Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 30 Mei 2016 17:33
Tidak Kantongi Izin,
Dua Tempat Karoke di Perawang, Siak Diduga Ilegal


Senin, 30 Mei 2016 17:29
Kinerja Mengecewakan, Nasib PT MIG "Diujung Tanduk"

Senin, 30 Mei 2016 17:25


Senin, 30 Mei 2016 17:25
Ops Patuh SIAK 2016 di Rohul,
Satu Nyawa Melayang dan 652 Pengendara Ditilang


Senin, 30 Mei 2016 17:06
Wisma Asiatique di Kompleks Giant Pekanbaru Terbakar

Senin, 30 Mei 2016 17:04
IPMB Kampar Tuntut Kadis Perikanan Mundur

Senin, 30 Mei 2016 16:59
Revisi UU Pilkada, Anggota Dewan Tetap Mundur Jika Maju Pilkada



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 September 2013 18:53
Cegah Radikalisme,
Anak Jati Riau Gelar Diskusi Toleransi Umat Beragama


Mencegah radikalisme, Anak Jati Riau menggelar diskusi toleransi umat beragama. Tema yang diambil tentang Bahaya Gerakan Radikalisme Dalam Upaya Penggalangan Toleransi Beragama.

Riauterkini-KUANSING-Anak Jati Riau menggelar dialog toleransi umat beragama dengan thema “Bahaya Gerakan Radikalisme Dalam Upaya Penggalangan Toleransi Beragama” yang digelar di Wisma Jalur Taluk Kuantan Kamis (26/9/13). Hadir dalam kesempatan itu, beberapa narasumber diantaranya, Ketua FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) Kabupaten Kuantan Singgingi, Chaidir Arifin, mewakili organisasi pemerintah, H.M. Thaib Usman Tokoh Masyarakat (Ketua Adat Kenegerian Taluk Kuantan), dan Walhidayat, tokoh Akademisi Taluk Kuantan.

Selain 3 tokoh tersebut, dialog yang memasukkan dalam pokok bahasan mengenai 5 fungsi Kementerian Agama RI dan dilaksanakan di wisma Jalur Taluk Kuantan ini juga dihadiri oleh pimpinan organisasi-organisasi Kepemudaan, organisasi keagamaan, masyarakat Umum yang berada di Taluk Kuantan.

Pengurus Anak Jati Riau Anggri Wan Gusti, menyampaikan bahwa betapa sangat pentingnya kerukunan beragama dalam menciptakan dan menjaga stabilitas keamanan bangsa Indonesia dan Riau pada khususnya.

"Jika kita menghitung, berapa besar dana yang dikeluarkan bangsa kita dalam merehabilitasi fasilitas dan kerugian yang diakibatkan konflik horizontal sejak bangsa ini merdeka. Termasuk bagaimana kita merehabilitasi mental para saudara kita yang menjadi korban kekerasan agama. Jika negara kita aman, mungkin dana tersebut sudah bisa membuat rakyat kita sejahtera. Kerukunan beragama mampu memperkokoh sendi-sendi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," terangnya.

Dari dialog tersebut dihasilkan beberapa kesimpulan. Yaitu pemerintah Indonesia sangat memberi perhatian terhadap kehidupan beragama. Hal ini dibuktikan dengan dibentuknya satu kementerian agama. Memang, tugas kementerian agama membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang keagamaan. Karena itu salah satu dari lima fungsi Kementerian Agama adalah perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan dan kebijakan teknis di bidang keagamaan.

Umat beragama, dalam kehidupannya yang berhadapan dengan berbagai keragaman, baik faham, norma hukum,perilaku dan etik tidak bisa melepaskan dirinya dari ajaran agama. Banyak sikap-sikap fanatik dan keteguhan dalam memegangi ajaran ini dikonotasikan sebagai sikap eksklusifisme dan intoleransi yang negatif, bahkan ada lagi yang mengganggapnya sebagai sikap agresif. Sebagai suatu istilah bahasa memang lazim mengalami perubahan pemahaman dan pemakaian.***(H-we)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Kinerja Mengecewakan, Nasib PT MIG "Diujung Tanduk"
- IPMB Kampar Tuntut Kadis Perikanan Mundur
- Asisten IV Pemko Pekanbaru Ajak Pererat Kerukunan Beragama
- Orang Tua M. Ihya Tak Punya Uang,
Bayi Penderita Tumor Otak Basah Dibawa Pulang ke Rohul

- Permudah Gunakan TMP, Firdaus Sarankan Petunjuk Halte Pakai Aplikasi
- Jelang Ramadhan, Walikota Pekanbaru Gelar Silaturahmi dengan Masyarakat
- Sekda Pekanbaru Buka Diklat Prajabatan PNS dari Honorer K1 dan K2


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.192.56
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com