Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:20
Waspada, LGBT Prilaku Seks Menyimpang Mulai Jangkiti Remaja di Meranti

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:16
Penemuan Mayat di Ujungbatu, Korban Diduga Alami Gangguan Jiwa

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:08
GAPKI Cabang Riau Salurkan Bantuan pada Korban Banjir Kampar

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:03
Baru Dapat Persetujuan KASN, 19 Pejabat Eselon II Inhil Dilantik Ulang

Sabtu, 13 Pebruari 2016 07:00
Peduli Korban Banjir, Rohis Kampar Serahkan Bantuan Sembako

Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:53
Tempat dan Waktu Pelantikan 4 Kepala Daerah di Riau Berpotensi Berubah

Jum’at, 12 Pebruari 2016 21:51
Effendi Simbolon Dianggap Hina Puak Melayu, Geramm Geruduk DPD PDIP Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 15 Mei 2013 17:33
MTQ ke-43 Inhil,
Sempolet Menarik Perhatian Pengunjung


Selain namanya yang unik, Bubur Sempolet sebagai makanan khas pesisir Inhil menarik perhatian pengunjung di MTQ ke 43.

Riauterkini-MANDAH-Ada kuliner tradisional yang menarik perhatian pengunjung di ajang MTQ Inhil ke-43 di Khairiah Mandah, yakni bubur Sempolet. Makanan tradisional ini merupakan makanan khas masyarakat pesisir Inhil, seperti Mandah, Kateman dan wilayah lainnya.

Stand pameran Kecamatan Mandah di hari pertama pembukaan MTQ juga menyediakan makanan tradisional ini. Makanan ini sulit ditemui, kecuali ada acara tradisional dan pameran semacam ini. Makanan semacam bubur pekat yang berbahan baku utama tepung sagu dan sayur-sayuran, dominannya sayur pucuk pakis dan kangkung ini, biasanya dihidangkan di waktu senggang dan ada keluarga jauh yang datang bertandang.

"Sempolet ini merupakan kuliner tradisional di sini, namun susah menemui di jual pada hari biasa, kecuali ada acara keluarga," ujar Maryam, warga Kecamatan Mandah kepada riauterkinicom, Rabu (15/5/13).

Makanan ini sebaiknya dihirup (memang cara makannya lebih enak kalau dihirup langsung tanpa sendok) selagi masih hangat.

Proses pengolahan makanan ini cukup mudah, yakni tepung sagu di campurkan pada air mendidih sambil diaduk-aduk sampai mengental dan menjadi kuah. Kemudian ditambahkan sayuran, bahkan ada warga yang memasukkan udang, ikan dan cumi dalam 'bubur' sempolet ini. Lama memasaknya hanya sekitar 15 menit saja lalu siap di hidangkan.

Adapun resep sederhana membuatnya, yakni sediakan bahan tepung sagu, sayuran (kangkung atau pucuk pakis), sesuai selera ada yang menambahkan udang, cumi, siput atau ikan.

Bumbunya terdiri bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah. Semua bumbu ini dihaluskan. Kemudian semua bumbu ini ditumis, setelah harum lalu masukkan udang, cumi, siput atau ikan yang telah dibersihkan, lalu masukan sayur kangkung dan tepung sagu.

Setelah matang, hidangkan selagi hangat, agar kuah tidak mencair. Karena Sempolet lebih nikmat disantap ketika dalam keadaan hangat dan kental.***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Jaringan Masyarakat Gambut Riau
Kepada link, bahwa foto sempolet yang ditampilkan berasal dari Blog jmgriau.blogspot.com, untuk itu kami meminta riauterkini.com mencantumkan sumber foto, sesuai dengan UU No.19/2002 tentang Hak Cipta. terimakasih


Berita Sosial lainnya..........
- Waspada, LGBT Prilaku Seks Menyimpang Mulai Jangkiti Remaja di Meranti
- GAPKI Cabang Riau Salurkan Bantuan pada Korban Banjir Kampar
- Peduli Korban Banjir, Rohis Kampar Serahkan Bantuan Sembako
- PLN Peduli, 300 Paket Sembako Dibagikan untuk Korban Banjir Kampar
- MUI Mengaku Siap Bimbing Eks Gafatar
- Senin Lusa, DPRD Riau Laporkan 33 Perusahaan Bermasalah ke Penegak Hukum
- Warga Ujungbatu Temukan Mayat Mr.X di Kebun Sawit


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.208.6
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com