Home > Usaha >>
Berita Terhangat..
Rabu, 18 Oktober 2017 10:47
Sakit, Dua JH Asal Bengkalis Masih di Mekkah

Rabu, 18 Oktober 2017 10:12
18 Parpol Daftar Ikut Pemilu 2019, Partai Idaman Ditolak KPU Bengkalis

Rabu, 18 Oktober 2017 10:05
Polisi Pelabuhan Pekanbaru Gerebek Seorang Pengedar Sabu di Kos-kosan

Rabu, 18 Oktober 2017 09:55
Beredar Surat DPP PDIP, Usung Harris-Yopi di Pilgubri 2018

Rabu, 18 Oktober 2017 07:58
Daftar Ikut Pemilu 2019, KPU Riau Nyatakan Berkas 11 Parpol Lengkap

Rabu, 18 Oktober 2017 06:35
Bawa Sabu Senilai Rp85 Juta, Warga Sumut Ditangkap Polisi di Duri

Selasa, 17 Oktober 2017 23:15
Perkenalkan Mata Uang Digital,
Bitconnect Berikan Seminar Edukasi Gratis di Pekanbaru


Selasa, 17 Oktober 2017 22:10
Hentikan Operasi Pabrik Batu Bata,
Dewan Minta Camat Bantan Kaji Ulang Kebijakannya


Selasa, 17 Oktober 2017 21:22
Satpol PP Pekanbaru Tertibkan Reklame Ilegal di Jalan Soekarno Hatta

Selasa, 17 Oktober 2017 20:38
Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik

 
loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 11 Agustus 2017 13:44
Waspada, Garam Mulai Mahal dan Menghilang di Riau

Krisis garam yang terjadi di Jawa mulai menyebar ke seluruh Indonesia. Riau juga terimbas. Kini bumbu utama tersebut harganya melonjak dan kian sulit didapat.

Riauterkini-PEKANBARU- Masyarakat Kecamatan Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar sejak sepekan terakhir tidak bisa mendapatkan garam. Hampir seluruh kedai harian tak lagi memilik stok garam untuk dijual. Sisa sedikit dipergunakan sendiri pemilik kedai untuk bumbu di dapur.

Bahkan saat hari pasar yang digelar sepekan sekali pun, tak seorang pun pedagang yang membawa garam. Seperti di Pasar Jum’at Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Jumat (11/8/17) tidak ada seorang pun pedagang yang menjual garam.

“Sudah tidak ada lagi kedai yang menjual garam. Bahkan, hari ini di Pasar Jum’at pun tidak ada yang menjual garam. Entah macam manalah kami ini mau masak tanpa garam,” keluh Yesi, seorang ibu rumah tangga di Kuntu saat dihubungi riauterkinicom.

Kondisi nyaris serupa ternyata juga mulai terjadi di Pekanbaru. Garam sudah hampir sebulan pasokannya tersendat. Stok yang tersisa jumlahnya sangat terbatas dan harganya melonjak. Menurut Nasuha, seorang distributor kecil yang memasuk sejumlah bumbu ke kedai-kedai di sejumlah pasar di Pekanbaru, dari empat gudang kebutuhan pokok yang jadi langganannya di Pekanbaru, hanya satu yang masih punya stok garam.

“Sudah sebulan ini pasokan garam seret. Sekarang dari empat gudang yang saya tahu di Pekanbaru, hanya tinggal satu yang masih punya garam. Itu pun berebut mendapatnnya,” tutur Nasuha pada riauterkinicom.

Selain sulit didapat, Nasuha juga mengatakan kalau harga garam kini mulai mahal. Misalnya untuk garam kasar kemasan 10 bungkus yang normalnya seharga Rp10 ribu, kini jadi Rp14 ribu. Lonjakan lebih tinggi terjadi pada garam halus kemasan 40 bungkus. Biasanya hanya Rp40 ribu, kini Rp70 ribu. Naik hampir 100 persen.

“Kalau garam halus, selain sangat mahal juga sudah tak ada lagi. Saya sudah sepekan ini tak dapat pasokan garam halus,” keluh Nasuha.***(mad)



loading...

Berita lainnya..........
- Permintaan CPO Naik,  Harga TBS di Riau Pekan Ini Ikut Naik
- OJK Gandeng MUI Riau Kembangkan Bwnk Syariah
- Terkait Samsat Online,
Bank Riau Kepri daan Bapenda Riau Kunjungi BJB

- Walikota Pekanbaru Sebut Masalah Pasar Kaget seperti Lingkaran Setan
- Pembangunan Pasar Pekanbaru Induk Macet, Pemko Bakal Tegur Investor
- Ada Diskon 28 Persen,
Pelanggan PLN Bengkalis Diimbau untuk Tambah Daya

- Triwulan Tiga 2017, PAD Parkir Tembus Angka Rp6,7 Miliar


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.162.152.232
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com