Untitled Document
Rabu, 6 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 1 Oktober 2014 06:37
Suap Alih Fungsi Hutan Kepada Gubri,
KPK Sebut Terbuka Peluang Tersangka Baru


Rabu, 1 Oktober 2014 06:03
Aldo, Bocah Malang Tanpa Anus di Kuansing Akhirnya Meninggal Dunia

Rabu, 1 Oktober 2014 05:55
Bupati Bengkalis Lantik BPD Se-Kecamatan Pinggir

Rabu, 1 Oktober 2014 05:48
Simpan 21 Paket Sabu,
Ketua BPD Empang Pandan Ditangkap Polres Siak


Rabu, 1 Oktober 2014 05:41
EFS RAPP Siap Mitigasi Konflik Satwa Liar-Masyarakat

Selasa, 30 September 2014 21:34
Rampok Gunakan Senpi di Pekanbaru Pura-pura Tanya Alamat

Selasa, 30 September 2014 19:56
Dugaan Suap Alih Fungsi Lahan,
Gubri Keluar dari Gedung KPK Setelah Diperiksa 7 Jam untuk Gulat




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Aldo, Bocah Malang Tanpa Anus di Kuansing Akhirnya Meninggal Dunia
- EFS RAPP Siap Mitigasi Konflik Satwa Liar-Masyarakat
- 300 Lampu Jalan Rusak di Pekanbaru
- Masa Pendaftaran Diperpanjang,
Pendaftar CPNS Riau Online Tembus 13.303 Orang

- Terminal Bayangan Jadi Target Razia Gabungan Dishub Pekanbaru
- 84 Guru Ikuti Workshop KKG Disdik Dumai
- Terkait Ganti Rugi Bendungan Sei Pagadis,
7 Pemilik Lahan Temui Dinas BMP Rohul



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 107.21.163.167
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com