Untitled Document
Selasa, 2 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 24 Nopember 2014 23:12
Memilih Layani Kontraktor,
Camat Pinggir, Bengkalis Dinilai 'Ogah' Layani Masyarakat


Senin, 24 Nopember 2014 23:07
Aktifitas Belajar Terganggu, 30 Sekolah di Inhu Terendam Banjir

Senin, 24 Nopember 2014 21:50
Longsor di Minas, Siak,
Bupati Siak Langsung Turun Tangan dan Berikan Santunan


Senin, 24 Nopember 2014 21:41
Bunuh Janda, Oknum Polisi Terancam Dipecat

Senin, 24 Nopember 2014 21:35
Dewan Siak Sampaikan Hasil Reses Dihapan Wakil Bupati

Senin, 24 Nopember 2014 21:31
OJK : Kandidat Pengurus BRK Wajib Fit and Proper

Senin, 24 Nopember 2014 21:28
Pasca Direndam Banjir,
Murid SDN 003 Kepenuhan Hulu, Rohul Belum Belajar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2013 17:33
MTQ ke-43 Inhil,
Sempolet Menarik Perhatian Pengunjung


Selain namanya yang unik, Bubur Sempolet sebagai makanan khas pesisir Inhil menarik perhatian pengunjung di MTQ ke 43.

Riauterkini-MANDAH-Ada kuliner tradisional yang menarik perhatian pengunjung di ajang MTQ Inhil ke-43 di Khairiah Mandah, yakni bubur Sempolet. Makanan tradisional ini merupakan makanan khas masyarakat pesisir Inhil, seperti Mandah, Kateman dan wilayah lainnya.

Stand pameran Kecamatan Mandah di hari pertama pembukaan MTQ juga menyediakan makanan tradisional ini. Makanan ini sulit ditemui, kecuali ada acara tradisional dan pameran semacam ini. Makanan semacam bubur pekat yang berbahan baku utama tepung sagu dan sayur-sayuran, dominannya sayur pucuk pakis dan kangkung ini, biasanya dihidangkan di waktu senggang dan ada keluarga jauh yang datang bertandang.

"Sempolet ini merupakan kuliner tradisional di sini, namun susah menemui di jual pada hari biasa, kecuali ada acara keluarga," ujar Maryam, warga Kecamatan Mandah kepada riauterkinicom, Rabu (15/5/13).

Makanan ini sebaiknya dihirup (memang cara makannya lebih enak kalau dihirup langsung tanpa sendok) selagi masih hangat.

Proses pengolahan makanan ini cukup mudah, yakni tepung sagu di campurkan pada air mendidih sambil diaduk-aduk sampai mengental dan menjadi kuah. Kemudian ditambahkan sayuran, bahkan ada warga yang memasukkan udang, ikan dan cumi dalam 'bubur' sempolet ini. Lama memasaknya hanya sekitar 15 menit saja lalu siap di hidangkan.

Adapun resep sederhana membuatnya, yakni sediakan bahan tepung sagu, sayuran (kangkung atau pucuk pakis), sesuai selera ada yang menambahkan udang, cumi, siput atau ikan.

Bumbunya terdiri bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah. Semua bumbu ini dihaluskan. Kemudian semua bumbu ini ditumis, setelah harum lalu masukkan udang, cumi, siput atau ikan yang telah dibersihkan, lalu masukan sayur kangkung dan tepung sagu.

Setelah matang, hidangkan selagi hangat, agar kuah tidak mencair. Karena Sempolet lebih nikmat disantap ketika dalam keadaan hangat dan kental.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Jaringan Masyarakat Gambut Riau
Kepada link, bahwa foto sempolet yang ditampilkan berasal dari Blog jmgriau.blogspot.com, untuk itu kami meminta riauterkini.com mencantumkan sumber foto, sesuai dengan UU No.19/2002 tentang Hak Cipta. terimakasih


Berita Sosial lainnya ..........
- Memilih Layani Kontraktor,
Camat Pinggir, Bengkalis Dinilai 'Ogah' Layani Masyarakat

- Longsor di Minas, Siak,
Bupati Siak Langsung Turun Tangan dan Berikan Santunan

- Program KB Sukseskan Lima Pilar Pembangunan Kampar
- Pemko Dumai Belum Salurkan Beasiswa Kurang Mampu
- Dumai Tuan Rumah Rakor LPSE Se-Riau
- Pemprov Pastikan Pembangunan Tol Pekanbaru-Dumai Masih Berlanjut
- Kemendag Resmi Serahkan Himbah Pasar Kelakap Tujuh, Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.137.77
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com