Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 Oktober 2017 22:47
Ratusan Guru di Bengkalis Siap-siap Dimutasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 22:09
Leher Terlilit Lakban,
Mayat Pria di Parkiran Bandara SSK II Dipastikan Dibunuh


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:36
30 Personel Polres Rohil Padamkan Karlahut di Rimba Melintang

Sabtu, 21 Oktober 2017 21:32
Resmi Ditutup,
Kafillah Kuantan Tengah Raih Juara Umum MTQ ke-16 Kuansing


Sabtu, 21 Oktober 2017 21:29
213 Calon Anggota PPK Pilgubri 2018 Bengkalis Lulus Administrasi

Sabtu, 21 Oktober 2017 17:51
RAPP Bantu Perbaiki Jalan Rusak di Teluk Meranti

Sabtu, 21 Oktober 2017 15:14
Waspada akan Diabetes Mellitus, Prodia Gelar Seminar Dokter

Sabtu, 21 Oktober 2017 14:42
5 Bulan Tak Terima Gaji, Honorer di Duri Mulai Galau

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:48
Liga Dangdut Indonesia, 5 Remaja Riau Berlaga di Kancah Nasional

Sabtu, 21 Oktober 2017 13:20
Warga Kopah, Kuansing Nyaris Tewas Ditembak Maling Kerbau

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Mahasiswa merupakan kalangn terdirik dan dapat jadi panutan. Untuk itu, BPJS Kesehatan menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta JKN-KIS pada mereka di 9 universitas.

Riauterkini-PEKANBARU-Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengadakan Goes to Campus secara bertahap di 9 perguruan tinggi ternama di Indonesia pada Selasa, (19/09/17). Ke 9 perguruan tinggi itu yakni USU, ITB, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, IPB, UI, Unpad, Universitas Sriwijaya dan Universitas Airlangga.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andani Budi Lestari menuturkan, kegiatan itu sendiri ditargetkan untuk mengedukasi para mahasiswa/i mengenai pola hidup sehat karena periode usia remaja merupakan masa paling rentan dan memiliki resiko cukup besar terkena penyakit katastropik seperi gagal ginjal, stroke, serangan jantung, hipertensi dan lain-lain.

"Katastropik tidak hanya terjadi pada orang dewas, tapi juga pada anak-anak dan remaja. Penyebabnya cenderung karena kurang olahraga, sering merokok, atau pola makan yang tidak sehat yang menyebabkan obesitas. Oleh sebab itu pola hidup sehat kepada generasi muda juga harus dilakukan sejak dini agar para generasi muda bisa terhindar dari resiko penyakit katastropik," ujarnya melalui rilis yang diterima riauterkini.com, Rabu (20/09/17).

Dia menjelaskan, dalam rentan 2014-2016 lalu, total biaya penyakit katastropik tersebut mencapai angka Rp36,3 triliun atau sekitar 28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat teratas dengan biaya tertinggi adalah penyakit hipertensi dengan jumlah mencapai Rp12,1 triliun. Disusul oleh diabates melitus Rp9,2 triliun, penyakit jantung koroner Rp7,9 triliun dan gagal ginjal kronis dengan estimasi biaya pengobatan Rp6,8 triliun. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, maka dikhawatirkan dapat membawa dampak kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

"Mahasiswa adalah kalangan berpendidikan yang dapat menjadi panutan dan calon pemimpin bangsa. Untuk itu kami berharap, melalui kegiatan Goes to Campus ini, kedepannya mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar paham arti penting hidup sehat serta menularkan semangat gotong royong untuk mensukseskan program JKN-KIS," imbuhnya.

Sementara itu, dari data sampai Agustus 2017 lalu, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 22 perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan total peserta 7.799 jiwa serta 28 perguruan tinggi swasta dengan jumlah peserta 5.195 jiwa. Kerjasama itu meliputi pendaftaran kolektif mahasiswa menjadi peserta JKN-KIS serta sosialisasi kepada mahasiswa ataupun dosen dan masyarakat sekitar lingkungan kampus yang bersangkutan.

Kemudian terhitung hingga 15 September 2017, peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia telah mencapai 181.701.561 jiwa. Dalam hal pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan 21.109 FKTP dan 5.568 FKRTL.***(gas)



loading...

Berita lainnya..........
- Oktober 2017, Realisasi PADi Bapenda Pekanbaru Tembus Rp 375 Miliyar
- Tolak PHK Buruh HTI, K-SPSI Riau Rencanakan Demo Pekan Depan
- Nursyafry Tanjung Pimpin REI Riau Periode 2017-2020
- OJK  Dujung Program Global Anti Serangan Siber
- Kadisperindag Pekanbaru Kelangkaan Gas Elpiji Juga Tanggung Jawab Camat dan Lurah
- Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik
- OJK Gandeng MUI Riau Kembangkan Bwnk Syariah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.50.28
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com