Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 13 Desember 2017 17:46
Dugaan Pencemaran Limbah di Blok Rokan dan Minas,
Dewan Minta PPNS LHK Riau Cek Lapangan


Rabu, 13 Desember 2017 17:22
Honda Arista Pekanbaru Raih 3 Kategori Juara di Ajang 3S+BP+CCO Contest 2017

Rabu, 13 Desember 2017 17:18
Korupsi RTH, Pendemo Desak Kejati Periksa Gubernur Riau

Rabu, 13 Desember 2017 17:07
Para Ahli Sebut Pembatalan RKU PT. RAPP Hambat Investasi

Rabu, 13 Desember 2017 17:05
2 Pekan Jelang Natal, Harga Barang Kebutuhan Merangkak Naik

Rabu, 13 Desember 2017 17:04
Walikota Pekanbaru Optimis Pambangunan Pasar Induk Selesai Tepat Waktu

Rabu, 13 Desember 2017 16:53
Beasiswa CD PT RAPP,
Sempat Putus Asa Tidak Ada Biaya, Pemuda Kampar Ini Akhirnya Bisa Kuliah


Rabu, 13 Desember 2017 16:48
Tingkatkan PAD, Bapenda Pekanbaru Revisi Empat Perda Pajak

Rabu, 13 Desember 2017 16:39
Majelis Tinggi Partai Demokrat Belum Putuskan Paslon Gubernur Riau

Rabu, 13 Desember 2017 16:32
Dukung Dakwah Fitrah Madani,
PKK dan BKMT Meranti Serahkan Bantuan untuk Kaum Du'afa dan Mu'alaf


 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 20 September 2017 20:50
Kunjungi 9 Perguruan Tinggi,
BPJS Kesehatan Beri Edukasi Pola Hidup Sehat kepada Mahasiswa


Mahasiswa merupakan kalangn terdirik dan dapat jadi panutan. Untuk itu, BPJS Kesehatan menyosialisasikan pentingnya menjadi peserta JKN-KIS pada mereka di 9 universitas.

Riauterkini-PEKANBARU-Untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjadi peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan mengadakan Goes to Campus secara bertahap di 9 perguruan tinggi ternama di Indonesia pada Selasa, (19/09/17). Ke 9 perguruan tinggi itu yakni USU, ITB, Universitas Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, IPB, UI, Unpad, Universitas Sriwijaya dan Universitas Airlangga.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andani Budi Lestari menuturkan, kegiatan itu sendiri ditargetkan untuk mengedukasi para mahasiswa/i mengenai pola hidup sehat karena periode usia remaja merupakan masa paling rentan dan memiliki resiko cukup besar terkena penyakit katastropik seperi gagal ginjal, stroke, serangan jantung, hipertensi dan lain-lain.

"Katastropik tidak hanya terjadi pada orang dewas, tapi juga pada anak-anak dan remaja. Penyebabnya cenderung karena kurang olahraga, sering merokok, atau pola makan yang tidak sehat yang menyebabkan obesitas. Oleh sebab itu pola hidup sehat kepada generasi muda juga harus dilakukan sejak dini agar para generasi muda bisa terhindar dari resiko penyakit katastropik," ujarnya melalui rilis yang diterima riauterkini.com, Rabu (20/09/17).

Dia menjelaskan, dalam rentan 2014-2016 lalu, total biaya penyakit katastropik tersebut mencapai angka Rp36,3 triliun atau sekitar 28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Peringkat teratas dengan biaya tertinggi adalah penyakit hipertensi dengan jumlah mencapai Rp12,1 triliun. Disusul oleh diabates melitus Rp9,2 triliun, penyakit jantung koroner Rp7,9 triliun dan gagal ginjal kronis dengan estimasi biaya pengobatan Rp6,8 triliun. Menurutnya, jika hal itu dibiarkan, maka dikhawatirkan dapat membawa dampak kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS.

"Mahasiswa adalah kalangan berpendidikan yang dapat menjadi panutan dan calon pemimpin bangsa. Untuk itu kami berharap, melalui kegiatan Goes to Campus ini, kedepannya mahasiswa bisa mengedukasi masyarakat di lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar paham arti penting hidup sehat serta menularkan semangat gotong royong untuk mensukseskan program JKN-KIS," imbuhnya.

Sementara itu, dari data sampai Agustus 2017 lalu, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 22 perguruan tinggi negeri di Indonesia dengan total peserta 7.799 jiwa serta 28 perguruan tinggi swasta dengan jumlah peserta 5.195 jiwa. Kerjasama itu meliputi pendaftaran kolektif mahasiswa menjadi peserta JKN-KIS serta sosialisasi kepada mahasiswa ataupun dosen dan masyarakat sekitar lingkungan kampus yang bersangkutan.

Kemudian terhitung hingga 15 September 2017, peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia telah mencapai 181.701.561 jiwa. Dalam hal pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan juga telah bekerjasama dengan 21.109 FKTP dan 5.568 FKRTL.***(gas)



Berita lainnya..........
- 2 Pekan Jelang Natal, Harga Barang Kebutuhan Merangkak Naik
- Walikota Pekanbaru Optimis Pambangunan Pasar Induk Selesai Tepat Waktu
- Tingkatkan PAD, Bapenda Pekanbaru Revisi Empat Perda Pajak
- Bupati Bengkalis Hadiri Grand Opening Surya Daya Residence
- Revitalisasi Pasar Higienis Selesai, Siap-siap PKL Jalan Teratai Segera Digusur
- DPMPTS Dumai Sosialisasikan SOP Perizinan dan Non Perizinan Tahun 2017
- Telat Gelar RAT, Koperasi di Bengkalis Diminta Siap-siap Terima Sanksi
- Sembako di Bengkalis Terpantau Aman Hingga Tiga Bulan
- Walikota Pekanbaru Janji, Tahun Depan DPM-PTS Jadi Mall Pelayanan Publik
- 2018 Terapkan Single Salary, BPKAD Pekanbaru Optimis Bisa Hemat Hingga 50 Persen
- Terlantar Bertahun, Ambulance Pemkab Bengkalis di Duri Jadi Besi Tua dan Sarang Hantu
- Bank BRI Kancab Pasirpangaraian Salurkan CSR Rp282 Juta untuk Revitalisasi Pasar Modern Rohul
- Sebut Ekonomi Riau Mulai Tumbuh, Gubri Buka Pertemuan Tahunan Bank Indonesia
- Tahun Depan, Gaji THL Pemko Pekanbaru Naik
- Soal Industri Kertas & Pulp, SPSI Riau Tuding Jikalahari Mengada-ada
- Ini Penyebab LPG 3 Kg di Kabupaten Rohul Langka
- Dirut dan Direktur Operasional Bank Riau Kepri Bersilaturrahmi dengan Kapolda Riau
- Rencana Pembubaran Koperasi Tidak Aktif,
Diskop UKM Bengkalis Tampung Sanggahan Hingga Waktu 6 Bulan

- Cuaca Sebabkan Harga Cabai di Pekanbaru Tinggi
- Baru Siap Dikerjakan, Pengaspalan Jalan Sungai Sirih Bandar Petalangan Mulai Hancur


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.82.79.109
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com