Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Juli 2018 12:51
Dua Komunitas Pamer Hewan Kesayangan di RTH Putri Kaca Mayang

Ahad, 22 Juli 2018 11:53
Polsek Tambusai Utara, Rohul Tangkap 3 Remaja Doduga Bobol Rumah Warga

Ahad, 22 Juli 2018 11:48
Purna Diklatpim III Angkatan I Pemprov Riau Tanam Pohon di Kampus BPSDM

Ahad, 22 Juli 2018 09:40
BEM UR Gelar Aksi Malam Horor untuk Pertamina

Sabtu, 21 Juli 2018 21:32
Juara Umum MTQ Tingkat Kabupaten, Kafilah Kuantan Tengah Berhak Bonus dari Wabup Kuansing

Sabtu, 21 Juli 2018 21:25
Meriahkan HBA Ke-58, Bupati Sukiman Ramaikan Gerak Jalan Santai Kejari Rohul

Sabtu, 21 Juli 2018 18:27
IWARA Taja Program Jumat Berbagi

Sabtu, 21 Juli 2018 14:45
Pemkab Inhil Gandeng APMI Hadirkan Prof Wisnu Gardjito

Sabtu, 21 Juli 2018 14:01
Mahal, Warga Talukkuantan Tak Sanggup Beli Ayam

Sabtu, 21 Juli 2018 10:39
Cuaca Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Riau

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 5 Juli 2018 19:51
Berjam-jam Baru Bisa Nyebrang,
Warga Bengkalis Keluhkan Layanan Jasa Roro Air Putih-Pakning


Warga Bengkalis mengeluhkan kualitas jasa penyeberangan dari Bengkalis ke Sungai Selari. Penumpang harus menunggu berjam-jam tanpa ada penjelasan dari pihak berkepentingan.

Riauterkini-BENGKALIS- Menyusul berjam-berjam menunggu dan baru bisa menyeberang tujuan Air Putih (Pulau Bengkalis) ke Sungai Selari (Pakning), warga keluhkan kualitas jasa penyeberangan atau roro, Kamis (5/7/18).

Penumpukan dan antrian panjang kendaraan di Pelabuhan Roro Air Putih Bengkalis kembali terjadi sejak pagi hingga sore. Tidak hanya kendaraan roda empat saja, penumpukan terjadi pada antrian kendaraan roda dua. Karena layanan armada diduga bermasalah. Akibatnya, pengguna jasa penyeberangan harus menunggu lebih kurang empat jam baru bisa menyeberang.

Seperti dialami Said (48), warga Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis untuk melakukan perjalanan ke Pekanbaru. Dirinya sudah ikut lajur antrian sejak pukul 13.00 WIB, dan baru sekitar pukul 17.00 WIB baru bisa menyeberang.

"Sekitar tiga jam di sini belum juga dapat menyeberang karena padatnya antrian. Kalau dipikir pikir jam segini saya seharusnya sudah sampai Pekanbaru ini," katanya kepada wartawan.

Menurut Said, penyebab terjadinya penumpukan kendaraan di pelabuhan masih simpang siur. Karena tidak ada keterangan resmi dari pihak Dishub Bengkalis terkait pelayanan seperti itu.

"Kalau keterangan petugas Dishub secara resmi tidak ada, apa permasalahannya sehingga armada ada yang tidak menyeberang. Informasinya ada dua kapal yang hanya beroprasi," terangnya.

Said berharap Dishub Bengkalis membuat papan pengumuman informasi terkait kondisi penyeberangan tepat waktu. Sehingga masyarakat lebih mudah mengetahui kondisi pelayanan penyeberangan di lapangan yang sebenarnya.

"Kalau ada pengumuman tertulis tuh kan enak. Dimana ada masalah penyeberangan ataupun kondisi kapal kita bisa tau lebih cepat," sarannya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayaran Dishub Bengkalis Zul Asri ketika dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan apa yang terjadi. Belum bersedia memberikan penjelasan karena sedang melakukan rapat.***(dik)

Loading...


Berita lainnya..........
- Mahal, Warga Talukkuantan Tak Sanggup Beli Ayam
- Pasca Libur Panjang, Tiket Pesawat Ogah Turun
- Tentang UMP Sektor Migas, Chevron Klaim Sudah Laksanakan Aturan 
- Di Riau, Sistem Subkontraktor Dianggap Merugikan Buruh Kecil
- Manfaat bagi Masyarakat dan Pendapatan Negara,
Kemitraan PT CPI dengan Indonesia Berkontribusi terhadap Lapangan Kerja

- Panasnya Hearing Masalah Tenaga RTK di Kampar Belum Buahkan Kesepakatan
- ‎Jangan Curangi Masyarakat,
Pedagang di Bengkalis Diminta Lakukan Tera Timbangan

- Maksimalkan Layanan Musim Haji 2018, Pertamina Amankan Pasokan Avtur
- Bulan Depan Giliran Pesantren se-Riau,
Kongregasi FCJM Belajar Sawit ke Apkasindo

- Upah Tak Naik, Pekerja Chevron Demo SKK Migas
- Jemput Bola Pembayaran PBB, Bapenda Pekanbaru Buka Layanan Keliling
- UKM Riau Belum Leading di Ekonomi Syariah
- Pemerintah Turunkan Tarif Pajak Penghasilan Final 0,5% Bagi UMKM 
- Terlibat Polemik,
Pengelola Pasar 'Modern' Sorek Pelalawan Lempar Handuk

- Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total
- Banyak Warga Pelalawan Enggan Konsumsi Ikan Emas
- Sejumlah Proyek di PUPR Kuansing Mulai Dilakukan Rekayasa Lapangan
- Maksimalkan Layanan Perbankan, BNI Buka KCP di Pinggir Bengkalis
- Bank Indonesia Gelar FESyar 2018
- RUPS-LB PT BSP Rekomendasikan Efesiensi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com