Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 Juli 2016 22:45
Bupati Syamsuar Pertanyakan Anggaran Rp30 M di Dinsosnakertrans Siak

Jum’at, 29 Juli 2016 22:35
Malam ini, Polisi Gerbek Jaringan Pengedar Narkoba di Meranti

Jum’at, 29 Juli 2016 19:51
Catatan KontraS,
Inilah Jejak Kasus Dua Warga Meranti Hingga Divonis Mati


Jum’at, 29 Juli 2016 19:35
Sudah Tujuh Bulan,
3.000 Guru MDA dan Madrasah tidak Terima Bantuan Hibah dari Pemkab Rohul


Jum’at, 29 Juli 2016 19:23
Beri Bantuan Insentif Rp30 Juta,
Pengelola Ponpes Mamba'ul Ma'arif Sebut RAPP Penyemangat Mereka


Jum’at, 29 Juli 2016 19:09
Komisi I DPR RI Lihat Langsung Alutsista di Lanud Roesmin Nurjadin

Jum’at, 29 Juli 2016 17:57
Masuk Eksekusi Mati Jilid III,
Gambaran Hidup Pujo dan Agus di Kepulauan Meranti




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 24 Pebruari 2006 14:14
Cegah Flu Burung
Dirancang Larangan Pelihara Unggas di Perumahan


Salah satu cara untuk mencegah flu burung adalah menjauhkan ungas dari tempat tinggal, karena itu sedang dirancang larangan memelihara unggas di perumahan.

Riauterkini-PEKANBARU- Selama ini banyak masyarakat memelihara unggas, baik ayam, burung maupun jenis lain di lingkungan rumah. Praktek beternak semacam itu dinilai sangat rawan menjadi salah satu sebab penyebaran virus flu burung. Karena itu tengah dirancang sebuah peraturan yang berisi larangan memelihara unggas di perumahan.

"Kalau ada unggas di perumahan dan kemudian terinveksi virus flu burung, langkah pemusnahannya jauh lebih sulit jika dibandingkan dengan kasus serupa yang terjadi di peternakan khusus jauh dari pemukiman masyarakat," ujar Kadis Peternakan Riau Marzuki Husein kepada riauterkini di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Karena itu di luar negeri sudah lama dilakukan larangan memelihara unggas di perumahan. Peraturan serupa mulai diterapkan di Jakarta. Sementara di Riau tengah dirancang ketentuan semacam itu. "Nantinya tidak boleh lagi ada warga memelihara ayam, itik atau burung di perumahan. Kita tengah merancang ketentuan mengenai larangan tersebut," ujar Marzuki.

Rancangan ketentuan tersebut nantinya akan dikonsultasikan dengan gubernur dan bupati serta walikota. Setelah disepakati, kelak tidak ada lagi unggas yang berkeliaran di perumahan masyarakat.

Larangan tersebut juga menyangkut memelihara unggas untuk hoby, seperti memelihara burung atau ayam aduan. Jikapun memelihara unggas jenis tersebut bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi standar yang ditetapkan untuk mencegah kemungkinan terjangkitnya virus flu burung.

Dijelaskan Marzuki, ketentuan tersebut penting diterapkan sebagai langkah antisipasi meluasnya virus flu burung. Selain itu juga digunakan sebagai antisipasi gejolak sosial sebagai dampak flu burung. "Bisa saja ada tetangga yang bersitegang dengan tetangganya yang memiliki unggas, dan menudingnya sebagai penyebar virus flu burung. Kondisi inilah yang harus dihindari," demikian penjelasan Marzuki Husein.***(mad)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Bupati Syamsuar Pertanyakan Anggaran Rp30 M di Dinsosnakertrans Siak
- Masuk Eksekusi Mati Jilid III,
Gambaran Hidup Pujo dan Agus di Kepulauan Meranti

- Minggu Depan, Gubri Lantik Ahmad Hijazi Jadi Sekdaprov Riau
- PLN Rayon Dumai Kembali Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Pemko Minta Pusat Jadikan Dumai Pintu Masuk Bawang Impor
- Mulai Uang AC Hingga Mushala,
Orang Tua Siswa SMPN 1 Rambah, Rohul Keluhkan Banyak Kutipan

- Kepala BKP2D Lantik Pejabat Eselon III dan IV Badan Penghubung Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.131.112
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com