Untitled Document
Rabu, 14 Ramadhan 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Rabu, 1 Juli 2015 23:32
‎Tragedi Hercules C-130,
Turut Berduka, Plt Gubri Doakan Keluarga Korban


Rabu, 1 Juli 2015 23:27
Disaksikan Danrem dan Bupati Rohil,
Artis Taiwan dan Malaysia Hibur Masyarakat Bagansiapiapi


Rabu, 1 Juli 2015 23:21
‎Safari Ramadhan di Dumai
Plt Gubri Minta Oknum Terbukti Bakar Lahan Diproses Hukum


Rabu, 1 Juli 2015 22:41
Ini Upaya Kemendagri Cegah Konflik Pilkada di Daerah

Rabu, 1 Juli 2015 22:39
KNPI Kampar Safari Ramadan di Masjid Al Ubudiyah Tanjung Belit

Rabu, 1 Juli 2015 22:34
Disdik Inhil Ingatkan Sekolah Terima Siswa Baru Berdasarkan Jumlah Kelulusan

Rabu, 1 Juli 2015 22:27
Menganggu dan Bahaya, Petasan Besar Bebas Dipasarkan di Siak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 31 Januari 2008 16:45
Pelaku Usaha Nilai Ada 4 Kendala Berbisnis di Riau

Ternyata, ada 4 kendala yang selalu 'menyertai' pelaku usaha dalam melakukan bisnisnya. Mereka minta pemerintah untuk meminimlisasi kendala agar perekonomian Riau tumbuh dan berkembang.

Riauterkini-PEKANBARU-Praktisi Bisnis Riau, HW Hutahean Rabu (30/1) menyatakan bahwa banyak sekali investor yang ingin menanamkan modalnya di Riau. Mereka melihat iklim dunia usaha di Riau cukup bagus. Itu menjadi dasar pelaku usaha berani menanamkan dananya di Riau.

Namun demikian, petinggi di Hutahean Group ini menyatakan ada 4 kendala besar yang seringkali dirasakan oleh pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya di Riau. Yaitu masalah perijinan, Infrastruktur, Kepastian Hukum dan Perpajakan/Perda.

"Masalah perijinan seringkali dirasakan pelaku usaha dalam mengurus perijian terlalu banyak birokrasi. Sehingga dapat memperlambat proses. Selain itu, infrastruktur yang ada saat ini belum memadai. Karena masalah akses jalan cukup menghambat proses distribusi barang. Baik hasil bumi dan kepentingan perusahaan lainnya," ungkapnya.

Kemudian, kata Hutahean, masalah kepastian hukum juga menjadi salah satu kendala. Karena masih banyaknya masalah kepemilikan lahan yang tumpang tindih serta adanya pungutan liar yang cukup meresahkan pengusaha termasuk premanisme.

Untuk kendala masalah perpajakan dan peraturan daerah, Hutahean menyatakan bahwa peraturan perpajakan amat sangat kurang sosialissinya. Termasuk sosialissi peraturan daerah yang sangat memberatkan pengusaha.

"Ke depan kita berharap bahwa untuk menumbuhkembangkan dunia usaha yang menyokong secara penuh pertumbuhan ekonomi Riau, pemerintah dapat memberikan kepercayaan dan prioritas kepada pengusaha lokal untuk mendapatkan peluang usaha dengan memberikan kemudahan dan dukungan perbankan. Kita juga meminta pemerintah agar dalam memberikan pelayanan perijinan hendaknya bisa satu atap. Selain itu juga diharapkan ada peningkatan infrastruktur dan keamanan agar pelaku usaha dapat berbisnis dengan aman," katanya.

Bukan hanya itu, tambahnya, pemerintah juga diharapkan memberantas pungutan liar dan premanisme. Juga mensosialisasikan peraturan daerah dan perpajakan sebelum diterapkan.

Disinggung sektor pariwisata, Hutahean menyatakan bahwa pemerintah diminta untuk mengelola sektor periwisata secara modern dan terpadu. Tujuannya menurutnya sangat jelas, yaitu mencapai program wisata 7 juta orang dapat terpenuhi. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Citilink Divert ke Batam, SSK Mulai Terganggu Asap
- Jelang Lebaran, Kadisperindag Bengkalis Jamin Stok Sembako di Duri
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun Rp98,81 perkilogram
- ‎Pekan Kedua, Pertumbuhan Pasar Ramadhan Belum Diketahui
- BNI Serahkan Mobil Ambulance untuk Pemko Pekanbaru
- Triwulan II 2015, Ekonomi Riau Masih Melambat
- Bulog Divre Riau Pastikan Beras Raskin Bagus


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.22.87.205
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com