Untitled Document
Senin, 8 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 27 April 2015 14:05
Plt Sekda Rohil Lantik Lurah Bagan Kota

Senin, 27 April 2015 13:54
Diprotes Warga, Proyek Lanjutan Pasar Modern Rohul Terkendala

Senin, 27 April 2015 13:44
‎Pisah Sambut Karo Humas, Yose Bangga Penggantinya dari Internal Sendiri

Senin, 27 April 2015 13:07
10 Anak Punk dari Sumut dan Sumbar Diamankan Satpol PP Rohul

Senin, 27 April 2015 13:05
Muswil Perdana, LIRA Riau Diminta Pantau Program Pemberdayaan Desa

Senin, 27 April 2015 13:01
Defisit Rp302 M, Bupati Meranti Intruksikan Penghematan Anggaran

Senin, 27 April 2015 12:58
SMAN 1 Kandis Juarai Kompetisi Cerdas Cermat Chevron 2015



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Diprotes Warga, Proyek Lanjutan Pasar Modern Rohul Terkendala
- ‎Pisah Sambut Karo Humas, Yose Bangga Penggantinya dari Internal Sendiri
- Muswil Perdana, LIRA Riau Diminta Pantau Program Pemberdayaan Desa
- Defisit Rp302 M, Bupati Meranti Intruksikan Penghematan Anggaran
- Balita Gizi Buruk Asal Pekanbaru Dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad
- Plt Gubri Pimpin Serah-terima Jabatan 61 Pejabat
- Walikota Firdaus Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.207.36
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com