Untitled Document
Jumat, 9 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 30 Januari 2015 07:20
Tak Senang Bahasa Wartawan,
Kadisnaker Bengkalis Meradang di Depan Bupati


Jum’at, 30 Januari 2015 07:01
Jadi Tumbal Ilog, Keluarga Buruh Gerobak Datangi DPRD Rohil

Jum’at, 30 Januari 2015 06:59
Camp PT Diamond Raya Timber di Bakar Mayarakat Rohil

Jum’at, 30 Januari 2015 06:57
Penggalian Kabel PLN Rusak Jalan, Satpol PP Bakal Menindak

Jum’at, 30 Januari 2015 06:56
Dipuji Mebes Polri, Kantor Bhabinkamtibmas di Siak Perdana di Indonesia

Jum’at, 30 Januari 2015 06:53
Diprotes Warga, Dua Pembangunan Proyek Dihentikan Satpol PP

Kamis, 29 Januari 2015 21:46
Ditarik Paksa,
Satu Mobdin DPRD Bengkalis Belum Dikembalikan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 April 2009 13:48
Pusat Kurangi Kuota Penerima Raskin

Pusat mengurangi kuota penerima raskin di Riau. Dari 293 ribu-an menjadi 276 ribu-an. Sisanya, pusat minta daerah terapkan Raskin Otonomi.

Riauterkini-PEKANBARU-Kabulog Divre Riau-Kepri, Husin Achmad Harahap kepada Riauterkini rabu (15/4/09) menyatakan bahwa terkait dengan distribusi beras untuk raskin, pusat menurunkan jumlah kuota penerima raskin di wilayah Riau. Penurunan dari 293 ribuan KK menjadi 276 ribuan KK.

Menurutnya, kekurangan alokasi beras untuk masyarakat miskin, pusat mengharapkan pemerintah daerah mengalokasikan dana untuk raskin otonomi. Yaitu pengadaan beras raskin yang digunakan untuk mencukupi jumlah raskin yang tidak masuk dalam kuota raskin pusat.

“Memang jumlah masyarakat miskin di Riau terjadi penurunan kendati jumlahnya kecil. Namun penurunan jumlah masyarakat miskin itu tidak sebanding dengan jumlah penurunan alokasi raskin oleh pusat. Diharapkan masyarakat miskin yang ‘tidak kebahagian’ raskin pusat dapat dipenuhi oleh raskin otonomi yang diberikan pemerintah daerah,” katanya.

Kata Husin Achmad Harahap, raskin pusat diberikan kepada Rumah Tangga Sasaran (RTS/RTM) sesuai dengan data dari BPS Riau. Jumlah beras yang dterima masing-masing RTS adalah sebanyak 1,6 Kilogram setiap bulannya.

“Penyaluran raskin 2 bulan terakhir in sangat lancar. Untuk itu, kita berharap setiap kelurahan setempat untuk dapat segera mendistribusikan raskin sesegera mungkin. Karena masyarakat miskin penerima raskin membutuhkan beras tersebut dengan segera,” katanya. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Peredaran Apel AS ,
Pedagang: Buah Impor Ada Kode Organik atau Tidak

- Low Season, Load Facktor di Riau Maskapai Hanya 40 Persen
- ‎Gandeng BPOM, Disperindagpas Inhu Uji Sampel Apel Impor
- Pedagang Merugi, Disperindag Dumai Sidak Buah Apel Berbakteri
- 70 Kg Buah Apel Diduga Bervirus Masih Dijual Pedagang di Rohul
- Pedagang Buah di Rohul Belum Tahu Ada Apel Mengandung Bakteri
- 2014, Tiongkok Tujuan Utama Ekspor Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.92.242.86
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com