Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 20 Januari 2017 19:44
Cegah Bahaya Ngelem,
KOMPAK Berikan Apresiasi Kepada Jajaran Polres Inhil


Jum’at, 20 Januari 2017 19:14
Dituding Boros Anggaran, Gubri Panggil Sejumlah Pimpinan OPD

Jum’at, 20 Januari 2017 17:55
Seorang Warga Inhu Tewas Dililit Ular

Jum’at, 20 Januari 2017 17:51
Gubri dan Kapolda Riau Tinjau Lokasi SPN di Tambang Kampar

Jum’at, 20 Januari 2017 17:08
Datangi Kompolnas,
KontraS Serahkan Hasil Investigasi Kasus Meranti Berdarah


Jum’at, 20 Januari 2017 16:30
Sepanjang Januari 2017, Honda PCX Ditawarkan dengan Berbagai Bonus Spesial

Jum’at, 20 Januari 2017 16:27
Bupati Inhil Senang, Jamaah Shalat Subuh di Masjid Makin Bertambah

Jum’at, 20 Januari 2017 15:45
Kamis Nanti Edwar Sanger Dilantik Jadi Pj Walikota Pekanbaru

Jum’at, 20 Januari 2017 15:15
Pekerjakan Naker China Ilegal, Komisi D DPRD Riau Anggap PLN Sudah Buat Kesalahan

Jum’at, 20 Januari 2017 15:01
Marugame Udon and Tempura,
Hadir Ramaikan Ragam Kuliner Japanese di Pekanbaru




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Desember 2010 16:32
BBM Langka, SPUB di Inhu Dijaga Satpol PP

Satpol Pamong Praja disiagakan di sejumlah SPBU yang ada di Ihun. Langkah ini untuk mengantisipasi adanya keributan menyusul langkanya BBM.

Riauterkini -RENGAT - Pemkab Inhu mulai serius menangani kelangkaan premium di sejumlah SPBU di Kabupaten Inhu. Satpol PP Inhu diturunkan ke SPBU untuk mengawal dugaan penyelewengan bahan bakar.

“Kita menurunkan anggota Satpol di setiap SPBU di Inhu. Ini untuk mengawasi langsung pengisian BBM di SPBU di Kabupaten Inhu,”ujar Kasat Satpol PP Inhu Drs Kuwat Widiyanto didampingi Kasiops Ping Astono SSos kepada riauterkini, Rabu (1/12) di Pematangreba.

Selasa (30/11) malam Satpol PP juga menyita sebanyak 7 jerigen berisi premium dan 4 jerigen kosong dari sejumlah SPBU. Siang kemarin juga disita 2 jerigen di SPBU Peranap. Mereka beralasan pengisian dilakukan karena belum menerimah surat edaran Bupati tersebut. Tapi sejumlah jerigen itu tetap jadi barang bukti.

Diturunkannya Satpol PP ini untuk mengamankan Surat Edaran (SE) Bupai Inhu yang terkait dengan pelarangan pengisian BB kepada pedagang eceran. Surat Edaran itu nomor 365/Disperindag /XI/2010, tertanggal 18 Nopember 2010 perihahal pelarangan penjualan BBM dengan menggunakan jerigen dan sejenisnya.

Surat edaran itu sudah disampaikan Perindag Inhu kepada semua pemilik SPBU di daerah ini.”Agar aturan ini bisa berjalan dengan baik, maka kita turunkan langsung anggota Satpol PP di semua SPBU. Upaya Pemda Inhu menertibkan penjualan BBM di SPBU,” ujar Kuwat Widiyanto.

Direncanakan anggota Satpol PP akan piket di SPBU ini pada jam yang ditentukan secara sif. Kemudian akan bergilir dengan anggota yang lain. Satpol PP di Inhu akan ditugaskan di SPBU sampai kondisi BBM di SPBU normal seperti biasa. Satpol PP akan menegur langsung penjualan kepada pedagang eceran tersebut.

Diitempat terpisah Kadis Perindag Inhu Drs Arfa,i Muhammad kepada riauterkini mengatakan surat edaran ini berdasarkan Perda Provinsi Riau nomor 12 tahun 2002 tentang penjualan BBM di SPBU. Dimana dalam pasal 6 disebutkan, pemilik SPBU dilarang menjual BBM kepada pembeli menggunakan jerigen dan sejenisnya.

Setiap pelanggaran terhadap aturan itu, maka akan dikenakan sangsi. Diantaranya pemberian sangsi adminitrasi dan pencabutan izin. Bahkan bagi yang melanggar ketentuan itu akan didenda 5 juta atau kurungan selama 6 bulan penjara.”Kita akan tindak tegas terhadap penyelewengan penjualan BBM di SPBU,”tegasnya.***(guh)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Cabut Subsidi 40.398 Pelanggan Listrik di Rohul, Ini Alasan PLN
- Aksi Damai, Porter Bandara SSK II Protes Jam Kerja dan Tuntut BPJS
- Razia TKA Asal China,
Kadisnaker Riau: Boleh Kerja Asal Ada Ijin Kerja

- Gandeng Wilmar,
Disnakertrans Dumai Taja Trening Operator Alat Angkat Angkut

- Telan Anggaran Rp140 Miliar, 2017 Unit RLH Dibangun Tahun Ini
- Pekerja China Ilegal di PLTU Tenayan,
Kanwil Kumham Tunggu Perusahaan Tunjukkan Dokumen Keimigrasian

- 98 TKA di Proyek PLN Tenayan Dipastikan Ilegal


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.147.247.194
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com