Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 24 Mei 2016 21:37
Dua Bocah di Inhu Tewas Kecemplung Kolam Ikan Orang Tuanya

Selasa, 24 Mei 2016 20:52
Dialog Interaktif STAIN Bengkalis
Wabup Muhammad Minta Lembaga Pendidikan Tempa SDM Berkualitas


Selasa, 24 Mei 2016 19:42
Lanal Dumai Tangkap Dua Kapal Bawa Kayu Bakau Ilegal

Selasa, 24 Mei 2016 19:15
Sekda Inhil Hadiri Pengukuhan Ketua Unsur Pelaksana Dharma Wanita Persatuan

Selasa, 24 Mei 2016 19:07
Pelatihan RTMPE Kampar Diikuti Peserta dari Negeri Perak, Malaysia

Selasa, 24 Mei 2016 18:17
Batas Kampar-Pekanbaru,
DPRD Riau Minta Mendagri Turunkan Tim ke Lapangan


Selasa, 24 Mei 2016 18:13
Tersisa 371 Ekor,
Joe Taslim Suarakan Perlindungan Harimau Sumatera




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 13 September 2013 14:54
Cegah Kerusakan Moral,
FPI Inhil akan Dirikan Majelis Taklim dan PAUD Seluruh Desa di Inhil


FPI Inhil berencana membuat majelis taklim dan PAUD di seluruh desa. Langkah ini bagian dari upaya mencegah kerusakan moral masyarakat.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) akan mendirikan Majelis Taklim Ahlussunnah wal Jamaah dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di seluruh desa di Inhil.

Menurut Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar, S.Sos, MH, pendirian majelis taklim dan PAUD ini dalam upaya meningkatkan pemahaman agama Islam di kalangan generasi muda dan kaum muslimin di Inhil.

"Kita akan mendirikan Majelis Taklim dan Pendidikan Anak Usia Dini di seluruh desa di Inhil. Lembaga ini menjadi sarana memberikan peningkatan pemahaman dan wawasan syari'at Islam di tengah kaum muslimin di Inhil," ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar, S.Sos, MH didampingi Ketua Dewan Tanfiz, Asmadi Dubli kepada riauterkinicom, Jum'at (13/9/13).

Terangnya, majelis taklim yang dibentuk ini nantinya dibawah koordinasi pengurus Majelis Taklim Ahlussunah wal Jamaah di kota Tembilahan.

"Keberadaan lembaga ini diharapkan juga menjadi benteng umat dari pengaruh dunia luar yang dapat merusak kaum muslimin, khususnya generasi muda," sebutnya.

Dikarenakan, saat ini pengaruh dan kegiatan yang merusak umat telah menjalar ke semua bidang kehidupan dan dikhawatirkan menimbulkan kerusakan moral dan akhlak, kalau tidak diantisipasi sejak dini dan secara intensif.

"Kita harus harus mengembalikan motto Tembilahan dan Inhil khususnya sebagai Kota Ibadah. Kedepan Inhil menjadi ikon sebagai negeri yang religius dan masyarakatnya hidup dalam lingkup yang agamis," imbuhnya.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Pelatihan RTMPE Kampar Diikuti Peserta dari Negeri Perak, Malaysia
- Batas Kampar-Pekanbaru,
DPRD Riau Minta Mendagri Turunkan Tim ke Lapangan

- Sambut Ramadhan, Personel Satpol PP Riau Bersihkan Masjid Raya Pekanbaru
- Gugatan Warga Kepada Pemerintah Akibat Kabut Asap Berujung Damai
- Proyek Gedung Daerah 'Amburadul' Kalangan di Bengkalis Minta DPRD Bentuk Pansus
- Warga Bengkalis Keluhkan PJU Jalan Poros Bantan seperti Lampu Kamar
- Perencanaan Destinasi Wisata di Rohul Butuh Rp360 Miliar


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.48.216
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com