Untitled Document
Jumat, 9 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 30 Januari 2015 20:55
RAPP Terus Tingkatkan Tata Kelola Hutan

Jum’at, 30 Januari 2015 20:46
Gubri Nonaktif Annas Jadi Terdakwa,
Kemendagri Mengaku Belum Menerima Nomor Registrasi dari Pengadilan


Jum’at, 30 Januari 2015 20:16
Tak Bayar Dana Ganti Rugi‎, Satpol PP Pekanbaru Hentikan Pekerjaan PT. ‎FKC

Jum’at, 30 Januari 2015 19:59
Jelang Munas, DPD Hanura Riau Diyakini Dukung Wiranto

Jum’at, 30 Januari 2015 19:50
Puluhan Mahasiswa Riau Praktek Magang di PT.TPP Inhu

Jum’at, 30 Januari 2015 19:45
Dishub Bengkalis Turunkan Tarif Angkot Rp 500 di Duri

Jum’at, 30 Januari 2015 19:42
Plt Sekda Rohil Harapkan Musrenbang Tampung Aspirasi Masyarakat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 5 April 2010 14:00
1.000 Rekening Pegawai Pajak DJP Riau dan Kepri Siap Diaudit

Kendati surat edaran mengenai audit rekening pegawai pajak belum sampai, namun untuk membuktikan keseriusan Dirjend Pajak melakukan audit rekening pegawai pajak, 1000-an rekening pegawai DJP Riau Kepri siap diaudit.

Riauterkini-PEKANBARU-Surat Edaran mengenai audit rekening pegawai pajak hingga kini belum sampai ke Dirjend Pajak Riau Kepri. Namun demikian, 1000-an pegawai DJP Riau Kepri siap untuk dilakukan audit seperti seruan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Setidaknya, demikian dikatakan Kasi Bimbingan dan Penyuluhan DJP Riau Kepri, Verizal Suryadi kepada Riauterkini Senin (5/4/10).

Menurutnya, keinginan pusat dalam melaksanakan audit itu ingin membuktikan bahwa masih banyak pegawai pajak yang masih menjalankan kode etik pegawai pajak yang menjalankan tugasnya dengan menjunjung tinggi kepercayaan masyarakat sebagai pembayar pajak.

\"Pegawai DJP Riau/Kepri saat ini yang tersebar di beberapa KPP-KPP dan Kanwil mencapai 1000-an pegawai. Kita siap untuk dilakukan audit nomor rekening kita kedati hingga kini surat edaran mengenai audit tersebut belum sampai," terangnya.

Belum sampainya surat edaran (pemberitahuan) dari pusat mengenai surat edaran tersebut, ia menyatakan bahwa itu terkait dengan strukturisasi. Karena untuk sampai ke daerah, melalui beberapa eselon. Jadi menurutnya, pemberitahuan itu membutuhkan waktu untuk sampai ke daerah. \"Kita tunggu saja,\" katanya. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Raskin di Rohul Ternyata Berkutu
- BPT-PM: Geliat MEA Belum Tampak di Pekanbaru
- 2014, BPSK Terima 52 Pengaduan Konsumen
- Peredaran Apel AS ,
Pedagang: Buah Impor Ada Kode Organik atau Tidak

- Low Season, Load Facktor di Riau Maskapai Hanya 40 Persen
- ‎Gandeng BPOM, Disperindagpas Inhu Uji Sampel Apel Impor
- Pedagang Merugi, Disperindag Dumai Sidak Buah Apel Berbakteri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.89.47.28
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com