Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 20 Januari 2019 18:31
Dinilai Ada Penyimpangan, Warga Air Jernih, Inhu Blokir Pembuatan Jalan Desa

Ahad, 20 Januari 2019 17:25
Camat Bangko Pusako-PT SRL Blok III Sosialisasikan Pencegahan Karlahut

Ahad, 20 Januari 2019 16:29
Silaturrahmi ke Warga Duri, Septian Nugraha Tegaskan Nyaleg Demi Kepentingan Publik

Ahad, 20 Januari 2019 16:25
PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari

Ahad, 20 Januari 2019 14:39
Serap Aspirasi, Caleg DPR RI Ini Blusukan hingga ke Pelosok Pelalawan

Ahad, 20 Januari 2019 13:16
Serunya Mararua, Rame-rame Tangkap Ikan Masyarakat Kuansing

Ahad, 20 Januari 2019 07:20
Plt Bupati Kampar dan Banyak Bejabat Hadiri Pengukuhan Lembaga Adat Kenegerian Tapung

Sabtu, 19 Januari 2019 22:04
Syamsuar Dapat Laporan, Ada Oknum Menjual Namanya untuk Jabatan dan Proyek

Sabtu, 19 Januari 2019 19:48
Sasar Kaum Milenial, Luno Taja Edukasi Investasi Aset Kripto di Pekanbaru

Sabtu, 19 Januari 2019 18:27
Disaksikan Wagub Terpilih, Sekdaprov Kukuhkan Ketua LAKTA

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 9 Januari 2018 17:22
21 Sub Kontraktor Alat Berat di IKPP Diduga Tak Bayar Pajak

Kepala UPT Perawang Bapeda Riau mengatakan sebanyak 21 sub kontraktor alat berat di PT IKPP tidak membayar pajak.

Riauterkini-PEKANBARU- Sebanyak 21 perusahaan sub kontraktor alat berat yang bekerja di perusahaan pengolahan bahan baku kertas terbesar di Asia tenggara, PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) diketahui tidak bayar pajak.

"Tadi kita sudah dengarkan paparan dari Kepala UPT Perawang yang menyatakan bahwa 21 sub kontraktor alat berat tidak bayar pajak," kata Suhardiman Amby, Sekretaris Komisi III DPRD Riau saat mengunjungi Kantor IKPP dengan didampingi Kepala UPT Perawang Bapeda Riau, Selasa (09/01/18).

Menurutnya, hal ini mesti diselesaikan segera. Pihak Bapeda Riau dan IKPP tidak boleh diam atas persoalan ini. Karena menurutnya, pajak alat berat 21 sub kontraktor bisa mencapai kurang lebih Rp5 miliar per tahunnya.

"Jika dikalikan satu perusahaan saja dengan angka Rp200 juta per tahun misalnya, maka jika ada 21 perusahaan, maka totalnya kurang lebih Rp5 miliar. Ini angka yang cukup besar menurut kita, apalagi bisa menambah pendapatan daerah kita," jelasnya.

Lebih lanjut politisi Hanura ini katakan, jika 21 sub kontraktor tersebut nantinya masih enggan membayar pajak, maka pihak IKPP diminta untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasamanya dengan 21 sub kontraktor yang dimaksud.

"Kita minta pihak IKPP supaya memangil secara persuasif agar melakukan kewajiban terhadap negara sesuai aturan yang ada walapun ada putusan MK, dalam Perda kita kan jelas tentang hal ini. Jangan mau enaknya saja di Riau ni," tutupnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, M Arfah (Wakil Ketua Komisi III), Ramos Teddy Sianturi, Soniwati, Firdaus, Nasril dan Adrian (masing-masing anggota Komisi III). ***(ary)

Loading...


Berita lainnya..........
- PT PHE Kampar DideadlineMulai Aspal Jalan Poros Kerumutan Awal Februari
- BPH Migas Beri Lampu Hijau, Meranti Bisa Jadi Kota Jargas
- 2019, Bulog Akan Serap 4 Ribu Ton Padi Petani Riau
- Penampakan Fisik Jembatan Siak IV Hampir Rampung
- Banyak Rusak dan Tidak Layak, Jumlah Halte TMP Harus Ditambah
- Kinerja Lamban, Pemko Pekanbaru Beri PT ARB Kesempatan Kedua
- Upacara K3 2018, Mayoritas Naker RI Tamat SMP dan SD
- Tahun Ini, MPP Pekanbaru Targetkan Dapat Investasi Rp2 Triliun
- Tahun Ini, Jumlah Bantuan Sapi untuk Peternak Riau Alami Penurunan
- Pertamina Laksanakan Lifting Perdana Minyak Mentah Bagian Chevron di Blok Rokan
- Awal Pekan Ini, Harga Barang Kebutuhan Turun
- Batik Bono Segera Tingkatkan Perekonomian Warga Pelalawan
- Pembuka Awal Tahun 2019,
PUPR Bengkalis Lelang 18 Paket Proyek Ratusan Miliar

- Setahun Beroperasi, 95 Bus TMP Beri Pemasukan Rp13,7 Miliar
- Mahal, Travel Agen di Pekanbaru Tolak Pembelian Tiket Pesawat Domestik
- Kenaikan Tiket Pesawat Domestik Berdampak pada Perekonomian
- Kegiatan Politik Bikin Harga Tiket Pesawat Melonjak
- BI: Temuan Upal di Dumai Terbesar di 3 Tahun Terakhir
- Di-deadline Hingga 15 Februari, CV Citra Makmur Jaya Terancam Diblacklist
- November 2018, Ekspor Riau Capai Rp 1,27 Triliun


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com