Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 4 September 2015 17:17
Aksi Melawan Asap, FPR Rohul Minta Perusahaan Pembakar Lahan Diperjarakan

Jum’at, 4 September 2015 16:53
Diguyur Hujan, Kabut Asap di Duri Semakin Pekat

Jum’at, 4 September 2015 16:48
Diancam Celurit, Uang Rp92 Juta Milik Pedagang Tembilahan Dirampok

Jum’at, 4 September 2015 16:45
Hanya 50 Persen Terdaftar JKN,
BPJS Kesehatan Imbau PPNPN di Riau Mendaftar


Jum’at, 4 September 2015 16:42
‎1.300 TKA Cina Akan Eksodus ke Bengkalis?

Jum’at, 4 September 2015 16:36
Terkait Dana Hibah dan Bansos,
Pemkab dan DPRD Inhil Konsultasi ke Kemendagri


Jum’at, 4 September 2015 16:28
Maju Pilkada, Baru Tiga Anggota DPRD Riau Ajukan Surat Pengunduran Diri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2013 17:33
MTQ ke-43 Inhil,
Sempolet Menarik Perhatian Pengunjung


Selain namanya yang unik, Bubur Sempolet sebagai makanan khas pesisir Inhil menarik perhatian pengunjung di MTQ ke 43.

Riauterkini-MANDAH-Ada kuliner tradisional yang menarik perhatian pengunjung di ajang MTQ Inhil ke-43 di Khairiah Mandah, yakni bubur Sempolet. Makanan tradisional ini merupakan makanan khas masyarakat pesisir Inhil, seperti Mandah, Kateman dan wilayah lainnya.

Stand pameran Kecamatan Mandah di hari pertama pembukaan MTQ juga menyediakan makanan tradisional ini. Makanan ini sulit ditemui, kecuali ada acara tradisional dan pameran semacam ini. Makanan semacam bubur pekat yang berbahan baku utama tepung sagu dan sayur-sayuran, dominannya sayur pucuk pakis dan kangkung ini, biasanya dihidangkan di waktu senggang dan ada keluarga jauh yang datang bertandang.

"Sempolet ini merupakan kuliner tradisional di sini, namun susah menemui di jual pada hari biasa, kecuali ada acara keluarga," ujar Maryam, warga Kecamatan Mandah kepada riauterkinicom, Rabu (15/5/13).

Makanan ini sebaiknya dihirup (memang cara makannya lebih enak kalau dihirup langsung tanpa sendok) selagi masih hangat.

Proses pengolahan makanan ini cukup mudah, yakni tepung sagu di campurkan pada air mendidih sambil diaduk-aduk sampai mengental dan menjadi kuah. Kemudian ditambahkan sayuran, bahkan ada warga yang memasukkan udang, ikan dan cumi dalam 'bubur' sempolet ini. Lama memasaknya hanya sekitar 15 menit saja lalu siap di hidangkan.

Adapun resep sederhana membuatnya, yakni sediakan bahan tepung sagu, sayuran (kangkung atau pucuk pakis), sesuai selera ada yang menambahkan udang, cumi, siput atau ikan.

Bumbunya terdiri bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah. Semua bumbu ini dihaluskan. Kemudian semua bumbu ini ditumis, setelah harum lalu masukkan udang, cumi, siput atau ikan yang telah dibersihkan, lalu masukan sayur kangkung dan tepung sagu.

Setelah matang, hidangkan selagi hangat, agar kuah tidak mencair. Karena Sempolet lebih nikmat disantap ketika dalam keadaan hangat dan kental.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Jaringan Masyarakat Gambut Riau
Kepada link, bahwa foto sempolet yang ditampilkan berasal dari Blog jmgriau.blogspot.com, untuk itu kami meminta riauterkini.com mencantumkan sumber foto, sesuai dengan UU No.19/2002 tentang Hak Cipta. terimakasih


Berita Sosial lainnya..........
- Hanya 50 Persen Terdaftar JKN,
BPJS Kesehatan Imbau PPNPN di Riau Mendaftar

- ‎1.300 TKA Cina Akan Eksodus ke Bengkalis?
- ‎Mundur, Direktur RSUD Bengkalis Dijabat Plt
- Riau Masih "PD" dengan Status Siaga Darurat
- Bernilai Rp10 Triliun Lebih,
Setelah Didesak, Pemprov Serahkan KUA PPAS ke DPRD Riau

- Bahas pengembangan Kesenian Melayu,
Wako Tukar Pendapat dengan DKK Pekanbaru

- Anggaran Penanggulangan Karlahut 2015 Lebih Rendah dari Tahun Lalu


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.90.243.120
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com