Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Senin, 18 Juni 2018 18:57
Syarwan Hamid Yakin Syamsuar-Edy Nasution Mampu Bawa Riau Sejahtera

Senin, 18 Juni 2018 17:30
Sekdakab Inhil Hadiri Halal Bi Halal dan Deklarasi Milad Kecamatan GAS

Senin, 18 Juni 2018 16:25
Liburan Lebaran, Danau Kajwid dan Pantai Kute Diserbu Pengunjung

Senin, 18 Juni 2018 16:25
Patroli Polisi Gagalkan Perampokan Mesin ATM di Pekanbaru

Senin, 18 Juni 2018 16:17
BPBD Inhil Ingatkan Warga Waspada Longsor Susulan

Senin, 18 Juni 2018 14:06
Wan Abu Bakar Sebut Syamsuar-Edy Nasution Punya Rekam Jejak yang Meyakinkan

Senin, 18 Juni 2018 12:50
Puncak Arus Balik ke Pekanbaru Diprediksi Terjadi Besok dan Lusa

Senin, 18 Juni 2018 12:15
DIhadiri Syamsuar, Konser Artis Nias Top jadi Istimewa

Senin, 18 Juni 2018 11:25
Longsor Ancam Jalan Nasional di Inhill, Dinas PUPR Riau Langsung Berkoordinasi Dengan PJN

Senin, 18 Juni 2018 09:29
Nyaris Amblaskan Jalan Nasional,
PUPR Riau Langsung Berkoordinasi dengan PJN Atasi Longsor Tembilahan


 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Mahasiswa merupakan kalangn terdirik dan dapat jadi panutan. Untuk itu, BPJS Kesehatan menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta JKN-KIS pada mereka di 9 universitas.

Riauterkini-PEKANBARU-Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengadakan Goes to Campus secara bertahap di 9 perguruan tinggi ternama di Indonesia pada Selasa, (19/09/17). Ke 9 perguruan tinggi itu yakni USU, ITB, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, IPB, UI, Unpad, Universitas Sriwijaya dan Universitas Airlangga.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andani Budi Lestari menuturkan, kegiatan itu sendiri ditargetkan untuk mengedukasi para mahasiswa/i mengenai pola hidup sehat karena periode usia remaja merupakan masa paling rentan dan memiliki resiko cukup besar terkena penyakit katastropik seperi gagal ginjal, stroke, serangan jantung, hipertensi dan lain-lain.

"Katastropik tidak hanya terjadi pada orang dewas, tapi juga pada anak-anak dan remaja. Penyebabnya cenderung karena kurang olahraga, sering merokok, atau pola makan yang tidak sehat yang menyebabkan obesitas. Oleh sebab itu pola hidup sehat kepada generasi muda juga harus dilakukan sejak dini agar para generasi muda bisa terhindar dari resiko penyakit katastropik," ujarnya melalui rilis yang diterima riauterkini.com, Rabu (20/09/17).

Dia menjelaskan, dalam rentan 2014-2016 lalu, total biaya penyakit katastropik tersebut mencapai angka Rp36,3 triliun atau sekitar 28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat teratas dengan biaya tertinggi adalah penyakit hipertensi dengan jumlah mencapai Rp12,1 triliun. Disusul oleh diabates melitus Rp9,2 triliun, penyakit jantung koroner Rp7,9 triliun dan gagal ginjal kronis dengan estimasi biaya pengobatan Rp6,8 triliun. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, maka dikhawatirkan dapat membawa dampak kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

"Mahasiswa adalah kalangan berpendidikan yang dapat menjadi panutan dan calon pemimpin bangsa. Untuk itu kami berharap, melalui kegiatan Goes to Campus ini, kedepannya mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar paham arti penting hidup sehat serta menularkan semangat gotong royong untuk mensukseskan program JKN-KIS," imbuhnya.

Sementara itu, dari data sampai Agustus 2017 lalu, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 22 perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan total peserta 7.799 jiwa serta 28 perguruan tinggi swasta dengan jumlah peserta 5.195 jiwa. Kerjasama itu meliputi pendaftaran kolektif mahasiswa menjadi peserta JKN-KIS serta sosialisasi kepada mahasiswa ataupun dosen dan masyarakat sekitar lingkungan kampus yang bersangkutan.

Kemudian terhitung hingga 15 September 2017, peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia telah mencapai 181.701.561 jiwa. Dalam hal pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan 21.109 FKTP dan 5.568 FKRTL.***(gas)

Loading...


Berita lainnya..........
- Puncak Arus Balik ke Pekanbaru Diprediksi Terjadi Besok dan Lusa
- Nyaris Amblaskan Jalan Nasional,
PUPR Riau Langsung Berkoordinasi dengan PJN Atasi Longsor Tembilahan

- Sampah Menumpuk, DLH Bengkalis Lemburkan Petugas Pengangkut
- Jelang Lebaran, Warga di Bengkalis "Rebutan" Bensin
- Anggaran Kas Tak Cukup,
Sebulan Gaji Honorer RSUD Bengkalis Belum Bisa Dibayar

- 3.750 AHASS Siap Berikan Layanan Ekstra di Bulan Ramadhan
- Dilayani 4 Armada Roro, Arus Mudik ke Pulau Bengkalis Meningkat Lancar
- Sambut Lebaran, Warung Koffie Batavia Santuni 25 Anak Panti Asuhan
- Puncak Mudik Lebaran Diprediksi Besok, Bandara SSK II Bakal Disesaki 15 Ribu Penumpang
- Perusahaan Penyedia Bahan Pokok "Lalai",
Pasar Murah Ramadhan Bengkalis di 10 Kecamatan Gagal Digelar

- FKIJK Riau Berbagi 200 Paket Sembako di Kelurahan Tangkerang Tengah, Pekanbaru
- IMA Chapter Pekanbaru Bagikan 1000 Paket Sembako untuk Warga Pekanbaru dan Sekitarnya
- Program Kemitraan,
Pertamina Salurkan Bantuan Rp5 Miliar kepada Pengusaha Kecil Menengah

- Bantu Warga di 19 Desa dan Kelurahan,
RAPP Gelar Operasi Pasar Murah Ramadhan di Lima Kabupaten

- Sambut Idul Fitri 2018,
Mal SKA Pekanbaru Gelar Event Lebaran Night Sale

- Kopkar RAPP Bagikan Bingkisan untuk 8000 Anggota
- Rp 51,7 Juta Disalurkan,
PLN Pasirpangaraian Berbagi Kebahagiaan Ramadhan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa

- Santuni Anak Yatim PT Rifan Rajai Perusahaan Pialang Saham
- Hari Ini, Outflow Bank Indonesia Rp900 Miliar
- CSR Ramadhan 1439 H,
WOM Finance Salurkan Bantuan Ke SD Negeri 152 Pekanbaru



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com