Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 28 Juni 2016 21:55
Gaji ke-13 Cair Jelang Lebaran,
Hari Ini, 6.617 ASN Inhu Terima Gaji ke-14


Selasa, 28 Juni 2016 21:49
PKS Putuskan Usung Ayat Calon Walikota, Firdaus Siap Bertanding

Selasa, 28 Juni 2016 21:46
Satu Orang Tewas,
Truk Bermuatan Batu Bara Terjungkal di Pasar Lubukjambi


Selasa, 28 Juni 2016 21:43
‎Bupati Bengkalis "Jual" 850 Paket Sembako Subsidi di Bantan

Selasa, 28 Juni 2016 21:38
Enggan Cairkan Dana Rp800 Juta di Pemko Pekanbaru,
PT MIG Curigai Ada Denda yang Tidak Logis


Selasa, 28 Juni 2016 21:33
Polresta Pekanbaru Gerebek 4 Mahasiswa Lagi Pesta Narkoba

Selasa, 28 Juni 2016 17:49
Antisipasi Hal yang Tak Diinginkan,
Gubri Didesak Segera Kirimkan Nama Calon Wakilnya ke DPRD Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Gaji ke-13 Cair Jelang Lebaran,
Hari Ini, 6.617 ASN Inhu Terima Gaji ke-14

- ‎Bupati Bengkalis "Jual" 850 Paket Sembako Subsidi di Bantan
- Enggan Cairkan Dana Rp800 Juta di Pemko Pekanbaru,
PT MIG Curigai Ada Denda yang Tidak Logis

- Dewan Minta Disnakertran Pelalawan Usut Laka Kerja PT Adei Plantation
- Mutasi, 36 Pejabat Pemko Dilantik Wawako Pekanbaru
- Diskes Riau Lakukan Pengawasan Peredaran Vaksin Palsu
- Gaji Eks Karyawan PT MIG Tak Dibayar,
Zulkifli : Pemko Pekanbaru akan Tempuh Jalur Hukum



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.224.30.89
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com