Berita Terhangat.. |
Kamis, 9 September 2010 04:04 Empat Penakik Karet di Rohul Korban Serangan Beruang
Rabu, 8 September 2010 18:05 Diduga Akibat Konselting, 14 Pintu Los Pasar di Tambusai Terbakar
Rabu, 8 September 2010 18:03 Polres Rohul Musnahkan 10.445 Botol Miras dan Ribuan Petasan
Rabu, 8 September 2010 17:42 Pos PAM Operasi Ketupat Siak 2010 Masih Sepi Pengaduan
Rabu, 8 September 2010 16:01 PLN Pastikan Lebaran Tampa Pemadaman Bergilir
Rabu, 8 September 2010 15:57 11 Langsung Bebas, 280 Napi dan Terpidana Anak di Inhil Peroleh Remisi Lebaran
Rabu, 8 September 2010 14:19 Pembunuhan Sadis di Tenayan Raya, Penjual Lontong Disabet Pedang dan Anaknya Tewas Dimartil
|
|
|
|
Rabu, 10 Maret 2010 14:49 Nilai Investasi Malaysia di Riau Capai Rp 1,4 Trilyun
Riau menjadi salah satu tujuan investasi utama bagi pengusaha Malaysia. Saat ini nilai investasi dari negeri jiran tersebut mencapai Rp 1,4 trilyun.
Riauterkini-PEKANBARU- Sejumlah perusahaan Malaysia terus eksis mengembangkan usaha di Provinsi Riau. Bahkan, jumlah investasi negeri jiran tersebut tergolong besar di bandingkan negera-negara lain. Saat ini total nilai investasi pengusaha Malaysia di Riau mencapai USD 140 juta atau sekitar Rp 1,4 trilyun.
“Setakat ini jumlah nilai investasi pengusaha kami di Riau sekitar 140 juta US Dolar,” papar Konsulat Malaysia untuk Pekanbaru Zamani Ismail menjawab riauterkini usai bertemu Gubernur Riau M Rusli Zainal di Pekanbaru, Rabu (10/3/10).
Dipaparkan Zamani Ismail, meskipun jumlahnya cukup besar, namun investasi pengusaha Malaysia di Riau masih terkosentrasi di bidang perkebunan. Ada tiga perusahaan besar Malaysia yang memiliki kebun kelapa sawit seluas 180 ribu hektar di Riau.
Ketiga perusahaan tersebut adalah PT. Adei Plantation, PT. Mati Gambut dan PT. Minamas. “Ketiganya juga memiliki perkebunan di Malaysia dengan luas perkebunan yang dimiliki hampir sama dengan yang di Malaysia,” paparnya.
Meskipun memiliki nilai investasi sangat besar di Riau, namun jumlah warga negara Malaysia yang bekerja di Riau tidak terlalu banyak. Saat ini hanya terdapat 70 warga negeri jiran tersebut yang bekerja di Riau. “Jumlah itu sudah termasuk saya,” ujar Zamani sambil tersenyum.
Selain 70 warga Malaysia, tenaga kerja di ketiga perusahaan besar yang disebut di atas merupakan warga Indonesia. “Jadi perusahaan kami sangat banyak memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal,” demikian penjelasannya.***(mad)
|
|