Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 17 Juli 2018 09:39
Pagi Ini 29 Hotspot Terpantau di Riau

Selasa, 17 Juli 2018 08:55
Pagi Ini Lima Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Dumai

Selasa, 17 Juli 2018 08:52
Bupati Harris Ikuti Program 'Leaderprenuership' di Singapure

Selasa, 17 Juli 2018 07:52
Kasatpol PP Kampar Disebut Arogan, Ketua DPRD Kampar Minta Bupati Beri Sanksi

Senin, 16 Juli 2018 21:28
Ribuan Napi Lapas Bengkalis DengarkanTausiah UAS

Senin, 16 Juli 2018 21:20
SBT Kembali Suguhkan Berbagai Promo dan Program Spesial

Senin, 16 Juli 2018 21:17
Jelang Open Turnamen, Tim Volly PWI Rohil Sparing Partner dengan Polres Rohil

Senin, 16 Juli 2018 21:14
Targetkan 11 Kursi, Golkar Kontestan Pileg Kedua yang Mendaftar ke KPU Kuansing

Senin, 16 Juli 2018 21:09
Revisi Tatib Dewan DPRD Riau Segera Disahkan

Senin, 16 Juli 2018 20:03
‎RSUD Rohul Dibimbing RSPAD Gatot Subroto Jakarta Untuk Percepatan Akreditas

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 21 Oktober 2017 12:02
Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar

Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru kinerjanya cukup memuaskan. Hingga Oktober, PAD sudah tembus rp375 miliar.

Riauterkini - PEKANBARU - Terhitung Oktober 2017, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pekanbaru berhasil mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sebelas objek pajak senilai Rp 375 Miliyar. Hal ini langsung diungkapkan Sekretaris Bapenda, Syoffaizal kepada Riauterkini.com di ruang kerjanya, Sabtu (21/10/2017).

Berdasarkan data yang dihimpun tim dari Bapenda Pekanbaru dari sebelas objek pajak tersebut terlihat pajak BPHTB menempati urutan yang paling besar menyumbang PAD Kota Pekanbaru dengan besaran mencapai Rp 111 Milyar, kemudian disusul pajak PJU senilai Rp 77 miliyar di peringkat kedua dan peringkat ketiga Pajak Restoran senilai Rp 61 Milyar.

Sementara urutan paling minim memberikan pemasukan pajak ada dua objek yakni pajak sarang burung walet yang hanya memberikan pemasukan Rp 23 juta dan pajak mineral bukan logam dan batuan dengan nilai Rp253.950.

"Dari data tersebut ada dua objek pajak yang menjadi perhatian khusus kita, yakni pajak sarang burung walet dan pajak mineral bukan logam dan batuan atau lebih akrab dengan sebutan galian C. kedepan untuk menggenjot PAD dua objek pajak ini akan kita tingkatkan lagi pengawasannya," papar Syoffaizal.

Kemudian, pihak Bapenda Pekanbaru optimis jelang akhir tahun 2017 bisa memperoleh PAD senilai Rp 503 Miliyar dari seluruh objek pajak tersebut.

Untuk masukkan gambar biasa... Ada beberapa trik yang akan dilakukan Bapenda Pekanbaru dalam peningkatan PAD diantaranya membuka layanan pada hari libur jika itu bertepatan dengan jatuh tempo pembayaran pajak, memasang stiker/spanduk terhadap pengusaha yang tidak taat bayar pajak dan terus mensosialisaskan kepada masyarakat untuk taat dalam mebayarkan pajak demi percepatan pembangunan.

"Intinya beberapa bulan kedepan kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengejar target PAD yang telah ditetapkan," ujarnya lagi.

Ketika disinggung mengenai besaran denda terhadap wajib pajak yang membandel, Syoffaizal mengungkapkan bahwa pihaknya tegas dan komit dalam menegakkan aturan.

Jika si wajib pajak telah bayar pajak maka akan didenda dua persen setiap harinya dari total pajak yang harus dia bayar, dan sanksi denda ini terus bejalan sampai yang bersangkutan membayarnya.

"Berdasarkan catatan kam, total PAD yang terkumpul dari sanksi denda sebesar Rp 3,8 Miliyar.

Angka ini tentu akan terus bertambah jika semakin banyak WP yang bandel bayar pajak. Tapi kita terus berupaya mengedukasi masyarakat untuk taat bayar pajak, " singkatnya. *** (dan)

Loading...


Berita lainnya..........
- Tiga Perusahaan Di-blacklist, Tahun Ini Pasar Murah di 10 Kecamatan di Bengkalis Gagal Total
- Banyak Warga Pelalawan Enggan Konsumsi Ikan Emas
- Sejumlah Proyek di PUPR Kuansing Mulai Dilakukan Rekayasa Lapangan
- Maksimalkan Layanan Perbankan, BNI Buka KCP di Pinggir Bengkalis
- Bank Indonesia Gelar FESyar 2018
- RUPS-LB PT BSP Rekomendasikan Efesiensi
- Gantikan Bismantoro, Iskandar Jabat Dirut PT BSP yang Baru
- Pengundian Program Telkomsel Siaga 2018 Masih Berlanjut Hingga Agustus Nanti
- Bertindak, Dishub Pekanbaru Tertibkan Parkir di Jalur Lambat Pasar Pagi Arengka
- Desa Airpanas Ditargetkan Wakili Provinsi Riau di Lomba Desa Tingkat Nasional Tahun 2018
- Hotel Penyumbang Tebesar PAD,
Dewan Kuansing Akui, Bukittinggi Bagus Kelola Pariwisata

- 2018, RFB Optimis Target 1 Juta Lot Tercapai
- Bapenda Pekanbaru Gelar Monitoring Pajak Restoran
- Pemko Pekanbaru Raih Juara Pertama PTSP Terbaik se Indonesia
- Bahayakan Keselamatan Penumpang, KRI Pulau Rusa Amankan KM Jelatik
- Tak Kunjung Diperbaiki,
Warga Bengkalis Sayangkan Lampu Penerangan Jembatan Banyak Padam

- Tuntut Gaji, Ratusan Karyawan PT Ricry Gelar Aksi Demo
- Turlap, Bapenda Pekanbaru Lakukan Monitoring Pajak Restoran
- Rasionalisasi, Anggaran Dinas Kesehatan Riau Dipangkas Rp20 Miliar
- Family Gathering HUT ke-72,  BNI Hadirkan Yap!


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com