Berita Terhangat.. |
Kamis, 9 September 2010 04:04 Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
|
|
|
|
Selasa, 16 Maret 2010 18:28 Gas Menyembur dari Pipa Minyak PT Kalila di Pelalawan
Sebuah semburan gas terjadi di salah satu pipa PT Kalila di Pelalawan. Kecelakaan tersebut sudah terjadi dua hari dan belum berhasil diatasi.
Riauterkini-PEKANBARU- Sejak Ahad (14/3/10) lalu terjadi semburan gas dari ujung pipa di sumur minyak PT Kalila yang berlokasi di Pegan I, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan. Semburan gas tersebut sampai saat ini masih berlangsung dan belum bisa diatasi. Lokasi kejadian sudah distrerilkan untuk menjaga kemungkinan terjadi percikan api.
"Semburan itu muncul di ujung pipa dengan ketinggian sekitar ketinggian 30 meter," jelas Agustinus Parinding, Area and Operation Manager PT Kalila saat berbincang dengan riauterkini, Selasa (16/3/10).
Karena tak mampu mengatasi sendiri, kasus ini oleh PT Kalila telah dilaporkan kepada Badan Pelaksana Migas Hulu dan dijadwalkan besok tim dari Dirjen Migas akan tiba dilokasi untuk melakukan investigasi sekaligus membantu upaya penanganannya.
Lebih lanjut Agustinus menjelaskan, bahwa akibat insiden selama dua hari tersebut, pihaknya menderita kerugian sekitar Rp 250 juta. Angka kerugian akan terus bertambah, jika musibah tersebut tak bisa cepat teratasi dan operasional eksploitasi bisa kembali normal.
Ketika ditanya mengenai penyebab dari insiden tersebut, Agustinus belum bisa menyebutkan. “Ini masih dalam penyelidikan. Belum bisa disimpulkan,” tukasnya.***(mad)
|
|