Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Selasa, 25 September 2018 21:56
Malam Purna Tugas Gubri, Bupati Kuansing Berikan Kain Songket dan Miniatur Jalur

Selasa, 25 September 2018 21:45
Meski Berdamai Berujung Penjara, Korban Laka di Bengkalis Ngaku Tidak Pernah Melapor ke Satlantas

Selasa, 25 September 2018 21:39
Sejumalah Warga Pertanyakan Hasil Kebun Desa Kiab Jaya, Pelalawan

Selasa, 25 September 2018 21:27
Harga Telur di Pekanbaru Turun, Ayam dan Cabe Naik

Selasa, 25 September 2018 21:05
Berkas Dana Kampanye, KPU Riau Beri Waktu Hingga Lusa

Selasa, 25 September 2018 20:55
Kicky Arityanto Jabat Kasi Intel Kejari Kuansing

Selasa, 25 September 2018 20:36
Smester Pertama 2018, Realisasi Investasi di Pekanbaru Tembus Rp 3,7 Triliun

Selasa, 25 September 2018 19:11
e-Ticketing Roro Air Putih-Sei Selari, Bengkalis Batal Diterapkan Tahun Ini

Selasa, 25 September 2018 18:53
Jambret di Pekanbaru Dihajar Massa Usai Rampas Gelang Seorang IRT

Selasa, 25 September 2018 18:48
RAPP Latih Manajemen Sekolah Fasilitator SD di Riau

 
loading...

Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Mahasiswa merupakan kalangn terdirik dan dapat jadi panutan. Untuk itu, BPJS Kesehatan menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta JKN-KIS pada mereka di 9 universitas.

Riauterkini-PEKANBARU-Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengadakan Goes to Campus secara bertahap di 9 perguruan tinggi ternama di Indonesia pada Selasa, (19/09/17). Ke 9 perguruan tinggi itu yakni USU, ITB, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, IPB, UI, Unpad, Universitas Sriwijaya dan Universitas Airlangga.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andani Budi Lestari menuturkan, kegiatan itu sendiri ditargetkan untuk mengedukasi para mahasiswa/i mengenai pola hidup sehat karena periode usia remaja merupakan masa paling rentan dan memiliki resiko cukup besar terkena penyakit katastropik seperi gagal ginjal, stroke, serangan jantung, hipertensi dan lain-lain.

"Katastropik tidak hanya terjadi pada orang dewas, tapi juga pada anak-anak dan remaja. Penyebabnya cenderung karena kurang olahraga, sering merokok, atau pola makan yang tidak sehat yang menyebabkan obesitas. Oleh sebab itu pola hidup sehat kepada generasi muda juga harus dilakukan sejak dini agar para generasi muda bisa terhindar dari resiko penyakit katastropik," ujarnya melalui rilis yang diterima riauterkini.com, Rabu (20/09/17).

Dia menjelaskan, dalam rentan 2014-2016 lalu, total biaya penyakit katastropik tersebut mencapai angka Rp36,3 triliun atau sekitar 28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat teratas dengan biaya tertinggi adalah penyakit hipertensi dengan jumlah mencapai Rp12,1 triliun. Disusul oleh diabates melitus Rp9,2 triliun, penyakit jantung koroner Rp7,9 triliun dan gagal ginjal kronis dengan estimasi biaya pengobatan Rp6,8 triliun. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, maka dikhawatirkan dapat membawa dampak kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

"Mahasiswa adalah kalangan berpendidikan yang dapat menjadi panutan dan calon pemimpin bangsa. Untuk itu kami berharap, melalui kegiatan Goes to Campus ini, kedepannya mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar paham arti penting hidup sehat serta menularkan semangat gotong royong untuk mensukseskan program JKN-KIS," imbuhnya.

Sementara itu, dari data sampai Agustus 2017 lalu, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 22 perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan total peserta 7.799 jiwa serta 28 perguruan tinggi swasta dengan jumlah peserta 5.195 jiwa. Kerjasama itu meliputi pendaftaran kolektif mahasiswa menjadi peserta JKN-KIS serta sosialisasi kepada mahasiswa ataupun dosen dan masyarakat sekitar lingkungan kampus yang bersangkutan.

Kemudian terhitung hingga 15 September 2017, peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia telah mencapai 181.701.561 jiwa. Dalam hal pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan 21.109 FKTP dan 5.568 FKRTL.***(gas)

Loading...


Berita lainnya..........
- Harga Telur di Pekanbaru Turun, Ayam dan Cabe Naik
- ‎Peringati HUT ke-14, RSUD Rohul Terus Berupaya Lakukan Percepatan Akreditasi
- ‎Bupati Sukiman Serahkan 10 Sertifikat Tanah Waqaf dari BPN ke Kemenag Rohul
- Animo Tinggi, Bulog Tambah Daging Beku 100 Ton di Pekanbaru
- Peringati Hari Agraria 2018,
BPN Rohul Programkan 1000 Sertifikasi Tanah Wakaf Serta 18.500 Sertifikat‎ K1 dan K3

- Walau Harga Kakau Cukup Mahal, Namun Petani Kuansing Tetap Kurang Berminat
- Warga Sambut Gembira Peresmian Sumur ke-17 dari LAZnas Chevron
- Tingkatkan Kualitas,
30 Petugas RSUD Bengkalis Digembleng Pelatihan Komunikasi Efektif

- Turlap, Bapenda Pekanbaru Temukan Banyak Tunggakan Pajak Restoran
- Tata Tapal Batas, PMD Bengkalis Gandeng BIG 
- Pengangguran di Kuansing Meningkat di Era Bupati Mursini
- Genjot Pencapaian PAD 2018, Bapenda Pekanbaru Turlap Datangi WP
- Pekan Ini, Harga TBS Sawit Riau Turun 
- Menggunakan Dana DAK, PDAM Bengkalis akan Bangun 100 SR
- Perkuat Bergaining, Bupati Kampar Ingin Tingkatkan Modal di PT Bank Riaukepri
- LPG 3 Kg Langka, Ketua DPRD Rohul Minta Bupati Tak Tinggal Diam
- Sulit Dapatkan LPG 3 Kg,
Seorang ‎Warga Tandun Mengamuk di Pangkalan, Disperindag Rohul "Turun Gunung"

- Iropin Riau Gelar Pemeriksaan dan Edukasi Gratis Mata
- Jaga Kemitraan dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani, Aspekpir Indonesia Lantik dan Kukuhkan DPP
- Menhub dan Gubri Tinjau Pelabuhan Sungai Duku


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda :
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com