Untitled Document
Selasa, 14 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 2 Juni 2015 16:02
Sistem Online PSB di Duri Tetap Dilakukan

Selasa, 2 Juni 2015 15:53
Pilbup Bengkalis 2015, Ja'far Arif Dinilai Tepat Dampingi Herliyan Saleh

Selasa, 2 Juni 2015 15:46
Jengkol dan Petai Andil Terbesar,
Mei, Pekanbaru Inflasi 0,41 Persen


Selasa, 2 Juni 2015 15:40
KPUD Ajukan Proposal ke Pemkab, Pilkada Siak Akan Habiskan Rp15 Miliar

Selasa, 2 Juni 2015 15:34
Empat Oknum Polisi Terlibat,
Peredaran Sabu-sabu di Pekanbaru Didalangi Bos Besar Asal Aceh


Selasa, 2 Juni 2015 14:57
Parkiran Belum Difungsikan, Jalan Jenderal Sudirman Duri Kembali Semrawut

Selasa, 2 Juni 2015 14:49
Awas, Penipuan CPNS Catut Nama Pejabat BKD Rohul Sedang Marak



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 20 Mei 2013 10:09
13 Siswi SMAN 2 Bangko Rohil Kesurupan

Kegiatan belajar dan mengajar di SMAN 2 Bangko, Kabupaten Rokan Hilir terganggu. Mendadak saja 13 siswi hilang kendali. Mereka keserupan massal.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-13 siswi SMA Negeri 2 Kecamatan Bangko Kabupaten Rohil kesurupan. Mereka didatangi sosok “gelap tak berwajah, laki-laki”. Kejadian itu membuat proses belajar mengajar terganggu.

Kejadian diawali, Senin (20/5/13) pukul pukul 7.30 WIB, saat akan dilaksanakan amanat pembina upacara, tiba-tba seorang murid kelas XI IPS 4 menjerit dilapangan upacara sekolah itu, otomatis membuat proses upacara terhenti.

Namun tidak lama berselang, satu persatu siswi sekolah itu menjerit dan kemasukan, akhirnya yang kemasukan mencapai 13 orang. “Mencapai 13 orang,” kata Zulkifli, salah seorang guru ditanya jumlah yang kemasukan.

Sementara itu, hingga pukul 8.41 WIB, sebagian siswa yang kemasukan sebagian mulai sadar, namun masih banyak yang belum dan masih menjerit-jerit, semua yang kemasukan tersebut perempuan.

Murid yang mulai sadar, diambil pihak keluarga dan dibawa kerumah masing-masing, termasuk seorang bernama Novi Paulana H kelas X 4, wanita ini mulai sadar pukul 8.41 WIB dan sudah bisa berkomunikasi dan diberi minum.

Sambil berjalan menuju sepeda motornya ketika dijemput keluarga, riauterkinicom coba menanyakan apa yang dialaminya, dia mengaku didatangi sosok gelap tak berwajah, berjenis kelamin lak-laki. “Gelap, tak berwajah, (jenis kelaminnya, red) laki-laki,” katanya sambil tertatih-tatih.

Dalam pada itu, guru lain Deni Wahyu menyatakan, sudah hampir satu tahun belakangan sekolah itu tidak mengalami kasus kemasukan, namun kembali terjadi sekarang, dia juga belum mengetahui apa kebijakan yang akan diambil kepala sekolah terkait kejadian ini, karena kepala sekolah sedang mengikuti upacara hari kebangkitan nasional di kantor bupati.

Atas kejadian itu, proses belajar mengajar jadi terganggu, karena setiap murid bersama guru bidang studi yang rencana mau melaksanakan proses belajar mengajar, diperintahkan secara bersama membaca ayat-ayat suci Al Qur’an, dengan maksud mengusir mahluk halus yang menganggu mereka.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
ujang simpang tiga
Itu semua karena kurangnya pemahan ttg agama kurang sholat, kurang sedekah, kurang mengaji alquraan , mengutamakan hal lain dari pada ibadah, contoh mencari nafkah tidak lagi bisa membedakan mana halal dan haram ,azan magrib, subuh, ashar, isa diangg

ujang simpang tiga
Itu semua karena kurangnya pemahan ttg agama kurang sholat, kurang sedekah, kurang mengaji alquraan , mengutamakan hal lain dari pada ibadah, contoh mencari nafkah tidak lagi bisa membedakan mana halal dan haram ,azan magrib, subuh, ashar, isa diangg

ujang simpang tiga
Itu semua karena kurangnya pemahan ttg agama kurang sholat, kurang sedekah, kurang mengaji alquraan , mengutamakan hal lain dari pada ibadah, contoh mencari nafkah tidak lagi bisa membedakan mana halal dan haram ,azan magrib, subuh, ashar, isa diangg


Berita Sosial lainnya..........
- Parkiran Belum Difungsikan, Jalan Jenderal Sudirman Duri Kembali Semrawut
- Diduga Masuk Hutan Lindung,
Pembangunan Kebun Sawit Berlanjut di Desa Air Buluh, Kuansing

- Kapal Keruk Rp50 M Tenggelam di Lapindo,
Pemprov Riau Segera Kirim Tim Pengecek ke Sidoarjo

- Lantik DPD KNPI, Bupati Kampar Tekankan Pentingnya Kekompakan
- Memasuki Semenster II,
Serapan APBD Riau Masih Diangka 10,16 Persen

- Polpulasi di Bengkalis Mulai Berkurang,
Intsiawati Ayus : Budidaya Ikan Terubuk Perlu Gandeng Nelayan

- Sambut Ramadhan, Koko Liem Isi Sejumlah Siraman Rohani di Duri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.155.147
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com