Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Rabu, 23 Agustus 2017 14:54
‎Tidak Kantongi Izin Selama 17 Tahun,
Pemkab Rohul Tutup PT Abidin Bros di Muara Dilam


Rabu, 23 Agustus 2017 14:48
Pilgubri 2018, PPP Riau Versi Djan Faridz Berniat Buka Penjaringan

Rabu, 23 Agustus 2017 14:37
Pilkada Inhil 2018, Wardan Daftar Penjaringan DPD PPP

Rabu, 23 Agustus 2017 14:19
‎Diduga Cabuli Anak Tiri, Pria di Ujung Batu Ditangkap Polisi Rohul

Rabu, 23 Agustus 2017 13:54
Demo di PTPN V Kebun Tandun, FSPTI Dua Kabupaten Desak Bongkar-muat Tanpa Kontraktor

Rabu, 23 Agustus 2017 13:51
Wagubri Pimpin Rapat Bahas Lima Persoalan Batas Wilayah

Rabu, 23 Agustus 2017 13:48
Dintuntut 2 Tahun Penjara, Mantan Kacab BNI 46 Rengat Nangis Sampaika Pledoi

Rabu, 23 Agustus 2017 13:05
Mabuk dan Bikin Onar, Seorang Adik di Dumai Tewas Dipukul Abangnya

Rabu, 23 Agustus 2017 12:17
Baleho Dukungan untuk Andi Rachman Bertebaran di Arena Pacu Jalur Kuansing

Rabu, 23 Agustus 2017 10:29
Aktif Cegah Karlahut,
4 Desa di Riau Dapat Penghargaan dan Bonus Rp100 Juta dari Asian Agri




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 19 Juli 2013 06:50
Safari Ramadhan, Bupati Kampar Kunjungi Desa Ganting Kuok

Masyarakat Desa Ganting, Kuok kedatangan tamu kehormatan. Tim Safari Ramadhan Pemkab Kampar yang langsung dipimpin Bupati Jefry Noer.

Riauterkini-GANTING-Tim Safari Rhamadan Kabupaten Kampar menyambangi Desa Ganting Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Pada Kesempatan itu Bupati Kampar Jefri Noer kembali menyampaikan program ekonomi kerakyatan yang diusungnya. Bahkan program tersebut kian diminati oleh masyarakat. Ekonomi kerakyatan ini berada pada pilar kedua dari program lima pilar pembangunan Pemkab Kampar itu.

Saat berada di Desa Ganting Kecamatan Kuok warga pula yang minta penjelasan itu, saat Jefry bersama tim safari ramadhan Pemkab Kampar, datang ke Masjid As-Sholihin Dusun Salo Baru Desa Ganting Rabu (17/7/13) malam.

“ Peningkatan ekonomi sangat perlu. Sebab predikat miskin itu sangat dekat dengan kekufuran,” ujar Jefry saat didaulat memberikan tausiyah. “Apa yang sudah dijalankan oleh Pemda Kampar tentang peningkatan ekonomi masyarakat tak main-main, lho. Semua teori sudah di uji coba oleh banyak alumni Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, di desa mereka masing-masing,” tambahnya.

Ditambahkan Jefri bahwa di Kubang Jaya, para petani itu digembeleng selama dua pekan. Para petani dibekali ilmu cara bertani yang baik, beternak ikan supaya ndak tekor, serta beternak yang bagus. Pelatihannya semi militer, supaya para petani punya disiplin dan bertanggungjawab selama pelatihan. Bekal agama juga dikasi supaya petani selalu bersyukur terhadap apa yang mereka dapat.

‘’ Meski dicekoki banyak ilmu, para petani tadi bukan diharapkan jadi petani beneran di desanya. Mereka justru kita harapkan menjadi petani modern, petani yang berjiwa entrepreneurship. Petani yang modalnya bersumber dari dana bergulir, bisa dipulangkan setelah dipakai setahun,” ujarnya.

Lantaran itu, masyarakat yang ingin maju, ikutlah program pelatihan itu. “Aktiflah, jangan angek pulo tada dai gole. Artinya, pemda sudah mensiapkan semuanya, jangan pula masyarakat ogah tak mau maju,” ujar Jefry.

Sederhana sebenarnya rumah untuk maju versi Jefry. Yang mau bertani, cukup mananam cabe di lahan 2000 meter persegi. Lalu yang beternak ikan, cukup pula dengan modal kerambah apung 6x6 meter. Kalau mau ternak sapi, cukup pelihara 10 ekor. “Kalau semua itu dikerjakan dengan baik, insya allah, ekonomi masyarakat akan berubah,” ujar Jefry optimis.

Mendengar penjelasan Jefry tadi, Bustamam, pengurus masjid As-sholihin yang juga Kacab Dikpora Kecamatan Salo benar-benar terharu. “Terima kasih atas kepedulian Bapak kepada kami. Sudahlah Bapak menjelaskan tentang ekonomi, Bapak dan rombongan mau pula duduk bersama kami di rumah warga yang sangat sederhana, beralas tikar seadanya, sambil berbuka puasa,” katanya.

Pada kesempatan itu Jefry Noer juga menyerahkan bantuan rumah layak huni senilai Rp. 45 juta kepada warga yakni Muhammad Yusuf.

“Dalam kesempatan ini, kami mohon juga bantuan Bapak, untuk menyelesaikan tapal batas antara Desa Ganting Kecamatan Salo dengan Desa Kuok Kecamatan Kuok yang sampai sekarang tak kunjung selesai,”harap Bustamam.(man)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Wagubri Pimpin Rapat Bahas Lima Persoalan Batas Wilayah
- Wens Manggut Terpilih Secara Aklamasi jadi Ketua Umum AMSI
- Bakal Dibuka Gubri, Sebanyak 193 Team Mulai Hari ini Adu Cepat di Pacu Jalur 2017
- Diapresiasi Bupati,
Bakaroh, Cara Warga Sungai Intan, Inhil Jaga Ekosistem Sungai

- Kemendikbud Sahkan 11 Warisan Budaya Tak Benda Riau
- Terbaring Lemas di RSUD Arifin Ahmad,
Jantung Bocor, Dizan Tunggu Uluran Tangan Par Dermawan

- Bupati Bengkalis Janji Evaluasi Jabatan Plt. Kadisdik


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.156.92.138
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com