Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Ahad, 25 Pebruari 2018 22:01
Ditabrak Truck Balak, Anggota Damkar Mandau, Bengkalis Tewas Ditempat

Ahad, 25 Pebruari 2018 21:42
Seorang Suami di Inhu Tega Bunuh Istrinya

Ahad, 25 Pebruari 2018 19:45
LE Mulai Kampanyekan Prabowo-Cak Imin untuk Pilpres 2019

Ahad, 25 Pebruari 2018 16:38
Pasangan AYO Sambangi Sentra Nenas di Rokan Hilir

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:48
Capella Honda Serahkan Unit PCX150 Kepada 10 Konsumen Pembeli Perdana

Ahad, 25 Pebruari 2018 15:43
Ini Rencana Besar Pasangan AYO untuk Kota Dumai

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:56
KBM di Desa Koto Ranah, Mahasiswa UPP Rohul Merasa Pulang Kampung

Ahad, 25 Pebruari 2018 14:53
Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018

Ahad, 25 Pebruari 2018 13:22
Puluhan Tokoh Masyarakat Tenayan Dukung dan Siap Menangkan Firdaus-Rusli

Ahad, 25 Pebruari 2018 10:19
Sudah Diikuti 1.600 Murid, Diluncurkan Didikan Subuh Quran di Bengkalis

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Mahasiswa merupakan kalangn terdirik dan dapat jadi panutan. Untuk itu, BPJS Kesehatan menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta JKN-KIS pada mereka di 9 universitas.

Riauterkini-PEKANBARU-Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengadakan Goes to Campus secara bertahap di 9 perguruan tinggi ternama di Indonesia pada Selasa, (19/09/17). Ke 9 perguruan tinggi itu yakni USU, ITB, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, IPB, UI, Unpad, Universitas Sriwijaya dan Universitas Airlangga.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andani Budi Lestari menuturkan, kegiatan itu sendiri ditargetkan untuk mengedukasi para mahasiswa/i mengenai pola hidup sehat karena periode usia remaja merupakan masa paling rentan dan memiliki resiko cukup besar terkena penyakit katastropik seperi gagal ginjal, stroke, serangan jantung, hipertensi dan lain-lain.

"Katastropik tidak hanya terjadi pada orang dewas, tapi juga pada anak-anak dan remaja. Penyebabnya cenderung karena kurang olahraga, sering merokok, atau pola makan yang tidak sehat yang menyebabkan obesitas. Oleh sebab itu pola hidup sehat kepada generasi muda juga harus dilakukan sejak dini agar para generasi muda bisa terhindar dari resiko penyakit katastropik," ujarnya melalui rilis yang diterima riauterkini.com, Rabu (20/09/17).

Dia menjelaskan, dalam rentan 2014-2016 lalu, total biaya penyakit katastropik tersebut mencapai angka Rp36,3 triliun atau sekitar 28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat teratas dengan biaya tertinggi adalah penyakit hipertensi dengan jumlah mencapai Rp12,1 triliun. Disusul oleh diabates melitus Rp9,2 triliun, penyakit jantung koroner Rp7,9 triliun dan gagal ginjal kronis dengan estimasi biaya pengobatan Rp6,8 triliun. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, maka dikhawatirkan dapat membawa dampak kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

"Mahasiswa adalah kalangan berpendidikan yang dapat menjadi panutan dan calon pemimpin bangsa. Untuk itu kami berharap, melalui kegiatan Goes to Campus ini, kedepannya mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar paham arti penting hidup sehat serta menularkan semangat gotong royong untuk mensukseskan program JKN-KIS," imbuhnya.

Sementara itu, dari data sampai Agustus 2017 lalu, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 22 perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan total peserta 7.799 jiwa serta 28 perguruan tinggi swasta dengan jumlah peserta 5.195 jiwa. Kerjasama itu meliputi pendaftaran kolektif mahasiswa menjadi peserta JKN-KIS serta sosialisasi kepada mahasiswa ataupun dosen dan masyarakat sekitar lingkungan kampus yang bersangkutan.

Kemudian terhitung hingga 15 September 2017, peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia telah mencapai 181.701.561 jiwa. Dalam hal pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan 21.109 FKTP dan 5.568 FKRTL.***(gas)

Loading...


Berita lainnya..........
- Arminareka Perdana Berangkatkan Ratusan Jemaah Umroh Asal Rohul Maret 2018
- Pertumbuhan Ekonomi Melambat,
Riau dan Kepri Harus Turunkan PBBKB Pertalite

- Pusat Berlakukan Moratorium Proyek Konstruksi, PSN di Riau Masih Tetap Jalan
- 14 Sumur Beroperasi,
BOB PT. BSP Dituding Tidak Pernah Perhatikan Desa di Bengkalis

- Terlibat Konflik, Polres Bengkalis Mediasi Nelayan Jaring Batu dan Rawai
- Truk Sawit Nyaris Nyemplung ke Laut, Hebohkan Warga Rupat
- Maret, Bapenda Pekanbaru Cetak Masal 236. 560 Tagihan PBB
- Proyek Waduk Serba Guna Lompatan Harimau di Rohul Baru Sebatas Perencanaan
- Kasatpol PP Pekanbaru Minta Warga Laporkan Jika Ada Anggotanya Lakukan Pungli
- Stuband, Anggota Dewan Inhil Sambangi Bapenda Pekanbaru
- Baru Enam OPD Pemko Pekanbaru Berikan Laporan Keuangan 2017
- Agustus, MPP Pekanbaru Resmi Beroperasi
- Swastanisasi Sampah,
DLHK Pekanbaru Optimis Bisa Angkut Sampah 750 Ton Perhari

- Berupa Gerobak dan Modal Usaha,
Belasan Pedagang di Rohul Terima Bantuan dari YBM BRI Pasirpangaraian

- Dukung Percepatan Pembangunan Fly Over,
Pemko Pekanbaru Segera Bongkar JPO Depan Mall SKA

- Fokus Penataan, DPP Pekanbaru Hentikan Pembuatan Pangkalan Gas Bersubsidi
- Baru 18,7 persen Terealisasi,
Pemko Pekanbaru Optimis Pasar Induk Selesai Tepat Waktu

- Dirjen BAK Kemendagri Kunjungi DPM-PTSP Pekanbaru
- Gelar Unjuk Rasa di DPRD Riau,
Massa Tuntut Pencabutan HGU PT Ivo Mas Tunggal Dicabut

- DPD SPSI LEM  Riau Gelar Uji Kompetensi Anggota


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.242.236.164
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com