Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 21 Juli 2019 12:59
Pemkab Gandeng IKKS Pekanbaru Diskusikan Masalah Kekinian Kuansing

Ahad, 21 Juli 2019 10:40
Seminar Sejarah Melayu Tua Minanga Kanwa Sempena KIDBF Buka Wawasan Masyarakat Kampar

Ahad, 21 Juli 2019 09:24
Kebakaran Lahan di Rupat Meluas, Pemadaman Dibantu Alat Berat dan Helikopter

Ahad, 21 Juli 2019 09:20
Terus Gencarkan Razia, Polsek Mandau Amankan Sejumlah Motor Balapan Liar

Ahad, 21 Juli 2019 05:37
Gesa Perda CSR Perusahaan, Pansus DPRD Bengkalis Konsultasi ke BKPM Jakarta

Sabtu, 20 Juli 2019 19:43
Kebakaran Ludeskan 11 Rumah Warga Tembilahan Hulu

Sabtu, 20 Juli 2019 18:01
Diikuti 11 Tim, Menpora U - 12 Cup Bengkalis Resmi Bergulir

Sabtu, 20 Juli 2019 16:33
Minta Tolong Didoakan JCH, Sukiman Akhirnya Mengakui Bakal Maju di Pilkada Rohul 2020

Sabtu, 20 Juli 2019 15:22
Pansus DPRD Bengkalis Bahas Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan Bersama Kemendikbud RI

Sabtu, 20 Juli 2019 15:07
Tim Tuan Rumah PODSI Kampar Indonesia Melaju ke Final KIDBF 2019

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 24 Maret 2019 13:31
Dorong Penumbuhan dan Pengembangan WUB IKM di Riau, Kemenperin RI Taja Bimtek

Dibuka langsung oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Idris Laena, Bimbingan Teknologi guna mendorong penumbuhan dan pengembangan Wira Usaha Baru (WUB) IKM di Riau resmi digelar.

Riatuerkini - PEKANBARU - Direktorat Jenderal lndustri Kecil Menengah dan Aneka, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia laksanakan pelatihan kegiatan Penumbuhan Wira Usaha Baru melalui bimbingan teknis untuk peserta IKM yang bergerak di sektor Olahan Pangan Hasil Perkebunan, Furniture dan Service Peralatan Elektronika Rumah Tangga. Dimana terdapat sekitar 60 peserta dalam satu seai pelatihan.

Diketahui Bintek ini merupakan gelombang ke-2 dari 3 rangkaian kegiatan. Gelombang pertama telah sukses dilaksanakan pada tanggal 16-20 Maret 2019 kemarin. Sedangkan, untuk gelombang kedua ini akan berlangsung hingga 26 Maret 2019 besok.

Pada gelombang pertama peserta hadir dari pengusaha komoditi Batik, Bengkel las dan Perbengkelan roda dua.

Menurut Anggota Komisi VI DPR RI Bidang Industri, Investasi, Persaingan Usaha, Idris Laena menjelaskan gelaran bimek ini sendiri ditaja guna meningkatkan jumlah wirausaha Indonesia harus ada program dukungan yang khusus dan fokus mendorong upaya ini. Menanggapi hal tersebut Kementerian Perindustrian menargetkan terciptanya 20.000 <20000> wirausaha baru IKM pada akhir tahun 2019. Pembinaan yang berkesinambungan dan tepat sasaran, dalam artian sesuai dengan potensi sumberdaya industri dan sumberdaya manusia disetiap daerah terus kami upayakan. Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan angka keberhasilan penumbuhan wira usaha diberbagai wilayah di Indonesia.

"Ini diharapkan dapat membuka dan menambah wawasan dari sisi kewirausahaan, serta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan teknis untuk dapat menghasilkan produk yang berkualitas, beragam, digemari masyarakat, dan mampu bersaing di pasaran," katanya.

Lanjutnya, tantangan terberat para pengusaha adalah pemasaran. Jadi dengan adanya bimbingan ini pengusaha dapat lebih rinci mengupas aplikasi-aplikasi pemasaran yang dapat menjadi solusi tepat untuk menjajakan produknya.

Sementara, dari sisi permodalan saat ini tidak menjadi kendala yang serius. Sebab, perusahaan yang ingin berinvestasi di dalam negeri dikatakan Laena sangat banyak.

"Tinggal pengusahanya yang perlu membuat produk yang diminati masyarakat," tuturnya.

Ia menuturkan pihaknya bersama Direktorat Jenderal IKM akan terus mendukung kemajuan IKM melalui fasiltasi penguatan SDM, pengembangan produk, peningkatan teknologi mesin dan peralatan, serta pemasaran dan fasilitasi pembiayan.

Ini juga didasari dengan jumlah wirausaha belakangan ini yang menjadi tolak ukur bagi negara-negara lain untuk naik ke level yang lebih tinggi berdasar Global Entrepreneurship Index (GEI). Indonesia sendiri ada di urutan ke 97 dari 136 negara-negara lain.

Wirausaha di Indonesia tahun 2018 sudah melampaui standard batas minimal 2 perwen untuk dikatakan negara maju, yaitu tercatat sebesar 3,1 persen dari total populasi penduduk. Namun jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan dengan negara Iain sehingga Indonesia perlu menggenjot lagi untuk mengejar capaian. Minimal mengejar ketinggalan dari negara tetangga misalnya jumlah wirausaha di Malaysia 5 persen, China 10 persen, Singapura 7 persen, Jepang 11 persen sedangkan AS 12 persen dari total jumlah penduduknya.

"Di Riau masih banyak pengusaha kecil yang perlu mendapat perhatian kita. Untuk itu kita terus kejar sebab potensi untuk pengusaha ikut memajukan Riau sangat besar," singkatnya.***(rul)

Loading...


Berita lainnya..........
- Saldo Mendadak Kosong, Bank Mandiri Jamin Uang Nasabah tak Hilang
- Saldo Mendadak Rp 0, Sejumlah Nasabah di Pekanbaru Geruduk Bank Mandiri
- Di PHK, Dua Pekerja di Bengkalis 'Ngadu' ke Disnaker
- BUMD Pelalawan Bungakan Dana Penyertaan Modal TA 2017 Senilai Rp6,1 Miliar
- Sektor Migas Beri Andil Pertumbuhan Ekonomi Riau 2,3 Persen
- Pemkab Kuansing Goda Wisatawan Bukit Tinggi Saksikan Pacu Jalur 2019
- Maksimalkan Usaha, 72 Pengelola KUBE di Bengkalis Ikuti Bimbingan Manajemen
- Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award
- Tiket Pesawat Naik, Juga Picu Meningkatnya Warga Mengurus Paspor di Imigrasi Bengkalis
- Penjelasan Disnakbu Rohul Soal Anjloknya Harga Sawit
- Asisten I Ditunjuk Jadi Ketua Pansel Dirut BRK
- Semester I 2019, RFB Bukukan Pertumbuhan Kinerja
- Cabe Mahal di Kuansing karena Petani Masuki Masa Paceklik
- Dengan Antrean Online, MPP Berikan Kemudahan Pengurusan Paspor
- Tempati Pasar Modern Telukkuantan, Pedagang Gelar Syukuran
- Kuartal I 2019, Pertumbuhan Ekonomi Riau Meningkat
- Mahalnya Harga Cabe Bikin Pusing Ibu-ibu di Kuansing
- Tingkat Kreativitas IRT, DKP Pekanbaru Gelar Lomba Cipta Menu Non Beras
- Terpicu Tipisnya Stok, Harga Cabe dan Ayam Merangkak Naik
- Kelengkapan Fasilitas Hampir Tuntas, Pengoperasian Pasar Modern Telukkuantan Besok


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com