Untitled Document
Kamis, 7 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 2 Oktober 2014 20:18
HIPMI Riau Akui Ada Proyek Pemprov Riau Diijonkan

Kamis, 2 Oktober 2014 20:12
Rombongan BNPP RI Kagumi Konsep Pelathan Pemkab Kampar di P4S

Kamis, 2 Oktober 2014 20:09
Keberatan, Empat Terpidana Korupsi Lahan Bhakti Praja Pelalawan Ajukan PK

Kamis, 2 Oktober 2014 19:31
Tim Sepkabola Porprov Kampar gelar Uji Coba

Kamis, 2 Oktober 2014 19:08
Anggota DPRD Riau Mengeluh Belum Dapat Safari dan Mobdin

Kamis, 2 Oktober 2014 17:28
Dinkes Rohul Larang Puskesmas Asal Rujuk Pasien

Kamis, 2 Oktober 2014 17:01
Korban Tabrak Lari, Staf TU SMPN 6 Mandau Tewas Mengenaskan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Mei 2013 17:57
Sudah 3 Tahun Pemkab Rohul tak Buka CPNS Jalur Umum

Sejak 2010 lalu Pemkab Rohul tak melakukan penerimaan CPNS jalur umum. Kondisi ini akibat belum tuntasnya analisa jabatan antau Anjab.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Akibat terkendala analisa jabatan (Anjab) dan Analisa Beban Kerja (ABK), sejak 2010 lalu sampai tahun ini atau empat tahun terakhir, Pemkab Rokan Hulu tidak buka formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari jalur umum.

Pada 2013 ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Rohul hanya mengajukan 441 tenaga honorer kategori dua (K2) yang lolos verifikasi dan validasi kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (Menpan RB).

Kepala BKD Rohul, Sri Mulyati, mengatakan, belum dibukanya formasi CPNS empat tahun terakhir bukan wewenangnya, tapi wewenang bagian hukum Setdakab Rohul karena disebabkan belum selesainya Anjab dan ABK.

Sri mengakui belum selesainya Anjab dan ABK disebabkan ada beberapa faktor seperti waktu mendesak karena dilakukan akhir 2012. Sementara melalui APBD murni Rohul tahun ini anggaran memang tidak dialokasikan.

"Sesuai keputusan rapat dengan Regional dua dan sesuai aturan yang disesuaikan oleh Menpan RB, jika Anjab dan Analisa Beban Kerja belum sesuai tidak dibenarkan menerima CPNS," kata Sri beberapa waktu lalu.

Di lain tempat, Kabag Hukum dan Tata Organisasi Setdakab Rohul, Helfiskar, mengatakan, untuk penerimaan CPNS merupakan Tufoksi BKD Rohul. Soal belum selesainya Anjab dan ABK, katanya tidak masuk dalam anggaran APBD Rohul.

Menurut Helfiskar, berkas Anjab dan ABK yang akan dianalisasa sangat banyak. Hal itu harus ada analisa masing-masing satuan kerja untuk segera diajukan ke Menpan RB. Setelah diajukan, MenPan RB akan turun ke daerah untuk tahap verifikasi.

"Anjab dan ABK tidak masuk dalam anggaran APBD Rokan Hulu, jadi kita tidak bisa kita melaksanakannya," kata Helfiskar dikonfirmasi wartawan.

Helfiskar mengungkapkan, Pemkab Rohul masih sangat membutuhkan sekitar 400 pegawai khususnya pegawai bidang tekhnis seperti tenaga ilmu hukum dan tenaga akuntasi di setiap satuan kerja, dan terutama sekali tenaga pendidik dan kesehatan. Masih banyak sekolah di kecamatan yang tenaga tenaga pendidik yang sudah berstatus PNS baru kepala sekolah.

Tekhnis penerimaan CPNS tahun ini, kata Helfiskar, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dahulu, daerah hanya kirimkan formasi. Setelah diverifikasi Menpan RB dan disesusaikan keuangan negara, baru ditetapkan formasi.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
rang pasie
KPK harus mengusut penggunaan APBD Rohul, Kabar yg beredar bupati minta setoran 1 milyar per satker.belum lg anggaran pendidikan 25% dari apbd yg katanya sekolah gratis hingga tk SMA sederajat tpi nyatanya masih byk bayaran disekolah. ceritanya ang

udin
klo soal tenaga pendidik sebenarnya bukan kekurangan, tapi lebih tepatnya kurang merata,,soalnya sudah bnyk pegawai negeri yang baru lulus dan diberikan SK kesekolah-sekolah negeri yang baru berdiri namun berada didaerah pinggir kota, namun belum sek

Uwong cilik
Memang begitu adanya, macam mana rupanya lagi.

Pencita pemekaran.
Buat kami pak Drs H. ACHMAD MSI.itu bupati yg sangat patuh dengan aturan uu,contohnya selama moratorium ada,hanya dikab rohul yg tak ada pemekaran.maju terur pak....

pengangguran
sri mlyati lebih mengutamakan menguslkan temaga honorer utk menjadi PNS, sedangkan utk tenaga honorer sri mulyati menetapkan setiap tenaga honorer dikenakan biaya 30 s/d 50 jt , sehingga yg masuk tanpa biaya pada umumnya adalah keluarga achmad , sehi

pemerhati
Itu yg dikatakan bohong...hal itu karena tidak adanya kemampuan kerja dari BAKD...taunya hanya dendam dan pindahkan orang berdasarkan sakit hati...kalau dikatakan tidak dianggarkan...tahun 2012 kemaren ada dianggarkan kok...tapi sayang tidak digunaka


Berita Sosial lainnya ..........
- Diperketat, Program PPIDK Pelalawan Belum Berjalan
- Progres Kerja Minus,
Disparpora Siak Surati Kontraktor Pembangunan Taman Burung

- Idul Adha, 244 Tempat di Pekanbaru Digunakan untuk Salat Id
- Didukung Pemkab, Inhil Akan Jadi Tuan Rumah Peringatan HPN 2015
- Jelang HUT ke-15 Rohul, Pegawai Wajib Pakai Busana Melayu
- Jika Temukan Raskin Berkutu, Warga Pekanbaru Diminta Melapor
- Asisten III Rohil Buka Sosialisasi PTP2A


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.146.155
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com