Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 21 April 2018 07:17
Dunia Pendidikan Riau Tambah Maju, Warga Perumahan Sidomulyo Pilih Nomor 4

Sabtu, 21 April 2018 04:57
Belasan "Pelaku Maksiat" Terjaring Operasi Pekat di BS, dan Mandau

Jum’at, 20 April 2018 23:10
Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis

Jum’at, 20 April 2018 23:04
Ketua PDIP Kuansing H Halim Bantu Korban Banjir di Gunung Toar

Jum’at, 20 April 2018 22:39
Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut

Jum’at, 20 April 2018 21:40
Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus

Jum’at, 20 April 2018 21:36
Cawagubri Hardianto Terangkan Program "1 Rumah 1 Sarjana" Pada Warga Kandis

Jum’at, 20 April 2018 21:32
RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas

Jum’at, 20 April 2018 21:29
Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak

Jum’at, 20 April 2018 20:38
Korupsi Lampu PJU Pekanbaru, Lima Terdakwa Divonis 14 Bulan dan 20 Bulan Penjara

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 26 September 2013 02:04
RSUD Selasih Pangkalan Kerinci Terlantarkan Pasien Kritis

Seorang warga Pelalwan keluhkan pelayanan RSUD Selasih. anaknya yang sakit parah ditelantakan dan mendapatkan pelayanan buruk.

Riauterkini-PANGKALANKERINCI- Andre (9) bocah asal desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras ditelantarkan oleh pihak RSUD Pelalawan. Lebih tiga jam bocah yang menderika luka cukup serius tidak mendapatkan pelayanan pihak RS milik pemerintah itu. Celakanya lagi, memberikan surat rujukan ke Pekanbaru tanpa didampingi dokter. Bahkan, mobil ambulan yang terparkir tiga unit didepan RS tidak bisa dipakai untuk mengangkut korban ke Pekan Baru.

Demikian disampaikan oleh keluarga pasien kepada awak media, Rabu sore (25/9/13). Menurut Nolis, pihak keluarga mengaku kecewa terhadap tenaga perawat RSUD Selasih. Dimana, keluarga ingin mendapat perawatan secepatnya, namun ketika datang ke rumah sakit itu, hampir tiga jam Andre diterlantarkan.

"Kontan saja, kami kecewa berat dibuat oleh pihak rumah sakit ini. Padahal korban menderita luka yang cukup serius pada bagian kepala. Idealnya, begitu tiba dirumah sakit mendapat perawatan yang cepat. Malahan pasien dirawat baru tiga jam kemudian. Ini sama saja membunuh pasien," tegasnya.

Tidak itu saja, jelasnya, begitu mendapat perawatan, setelah menunggu tiga jam, pasien ini mendapat surat rujukan untuk dirawat di Pekan Baru. Namun, ketika pihak keluarga, meminta untuk menggunakan mobil ambulan justru tidak bisa. Padahal, pada waktu itu tiga unit ambulan parkir di depan rumah sakit.

"Yang lebih parah lagi, setelah mendapatkan surat rujukan, malah tidak bisa menggunakan mobil ambulan. Selain itu pula, ketika dirujuk ke Pekanbaru, malah tidak didampingi dokter medis," paparnya.

Andre sebut Nolis, mengalami musibah benturan benda keras, pada bagian kepalanya mengalami luka yang cukup mengangah. Saat ini kondisi pasien yang sudaj ditangani oleh tim dokter RSUD Pekanbaru, mengalami dua luka lebar dibagian kepala, yakni di sekitar kening dan ubun-ubun.

Ditempat terpisah, Kabid Pelayanan Medik RSUD Selasih, Dr Ahmad Krinen, membantah pihaknya menelantarkan pasien dari desa Dundangan itu. Memang, pada waktu bersamaan, kata Krinen dokter Spesialis, sedang melakukan terhadap pasien lain.

"Tak ada kita, menelantarkan pasien itu. Pas dia masuk langsung dirawat di IGD. Mengingat kondisi pasien harus ditangani oleh, dr Spesialis. Namun dalam waktu bersamaan, dokter yang bersangkutan melakukan operasi terhadap pasien lain. Jadi harus menunggu. Intinya, kita tak ada menelantarkan," papar Krinen.

Terkait, saat merujuk pasien itu ke RSUD Pekanbaru, tanpa didampingi dokter. Krinen juga membantah. "Kita kirim itu tenaga perawat, untuk mendamping pasien yang dirujuk ke RS Pekanbaru," paparnya.

Namun, ketika ditanya mobil Ambulan yang tidak bisa digunakan untuk merujuk pasien ke Pekan Barus, Krinen tidak bisa menjawab. "Kalau untuk mobil ambulan, itu saya tidak bisa komentar, itu bidang lain," tandasnya.***(feb)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Rasionalisasi APBD Rp1,35 T, Berikut Penjelasan Bupati Bengkalis
- Dumai Gelar Kalender Iven Pariwisata Riau, Lomba Mancing di Laut
- Awal Mei 2018, AREBI Riau Gelar Musda dan Pelantikan Pengurus
- RSUD Petala Bumi Berkomitmen Bangun Budaya Integritas
- Pemerintah Bagikan 1.000 Sertifikat Tanah ke Masyarakat Siak
- O2SN Tingkat SD Kampar, Elvira Puan Danisa Raih 1 Emas 2 Perak
- Satlantas Polres Inhil Gelar Rakor Eksternal Operasi Patuh Muara Takus 2018
- Kunjungi Riau, Kapolri dan Panglima TNI Tekankan Sinergitas dan Solidaritas TNI Polri
- Terkait Penerimaan Tenaga Kontrak, Begini Solusi Bijak Sekda Dianto Mampanini
- Tinggal 23.516 Warga Pekanbaru Belum Miliki e-KTP
- Ribuan Prajurit TNI dan Polri Bersiap Sholat Jumat Bersama Panglima dan Kapolri di Kantor Gubri
- Dugaan Pencemaran PT SUN, Dinas LH Kuansing Serahkan Hasil Labora ke Polisi
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Warga Kecewa, Pasar Desa Terantang Manuk, Pelalawan tak Kunjung Difungsikan
- Wujud Kepedulian, PT PAA Taja Pengobatan Gratis Di Duri, Bengkalis
- Maling Sikat Elemen Tower SUTT ,  LIstrik Siak Terancam Gelap Gulita
- Didiagnosa Idap Tumor Hati dan Limpa, Bocah di Duri, Bengkalis Butuh Uluran Tangan
- Buka Kongres XX IAI, Menkes Melalui Teleconfrence Minta Kompetensi Apoteker Ditingkatkan
- DP3A Taja Rakor KLA, Targetkan 2022 Pekanbaru Kota Layak Anak Utama
- Bupati Mursini Buka Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Daerah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 23.20.165.182
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com