Untitled Document
Senin, 15 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 4 Mei 2015 21:27
Bupati Kampar Terima Penghargaan PWI Award 2015

Senin, 4 Mei 2015 21:22


Senin, 4 Mei 2015 21:03
Korupsi Dana Pengamanan Pilkada 2011, A Mius Ditahan Polres Kampar

Senin, 4 Mei 2015 21:03
Tertangkap Transaksi Narkoba,
Kepala UPT Damkar Mandau Kesalkan Prilaku 4 Anggotanya


Senin, 4 Mei 2015 20:23
Mendagri Sebut Pilkada Serentak Desember 2015 Lebih Mahal

Senin, 4 Mei 2015 20:20
Ratusan Ribu Hektar Hutan Kampar Digarap Tanpa Prosedural

Senin, 4 Mei 2015 20:17
Dewan Desak Plt Gubri Serahkan Nama-nama Calon Sekwan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 20:33
Wabup Siak Hadiri Rakor P4GN

Wabup Siak hadiri rakor P4GN demi terwujudnya memerangi narkoba demi terwujudnya indonesia bebas narkoba 2015, dalam acara tersebut dibuka Presiden RI.

Riauterkini-SIAK- Wakil Bupati Siak Alfedri, Selasa (7/5/13) menghadiri Rakor Implemenrtasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencepgahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Bidakara Hotel. Acara tersebut dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Disampaikan Presiden RI dalam sambutannya dan memberikan arahan kepada seluruh elemen bangsa untuk bekerja keras memerangi narkoba demi terwujudnya indonesia bebas narkoba 2015.

Dalam poin-poin arahan kepada daerah yang sejalan instruksi Presiden RI No 12 Tahun 2011, untuk mempersiapkan ketersediaan fasilitas rehabilitasi ketergantungan narkoba disetiap daerah guna mengantisipasi tingginya angka prevalensi tersebut.

Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI) pada tahun 2011, menyebutkan bahwa angka prevalensi (penyalahguna narkoba) nasional mencapai 2,2% dari jumlah total penduduk Indonesia. Dan pada tahun 2015 diproyeksikan mengalami kenaikan hingga 2,8% (5,1 - 5,6 juta orang), tingginya angka prevalensi tersebut menyebabkan Indonesia tidak hanya masuk dalam kategori "transit", namun telah menjadi "pasar" bagi transaksi gelap narkoba.

Sehingga angka tersebut tidak lagi ideal bila dibandingkan dengan jumlah fasilitas rehabilitasi narkoba yang baru memiliki daya tampung 18.000 jiwa seperti halnya pusat rehabilitasi narkoba nasional di Lido, Jabar.

Terkait hal tersebut, Wabup Alfedri, juga selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Siak menyambut baik arahan Presiden SBY tersebut. Menurutnya realisasi arahan yang bersifat nasional tersebut perlu menunggu penjelasan Strategi dan program dari instansi terkait lebih laniut.

"Kalau kita kaitkan persentase angka ketergantungan narkoba 2,2% kekonteks daerah kita, dengan asumsi jumlah penduduk kabupaten siak 300.000 jiwa saja, menurut proyeksi statistic, lebih dari 6000 jiwa masyarakat kita mulai anak-anak hingga orang tua berada dalam ancaman narkoba meskipun realitanya saat ini baru 2-4 kasus narkoba saja yang terjadi tiap bulannya. Seandainya situasi demikian benar-benar terjadi tentu kita tidak bisa mengandalkan Pusat Rehabilitasi Lido di Jabar saja. Nah untuk pengembangan pusat rehabilitasi didaerah tentu kita harus menunggu arahan dan petunjuk lanjut dari instansi terkait misalnya Kementerian Kesehatan dan BNN," terang Alfedri.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Satpol PP Pekanbaru Amankan 94 Botol Berisi Miras
- Baru Saja Dilantik, Mayoritas Pejabat Pemprov Riau Kompak Tak Hadiri Paripurna DPRD Riau
- Disnakertrans Dumai Gandeng Patra SK Gelar Pelatihan Las Listrik
- Rakor Persiapan Pilkada 2015,
Plt Gubri: Riau Siap Gelar Pilkada Serentak di 9 Daerah

- Masa Kerja Pansus Lahan DPRD Riau Diperpanjang 30 Hari
- May Day, Ratusan Buruh FSPTI-KSPSI Rohul Long March "Tolak Upah Murah"
- Pembangunan Pasar Induk dan Palapa,
Asisten II: Wako Sudah Kirim Surat Penjadwalan ke DPRD



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.100.58
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com