Untitled Document
Sabtu, 4 Sya'ban 1436 H |
Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Sabtu, 23 Mei 2015 20:03
Isu Beras Plastik Bikin Omset Pedagang Dumai Menurun

Sabtu, 23 Mei 2015 19:58
Polres Dumai Gulung Dua Bandar Narkoba

Sabtu, 23 Mei 2015 18:54
Pilkada Rohul 2015,
Nasrul dan Hafith Canangkan 1 SSD di Setiap Desa


Sabtu, 23 Mei 2015 18:49
KPID Gelar Penyuluhan Komunitas Cerdas Media

Sabtu, 23 Mei 2015 18:03
Berbagi Pengalaman Hidup,
Bupati Harris Jadi Pembicara Pada Kongres III IKA UIR 2015


Sabtu, 23 Mei 2015 17:57
Galang Dana di Pasirpangaraian, Umat Islam Rohul Peduli Rohingya

Sabtu, 23 Mei 2015 17:36
Sambil Geleng-geleng, Menpora Cabut Putri Malu di Stadion Utama Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 31 Januari 2008 16:45
Pelaku Usaha Nilai Ada 4 Kendala Berbisnis di Riau

Ternyata, ada 4 kendala yang selalu 'menyertai' pelaku usaha dalam melakukan bisnisnya. Mereka minta pemerintah untuk meminimlisasi kendala agar perekonomian Riau tumbuh dan berkembang.

Riauterkini-PEKANBARU-Praktisi Bisnis Riau, HW Hutahean Rabu (30/1) menyatakan bahwa banyak sekali investor yang ingin menanamkan modalnya di Riau. Mereka melihat iklim dunia usaha di Riau cukup bagus. Itu menjadi dasar pelaku usaha berani menanamkan dananya di Riau.

Namun demikian, petinggi di Hutahean Group ini menyatakan ada 4 kendala besar yang seringkali dirasakan oleh pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya di Riau. Yaitu masalah perijinan, Infrastruktur, Kepastian Hukum dan Perpajakan/Perda.

"Masalah perijinan seringkali dirasakan pelaku usaha dalam mengurus perijian terlalu banyak birokrasi. Sehingga dapat memperlambat proses. Selain itu, infrastruktur yang ada saat ini belum memadai. Karena masalah akses jalan cukup menghambat proses distribusi barang. Baik hasil bumi dan kepentingan perusahaan lainnya," ungkapnya.

Kemudian, kata Hutahean, masalah kepastian hukum juga menjadi salah satu kendala. Karena masih banyaknya masalah kepemilikan lahan yang tumpang tindih serta adanya pungutan liar yang cukup meresahkan pengusaha termasuk premanisme.

Untuk kendala masalah perpajakan dan peraturan daerah, Hutahean menyatakan bahwa peraturan perpajakan amat sangat kurang sosialissinya. Termasuk sosialissi peraturan daerah yang sangat memberatkan pengusaha.

"Ke depan kita berharap bahwa untuk menumbuhkembangkan dunia usaha yang menyokong secara penuh pertumbuhan ekonomi Riau, pemerintah dapat memberikan kepercayaan dan prioritas kepada pengusaha lokal untuk mendapatkan peluang usaha dengan memberikan kemudahan dan dukungan perbankan. Kita juga meminta pemerintah agar dalam memberikan pelayanan perijinan hendaknya bisa satu atap. Selain itu juga diharapkan ada peningkatan infrastruktur dan keamanan agar pelaku usaha dapat berbisnis dengan aman," katanya.

Bukan hanya itu, tambahnya, pemerintah juga diharapkan memberantas pungutan liar dan premanisme. Juga mensosialisasikan peraturan daerah dan perpajakan sebelum diterapkan.

Disinggung sektor pariwisata, Hutahean menyatakan bahwa pemerintah diminta untuk mengelola sektor periwisata secara modern dan terpadu. Tujuannya menurutnya sangat jelas, yaitu mencapai program wisata 7 juta orang dapat terpenuhi. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Isu Beras Plastik Bikin Omset Pedagang Dumai Menurun
- HUT ke-17, Bank Rohil Gelar Malam Syukuran
- Mumpuni di Sektor Insurance,
Kadivre II BPJS Kesehatan Raih Marketeer of The Year Pekanbaru 2015

- Hadapi MEA 2015, Pemko Dumai Siapkan SDM Siap Terampil
- Baru 4 Bank Jalankan Laku Pandai
- Soal Beras Plastik, Disperindag Pekanbaru Segera Sidak Pasar
- Kadis Perindag Siak Pastikan Beras Plastik tak Beredar di Siak


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.146.171.44
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com