Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Juli 2018 21:59
Wabup Halim Bantu Siswi Kuansing Peserta Paskibraka Nasional

Senin, 23 Juli 2018 21:39
Puncak Hari Bhakti Adhyaksa Kejari Bengkalis Berlangsung Hikmat

Senin, 23 Juli 2018 21:35
2019, Riau jadi Provinsi Layak Anak

Senin, 23 Juli 2018 21:11
Anugerah KLA 2018, Pekanbaru Terbaik dalam Pembinaan Forum Anak Daerah

Senin, 23 Juli 2018 21:01
Kejari Pelalawan Peringati Hari Bhakti Adhayaksa ke-58 dengan Kegiatan Religius

Senin, 23 Juli 2018 20:40
Rencana Mutasi oleh Gubri , Dewan Mensinyalir karena Balas Dendam

Senin, 23 Juli 2018 19:18
Pertanyakan Honor, Ratusan Panitia Pornas VIII SOIna Riau 2018 Serbu Gedung Dharma Wanita

Senin, 23 Juli 2018 18:14
Apkasindo Sikapi Penurunan Harga Sawit Melalui FGD

Senin, 23 Juli 2018 18:01
3 Pemilik Shabu Polisi di Duri, Bengkalis

Senin, 23 Juli 2018 17:53
Besok, KPU Gelar Pleno Tetapkan Gubri Terpilih

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 4 Januari 2018 16:52
Uang Jasa Medis ‎Terlambat Dibayar,
Komite Dokter dan Perawat RSUD Rohul Sempat Ancam Mogok


Dokter dan perawat di RSUD Rohul sempat mengancam akan mogok kerja. Gara-garanya, uang jasa medis mereka terlambat dibayarkan.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Dokter dan Perawat yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sempat mengancam akan mogok kerja.

Hal itu sesuai surat beredar ditandatangani pihak Komite Medik dan Komite Keperawatan RSUD yang ditujukan kepada Direktur RSUD Rohul.

Surat berisikan kekecewaan Dokter dan Perawat RSUD Rohul ditengarai tidak dibayarkannya uang Jasa medis Dokter dan Perawat. Dokter dan Perawat mengancam akan mogok kerja jika hak mereka tidak dibayarkan oleh manajemen.‎

Pada surat ditujukan kepada Direktur RSUD Rohul dr. Paisal Harahap pada 3 Januari 2018 tersebut, pihak Komite Medik dan Komite Perawat RSUD Rohul menyatakan 4 pernyataan sikap.

Empat pernyaan sikap, yakni pertama pihak Komite Medik menyampaikan kekecewaan terhadap manajemen RSUD yang dianggap tidak konsisten pada kesepakatan awal pembayaran jasa umum dokter dan perawat pada Rapat Komite Medik dengan Manajemen pada tanggal 18 Desember 2017.‎

Sesuai hasil rapat, manajemen berjanji akan membayarkan Jasa Umum Pelayanan terhitung September dan Oktober 2017 pada Januari 2018. Namun, setelah memasuki awal 2018, dalam surat dikeluarkan Direktur RSUD Rohul tanggal 20 Desember 2017, jasa umum dibayarkan pada Februari hingga April 2018.

Kedua, sesuai tuntutan Komite Medik dan Komite Keperawatan tentang uang tranportasi yang belum dibayarkan (Desember 2015) hingga saat ini, maka Komite Medik dan Komite Perawat RSUD Rohul meminta pihak manajemen memberikan solusinya.‎

Ketiga, Komite Medik meminta manajemen RSUD Rohul membuat Surat Hutang Jasa Medis yang belum dibayarkan ke masing-masing individu dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter gigi, dan seluruh Perawat RSUD Rohul.

Ke empat, Komite Medik menunggu surat balasan manajemen RSUD hingga batas Kamis 4 Januari 2018 pukul 10.00 WIB. Bila sampai batas waktu dimaksud belum ada jawaban, maka mereka sepakat akan melakukan mogok, tidak melakukan pelayanan di Poliklinik Rawat Jalan mulai, Jumat 5 Januari 2018.

Direktur RSUD dr. Paisal Harahap mengakui ada surat dari Komite Medik dan Komite Perawat. Namun menurutnya hal itu hanya masalah miss komunikasi saja. Manajemen sudah menjelaskan dan memastikan aksi mogok berkemungkinan tidak akan terjadi.

Dari hasil pertemuan kemarin, jelas Paisal, untuk pembayaran jasa medis Oktober dan September akan tetap kita bayarkan pada Januari 2018, menunggu pihak BPJS Kesehatan membayarkan di atas tanggal 15 Januari.

Diakuinya, alasan penundaan pembayaran jasa medis disebabkan karena kondisi keuangan RSUD Rohul yang tengah terbelit hutang obat yang nilainya mencapai Rp 5,3 miliar.

Paisal mengaku manajemen RSUD Rohul baru bisa membayarkan uang jasa medis setelah dana dari BPJS Kesehatan cair.***(zal)

Loading...


Berita lainnya..........
- Jadi Pemateri Sosialisasi Kepariwisataan,
Ketua DPD REI Riau: Objek Wisata di Waduk PLTA Koto Panjang Punya Potensi Luar Biasa

- Disbud Riau Gelar Lomba Desain Pakaian Melayu Harian untuk Umum 
- Mahal, Warga Talukkuantan Tak Sanggup Beli Ayam
- Pasca Libur Panjang, Tiket Pesawat Ogah Turun
- Tentang UMP Sektor Migas, Chevron Klaim Sudah Laksanakan Aturan 
- Di Riau, Sistem Subkontraktor Dianggap Merugikan Buruh Kecil
- Manfaat bagi Masyarakat dan Pendapatan Negara,
Kemitraan PT CPI dengan Indonesia Berkontribusi terhadap Lapangan Kerja

- Panasnya Hearing Masalah Tenaga RTK di Kampar Belum Buahkan Kesepakatan
- ‎Jangan Curangi Masyarakat,
Pedagang di Bengkalis Diminta Lakukan Tera Timbangan

- Maksimalkan Layanan Musim Haji 2018, Pertamina Amankan Pasokan Avtur
- Bulan Depan Giliran Pesantren se-Riau,
Kongregasi FCJM Belajar Sawit ke Apkasindo

- Upah Tak Naik, Pekerja Chevron Demo SKK Migas
- Jemput Bola Pembayaran PBB, Bapenda Pekanbaru Buka Layanan Keliling
- UKM Riau Belum Leading di Ekonomi Syariah
- Pemerintah Turunkan Tarif Pajak Penghasilan Final 0,5% Bagi UMKM 
- Terlibat Polemik,
Pengelola Pasar 'Modern' Sorek Pelalawan Lempar Handuk

- Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total
- Banyak Warga Pelalawan Enggan Konsumsi Ikan Emas
- Sejumlah Proyek di PUPR Kuansing Mulai Dilakukan Rekayasa Lapangan
- Maksimalkan Layanan Perbankan, BNI Buka KCP di Pinggir Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com