Untitled Document
Sabtu, 9 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Jum’at, 27 Pebruari 2015 22:26
Awal Maret, Mal SKA Adakan Pengundian Shop and Win Tahap I Periode VI

Jum’at, 27 Pebruari 2015 21:20
Warga Duri, Bengkalis Sekarat Tersengat Arus Listrik

Jum’at, 27 Pebruari 2015 21:09
Dijadikan Bangunan Sekolah Tinggi,
Mahasiswa Alumni SMAN 1 Tembilahan, Inhil Gelar Unjuk Rasa


Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:58


Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:52
Terbaik se-ASEAN, Perpustakaan Soeman HS Belum Diberi Tahu

Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:51
Gara-gara Masalah Handphone,
Mayat Rudi di Rumbai, Pekanbaru Dibunuh dan Dibakar


Jum’at, 27 Pebruari 2015 20:43
Suparman Siap Maju Pilkada Rohul 2015



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 31 Januari 2008 16:45
Pelaku Usaha Nilai Ada 4 Kendala Berbisnis di Riau

Ternyata, ada 4 kendala yang selalu 'menyertai' pelaku usaha dalam melakukan bisnisnya. Mereka minta pemerintah untuk meminimlisasi kendala agar perekonomian Riau tumbuh dan berkembang.

Riauterkini-PEKANBARU-Praktisi Bisnis Riau, HW Hutahean Rabu (30/1) menyatakan bahwa banyak sekali investor yang ingin menanamkan modalnya di Riau. Mereka melihat iklim dunia usaha di Riau cukup bagus. Itu menjadi dasar pelaku usaha berani menanamkan dananya di Riau.

Namun demikian, petinggi di Hutahean Group ini menyatakan ada 4 kendala besar yang seringkali dirasakan oleh pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya di Riau. Yaitu masalah perijinan, Infrastruktur, Kepastian Hukum dan Perpajakan/Perda.

"Masalah perijinan seringkali dirasakan pelaku usaha dalam mengurus perijian terlalu banyak birokrasi. Sehingga dapat memperlambat proses. Selain itu, infrastruktur yang ada saat ini belum memadai. Karena masalah akses jalan cukup menghambat proses distribusi barang. Baik hasil bumi dan kepentingan perusahaan lainnya," ungkapnya.

Kemudian, kata Hutahean, masalah kepastian hukum juga menjadi salah satu kendala. Karena masih banyaknya masalah kepemilikan lahan yang tumpang tindih serta adanya pungutan liar yang cukup meresahkan pengusaha termasuk premanisme.

Untuk kendala masalah perpajakan dan peraturan daerah, Hutahean menyatakan bahwa peraturan perpajakan amat sangat kurang sosialissinya. Termasuk sosialissi peraturan daerah yang sangat memberatkan pengusaha.

"Ke depan kita berharap bahwa untuk menumbuhkembangkan dunia usaha yang menyokong secara penuh pertumbuhan ekonomi Riau, pemerintah dapat memberikan kepercayaan dan prioritas kepada pengusaha lokal untuk mendapatkan peluang usaha dengan memberikan kemudahan dan dukungan perbankan. Kita juga meminta pemerintah agar dalam memberikan pelayanan perijinan hendaknya bisa satu atap. Selain itu juga diharapkan ada peningkatan infrastruktur dan keamanan agar pelaku usaha dapat berbisnis dengan aman," katanya.

Bukan hanya itu, tambahnya, pemerintah juga diharapkan memberantas pungutan liar dan premanisme. Juga mensosialisasikan peraturan daerah dan perpajakan sebelum diterapkan.

Disinggung sektor pariwisata, Hutahean menyatakan bahwa pemerintah diminta untuk mengelola sektor periwisata secara modern dan terpadu. Tujuannya menurutnya sangat jelas, yaitu mencapai program wisata 7 juta orang dapat terpenuhi. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Harga Beras Asal Sumatera di Rohul Cenderung Stabil
- Bulog Akui Naiknya Harga Beras Ikut Turut Dipicu Raskin yang tak Optimal
- Rohil dan Meranti Ngutang, Bulog Divre Riau Ancam Tak Salurkan Raskin
- Disperindag Pastikan Harga Beras di Pekanbaru Stabil
- Harga TBS dan Karet Turun, Pengaruhi NPL di Riau
- 2014, Ekonomi Riau Meningkat
-


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.210.245
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com