Untitled Document
Jumat, 27 Ramadhan 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 24 Juli 2014 23:05
Jelang Lebaran,
Bupati Bengkalis Blusukan ke Tujuh Titik Pusat Layanan Publik


Kamis, 24 Juli 2014 23:01
Usai Sidang,
Tahanan Narkoba Kejari Pekanbaru Kabur di PN Pekanbaru


Kamis, 24 Juli 2014 22:49
Kapolres Kampar Berikan Kiat Aman untuk Mudik

Kamis, 24 Juli 2014 22:42
Polres Rohil Tangkap Kontainer Bermuatan Kayu Pakai Dokumen Palsu

Kamis, 24 Juli 2014 21:00
Puluhan Pasangan Haram Terjaring Razia Yustisi di Duri

Kamis, 24 Juli 2014 20:16
Jelang Lebaran, Gubri Tarik Ratusan Mobnas

Kamis, 24 Juli 2014 19:48
Usai Sidang di PN Pekanbaru, Tahanan Narkoba Kejari Melarikan Diri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Selasa, 7 Mei 2013 20:33
Wabup Siak Hadiri Rakor P4GN

Wabup Siak hadiri rakor P4GN demi terwujudnya memerangi narkoba demi terwujudnya indonesia bebas narkoba 2015, dalam acara tersebut dibuka Presiden RI.

Riauterkini-SIAK- Wakil Bupati Siak Alfedri, Selasa (7/5/13) menghadiri Rakor Implemenrtasi Kebijakan dan Strategi Nasional Pencepgahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Bidakara Hotel. Acara tersebut dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY).

Disampaikan Presiden RI dalam sambutannya dan memberikan arahan kepada seluruh elemen bangsa untuk bekerja keras memerangi narkoba demi terwujudnya indonesia bebas narkoba 2015.

Dalam poin-poin arahan kepada daerah yang sejalan instruksi Presiden RI No 12 Tahun 2011, untuk mempersiapkan ketersediaan fasilitas rehabilitasi ketergantungan narkoba disetiap daerah guna mengantisipasi tingginya angka prevalensi tersebut.

Hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (Puslitkes UI) pada tahun 2011, menyebutkan bahwa angka prevalensi (penyalahguna narkoba) nasional mencapai 2,2% dari jumlah total penduduk Indonesia. Dan pada tahun 2015 diproyeksikan mengalami kenaikan hingga 2,8% (5,1 - 5,6 juta orang), tingginya angka prevalensi tersebut menyebabkan Indonesia tidak hanya masuk dalam kategori "transit", namun telah menjadi "pasar" bagi transaksi gelap narkoba.

Sehingga angka tersebut tidak lagi ideal bila dibandingkan dengan jumlah fasilitas rehabilitasi narkoba yang baru memiliki daya tampung 18.000 jiwa seperti halnya pusat rehabilitasi narkoba nasional di Lido, Jabar.

Terkait hal tersebut, Wabup Alfedri, juga selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Siak menyambut baik arahan Presiden SBY tersebut. Menurutnya realisasi arahan yang bersifat nasional tersebut perlu menunggu penjelasan Strategi dan program dari instansi terkait lebih laniut.

"Kalau kita kaitkan persentase angka ketergantungan narkoba 2,2% kekonteks daerah kita, dengan asumsi jumlah penduduk kabupaten siak 300.000 jiwa saja, menurut proyeksi statistic, lebih dari 6000 jiwa masyarakat kita mulai anak-anak hingga orang tua berada dalam ancaman narkoba meskipun realitanya saat ini baru 2-4 kasus narkoba saja yang terjadi tiap bulannya. Seandainya situasi demikian benar-benar terjadi tentu kita tidak bisa mengandalkan Pusat Rehabilitasi Lido di Jabar saja. Nah untuk pengembangan pusat rehabilitasi didaerah tentu kita harus menunggu arahan dan petunjuk lanjut dari instansi terkait misalnya Kementerian Kesehatan dan BNN," terang Alfedri.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Kapolres Kampar Berikan Kiat Aman untuk Mudik
- Jelang Lebaran, Gubri Tarik Ratusan Mobnas
- Perda LH Riau Pertama di Sumatera
- PWI Rohul Berbagi dengan Anak Yatim dan Kurang Mampu
- THR Belum Dibayar, 12 Buruh PT WI Datangi Disnakertranduk Riau
- Jelang Lebaran,
Arus Penyeberangan Kempang Mekong-Semukut, Meranti Diperketat

- Gubri tak Besafari Ramadhan, tapi Gelar Open House Idul Fitri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.225.1.70
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com