Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 22 Juli 2018 12:51
Dua Komunitas Pamer Hewan Kesayangan di RTH Putri Kaca Mayang

Ahad, 22 Juli 2018 11:53
Polsek Tambusai Utara, Rohul Tangkap 3 Remaja Doduga Bobol Rumah Warga

Ahad, 22 Juli 2018 11:48
Purna Diklatpim III Angkatan I Pemprov Riau Tanam Pohon di Kampus BPSDM

Ahad, 22 Juli 2018 09:40
BEM UR Gelar Aksi Malam Horor untuk Pertamina

Sabtu, 21 Juli 2018 21:32
Juara Umum MTQ Tingkat Kabupaten, Kafilah Kuantan Tengah Berhak Bonus dari Wabup Kuansing

Sabtu, 21 Juli 2018 21:25
Meriahkan HBA Ke-58, Bupati Sukiman Ramaikan Gerak Jalan Santai Kejari Rohul

Sabtu, 21 Juli 2018 18:27
IWARA Taja Program Jumat Berbagi

Sabtu, 21 Juli 2018 14:45
Pemkab Inhil Gandeng APMI Hadirkan Prof Wisnu Gardjito

Sabtu, 21 Juli 2018 14:01
Mahal, Warga Talukkuantan Tak Sanggup Beli Ayam

Sabtu, 21 Juli 2018 10:39
Cuaca Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Riau

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 4 Juli 2018 22:30
Pasca Lebaran, Getah Karet dan Sawit di Pulau Bengkalis Anjlok

Harga getah karet di Bengkalis turun pasca Idul Fitri ini. Harga itu masih dipotong ke para pekerja.

Riauterkini-BENGKALIS- Pasca lebaran sejumlah komoditi hasil petani di Pulau Bengkalis mengalami penurunan yang cukup signifikan. Seperti harga karet sekitar seribuan dan tandan buah segar (TBS) sawit dibandingkan sebelum hari raya beberapa waktu lalu.

Penurunan harga getah karet diungkapkan Sri, petani karet asal Desa Jangkang, Kecamatan Bantan. Pasca lebaran ini harga getah karet sampai ke pengepul menurutnya berkisar Rp6 ribuan untuk perkilogramnya. Dibandingkan sebelum lebaran harga karet mencapai Rp7 ribu lebih perkilogramnya.

"Kalau sebelum lebaran bisa dijual Rp7 ribu lebih, sekarang yang sudah direndam saja informasinya hanya sekitar Rp6 ribuan," ujarnya kepada wartawan di Bengkalis, Rabu (4/7/18).

Sementara itu, penurunan harga selain komoditi getah karet juga terjadi terhadap TBS. Untuk buah ini, petani di Pulau Bengkalis untuk perkilogramnya hanya dihargai sekitar Rp600 saja. Dibandingkan dengan harga sebelum lebaran mencapai Rp800-Rp900 perkilogramnya.

"Sekarang turun dari sebelumnya, kisaran Rp600 perkilo, harga itu harus dipotong ke pekerja lagi," ungkap salah seorang pemilik kebun sawit di Desa Deluk, Kecamatan Bantan, Suji.***(dik)

Loading...


Berita lainnya..........
- Mahal, Warga Talukkuantan Tak Sanggup Beli Ayam
- Pasca Libur Panjang, Tiket Pesawat Ogah Turun
- Tentang UMP Sektor Migas, Chevron Klaim Sudah Laksanakan Aturan 
- Di Riau, Sistem Subkontraktor Dianggap Merugikan Buruh Kecil
- Manfaat bagi Masyarakat dan Pendapatan Negara,
Kemitraan PT CPI dengan Indonesia Berkontribusi terhadap Lapangan Kerja

- Panasnya Hearing Masalah Tenaga RTK di Kampar Belum Buahkan Kesepakatan
- ‎Jangan Curangi Masyarakat,
Pedagang di Bengkalis Diminta Lakukan Tera Timbangan

- Maksimalkan Layanan Musim Haji 2018, Pertamina Amankan Pasokan Avtur
- Bulan Depan Giliran Pesantren se-Riau,
Kongregasi FCJM Belajar Sawit ke Apkasindo

- Upah Tak Naik, Pekerja Chevron Demo SKK Migas
- Jemput Bola Pembayaran PBB, Bapenda Pekanbaru Buka Layanan Keliling
- UKM Riau Belum Leading di Ekonomi Syariah
- Pemerintah Turunkan Tarif Pajak Penghasilan Final 0,5% Bagi UMKM 
- Terlibat Polemik,
Pengelola Pasar 'Modern' Sorek Pelalawan Lempar Handuk

- Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total
- Banyak Warga Pelalawan Enggan Konsumsi Ikan Emas
- Sejumlah Proyek di PUPR Kuansing Mulai Dilakukan Rekayasa Lapangan
- Maksimalkan Layanan Perbankan, BNI Buka KCP di Pinggir Bengkalis
- Bank Indonesia Gelar FESyar 2018
- RUPS-LB PT BSP Rekomendasikan Efesiensi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com