepada pembeli menggunakan jerigen dan sejenisnya.

Setiap pelanggaran terhadap aturan itu, maka akan dikenakan sangsi. Diantaranya pemberian sangsi adminitrasi dan pencabutan izin. Bahkan bagi yang melanggar ketentuan itu akan didenda 5 juta atau kurungan selama 6 bulan penjara.”Kita akan tindak tegas terhadap penyelewengan penjualan BBM di SPBU,”tegasnya.***(guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Dewan Pengupahan Riau Tetapkan UMP Riau 2015 Rp 1,878 Juta
- Banyak Balai Pengobatan di Duri Gaji Karyawan di Bawah UMP
- Respon Demo Buruh, PDAM Bengkalis Janji Terus Tingkatkan Kualitas dan Kesejahteraan
- Naik Rp178 Ribu, UMP Riau 2015 Tinggal Tunggu SK Plt Gubernur
- Per Agustus 2014, Kinerja Perbankan Riau Meningkat
- Kemen ESDM Tetap Melelang, tak Jamin Pemkab Pelalawan Kelola Blok Kampar
- Perjuangan Masyarakat Pelalawan Rebut Blok Kampar Berlanjut


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.70.249
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com