Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 28 Agustus 2015 21:03
Ketua PPP Rohul Ngaku Tak Tahu Dugaan Ijazah Palsu Kadernya

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:47
Unik, Lomba Panjat Pinang Diatas Air di Tembilahan

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:42
Cetak Tenaga Terampil, MoU Pemkab Meranti dengan BTP Kepri Belum Direalisasi

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:26
Jelang Pilkada Kampar, Pengusaha Muda Amir Lutfi Siap Maju

Jum’at, 28 Agustus 2015 20:15
KASN Sebut Banyak PNS Dijanjikan Oleh Petahana yang Maju Pilkada

Jum’at, 28 Agustus 2015 19:26
Pembayaran PBB-P2 di Inhil Dapat Dilakukan di Kantor dan Agen Pos

Jum’at, 28 Agustus 2015 19:19
Bulog Segera Bangun Gudang di Meranti



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 17 Maret 2010 16:31
DPPKA Rohul Genjot PAD dengan Razia Kendaraan Bermotor Non-BM

Sumbangsih PAD dari sektor BPKB dan PBNKB cukup siginikan bagi Kabupaten Rohul, untuk mengobtimalkannya, dilakukan razia kendaraan bermotor non-BM atau yang berasal dari daerah lain.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN-Dinas Pendapatan Pengelolaan keuangan dan Aset (DPPKA) bersama Satuan polisi lalu lintas (Satlantas), Dinas Perhubungan (Dishub), Jasa Raharja, Satpol PP dan instansi terkait lainnya, Rabu (17/3/10) pagi, gelar razia kendaraan bermotor (ranmor) plat non BM-M Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) tahun 2010 di bundaran Kompleks Bina Praja Pemkab Rohul.

Kaur Bin Ops Satlantas Polres Rohul, Ipda Dasmaliki yang memimpin operasi, bersama Kabid Perimbangan DPPKA Rohul Syafrin Tobing SH dan sejumlah kasi lainnya, kepada wartawan menyatakan, operasi pendataan dan razia Ranmor plat Non BM-M Rohul tahun 2010 merupakan tahap IV dilaksanakan dari 2007 hingga 2010.

"Penertiban Ranmor plat non BM-M ini, untuk memutasikan kendaraan luar daerah yang sudah beroperasi menjadi plat BM-M. Operasi ini melibatkan DPPKA, Satpol PP, Dishub serta instansi terkit lainnya, dan kita usahakan agar pemilik kendaraan segera memutasikan kendaraannya menjadi plat BM-M dalam batas waktu 3 bulan ini,"terang Dasmaliki kepada wartawan.

Selanjutnya jika dalam 3 bulan berturut-turut tidak memutasikannya, pihaknya akan melakukan razia kembali, dan akan diberi sanksi tilang ditempat. Sehingga diharapkan pemilik kendaraan plat non BM-M, segera memutasikannya plat kendaraan menjadi plat BM-M. Semua itu dilakukan untuk mengenjot dana pajak kendaraan, untuk menambah pemasukan APBD Rohul.

Kabid Dana Perimbangan DPPKA Rohul Syafrin Tobing SH, kepada wartawan menyatakan, realisasi penerimaan bagi hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Beas Pajak Kendaraan Bermotor (BPKB) cukup besar. Razia seperti itu sendiri, sudah diterapkan sejak tahun 2007 lalu, dan terus mengalami peningkatan penerimaan bagi hasil hingga 40 persen dari BBNKK dan BPKB. "Kepada warga di Rohul yang memiliki kendaraan plat non BM-M, kita harapkan dalam 3 bulan ke depan, agar memutasikannya kendaraannya menjadi BM-M," tegas Syafrin Tobing kepada wartawan.

Operasi seperti itu dilaksanakan secara berkala 3 bulan sekali, dan razia kali ini merupakan tahap ke IV tahun 2010, sejak diberlakukan mulai 2007 lalu. Dan untuk sosialisasinya telah dibagikan brosur berisi ajakan "Saya Cinta Plat BM-M". Selanjutnya untuk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, telah dibagikan sejumlah kaos dengan himbauan ajakan.

Tahun 2008 realisasi penerimaan disektor PKB mencapai Rp 3.893.514,45, kemudian BBNKP sebesar Rp 4.335.667,95. Pada tahun 2009 realisasi penerimaan PKB meningkat menjadi Rp 6.089.582.781,70, sedangkan untuk sektor BBNKB mencapai Rp 5.480.685.660,31. Sehingga pihaknya terus mengupayakan dengan mempermudah dan membantu mutasi kendaraan bermotor plat non BM menjadi plat BM-M.

"Dengan besarnya potensi dari penerimaan kedua sektor tersebut, cukup potensial terus dilakukan razia kendaraan plat non BM-M," tambah Syafrin Tobing lagi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Meriahkan HUT ke 70 RI,
Bank Riau Kepri Kantor Cabang Airmolek Panjat Pinang Bersama Masyarakat

- Rupiah Mengguatirkan,
BI : Tak Akan Sama dengan Krisis 1998 Lalu

- Cari Solusi Masalah Naker, Forkompimda Bengkalis Duduk Bersama Buruh
- Nilai Tukar Melemah, Harga Barang Impor Naik 30 Persen
- Dolar Tembus Rp 14.067,
Home Industri Tempe Keluhkan Harga Kedelai

- Bulog Dumai Salurkan Raskin Tahap Oktober-Desember 2015
- Ekonomi Lesu, Masyarakat Dumai Banyak Terjerat Renternir


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.147.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com