Untitled Document
Kamis, 2 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 28 Agustus 2014 17:59
Dugaan Korupsi Dana Posyandu,
Anggota DPRD Dumai Terpilih Tak Takut Dipolisikan


Kamis, 28 Agustus 2014 17:50
Diikuti Puluhan Ribu Klub Motor,
Sumatera Bike Week Tahun Ini Digelar di Riau


Kamis, 28 Agustus 2014 17:44
Cegah Anarkis, Bupati Kuansing Turun ke Areal PT Duta Palma

Kamis, 28 Agustus 2014 17:40
Margenie Winart Asal Pekanbaru Wakili Indonesia Miss Grend Internasional 2014

Kamis, 28 Agustus 2014 17:40
Wijaya Kusuma dan Hangtuah Home Promo DP 10 Persen

Kamis, 28 Agustus 2014 17:33
Isu Penemuan Mayat Bocah Hebohkan Masyarakat Kandis

Kamis, 28 Agustus 2014 17:01
Wabup Rohil Kunjungi Sungai Daun Palika



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Margenie Winart Asal Pekanbaru Wakili Indonesia Miss Grend Internasional 2014
- Wabup Rohil Kunjungi Sungai Daun Palika
- Pasca Pencabutan Kebijakan Pembatasan,
Pasokan BBM di Pulau Bengkalis Belum Jelas akan Normal

- PKK Bengkalis Ikuti Jambore Kader Nasional di Jakarta
- September, Pemko Akan Mutasi 9 Pejabat Eselon II dan III
- Terkait Surat Dispensasi Kos 70 Pintu,
Pemko Pekanbaru akan Panggil Kadistarubang

- Keberatan dengan Sistem CAT, Menpan-RB Akan Surati Gubri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.138.180
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com