Untitled Document
Rabu, 11 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Selasa, 31 Maret 2015 21:34
Ricuh Saat Rapat Komisi, Anggota DPRD Pekanbaru Polisikan Rekannya

Selasa, 31 Maret 2015 20:19
Dimulai Besok,
Satlantas Polres Rohul Gelar Operasi Simpatik


Selasa, 31 Maret 2015 20:15


Selasa, 31 Maret 2015 20:14
Karo Humas Raih Gelar Master Seni ISI Padangpanjang

Selasa, 31 Maret 2015 20:07
Pilkada Rohil 2015,
Wan Ahmad Saiful Ambil Formulir di DPD PPP Rohil


Selasa, 31 Maret 2015 19:42
DPR Minta KPU Perlonggar Syarat Dinasti Politik dalam Pilkada

Selasa, 31 Maret 2015 19:38
Rusak, Jalan Lintas Dalam Kota Duri Menunggu Korban



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Desember 2010 16:32
BBM Langka, SPUB di Inhu Dijaga Satpol PP

Satpol Pamong Praja disiagakan di sejumlah SPBU yang ada di Ihun. Langkah ini untuk mengantisipasi adanya keributan menyusul langkanya BBM.

Riauterkini -RENGAT - Pemkab Inhu mulai serius menangani kelangkaan premium di sejumlah SPBU di Kabupaten Inhu. Satpol PP Inhu diturunkan ke SPBU untuk mengawal dugaan penyelewengan bahan bakar.

“Kita menurunkan anggota Satpol di setiap SPBU di Inhu. Ini untuk mengawasi langsung pengisian BBM di SPBU di Kabupaten Inhu,”ujar Kasat Satpol PP Inhu Drs Kuwat Widiyanto didampingi Kasiops Ping Astono SSos kepada riauterkini, Rabu (1/12) di Pematangreba.

Selasa (30/11) malam Satpol PP juga menyita sebanyak 7 jerigen berisi premium dan 4 jerigen kosong dari sejumlah SPBU. Siang kemarin juga disita 2 jerigen di SPBU Peranap. Mereka beralasan pengisian dilakukan karena belum menerimah surat edaran Bupati tersebut. Tapi sejumlah jerigen itu tetap jadi barang bukti.

Diturunkannya Satpol PP ini untuk mengamankan Surat Edaran (SE) Bupai Inhu yang terkait dengan pelarangan pengisian BB kepada pedagang eceran. Surat Edaran itu nomor 365/Disperindag /XI/2010, tertanggal 18 Nopember 2010 perihahal pelarangan penjualan BBM dengan menggunakan jerigen dan sejenisnya.

Surat edaran itu sudah disampaikan Perindag Inhu kepada semua pemilik SPBU di daerah ini.”Agar aturan ini bisa berjalan dengan baik, maka kita turunkan langsung anggota Satpol PP di semua SPBU. Upaya Pemda Inhu menertibkan penjualan BBM di SPBU,” ujar Kuwat Widiyanto.

Direncanakan anggota Satpol PP akan piket di SPBU ini pada jam yang ditentukan secara sif. Kemudian akan bergilir dengan anggota yang lain. Satpol PP di Inhu akan ditugaskan di SPBU sampai kondisi BBM di SPBU normal seperti biasa. Satpol PP akan menegur langsung penjualan kepada pedagang eceran tersebut.

Diitempat terpisah Kadis Perindag Inhu Drs Arfa,i Muhammad kepada riauterkini mengatakan surat edaran ini berdasarkan Perda Provinsi Riau nomor 12 tahun 2002 tentang penjualan BBM di SPBU. Dimana dalam pasal 6 disebutkan, pemilik SPBU dilarang menjual BBM kepada pembeli menggunakan jerigen dan sejenisnya.

Setiap pelanggaran terhadap aturan itu, maka akan dikenakan sangsi. Diantaranya pemberian sangsi adminitrasi dan pencabutan izin. Bahkan bagi yang melanggar ketentuan itu akan didenda 5 juta atau kurungan selama 6 bulan penjara.”Kita akan tindak tegas terhadap penyelewengan penjualan BBM di SPBU,”tegasnya.***(guh)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Kampanye Hitam dan PP 71 Sudutkan Petani Sawit
- 114 Koperasi Tak Aktif, ‎Diskop Inhu Kesulitan Beri Sanksi
- Bea Keluar CPO Diterapkan, Harga TBS Petani Sawit Riau Kembali Turun
- Plt Gubri Minta RUPS Luar Biasa BRK Digelar Pekan Kedua April
- Tunggakan Wajib Pajak Riau Capai Rp 1,4 Triliun
- Pohonnya Jangan Ditebang, Madu Sialang jadi Produk Andalan UKM Kuansing
- PJI Riau dan BRI Teken MoU untuk Sejahterakan Jaksa


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.23.190
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com