Home > Usaha >>

Berita Terhangat..
Kamis, 26 Mei 2016 22:25
Ninik Mamak Kenegerian Kuntu, Kampar Semangat Sambut Zulfan Hamid

Kamis, 26 Mei 2016 21:30
APRIL Tunjukkan Operasional Perusahaan Kelas Dunia

Kamis, 26 Mei 2016 21:24
Kembali Pimpin PKB Riau, Abdul Wahid Targetkan Raih Suara Maksimal dalam Pemilu 2019

Kamis, 26 Mei 2016 21:21
Besok, Dinas Pariwisata ‎Launching Potensi Pariwisata Riau di Jakarta

Kamis, 26 Mei 2016 20:31
Paspi Luncurkan Buku Mitos Vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia

Kamis, 26 Mei 2016 20:20
Reskrim Polres Pelalawan Sikat 4 Penjudi Domino

Kamis, 26 Mei 2016 20:15
Toilet Jorok,
Sekwan: Gedungnya Sudah Tua dan Dana Renovasinya Masih Proses Lelang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 31 Januari 2008 16:45
Pelaku Usaha Nilai Ada 4 Kendala Berbisnis di Riau

Ternyata, ada 4 kendala yang selalu 'menyertai' pelaku usaha dalam melakukan bisnisnya. Mereka minta pemerintah untuk meminimlisasi kendala agar perekonomian Riau tumbuh dan berkembang.

Riauterkini-PEKANBARU-Praktisi Bisnis Riau, HW Hutahean Rabu (30/1) menyatakan bahwa banyak sekali investor yang ingin menanamkan modalnya di Riau. Mereka melihat iklim dunia usaha di Riau cukup bagus. Itu menjadi dasar pelaku usaha berani menanamkan dananya di Riau.

Namun demikian, petinggi di Hutahean Group ini menyatakan ada 4 kendala besar yang seringkali dirasakan oleh pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya di Riau. Yaitu masalah perijinan, Infrastruktur, Kepastian Hukum dan Perpajakan/Perda.

"Masalah perijinan seringkali dirasakan pelaku usaha dalam mengurus perijian terlalu banyak birokrasi. Sehingga dapat memperlambat proses. Selain itu, infrastruktur yang ada saat ini belum memadai. Karena masalah akses jalan cukup menghambat proses distribusi barang. Baik hasil bumi dan kepentingan perusahaan lainnya," ungkapnya.

Kemudian, kata Hutahean, masalah kepastian hukum juga menjadi salah satu kendala. Karena masih banyaknya masalah kepemilikan lahan yang tumpang tindih serta adanya pungutan liar yang cukup meresahkan pengusaha termasuk premanisme.

Untuk kendala masalah perpajakan dan peraturan daerah, Hutahean menyatakan bahwa peraturan perpajakan amat sangat kurang sosialissinya. Termasuk sosialissi peraturan daerah yang sangat memberatkan pengusaha.

"Ke depan kita berharap bahwa untuk menumbuhkembangkan dunia usaha yang menyokong secara penuh pertumbuhan ekonomi Riau, pemerintah dapat memberikan kepercayaan dan prioritas kepada pengusaha lokal untuk mendapatkan peluang usaha dengan memberikan kemudahan dan dukungan perbankan. Kita juga meminta pemerintah agar dalam memberikan pelayanan perijinan hendaknya bisa satu atap. Selain itu juga diharapkan ada peningkatan infrastruktur dan keamanan agar pelaku usaha dapat berbisnis dengan aman," katanya.

Bukan hanya itu, tambahnya, pemerintah juga diharapkan memberantas pungutan liar dan premanisme. Juga mensosialisasikan peraturan daerah dan perpajakan sebelum diterapkan.

Disinggung sektor pariwisata, Hutahean menyatakan bahwa pemerintah diminta untuk mengelola sektor periwisata secara modern dan terpadu. Tujuannya menurutnya sangat jelas, yaitu mencapai program wisata 7 juta orang dapat terpenuhi. ***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita lainnya..........
- Paspi Luncurkan Buku Mitos Vs Fakta Industri Minyak Sawit Indonesia
- Jelang Ramadhan, Disperindag Pekanbaru OP Gula Selama Dua Pekan
- OP Gula, Harga di Pekanbaru Kembali Normal
- 10 Hektar Hutan Kota di Rohul Jadi Taman Rekreasi Keluarga
- Dilalui Jalur SUTT, PLN Berikan Warga Kompensasi
- ‎Harga Bensin di Ruput Bengkalis Tembus Rp22,500 Seliter
- Pekan Ini Harga TBS Sawit Riau Turun


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.166.185
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com