Berita Terhangat.. |
Jum’at, 3 September 2010 18:08 Kebutuhan Rp 2,5 Trilyun, Kemenpora Sekedar Bantu Rp 80 M untuk PON Riau
Jum’at, 3 September 2010 17:57 Lagi, Polres Bengkalis Sita Kayu Ilegal tanpa Tersangka
Jum’at, 3 September 2010 17:56 Sepekan, 6 Rumah Warga Sebuah Desa di Rohul Kemalingan
Jum’at, 3 September 2010 17:44 Produksi Terus Turun, BOB Pertamina-BSP Sering Dimarahi BP Migas
Jum’at, 3 September 2010 17:03 Bupati Bengkalis Keluarkan Peraturan Suaka Ikan Terubuk
Jum’at, 3 September 2010 16:56 Jelang Lebaran, Warga Bengkalis Serbu Uang Pecahan
Jum’at, 3 September 2010 16:54 Sidang Korupsi Genset Rohul Ditunda Selesai Lebaran
|
|
|
|
Selasa, 18 Maret 2008 14:30 Libur 4 Hari, Transaksi Ringgit Naik
Salah satu bukti wisata Riau tak jalan adalah pada transaksi (valuta asing) valas. Mendekati libur 4 hari, Kamis-Ahad, transaksi valas dari rupiah ke ringgit Malaysia meningkat.
Riauterkini-PEKANBARU-Direktris PT Amanah Awal Valasindo, Amnah Awaloeddin kepada Riauterkini selasa (18/3) menyatakan bahwa mendekati libur nasional memperingati Maulud Nabi Mohammad SAW selama 4 hari, transaksi jual beli ringgit cukup tinggi. Kemungkinan besar transaksi jual beli ringgit dipergunakan konsumen untuk 'melancong liburan' ke Malaysia.
"Peningkatan transaksi nilai tukar rupiah ke Ringgit Malaysia sudah mulai nampak pada hari senin (17/3) semalam. Katanya, pada hari senin saja jumlah transaksi mencapai Rp 120 juta rupiah. Pada hari biasa, transaksi uang dari rupiah ke Ringgit Malaysia hanya di kisaran puluhan juta saja," katanya.
Menurut Amnah, transaksi rupiah ke Ringgit Malaysia sebanyak Rp 120 juta pada hari senin lalu dilakukan PT Amnah Awal Valasindo dengan sekitar 25 konsumen (nasabah). Biasanya hanya sekitar 20 orang nasabah saja.
Katanya, untuk saat ini, nilai tukar rupiah dengan Ringgit Malaysia berada di posisi Rp 2910 per 1 RM. Namun nilai itu menurut Amnah bukan patokan. Pasalnya, nilai tukar antara Rupiah dengan Ringgit Malaysia sangat berfluktuatif.
Disinggung pelayanan transaksi dengan mata uang asing lainnya, Amnah menyatakan bahwa hingga saat ini, perusahaan yang dipimpinnya hanya melayani beberapa mata uang asing saja. Seperti Yuan China, Won Korea, Ringit Malaysia, Dollar Singapura, Dollar Australia, Bath Thailand, dan Yen Jepang.
Dipilihnya beberapa mata uang asing tersebut sebagai mata uang asing yang ditransaksikan di perusahaannya, Amnah menyatakan bahwa mata uang asing tersebut cukup tinggi permintaannya oleh nasabah. Untuk itu perusahaan memfasilitasinya.
"Tidak lama lagi diprediksikan akan terjadi peningkatan transaksi mata uang China, Yuan. Pasalnya, di Beijing China akan diselenggarakan Olimpiade. Jadi besar kemungkinan akan ada transaksi rupiah ke Yuan," katanya. ***(H-we)
|
|