Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Desember 2017 21:41
Ekspos Bupati, Pusat Apresiasi Keberhasilan Progam DMIJ

Senin, 11 Desember 2017 21:22
Sidang Gugatan RAPP, Pemerintah Dianggap tak Terapkan Azas Umum yang Baik

Senin, 11 Desember 2017 20:49
KTT Perubahan Iklim di Paris, KLHK Libatkan Wakil DPRD Noviwaldy Jusman

Senin, 11 Desember 2017 20:45
Cabuli Sejumlah Murid, Seorang Kakek di Duri Ditangkap Polisi

Senin, 11 Desember 2017 20:38
Sengketa Lahan dengan NWR, Jaksa Sampaikan Tiga Tuntutan Kepada PT PSJ

Senin, 11 Desember 2017 20:19
DPRD Siak Datangi Perusahaan Stockpile Cangkang tak Berizin

Senin, 11 Desember 2017 17:56
MTQ ke-36 Riau, Bengkalis Utus 45 Kafilah Bukan "Pinjaman"

Senin, 11 Desember 2017 17:53
Program CD RAPP, 20 Warga Dari 5 Kabupaten Ikuti Pelatihan Operator Alat Berat

Senin, 11 Desember 2017 17:44
Difasilitasi DPMD Riau, Bupati Inhil Minta Dukungan Pusat Bangun Desa

Senin, 11 Desember 2017 17:38
Hingga Rp50 Jutaan,
Pekanperkasa Berlian Motor Suguhkan Potongan Harga Akhir Tahun


loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Jum’at, 19 Juli 2013 06:50
Safari Ramadhan, Bupati Kampar Kunjungi Desa Ganting Kuok

Masyarakat Desa Ganting, Kuok kedatangan tamu kehormatan. Tim Safari Ramadhan Pemkab Kampar yang langsung dipimpin Bupati Jefry Noer.

Riauterkini-GANTING-Tim Safari Rhamadan Kabupaten Kampar menyambangi Desa Ganting Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Pada Kesempatan itu Bupati Kampar Jefri Noer kembali menyampaikan program ekonomi kerakyatan yang diusungnya. Bahkan program tersebut kian diminati oleh masyarakat. Ekonomi kerakyatan ini berada pada pilar kedua dari program lima pilar pembangunan Pemkab Kampar itu.

Saat berada di Desa Ganting Kecamatan Kuok warga pula yang minta penjelasan itu, saat Jefry bersama tim safari ramadhan Pemkab Kampar, datang ke Masjid As-Sholihin Dusun Salo Baru Desa Ganting Rabu (17/7/13) malam.

“ Peningkatan ekonomi sangat perlu. Sebab predikat miskin itu sangat dekat dengan kekufuran,” ujar Jefry saat didaulat memberikan tausiyah. “Apa yang sudah dijalankan oleh Pemda Kampar tentang peningkatan ekonomi masyarakat tak main-main, lho. Semua teori sudah di uji coba oleh banyak alumni Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya, di desa mereka masing-masing,” tambahnya.

Ditambahkan Jefri bahwa di Kubang Jaya, para petani itu digembeleng selama dua pekan. Para petani dibekali ilmu cara bertani yang baik, beternak ikan supaya ndak tekor, serta beternak yang bagus. Pelatihannya semi militer, supaya para petani punya disiplin dan bertanggungjawab selama pelatihan. Bekal agama juga dikasi supaya petani selalu bersyukur terhadap apa yang mereka dapat.

‘’ Meski dicekoki banyak ilmu, para petani tadi bukan diharapkan jadi petani beneran di desanya. Mereka justru kita harapkan menjadi petani modern, petani yang berjiwa entrepreneurship. Petani yang modalnya bersumber dari dana bergulir, bisa dipulangkan setelah dipakai setahun,” ujarnya.

Lantaran itu, masyarakat yang ingin maju, ikutlah program pelatihan itu. “Aktiflah, jangan angek pulo tada dai gole. Artinya, pemda sudah mensiapkan semuanya, jangan pula masyarakat ogah tak mau maju,” ujar Jefry.

Sederhana sebenarnya rumah untuk maju versi Jefry. Yang mau bertani, cukup mananam cabe di lahan 2000 meter persegi. Lalu yang beternak ikan, cukup pula dengan modal kerambah apung 6x6 meter. Kalau mau ternak sapi, cukup pelihara 10 ekor. “Kalau semua itu dikerjakan dengan baik, insya allah, ekonomi masyarakat akan berubah,” ujar Jefry optimis.

Mendengar penjelasan Jefry tadi, Bustamam, pengurus masjid As-sholihin yang juga Kacab Dikpora Kecamatan Salo benar-benar terharu. “Terima kasih atas kepedulian Bapak kepada kami. Sudahlah Bapak menjelaskan tentang ekonomi, Bapak dan rombongan mau pula duduk bersama kami di rumah warga yang sangat sederhana, beralas tikar seadanya, sambil berbuka puasa,” katanya.

Pada kesempatan itu Jefry Noer juga menyerahkan bantuan rumah layak huni senilai Rp. 45 juta kepada warga yakni Muhammad Yusuf.

“Dalam kesempatan ini, kami mohon juga bantuan Bapak, untuk menyelesaikan tapal batas antara Desa Ganting Kecamatan Salo dengan Desa Kuok Kecamatan Kuok yang sampai sekarang tak kunjung selesai,”harap Bustamam.(man)



Berita Sosial lainnya..........
- Ekspos Bupati, Pusat Apresiasi Keberhasilan Progam DMIJ
- DPRD Siak Datangi Perusahaan Stockpile Cangkang tak Berizin
- MTQ ke-36 Riau, Bengkalis Utus 45 Kafilah Bukan "Pinjaman"
- Program CD RAPP, 20 Warga Dari 5 Kabupaten Ikuti Pelatihan Operator Alat Berat
- Difasilitasi DPMD Riau, Bupati Inhil Minta Dukungan Pusat Bangun Desa
- Lagi-lagi, Gedung Miliaran Rupiah di Bengkalis Terbengkalai
- 2017, Riau Bebas Difteri
- Perayaan Natal Oikumene Wartawan Riau Diagendakan 26 Desember
- Buka MTQ ke-36 Riau di Dumai, Gubri Motivasi Peserta dengan Hadiah Haji
- Gubri Lepas Peserta Pawai Taaruf MTQ XXXVI Riau di Dumai
- Masyarakat Soroti Baliho MTQ Riau Milik Kesra Bengkalis di Dumai
- Hadiri UndanganMakan Bajambau,
Gubri Puji Pesona Wisata Alam Teluk Jering

- RAPP Perkenalkan Khazanah Lokal,
Pekan Rantau Melayu Diminati Warga Pekanbaru

- Wabup Inhil: Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Media Silaturrahmi dan Ukhuwah Islamiyah
- Ratusan Kader PKS Riau Protes Trump Soal Yerusalem
- Macet Horor Jalur Duri-Minas di Samsam tak Jelas Sebabnya
- Seorang Pelajar Meninggal‎,
Bus Kafilah MTQ Rohul Tabrakan dengan Dump Truk

- Bupati Inhil Tinjau Sejumlah Kegiatan Pembangunan
- Sekdakab Lepas Kafilah Kampar ke MTQ Provinsi Riau
- Viral di Medsos, TNKB "15IS" Jadi Perbincangan Warga Duri, Bengkalis


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.132.197
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com