Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 3 Mei 2016 07:11
Korupsi Modal PT BLJ Rp300 M,
Sekda dan Kepala Inspektorat Bengkalis Ditahan Kejagung


Senin, 2 Mei 2016 23:46
Disdikpora Rohul Distribusikan Logistik UN ke SMP dan MTs

Senin, 2 Mei 2016 23:12
BKP2D Bantah Ada Pegawai Siluman di Pemprov ‎Riau

Senin, 2 Mei 2016 22:40
Polisi Amankan Enam Penyerang Personel Satpol PP Pekanbaru

Senin, 2 Mei 2016 22:02
Pakaian Kerja Honor Pemkab Rohul Kembali Diseragamkan dengan PNS

Senin, 2 Mei 2016 21:50
Pilwako Pekanbaru 2017, PKS Tetapkan Dua Syarat Bagi Calon yang Ingin Gunakan Partai

Senin, 2 Mei 2016 21:01
Pindahkan Bangkai Reklame,
Dua Personel Pol PP Pekanbaru Dikeroyok Preman Tak Dikenal




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- BKP2D Bantah Ada Pegawai Siluman di Pemprov ‎Riau
- Pakaian Kerja Honor Pemkab Rohul Kembali Diseragamkan dengan PNS
- Tiga Pejabat Pemko Pekanbaru Daftar Sekda Prov Riau,
Walikota Firdaus Bangga dan Ucapkan Selamat Berjuang

- Hardiknas 2016, Walikota Dumai Serahkan Penghargaan ke Tenaga Pendidik dan Sekolah
- Bupati Syamsuar Buka Pertemuan Forum Anak Riau di Siak
- Ikuti Kelompok Radikal Santono,
Orang Tua Fadlan di Dumai Minta Pemerinta Bina Anaknya

- Penghentian Pembangunan Gerbang IPDN Rohil Belum Ada Solusi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.221.165.157
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com