Untitled Document
Kamis, 9 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 28 Mei 2015 16:53
Polres Bersama Disperindag dan Dispas Cek Peredaran Beras Plastik di Kampar

Kamis, 28 Mei 2015 16:48
Empat Cabup dan Satu Cawabup Pelalawan Ikuti Fit and Propertest di DPP PDI Perjuangan

Kamis, 28 Mei 2015 16:44
Hatrick Opini WTP dari BPK, Bupati Meranti Puji Kinerja SKPD

Kamis, 28 Mei 2015 16:38
Perkembangan Kasus Suap APBD Riau di KPK 'Masih Membeku'

Kamis, 28 Mei 2015 16:36
Pelanggar Operasi Patuh 2015 di Duri Keluhkan Lokasi Sidang di Bengkalis

Kamis, 28 Mei 2015 16:33
Belum Siap, Jaksa Tunda Tuntutan Mantan Anggota DPRD Riau Terdakwa Sabu

Kamis, 28 Mei 2015 16:31
Polres Kampar Blender 23,33 Gram Sabu dan 8 Butir Esktasi



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Hatrick Opini WTP dari BPK, Bupati Meranti Puji Kinerja SKPD
- Wawako Hadiri Peresmian Gedung Baru PT Suka Fajar
- Kantongi SK Notaris, APPR Minta Dukungan Pemko dan Masyarakat
- Hasil Loading Test,
Pemprov Riau Diminta Selalu Pelihara Jembatan Siak III

- Kadis Sebelumnya Meninggal, Harisman Jabat Plt Kepala Dinas BMP Rohul
- DKP Keluhkan Banyaknya Sampah di Arena CFD
- Depkumham Prioritaskan Wacana Pulau Jemur Tempat Penampungan Imigran


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.147.217.76
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com