Untitled Document
Jumat, 29 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Jum’at, 24 Oktober 2014 15:18
Pemkab Rohul Buka Peluang Investasi di Sektor Pengolahan TBS Sawit

Jum’at, 24 Oktober 2014 15:08
Pelaku Judi Togel Diciduk Polres Kampar

Jum’at, 24 Oktober 2014 15:03
Illegal Fishing Jadi PR Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil

Jum’at, 24 Oktober 2014 14:36
Porprov Riau,
Catur Sumbangkan Lima Emas untuk Pelalawan


Jum’at, 24 Oktober 2014 14:32
Ditinggal Shalat Jumat,
Maling Sikat Sepeda Motor Wartawan Riau Pos di Kantor Gubernur


Jum’at, 24 Oktober 2014 14:25
Tonton Aksi Marquez di Negeri Jiran,
Honda Berangkatkan 5 Konsumen Loyal ke Sepang


Jum’at, 24 Oktober 2014 14:19
Kadisnaker Dumai: UMK 2015 Diprediksi Tetap Rp1,9 Juta



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 September 2013 02:04
RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Terlantarkan Pasien Kritis

Seorang warga Pelalwan keluhkan pelayanan RSUD Selasih. anaknya yang sakit parah ditelantakan dan mendapatkan pelayanan buruk.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Andre (9) bocah asal desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras ditelantarkan oleh pihak RSUD Pelalawan. Lebih tiga jam bocah yang menderika luka cukup serius tidak mendapatkan pelayanan pihak RS milik pemerintah itu. Celakanya lagi, memberikan surat rujukan ke Pekanbaru tanpa didampingi dokter. Bahkan, mobil ambulan yang terparkir tiga unit didepan RS tidak bisa dipakai untuk mengangkut korban ke Pekan Baru.

Demikian disampaikan oleh keluarga pasien kepada awak media, Rabu sore (25/9/13). Menurut Nolis, pihak keluarga mengaku kecewa terhadap tenaga perawat RSUD Selasih. Dimana, keluarga ingin mendapat perawatan secepatnya, namun ketika datang ke rumah sakit itu, hampir tiga jam Andre diterlantarkan.

"Kontan saja, kami kecewa berat dibuat oleh pihak rumah sakit ini. Padahal korban menderita luka yang cukup serius pada bagian kepala. Idealnya, begitu tiba dirumah sakit mendapat perawatan yang cepat. Malahan pasien dirawat baru tiga jam kemudian. Ini sama saja membunuh pasien," tegasnya.

Tidak itu saja, jelasnya, begitu mendapat perawatan, setelah menunggu tiga jam, pasien ini mendapat surat rujukan untuk dirawat di Pekan Baru. Namun, ketika pihak keluarga, meminta untuk menggunakan mobil ambulan justru tidak bisa. Padahal, pada waktu itu tiga unit ambulan parkir di depan rumah sakit.

"Yang lebih parah lagi, setelah mendapatkan surat rujukan, malah tidak bisa menggunakan mobil ambulan. Selain itu pula, ketika dirujuk ke Pekanbaru, malah tidak didampingi dokter medis," paparnya.

Andre sebut Nolis, mengalami musibah benturan benda keras, pada bagian kepalanya mengalami luka yang cukup mengangah. Saat ini kondisi pasien yang sudaj ditangani oleh tim dokter RSUD Pekanbaru, mengalami dua luka lebar dibagian kepala, yakni di sekitar kening dan ubun-ubun.

Ditempat terpisah, Kabid Pelayanan Medik RSUD Selasih, Dr Ahmad Krinen, membantah pihaknya menelantarkan pasien dari desa Dundangan itu. Memang, pada waktu bersamaan, kata Krinen dokter Spesialis, sedang melakukan terhadap pasien lain.

"Tak ada kita, menelantarkan pasien itu. Pas dia masuk langsung dirawat di IGD. Mengingat kondisi pasien harus ditangani oleh, dr Spesialis. Namun dalam waktu bersamaan, dokter yang bersangkutan melakukan operasi terhadap pasien lain. Jadi harus menunggu. Intinya, kita tak ada menelantarkan," papar Krinen.

Terkait, saat merujuk pasien itu ke RSUD Pekanbaru, tanpa didampingi dokter. Krinen juga membantah. "Kita kirim itu tenaga perawat, untuk mendamping pasien yang dirujuk ke RS Pekanbaru," paparnya.

Namun, ketika ditanya mobil Ambulan yang tidak bisa digunakan untuk merujuk pasien ke Pekan Barus, Krinen tidak bisa menjawab. "Kalau untuk mobil ambulan, itu saya tidak bisa komentar, itu bidang lain," tandasnya.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Illegal Fishing Jadi PR Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil
- Kadisnaker Dumai: UMK 2015 Diprediksi Tetap Rp1,9 Juta
- Status Lahan SHM dan SKGR,
Dishutbun Rohul Data 175 Pemilik Lahan di Rawa Seribu Mahato

- Sambut Mahasiswa Baru,
Sekdakab Kuansing Beri Kuliah Umum di Uniks

- AJI dan Scale Up Kunjungi Kantor Riauterkinicom
- Bupati Mernati Serahkan 5.000 Buku Bantuan RAPP di Pulau Padang
- Diskes Bengkalis Sosialisasi TBC di Duri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.252.142
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com