Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 11 Pebruari 2016 23:12
Jefry Imbau Perusahaan Peduli dengan Banjir Kampar

Kamis, 11 Pebruari 2016 23:05
LAM Kecam Pernyataan Effendi Simbolon Melecehkan Melayu

Kamis, 11 Pebruari 2016 22:33
Pemulangan Eks Gafatar ke Daerah Ditunda Hingga Senin Mendatang

Kamis, 11 Pebruari 2016 21:42
Peduli Korban Bencana Banjir Kampar, RAPP Bantu 6,9 Ton Beras

Kamis, 11 Pebruari 2016 20:22
Walikota Pekanbaru Beri Bantuan Korban Banjir Kampar

Kamis, 11 Pebruari 2016 20:16
Kemenag Rohul Usulkan Kantor Imigrasi Dibuka di Pasirpangaraian

Kamis, 11 Pebruari 2016 20:09
Penyataan Dianggap Melukai Orang Melayu,
Anggota DPR-RI Edi Simbolon Diminta Minta Maaf kepada Masyarakat Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 8 Maret 2014 15:32
38 Ribu Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

Danpak negatif musibah kabut asap di Provinsi Riau terus bertambah. Sejauh ini sudah lebih 38 warga terserang ISPA.

Riauterkini-PEKANBARU-Kepala Bidang Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo Sabtu (8/3/14) menyatakan bahwa sesuai dengan data Diskes Riau, jumlah penderita ISPA di Riau meningkat. Jika sebelumnya masih diangka 35.133 orang, saat ini sudah mencapai 38.000 orang Riau yang terserang ISPA pada bencana kabut asap Riau 2014.

Dari jumlah itu, penderita ISPA di Kota Pekanbaru mencapai 9.268 warga, Rokan Hilir sebanyak 7.520 warga, Kota Dumai tercatat sebanyak 3.188 warga yang terjangkit ISPA.

Untuk di Siak ada 2.878 warganya yang terjangkit ISPA, Pelalawan, 2.717 orang warganya terserang ISPA, Rokan Hulu sebanyak 2.139 orang, Kampar ada 1.969 orang, Meranti 958 warga, Indragiri Hilir 916 warga, dan di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 511 orang warganya yang menderita ISPA.

Terkait dengan hal itu, Diskes Riau menyatakan akan menggratiskan biaya berobat bagi warga Riau yang terserang penyakit akibat kabut asap. Kepastian tersebut disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P4L) Dinas Kesehatan Riau, Erdinal.

Menurutnya, pengobatan gratis ini, lanjut Erdinal, berlaku di seluruh kabupaten dan kota di Riau. Masyarakat yang terkena penyakit karena asap boleh berobat ke puskesman dan RSUD dan tidak akan dipungut biaya. Jadi masyarakat jangan ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
orang Gilo
Mana dimana bocah tua nakal,bocah tua nakal namanya anas makmun,Mana dimana bocah tua nakal bocah tua nakal namanya anak makmun cacamarica hey.caca marica hey.caca marica hobinya makan asap

Mambang
Itulah suruh juge budak idiot tu jadi Kepale BPBD ditambah lagi peramgkat dibawahnya pejabat buangan Satker lain...


Berita Sosial lainnya..........
- Jefry Imbau Perusahaan Peduli dengan Banjir Kampar
- LAM Kecam Pernyataan Effendi Simbolon Melecehkan Melayu
- Pemulangan Eks Gafatar ke Daerah Ditunda Hingga Senin Mendatang
- Walikota Pekanbaru Beri Bantuan Korban Banjir Kampar
- Kemenag Rohul Usulkan Kantor Imigrasi Dibuka di Pasirpangaraian
- Penyataan Dianggap Melukai Orang Melayu,
Anggota DPR-RI Edi Simbolon Diminta Minta Maaf kepada Masyarakat Riau

- Sebelum Adanya Intruksi Presiden
RAPP Mengaku Sudah Bangun Embung dan 'Canal Blocing'



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.2.200
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com