Untitled Document
Kamis, 12 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 2 April 2015 09:39
Bertengkar, Warga Dumai Tewas Bersimbah Darah di Tangan Suami

Kamis, 2 April 2015 09:37
Malam Temu Ramah HUT ke-49,
Bupati Rohil Harap Kantor Cabang BRK Cepat Direalisasikan


Kamis, 2 April 2015 09:34
Gemakusi Diskusikan Masa Depan Kuansing dengan Balonbup Mardjan Ustha

Kamis, 2 April 2015 07:37
DPRD Rohil Dapat Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi Terhadap 12 Ranperda

Kamis, 2 April 2015 06:50
Bupati Wardan Lantik Tim Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Inhil

Kamis, 2 April 2015 06:45
Komisi II Minta KPU Tunda Tahapan Pilkada Serentak

Rabu, 1 April 2015 21:20
Pensiun Dini Dari TNI,
Taim Ingin Jadi Bupati Rohil




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 September 2013 02:04
RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Terlantarkan Pasien Kritis

Seorang warga Pelalwan keluhkan pelayanan RSUD Selasih. anaknya yang sakit parah ditelantakan dan mendapatkan pelayanan buruk.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Andre (9) bocah asal desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras ditelantarkan oleh pihak RSUD Pelalawan. Lebih tiga jam bocah yang menderika luka cukup serius tidak mendapatkan pelayanan pihak RS milik pemerintah itu. Celakanya lagi, memberikan surat rujukan ke Pekanbaru tanpa didampingi dokter. Bahkan, mobil ambulan yang terparkir tiga unit didepan RS tidak bisa dipakai untuk mengangkut korban ke Pekan Baru.

Demikian disampaikan oleh keluarga pasien kepada awak media, Rabu sore (25/9/13). Menurut Nolis, pihak keluarga mengaku kecewa terhadap tenaga perawat RSUD Selasih. Dimana, keluarga ingin mendapat perawatan secepatnya, namun ketika datang ke rumah sakit itu, hampir tiga jam Andre diterlantarkan.

"Kontan saja, kami kecewa berat dibuat oleh pihak rumah sakit ini. Padahal korban menderita luka yang cukup serius pada bagian kepala. Idealnya, begitu tiba dirumah sakit mendapat perawatan yang cepat. Malahan pasien dirawat baru tiga jam kemudian. Ini sama saja membunuh pasien," tegasnya.

Tidak itu saja, jelasnya, begitu mendapat perawatan, setelah menunggu tiga jam, pasien ini mendapat surat rujukan untuk dirawat di Pekan Baru. Namun, ketika pihak keluarga, meminta untuk menggunakan mobil ambulan justru tidak bisa. Padahal, pada waktu itu tiga unit ambulan parkir di depan rumah sakit.

"Yang lebih parah lagi, setelah mendapatkan surat rujukan, malah tidak bisa menggunakan mobil ambulan. Selain itu pula, ketika dirujuk ke Pekanbaru, malah tidak didampingi dokter medis," paparnya.

Andre sebut Nolis, mengalami musibah benturan benda keras, pada bagian kepalanya mengalami luka yang cukup mengangah. Saat ini kondisi pasien yang sudaj ditangani oleh tim dokter RSUD Pekanbaru, mengalami dua luka lebar dibagian kepala, yakni di sekitar kening dan ubun-ubun.

Ditempat terpisah, Kabid Pelayanan Medik RSUD Selasih, Dr Ahmad Krinen, membantah pihaknya menelantarkan pasien dari desa Dundangan itu. Memang, pada waktu bersamaan, kata Krinen dokter Spesialis, sedang melakukan terhadap pasien lain.

"Tak ada kita, menelantarkan pasien itu. Pas dia masuk langsung dirawat di IGD. Mengingat kondisi pasien harus ditangani oleh, dr Spesialis. Namun dalam waktu bersamaan, dokter yang bersangkutan melakukan operasi terhadap pasien lain. Jadi harus menunggu. Intinya, kita tak ada menelantarkan," papar Krinen.

Terkait, saat merujuk pasien itu ke RSUD Pekanbaru, tanpa didampingi dokter. Krinen juga membantah. "Kita kirim itu tenaga perawat, untuk mendamping pasien yang dirujuk ke RS Pekanbaru," paparnya.

Namun, ketika ditanya mobil Ambulan yang tidak bisa digunakan untuk merujuk pasien ke Pekan Barus, Krinen tidak bisa menjawab. "Kalau untuk mobil ambulan, itu saya tidak bisa komentar, itu bidang lain," tandasnya.***(feb)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- MSTB 01 Ringgit Sumbang Rp 3,4 M Pertahun untuk Meranti
- Pemprov Ingin Reformasi Manajerial Bank Riaukepri
- Gubri Nonaktif Annas Maamun tak Kunjung Diberhentikan,
Kemendagri Berencana Kirim Surat Kembali ke KPK

- Senilai Rp2,4 Miliar,
‎Delapan Unit Mobnas Dibagikan untuk Anggota DPRD Inhu

- Pemkab Kuansing Gelontorkan Puluhan Miliar Bangun Proyek Tiga Pilar
- Satu Rumah Panggung Ludes Terbakar di Dumai
- Warga Terpaksa Bertahan,
Jalan Lintas Bono Teluk Meranti Pelalawan, Kian Parah



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.146.178.218
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com