Untitled Document
Jumat, 14 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 31 Juli 2015 07:26
Pemkab Meranti Serius Adopsi Program RTMPE Kampar

Jum’at, 31 Juli 2015 07:24
Marak Penipuan, Menpan-RB Imbau Masyarakat Waspada Penerimaan CPNS

Jum’at, 31 Juli 2015 07:22
HUT ke-503 Bengkalis, DPRD Bengkalis Gelar Paripurna Istimewa

Kamis, 30 Juli 2015 21:06
Bupati Herliyan Saleh Resmikan Bengkalis Expo 2015

Kamis, 30 Juli 2015 21:00
Maling Spesialis Jok Motor di Bengkalis Seorang PNS

Kamis, 30 Juli 2015 20:52


Kamis, 30 Juli 2015 20:39
Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Laksanakan Pembangunan Fisik



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Hari Jadi Kota Pekanbaru 231, Pemko Akan Datangkan Artis Ibu Kota
- Kontrak Rp 2,2 Juta Per Bulan ,
Dua Kantor Lurah di Duri Sewa Rumah Warga

- Bupati Inhu Bantah Tampar Wartawan
- 80 Persen JCH Rohul Lanjut Usia, Perlu Diberi Pemahaman Ekstra
- Banggar Desak Pemprov Segera Serahkan KUA-PPAS RAPBD Perubahan 2015
- ‎Pemko Optimis Kota Pekanbaru Kembali Raih Adipura
- Sibuk Sosialisasikan Hafith-Nasrul, Fraksi Demokrat Rohul Tetap Bekerja


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.168.37
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com