Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 29 Mei 2016 06:33
Petugas Berhasil Selamatkan Gudang Keputuhan Pokok di Ujungbatu dari Kebakaran

Ahad, 29 Mei 2016 06:30
Jaksa Sudah Periksa 15 Saksi Dugaan Korupsi Dana Universitas KM

Ahad, 29 Mei 2016 06:29
Pansus Sengketa Lahan DPRD Bengkalis Temui Masyarakat Sakai

Sabtu, 28 Mei 2016 22:02
Sambut Ramadhan, Bupati Harris Hadiri Tabligh Akbar di Langgam

Sabtu, 28 Mei 2016 21:59
Kejagung Rombak Pejabat,
Uung Abdul Syukur Gantikan Susdiyarto Agung Jadi Kajati Riau


Sabtu, 28 Mei 2016 21:56
Diprakarsai Binmas Polres,
HUT ke-70 Bhayangkara di Taman Kreatif Pelalawan Berjalan Sukses


Sabtu, 28 Mei 2016 21:52
Peduli Lingkungan,
Himpunan Mahasiswa Biologi Riau Aksi Damai di Pasirpangaraian




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Sambut Ramadhan, Bupati Harris Hadiri Tabligh Akbar di Langgam
- Sempena HUT Bhayangkara ke-70,
Komunitas Motor Pelalawan Gelar Berbagai Kegiatan 'Edukasi'

- 60 Persen Tera Timbangan di PKS Bermasalah,
Diskoperindag Rohul Baru Bisa Tertibkan Oktober 2016

- Padamkan Arus, PLN Duri Lakukan Perawatan GI Jelang Ramadhan dan Syawal
- Bakar Tongkang dan 4 Tradisi dan Olahraga di Riau Masuk Kalender Wisata Nasional 2016
- Pansel akan Kumpulkan Rekam Jejak Peserta Calon Sekda
- Sambut Ramadhan, Karyawan RAPP Jalin Silaturahmi di Pulau Padang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.158.204.142
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com