Untitled Document
Rabu, 14 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 1 Juli 2015 19:28
Tiba di Pekanbaru, Tiga Prajurit Paskhas TNI AU Korban Hercules Jatuh Disambut Tangis Keluarga

Rabu, 1 Juli 2015 18:58
Sempena HUT ke-69 Bhayangkara, Polsek Mandau Gelar Bukber dengan Masyarakat

Rabu, 1 Juli 2015 18:52
Razia Lagi, Satpol PP dan Dinsos Pekanbaru Jaring Tujuh Gepeng

Rabu, 1 Juli 2015 18:27
Ratusan Petasan Disita Polisi Rohul dari Tiga Pedagang di Desa Dayo

Rabu, 1 Juli 2015 16:50
Jadi Pecandu Sabu-sabu, Bocah SD di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Rabu, 1 Juli 2015 16:41
24 Anggota Panwascam Dilantik Ketua Panwas Bengkalis

Rabu, 1 Juli 2015 16:38
Proyek Provinsi di Inhil,
Dewan Minta Pemprov Tingkatkan Pengawasan




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Tiba di Pekanbaru, Tiga Prajurit Paskhas TNI AU Korban Hercules Jatuh Disambut Tangis Keluarga
- Sempena HUT ke-69 Bhayangkara, Polsek Mandau Gelar Bukber dengan Masyarakat
- 24 Anggota Panwascam Dilantik Ketua Panwas Bengkalis
- Kedisiplinan PN Menurun,
Wawako Pekanbaru Ajak Bekerja dengan Cinta

- Dishub Dumai: 542 Angkutan Siap Layani Mudik Lebaran
- Wawako Agus Hadiri Pisah Sambut Kajari Dumai
- Monitoring Lahan dan Perizinan,
Pansus Lahan DPRD Riau Bentuk Dua



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.252.1
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com