Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:20
Waspada, LGBT Prilaku Seks Menyimpang Mulai Jangkiti Remaja di Meranti

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:16
Penemuan Mayat di Ujungbatu, Korban Diduga Alami Gangguan Jiwa

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:08
GAPKI Cabang Riau Salurkan Bantuan pada Korban Banjir Kampar

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:03
Baru Dapat Persetujuan KASN, 19 Pejabat Eselon II Inhil Dilantik Ulang

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:00
Peduli Korban Banjir, Rohis Kampar Serahkan Bantuan Sembako

Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:53
Tempat dan Waktu Pelantikan 4 Kepala Daerah di Riau Berpotensi Berubah

Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:51
Effendi Simbolon Dianggap Hina Puak Melayu, Geramm Geruduk DPD PDIP Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Waspada, LGBT Prilaku Seks Menyimpang Mulai Jangkiti Remaja di Meranti
- GAPKI Cabang Riau Salurkan Bantuan pada Korban Banjir Kampar
- Peduli Korban Banjir, Rohis Kampar Serahkan Bantuan Sembako
- PLN Peduli, 300 Paket Sembako Dibagikan untuk Korban Banjir Kampar
- MUI Mengaku Siap Bimbing Eks Gafatar
- Senin Lusa, DPRD Riau Laporkan 33 Perusahaan Bermasalah ke Penegak Hukum
- Warga Ujungbatu Temukan Mayat Mr.X di Kebun Sawit


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.243.192
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com