Untitled Document
Jumat, 16 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 2 Juli 2015 22:45
Tambah Sejumlah Cabor,
KONI Gelar Porkab ke-II Sebelum Masa Kampanye Pilkada Pelalawan 2015


Kamis, 2 Juli 2015 22:42
Pelalawan Dinilai Sudah Layak Miliki Stadion Olahraga

Kamis, 2 Juli 2015 22:40
Gebyar Parsel Toyota,
Serunya Lebaran dan Mudik Nyaman Bersama Toyota


Kamis, 2 Juli 2015 20:32
PNS Dispora Riau Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Popnas

Kamis, 2 Juli 2015 20:29
Kadispenda Riau Jemput Bola Pajak Perusahaan Besar di Riau

Kamis, 2 Juli 2015 20:25
Polres Kampar Bekuk Lima Pencuri Spesialis Pembongkaran Rumah

Kamis, 2 Juli 2015 19:50
Besok, Plt Gubri Serahkan 3 Nama Pj Bupati Meranti ke Mendagri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 September 2013 02:04
RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Terlantarkan Pasien Kritis

Seorang warga Pelalwan keluhkan pelayanan RSUD Selasih. anaknya yang sakit parah ditelantakan dan mendapatkan pelayanan buruk.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Andre (9) bocah asal desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras ditelantarkan oleh pihak RSUD Pelalawan. Lebih tiga jam bocah yang menderika luka cukup serius tidak mendapatkan pelayanan pihak RS milik pemerintah itu. Celakanya lagi, memberikan surat rujukan ke Pekanbaru tanpa didampingi dokter. Bahkan, mobil ambulan yang terparkir tiga unit didepan RS tidak bisa dipakai untuk mengangkut korban ke Pekan Baru.

Demikian disampaikan oleh keluarga pasien kepada awak media, Rabu sore (25/9/13). Menurut Nolis, pihak keluarga mengaku kecewa terhadap tenaga perawat RSUD Selasih. Dimana, keluarga ingin mendapat perawatan secepatnya, namun ketika datang ke rumah sakit itu, hampir tiga jam Andre diterlantarkan.

"Kontan saja, kami kecewa berat dibuat oleh pihak rumah sakit ini. Padahal korban menderita luka yang cukup serius pada bagian kepala. Idealnya, begitu tiba dirumah sakit mendapat perawatan yang cepat. Malahan pasien dirawat baru tiga jam kemudian. Ini sama saja membunuh pasien," tegasnya.

Tidak itu saja, jelasnya, begitu mendapat perawatan, setelah menunggu tiga jam, pasien ini mendapat surat rujukan untuk dirawat di Pekan Baru. Namun, ketika pihak keluarga, meminta untuk menggunakan mobil ambulan justru tidak bisa. Padahal, pada waktu itu tiga unit ambulan parkir di depan rumah sakit.

"Yang lebih parah lagi, setelah mendapatkan surat rujukan, malah tidak bisa menggunakan mobil ambulan. Selain itu pula, ketika dirujuk ke Pekanbaru, malah tidak didampingi dokter medis," paparnya.

Andre sebut Nolis, mengalami musibah benturan benda keras, pada bagian kepalanya mengalami luka yang cukup mengangah. Saat ini kondisi pasien yang sudaj ditangani oleh tim dokter RSUD Pekanbaru, mengalami dua luka lebar dibagian kepala, yakni di sekitar kening dan ubun-ubun.

Ditempat terpisah, Kabid Pelayanan Medik RSUD Selasih, Dr Ahmad Krinen, membantah pihaknya menelantarkan pasien dari desa Dundangan itu. Memang, pada waktu bersamaan, kata Krinen dokter Spesialis, sedang melakukan terhadap pasien lain.

"Tak ada kita, menelantarkan pasien itu. Pas dia masuk langsung dirawat di IGD. Mengingat kondisi pasien harus ditangani oleh, dr Spesialis. Namun dalam waktu bersamaan, dokter yang bersangkutan melakukan operasi terhadap pasien lain. Jadi harus menunggu. Intinya, kita tak ada menelantarkan," papar Krinen.

Terkait, saat merujuk pasien itu ke RSUD Pekanbaru, tanpa didampingi dokter. Krinen juga membantah. "Kita kirim itu tenaga perawat, untuk mendamping pasien yang dirujuk ke RS Pekanbaru," paparnya.

Namun, ketika ditanya mobil Ambulan yang tidak bisa digunakan untuk merujuk pasien ke Pekan Barus, Krinen tidak bisa menjawab. "Kalau untuk mobil ambulan, itu saya tidak bisa komentar, itu bidang lain," tandasnya.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Kadispenda Riau Jemput Bola Pajak Perusahaan Besar di Riau
- IKA-UII Jogjakarta Wilayah Riau Gelar Buka Puasa Bersama
- Konsultasikan Tera Ulang PKS, Komisi II DPRD Rohul Datangi Komisi B DPRD Riau
- Mudik, Jangan Gunakan Travel Ilegal
- Safari Ramadhan Plt Gubri ke Dumai Tak Bawa Bantuan
- Pengganti 22 Kuota JCH Rohul yang Hangus Tunggu Kebijakan Menag
- Mudik, Wakil Rakyat dan Para Kadis Diimbau Tak Gunakan Mobdin


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.162.240.235
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com