Untitled Document
Jumat, 29 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Jum’at, 24 Oktober 2014 18:25
Porprov VIII Riau,
Sepak Takraw Tambah Satu Emas untuk Rohul


Jum’at, 24 Oktober 2014 17:42
Futsal Raih Emas,
Besok Sepakbola Bertarung Lawan Tuan Rumah di Babak Final


Jum’at, 24 Oktober 2014 17:21
Baru Raih 1 Perak, 4 Perunggu, Rohil Peringkat Terakhir Porprov

Jum’at, 24 Oktober 2014 17:12
Sebagai Ketua Fraksi PDI-P di DPRD Riau,
Ma'mun Solikhin Akan Gantikan Manahara Manurung


Jum’at, 24 Oktober 2014 17:03
Jelang MTQ Provinsi Riau di Inhil,
Bengkalis Mulai Gesa Pemantapan Kafilah


Jum’at, 24 Oktober 2014 16:56
Porprov VIII Riau di Inhu,
Lokasi Pertandingan Dipindah, Kontingen Sepakbola Kecewa


Jum’at, 24 Oktober 2014 16:49
Wabup Hadiri Syukuran Tempati Rumdis Dandim 0303 Bengkalis



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 9 Mei 2013 16:37
Ratusan Warga Penambang Pasir Menganggur di Rupat

Ratusan KK warga Pulau Rupat terpaksa menganggur. Mereka belum memiliki izin untuk menambang pasir dan takut ditangkap oleh aparat.

Riauterkini-RUPAT– Sekitar 200 kepala keluarga (KK) Pulau Rupat, pekerja penambangan pasir di daerah tersebut harus menganggur pasca diwajibkan memberhentikan aktivitas penambangan oleh aparat, dan belum mengantongi izin resmi dari pemerintah.

Para warga yang sebelumnya melakukan penambangan di wilayah Sungai Injab, Kelurahan Terkul Kecamatan Rupat itu, saat ini harus rela kehilangan mata pencaharian walaupun menjadi andalan untuk menghidupi keluarga mereka.

"Saya dan kawan-kawan sudah hampir dua bulan ini tidak menambang pasir lagi. Akibatnya keluarga saya kesulitan, terutama untuk menutupi keperluan hidup sehari-hari, mulai dari biaya dapur, sekolah dan lainnya. Kami tidak berani menambang pasir lagi, karena takut ditangkap,” keluh Saleh, salah seorang warga kelurahan Terkul kepada wartawan belum lama.

Terpisah, Anggota DPRD Bengkalis asal Rupat Muhammad Nasir, mengaku cukup prihatin terhadap kondisi yang dialami oleh para warga Pulau Rupat tersebut.

Menurutnya, penambangan pasir laut memang dilarang, tetapi pemerintah pusat juga membuat kebijakan tentang kewenangan daerah yang boleh menerbitkan izin berupa IPR untuk penambangan rakyat.

“Sebenarnya ada celah bagi pemerintah daerah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan menerbitkan IPR. Karena pemerintah daerah memiliki kewenangan mengeluarkan izin penambangan dalam skala 4 mil dari lepas pantai,” kata Nasir saat dihubungi via telepon seluler, Kamis (9/5/13).

“Tidak ada salahnya bupati mencabut Perbup 2001 itu, mengganti dengan Perbup baru untuk penambangan pasir laut di Sungai Injab. Setelah adanya Perbup, masyarakat dapat berusaha menambang untuk menghidup keluarganya. Kemudian menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penambangan pasir serta potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” saran Nasir.***(dik)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pengamat amat amit
UU 4/2009 PMB memang ada sedikit masalah dalam mengakomodir penambang rakyat.... solusinya menurut saya harus menerbitkan perda karena kewenangan Pemda juga diatu dalam UU Otda dan pembagian kewenangan. IPR juga bisa jadi solusi, cuma persyaratan yan

nasut
kok main larang doang,,harusnya pemerintah itu tidak asal larang tapi carikan solusi berupa pekerjaan,,lha klo kaya gini makan mereka darimana

Herman
Kalau tak ado kontribusi kadinastamben tu dalam membantu bupati, copot aja jabatannya kasi sama orang yang lebih energic


Berita Sosial lainnya ..........
- Illegal Fishing Jadi PR Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil
- Kadisnaker Dumai: UMK 2015 Diprediksi Tetap Rp1,9 Juta
- Status Lahan SHM dan SKGR,
Dishutbun Rohul Data 175 Pemilik Lahan di Rawa Seribu Mahato

- Sambut Mahasiswa Baru,
Sekdakab Kuansing Beri Kuliah Umum di Uniks

- AJI dan Scale Up Kunjungi Kantor Riauterkinicom
- Bupati Mernati Serahkan 5.000 Buku Bantuan RAPP di Pulau Padang
- Diskes Bengkalis Sosialisasi TBC di Duri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.180.175
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com