Untitled Document
Senin, 30 Ramadhan 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 28 Juli 2014 06:30
Helat Pawai Takbir Idul Fitri 1435H di Meranti Penuh Kereasi Menakjubkan

Senin, 28 Juli 2014 06:28
Sempat Hujan, Lomba Pawai Takbir Himapelta Tandun Meriah

Ahad, 27 Juli 2014 21:22
Helikopter Jatuhkan 36 Bom Air untuk Padamkan 24 Titik Api di Rohul

Ahad, 27 Juli 2014 21:19
Dilepas Bupati Inhil,
7000-an Peserta Ikuti Pawai Takbir Tembilahan Ketupat Festival


Ahad, 27 Juli 2014 18:03
H-1 Lebaran, Arus Mudik di Riau Rengut 14 Korban Jiwa

Ahad, 27 Juli 2014 17:55
Pos Pelayanan di Istana Siak Sepi,
Puncak Keramaian di Siak Diperkirakan Idul Fitri ke 2


Ahad, 27 Juli 2014 15:46
Bupati Bengkalis Undang Masyarakat Berlebaran ke Rumah Dinasnya



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Helat Pawai Takbir Idul Fitri 1435H di Meranti Penuh Kereasi Menakjubkan
- Sempat Hujan, Lomba Pawai Takbir Himapelta Tandun Meriah
- Dilepas Bupati Inhil,
7000-an Peserta Ikuti Pawai Takbir Tembilahan Ketupat Festival

- Pos Pelayanan di Istana Siak Sepi,
Puncak Keramaian di Siak Diperkirakan Idul Fitri ke 2

- Speedboat asal Batam Terbakar di Perairan Kecamatan Mandah
- Sejarah, Gubri tak Pantau Langsung Arus Mudik dan Persiapan Lebaran
- Jalan Lintas ke Tembilahan Rusak Parah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.173.169
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com