Untitled Document
Kamis, 4 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 27 Nopember 2014 10:55
Anggaran Rp80 Miliar untuk Jembatan Siak IV Tergerus Kenaikan Harga BBM

Kamis, 27 Nopember 2014 10:42
Presiden Tinggalkan Meranti dan Berkemunginan ke Pasar Bawah

Kamis, 27 Nopember 2014 10:36
Humas Pemkab Inhil Taja Pelatihan Jurnalistik bagi Aparatur Pemerintah

Kamis, 27 Nopember 2014 10:33


Kamis, 27 Nopember 2014 10:32
Kecamatan Langgam, Pelalawan Terisolir Akibat Banjir

Kamis, 27 Nopember 2014 10:24
Rp5,7 Miliar,
RCW Minta Pengadaan 5 Mobdin Pimpinan DPRD Pekanbaru Dibatalkan


Kamis, 27 Nopember 2014 10:12
Tanam Sagu, Presiden Jokowi Janji 5 Tahun lagi Kunjungi Sungai Tohor



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 21 Mei 2013 13:15
SSK Migas Rekomendasikan Satu Area Blok Siak Dikelola BUMD

BUMD Provinsi Riau harus bersiap-siap untuk mengelolah satu dari tiga area Blok Siak. SSK Migas merekomendasikan pengelolaan satu area kepada BUMD.

Riauterkini-JAKARTA- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMigas) BP Migas merekomendasikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan satu area dari tiga area Blok Siak kepada perusahaan daerah atau BUMD Provinsi Riau. Dimana selama ini ketiga Blok tersebut dikelola PT Chevron Pasific Indonesia (CPI).

Hal ini sampaikan Elan Biantoro Kadiv Humas SKKMigas, BP Migas Elan Biantoro kepada riauterkini.com, Selasa (21/5/13) di Jakarata saat dikonfirmasi terkait kelanjutan pengelolaan Blok Siak yang akan berakhir November mendatang. Katanya, pihaknya sudah memberikan rekomendasi kepada Ditjen Migas Kementerian ESDM untuk memberikan satu dari tiga area di Blok Siak untuk dikelola BUMD.

"Kita sudah merekomendasikan kepada Kementerian ESDM untuk mengelola satu area kepada perusahaan BUMD dari tiga area yang ada di Blok Siak yang selama ini dikelola PT Chevron," katanya.

Elan juga mengatakan, kalau SSKMigas telah merekomendasikan kepada Kementerian ESDM agar PT CPI tetap mengelola area satu dan dua di Blok Siak, sedangkan area tiga dikelola oleh perusahaan BUMD Riau.

"PT Chevron sendiri sudah meminta agar pengelolaan Blok Siak diperpanjang, dan itu sudah kita rekomendasikan kepada Kementerian ESDM," sebut Elan.

Sebagaimana diketahui, sampai saat ini pemerintah belum menentukan masa depan terhadap dua Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Provinsi Riau, yang masa kontraknya berakhir 27 November 2013. Dua blok tersebut adalah, Blok Siak dan South and Central Sumatera Block. Dimana saat ini kedua Blok Minyak dan Gas Bumi (Migas) dikelola PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) dan PT Medco E&P Indonesia.

Sementara kata Elan, Kementerian Energi Samber Daya Mineral (ESDM) masih melakukan kajian dan mendalami masukan dari sejumlah pihak termasuk rekomendasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKKMigas) terkait masa depan kedua blok Migas tersebut ke depan pasca kontrak berakhir.***(jor)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Presiden Tinggalkan Meranti dan Berkemunginan ke Pasar Bawah
- Humas Pemkab Inhil Taja Pelatihan Jurnalistik bagi Aparatur Pemerintah
- Tanam Sagu, Presiden Jokowi Janji 5 Tahun lagi Kunjungi Sungai Tohor
- Tiba di Sungai Tohor, Presiden Disambut Bupati Meranti
- Presiden Jokowi Terbang ke Meranti
- 148 KK Korban Banjir di Sei Mandian, Rohul Mengungsi di Tenda Darurat
- Blusukan Pasar Bawah, Pekanbaru Belum Pasti,
Pagi-pagi Presiden Jokowi Kunjungi Meranti



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.21.57
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com