Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 23 April 2019 15:31
12.562 Pelajar SD Sederajat Bengkalis Ikuti USBN

Selasa, 23 April 2019 15:27
‎Pasca Pemilu 2019, Pansus DPRD Rohul Kembali Tancap Gas Bahas Tiga Ranperda

Selasa, 23 April 2019 14:09
Hari Kedua, Pelaksanaan UN Tingkat SMP di Pelalawan Lancar

Selasa, 23 April 2019 12:59
Berlangsung Lancar, Ketua DPRD Kuansing Apreasi Penyelenggara Pemilu 2019

Selasa, 23 April 2019 11:57
Dijadikan Lokasi Mesum Remaja, Pengamanan Kantor UPT Capilduk Mandau Harus Dibenahi

Selasa, 23 April 2019 11:51
Jabatan Dirut BRK Berakhir Hari ini, Kebijakan Diambil Alih 3 Direktur

Selasa, 23 April 2019 09:18
Mur dan Baut Jembatan Siak IV yang Dicuri Sudah Dipasang Lagi

Selasa, 23 April 2019 09:13
Ruko Warga Rumbai Pesisir, Pekanbaru Terbakar

Selasa, 23 April 2019 07:47
Bupati kuansing Sampaikan LKPj Tahun 2018 ke DPRD

Selasa, 23 April 2019 07:19
Pelajar di Pulau Bengkalis dan Rupat Berkesempatan Ikuti Beasiswa Afirmasi Kemen Ristek Dikti

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 24 Maret 2019 13:31
Dorong Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Riau, Kemenperin RI Taja Bimtek

Dibuka langsung oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Idris Laena, Bimbingan Teknologi guna mendorong penumbuhan dan pengembangan Wira Usaha Baru (WUB) IKM di Riau resmi digelar.

Riatuerkini - PEKANBARU - Direktorat Jenderal lndustri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia laksanakan pelatihan kegiatan Penumbuhan Wira Usaha Baru melalui bimbingan teknis untuk peserta IKM yang bergerak di sektor Olahan Pangan Hasil Perkebunan, Furniture dan Service Peralatan Elektronika Rumah Tangga. Dimana terdapat sekitar 60 peserta dalam satu seai pelatihan.

Diketahui Bintek ini merupakan gelombang ke-2 dari 3 rangkaian kegiatan. Gelombang pertama telah sukses dilaksanakan pada tanggal 16-20 Maret 2019 kemarin. Sedangkan, untuk gelombang kedua ini akan berlangsung hingga 26 Maret 2019 besok.

Pada gelombang pertama peserta hadir dari pengusaha komoditi Batik, Bengkel las dan Perbengkelan roda dua.

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Bidang Industri, Investasi, Persaingan Usaha, Idris Laena menjelaskan gelaran bimek ini sendiri ditaja guna meningkatkan jumlah wirausaha Indonesia harus ada program dukungan yang khusus dan fokus mendorong upaya ini. Menanggapi hal tersebut Kementerian Perindustrian menargetkan terciptanya 20.000 <20000> wirausaha baru IKM pada akhir tahun 2019. Pembinaan yang berkesinambungan dan tepat sasaran, dalam artian sesuai dengan potensi sumberdaya industri dan sumberdaya manusia disetiap daerah terus kami upayakan. Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan angka keberhasilan penumbuhan wira usaha diberbagai wilayah di Indonesia.

"Ini diharapkan dapat membuka dan menambah wawasan dari sisi kewirausahaan, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas, beragam, digemari masyarakat, dan mampu bersaing di pasaran," katanya.

Lanjutnya, tantangan terberat para pengusaha adalah pemasaran. Jadi dengan adanya bimbingan ini pengusaha dapat lebih rinci mengupas aplikasi-aplikasi pemasaran yang dapat menjadi solusi tepat untuk menjajakan produknya.

Sementara, dari sisi permodalan saat ini tidak menjadi kendala yang serius. Sebab, perusahaan yang ingin berinvestasi di dalam negeri dikatakan Laena sangat banyak.

"Tinggal pengusahanya yang perlu membuat produk yang diminati masyarakat," tuturnya.

Ia menuturkan pihaknya bersama Direktorat Jenderal IKM akan terus mendukung kemajuan IKM melalui fasiltasi penguatan SDM, pengembangan produk, peningkatan teknologi mesin dan peralatan, serta pemasaran dan fasilitasi pembiayan.

Ini juga didasari dengan jumlah wirausaha belakangan ini yang menjadi tolak ukur bagi negara-negara lain untuk naik ke level yang lebih tinggi berdasar Global Entrepreneurship Index (GEI). Indonesia sendiri ada di urutan ke 97 dari 136 negara-negara lain.

Wirausaha di Indonesia tahun 2018 sudah melampaui standard batas minimal 2 perwen untuk dikatakan negara maju, yaitu tercatat sebesar 3,1 persen dari total populasi penduduk. Namun jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan negara Iain sehingga Indonesia perlu menggenjot lagi untuk mengejar capaian. Minimal mengejar ketinggalan dari negara tetangga misalnya jumlah wirausaha di Malaysia 5 persen, China 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen sedangkan AS 12 persen dari total jumlah penduduknya.

"Di Riau masih banyak pengusaha kecil yang perlu mendapat perhatian kita. Untuk itu kita terus kejar sebab potensi untuk pengusaha ikut memajukan Riau sangat besar," singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita lainnya..........
- Jabatan Dirut BRK Berakhir Hari ini, Kebijakan Diambil Alih 3 Direktur
- Atur Keberadaan Pasar Ramadhan, DPPP Akan Surati Camat dan Lurah
- Tertibkan PKL Jalan Teratai, DPPP Pekanbaru Butuh Bantuan
- Dua Klub ToastmasterPresident Distinguished Club
- Suara Petani Sawit Indonesia, Suara Pemenang
- Proyek Turap di Danau Tajwid Langgam Retak-retak
- Siap Laksanakan Replanting Generasi II, KUD Wana Bhakti Kuansing Sukses Gelar RAT
- Dua Nasabah Ukui dan Pangkalankerinci Dapat Mobil Undian Simpedes BRI
- Pengundian Panen Hadiah Simpedes‎, Nasabah Unit BRI Tanjung Medan Rohul Dapat Honda B-RV
- Riau Rangking 3 Destinasi Wisata Halal di Indonesia
- Hari ini, Gubri Teken MoU Wisata Halal
- PT Pelindo 1 dan Tanjung Beruas Port Malaysia Sepakat Operasikan Roro Tahun Depan
- Roadshow 6 Kota, FIF Group Grebeg Pekanbaru
- Sosialisasi Dampak Pemancangan Tiang, Warga dan PT HKI Capai Kata Sepakat
- Pertama di Provinsi Riau,
102 Operator, Mekanik dan Sopir Dinas PUPR Rohul Ikuti Uji Kompetensi Operator Alat Berat

- RPD Kuansing Siap Mengudara Secara Permanen
- ‎Peringati HUT ke-53,
BRK Pasirpangaraian Bagi Paket Sembako dan Buka Rekening Gratis

- Triwulan Pertama 2019, Jumlah Penumpang di Terminal BRPS Pekanbaru Melonjak 
- Maret 2019, Riau Alami Inflasi 0,11 Persen
- Pertamina EP Asset 1 Lirik Field Inhu Raih Penghargaan Kehumasan dan CSR


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com