Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 4 September 2015 21:27


Jum’at, 4 September 2015 20:42
Danramil Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan Pimpin Padamkan Karhutlah

Jum’at, 4 September 2015 19:04
Dewan Sebut Karhutlah di Riau Banyak Dilakukan Orang Luar

Jum’at, 4 September 2015 18:48
Pilkada Rohul, Panwas Mulai Menertibkan APK Tiga Paslon

Jum’at, 4 September 2015 18:44
RAPP Bagikan 2.000 Masker di Pulau Padang

Jum’at, 4 September 2015 18:19
Cabuli IRT, Karyawan PT. KUS Rohul Dilaporkan ke Polisi

Jum’at, 4 September 2015 17:29
Karhutla Makin Parah, Presiden Joko Widodo Berencana Datang di Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Danramil Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan Pimpin Padamkan Karhutlah
- RAPP Bagikan 2.000 Masker di Pulau Padang
- Karhutla Makin Parah, Presiden Joko Widodo Berencana Datang di Riau
- Hanya 50 Persen Terdaftar JKN,
BPJS Kesehatan Imbau PPNPN di Riau Mendaftar

- ‎1.300 TKA Cina Akan Eksodus ke Bengkalis?
- ‎Mundur, Direktur RSUD Bengkalis Dijabat Plt
- Riau Masih "PD" dengan Status Siaga Darurat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.247.143
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com