Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 12:59
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru Diskusikan Masalah Kekinian Kuansing

Ahad, 21 Juli 2019 10:40
Seminar Sejarah Melayu Tua Minanga Kanwa Sempena KIDBF Buka Wawasan Masyarakat Kampar

Ahad, 21 Juli 2019 09:24
Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter

Ahad, 21 Juli 2019 09:20
Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar

Ahad, 21 Juli 2019 05:37
Gesa Perda CSR Perusahaan, Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke BKPM Jakarta

Sabtu, 20 Juli 2019 19:43
Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu

Sabtu, 20 Juli 2019 18:01
Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir

Sabtu, 20 Juli 2019 16:33
Minta Tolong Didoakan JCH, Sukiman Akhirnya Mengakui Bakal Maju di Pilkada Rohul 2020

Sabtu, 20 Juli 2019 15:22
Pansus DPRD Bengkalis Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Bersama Kemendikbud RI

Sabtu, 20 Juli 2019 15:07
Tim Tuan Rumah PODSI Kampar Indonesia Melaju ke Final KIDBF 2019

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 24 Maret 2019 16:00
Pentingnya Kenali Kebutuhan Nutrisi,
Prodia Gelar Seminar Bertema Persolized Nutrition as Disease Prevention Tools


Diikuti sekitar 200 orang peserta, Prodia taja seminar nasional awam bertema Persolized Nutrition as Disease Prevention Tools". Gelaran Prodia Nutrigenomics ini mengupas tentang kebutuhan nutrisi yang tepat bagi tubuh manusia.

Riauterkini - PEKANBARU - Gelaran yang merupakan program nasional dengan ditaja di 22 kota besar di Nusantara, termasuk di Pekanbaru ini menghadirkan dua narasumber yakni Dr Imelda T Pardede, MGizi SpKK dan dr wilfrid Pangaribuan SpPK. Dimana keduanya memaparkan tentang Personalized Nutritions digelaran yang ditaja di Hotel Premire Pekanbaru.

Marketing Communications Manager Prodia, Reskia Dwi Lestari menjelaskan gelaran ini diprogramkan melihat akan pentingnya kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap orang berbeda berdasarkan kondisi tubuh bahkan berdasarkan gen dalam tubuh masing-masing.

Tak hanya nutrisi namun juga jenis serta jumlah olahraga setiap orang juga berbeda. "Nutrisi dan latihan fisik dengan porsi yang sama, belum tentu memberikan efek yang sama bagi setiap orang. Kebutuhan tersebut bersifat spesifik untuk satu individu. Bahkan, anak kembar pun bisa memiliki kebutuhan nutrisi, jenis dan jumlah olahraga, hingga risiko penyakit yang berbeda," terangnya.

Untuk itu, pihaknya berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat lewat gelaran seminar tersebut. "Kita berharap seminar ini dapat mendukung masyarakat menjalani gaya hidup sehat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. Sementara, saat ini sudah mulai menjadi tren dikalangan masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat seperti menjalankan diet mayo, diet keto, melakukan yoga, zumba, pound fit atau lari marathon dan kegiatan fisik lain, namun justru mereka belum tahu apakah pilihan makanan dan kegiatan fisik itu sudah tepat untuk tubuh mereka atau belum. Selain tidak efektif, tentu kita tidak Ingin ketidaksesuaian tersebut malah menimbulkan risiko penyakit," paparnya.

Sementara, Product Specialist Prodia Siska Darmayanti M.Farm menambahkan pentingnya untuk terlebih dahulu mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan ataupun jenis kegiatan fisik yang sesuai. "Untuk mengetahui ini masyarakat dapat melakukan pemeriksaan di Prodia Nutrigenomics yang merupakan salah satu rangkaian pemeriksaan Prodia Genomics," paparnya.

Sedangkan, dr Imelda T. Pardede M. Gizi SpKK mengatakan bahwa makanan sehat juga menyebabkan sensitivitas dan jenis makanan tertentu akan memiliki risiko yang berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu.

"Misalnya, makanan cepat saji. Makanan ini dapat mengaktifkan potensi sel kanker, sedangkan makanan yang mengandung gula tinggi punya risiko terjadinya peradangan. Hal ini tentu akan menimbulkan risiko penyakit yang berbeda dengan orang yang sukanya makan buah, sayur, dan minum air putih," terangnya.

Ditambahkan dr wilfrid Pangaribuan SpPK berharap, seminar nasional untuk awam dapat mendukung masyarakat menjalani gaya hidup sehat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.

"Saat ini sudah mulai menjadi tren dikalangan masyarakat untuk menjalankan gaya hidup sehat seperti diet mayo, diet keto, melakukan yoga, zumba, pound fit atau lari marathon," kata dr wilfrid

Namun tambahnya, justru masyakarat belum tahu apakah pilihan makanan dan kegiatan fisik itu sudah tepat untuk tubuh atau belum. Selain tidak efektif, Prodia juga tidak ingin ketidaksesuaian tersebut malah menimbulkan risiko penyakit.

"Prodia Nutrigenomic cukup dilakukan satu kali seumur hidup, untuk dapat mengetahui efek dari nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkaitan dengan kesehatan sehingga dapat digunakan sebagai baseline dan guidence dalam melakukan gaya hidup yang sesuai," tuturnya.

Bukan hanya mendengar paparan edukasi, gelaran ini juga dimeriahkan dengan beberapa keseruan senam Zumba, senam Pinguin dan beragam doorprise yang disediakan untuk peserta.

Sementara, program ini juga ditaja di beberapa kota lainnya seperti di Banda Aceh, Yogyakarta, Batam, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Lampung, Medan, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Samarinda, Manado, Denpasar, Surabaya, Padang, Bogor, Palembang, Solo, Banjarmasin, Malang dan Cirebon.*(rul)

Loading...


Berita lainnya..........
- Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang
- Saldo Mendadak Rp 0, Sejumlah Nasabah di Pekanbaru Geruduk Bank Mandiri
- Di PHK, Dua Pekerja di Bengkalis 'Ngadu' ke Disnaker
- BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar
- Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat
- Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing
- Tingkat Kreativitas IRT, DKP Pekanbaru Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras
- Terpicu Tipisnya Stok, Harga Cabe dan Ayam Merangkak Naik
- Kelengkapan Fasilitas Hampir Tuntas, Pengoperasian Pasar Modern Telukkuantan Besok


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com