Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Ahad, 20 Januari 2019 17:25
Camat Bangko Pusako-PT SRL Blok III Sosialisasikan Pencegahan Karlahut

Ahad, 20 Januari 2019 16:29
Silaturrahmi ke Warga Duri, Septian Nugraha Tegaskan Nyaleg Demi Kepentingan Publik

Ahad, 20 Januari 2019 16:25
PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

Ahad, 20 Januari 2019 14:39
Serap Aspirasi, Caleg DPR RI Ini Blusukan hingga ke Pelosok Pelalawan

Ahad, 20 Januari 2019 13:16
Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing

Ahad, 20 Januari 2019 07:20
Plt Bupati Kampar dan Banyak Bejabat Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Kenegerian Tapung

Sabtu, 19 Januari 2019 22:04
Syamsuar Dapat Laporan, Ada Oknum Menjual Namanya untuk Jabatan dan Proyek

Sabtu, 19 Januari 2019 19:48
Sasar Kaum Milenial, Luno Taja Edukasi Investasi Aset Kripto di Pekanbaru

Sabtu, 19 Januari 2019 18:27
Disaksikan Wagub Terpilih, Sekdaprov Kukuhkan Ketua LAKTA

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 10 Januari 2018 16:29
Utang Obat RSUD Rohul Rp5,3 Miliar Akan Diaudit Inspektorat

RSUD Rohul memiliki utang obat sebesar Rp5,3 miliar Akan segera diaudit Inspektorat menyusul adanya pembengkakan utang.

Riauterkini-‎PASIRPANGARAIAN- Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), melalui Kantor Inspektorat akan melakukan audit investigasi utang obat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rohul yang dinilainya sekira Rp5,3 miliar.

Audit investigasi dilakukan menyusul adanya pembengkakan utang RSUD Rohul terhadap pihak distributor obat yang dinilai tidak wajar.

Sekretaris Daerah Kabupaten Rohul Ir. Damri Harun mengatakan langkah audit investigasi keuangan RSUD Rohul harus dilakukan, sebab ada utang obat RSUD mencapai Rp 5,3 miliar dan dianggap tidak biasa.

Damri mengaku Pemkab Rohul pernah‎ menganggarkan pembayaran utang RSUD Rohul tahun 2015 pada APBD 2016. Namun, manajemen RSUD selama ini tidak menyampaikan kondisi finansial yang terjadi kepada pemerintah daerah atau Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TPAD.

Sekda Rohul mengaku sudah perintahkan pihak Inspektorat untuk melakukan audit investigasi utang RSUD Rohul.

"Dari situ nanti kita tahu dimana datangnya utang, kemudian waktu kemarin mengapa tidak disampaikan saat pembahasan APBD 2018," kata Damri kepada wartawan, Rabu (10/1/2018).‎

Dengan dilakukan audit investigasi terhadap RSUD Rohul, Damri berharap akan ditemukan 'benang merah' soal carut marutnya sistem pengelolaan RSUD Rohul, apakah manajemen yang memang tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, atau ada faktor lain.

Diakuinya, setiap tahun Pemkab Rohul melakukan pembahasan APBD, namun tidak disampaikan. Namun yang tahu kondisi keuangan RSUD Rohul adalah manajemen.

"Jika pemasukan dan pengeluaran tidak seimbang, itukan bisa disupport dari APBD. Tapi selama inikan RSUD menyatakan cukup, sehingga kita tidak suport dari APBD," ujar Damri.‎

Ditanya apa solusi Pemkab Rohul terkait utang obat RSUD Rohul, Damri mengatakan Pemkab Rohul tetap menunggu hasil audit investigasi. Meski demikian, pembayaran utang RSUD tidak bisa dilakukan di APBD 2018, sebab sudah disahkan pada akhir 2017.

Damri mengimbau manajemen RSUD Rohul untuk memaksimalkan peralatan dan sarana yang ada, dalam rangka melayani masyarakat yang membutuhkan pengobatan di RSUD.

Bukan itu saja, Pemkab Rohul juga akan mengevaluasi keberadaan 536 tenaga medis di RSUD Rohul, termasuk tenaga honor atau kontrak yang diduga menjadi salah satu sebab besarnya operasional RSUD yang telah berstatus Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) tersebut.

Damri mengaku dirinya sudah perintahkan Asisten 3 Setdakab Rohul mengevaluasi tenaga kerja di RSUd Rohul, apakah melebihi kapasitas atau kekurangan.

"Kalau melebihi akan kita sebar ke Puskesmas yang masih membutuhkan, sehingga penerimaan BLUD di RSUD bisa dimaksimalkan untuk pelayanan masyarakat," tandas Sekda Rohul Damri Harun.***(zal)

Loading...


Berita lainnya..........
- PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari
- BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas
- 2019, Bulog Akan Serap 4 Ribu Ton Padi Petani Riau
- Penampakan Fisik Jembatan Siak IV Hampir Rampung
- Banyak Rusak dan Tidak Layak, Jumlah Halte TMP Harus Ditambah
- Kinerja Lamban, Pemko Pekanbaru Beri PT ARB Kesempatan Kedua
- Upacara K3 2018, Mayoritas Naker RI Tamat SMP dan SD
- Tahun Ini, MPP Pekanbaru Targetkan Dapat Investasi Rp2 Triliun
- Tahun Ini, Jumlah Bantuan Sapi untuk Peternak Riau Alami Penurunan
- Pertamina Laksanakan Lifting Perdana Minyak Mentah Bagian Chevron di Blok Rokan
- Awal Pekan Ini, Harga Barang Kebutuhan Turun
- Batik Bono Segera Tingkatkan Perekonomian Warga Pelalawan
- Pembuka Awal Tahun 2019,
PUPR Bengkalis Lelang 18 Paket Proyek Ratusan Miliar

- Setahun Beroperasi, 95 Bus TMP Beri Pemasukan Rp13,7 Miliar
- Mahal, Travel Agen di Pekanbaru Tolak Pembelian Tiket Pesawat Domestik
- Kenaikan Tiket Pesawat Domestik Berdampak pada Perekonomian
- Kegiatan Politik Bikin Harga Tiket Pesawat Melonjak
- BI: Temuan Upal di Dumai Terbesar di 3 Tahun Terakhir
- Di-deadline Hingga 15 Februari, CV Citra Makmur Jaya Terancam Diblacklist
- November 2018, Ekspor Riau Capai Rp 1,27 Triliun


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com