Untitled Document
Senin, 27 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 22 September 2014 19:04
Kantor Imigrasi Pekanbaru Dalami Tindak Pidana 12 WNA

Senin, 22 September 2014 18:57
Pemkab Pelalawan Hanya Lelang 372 Proyek dari 493 Paket

Senin, 22 September 2014 18:52
Demokrat Segera Putuskan Nama Wakil Ketua DPRD Riau

Senin, 22 September 2014 18:46
Pendaftaran CPNS,
BKD Riau Bentuk Desk Informasi


Senin, 22 September 2014 17:55
Uang Rp10 Juta Jadi Barang Bukti,
Mabes Polri Dikabarkan Kirim SPDP Dugaan Pencabulan Gubri


Senin, 22 September 2014 17:50
Dua Tahun, Meranti Terima Penghargaan Penialaian WTP dari Menkeu RI

Senin, 22 September 2014 17:40
Bupati Bengkalis Siap Mediasi Kisruh STIE Syari’ah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Pemkab Pelalawan Hanya Lelang 372 Proyek dari 493 Paket
- Pendaftaran CPNS,
BKD Riau Bentuk Desk Informasi

- Langgar Aturan, 17 PNS Pemkab Bengkalis Dikenai Sanksi Disiplin
- Masih Ada Rp7 Miliar, Pemprov Riau Belum Gunakan Dana Tanggap Darurat
- Pengunjung Riau Expo Belajar Membatik di Stand RAPP
- Sempena HUT ke-57 GOPTKI,
Wakil Walikota Pekanbaru Imbau Masyarakat Bentuk Generasi Emas

- Pemkab Pelalawan Siap Kelola Danau Tajwid Jadi Objek Wisata


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.200.144
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com