Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:45
Orasi Ilmiah, Wisuda Angkatan Kedua STAILe Pekanbaru akan Diisi Menteri Hanif Dhakhiri

Sabtu, 24 Pebruari 2018 21:32
Firdaus-Rusli Janjikan Pekanbaru, Kampar, Pelalawan dan Siak Sama Maju

Sabtu, 24 Pebruari 2018 20:55
Dugaan Anak Bunuh Ayahnya di Siak,
Hasil Autopsi Korban Meninggal Karena Sakit Komplikasi


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:59
Keunikan Kampung Wisata Koto Ranah,
Mulai Puncak Suligi 900 MDPL Hingga Naskah Kuno


Sabtu, 24 Pebruari 2018 18:26
Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:19
Warga Kampung Baru Temukan Tengkorak Manusia Dalam Parit

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:17
Penyu Seberat 50 Kg Terdampar di Pantai Muntai, Bengkalis

Sabtu, 24 Pebruari 2018 17:07
Miliki 68 Paket Sabu, Warga Duri Ditangkap Polisi

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:47
Hadir di Sri Palas, Rusli Effendi Berasa Pulang ke Rumah

Sabtu, 24 Pebruari 2018 15:42
Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Mei 2013 16:50
Belum Bayar Ganti Rugi,
Pemilik Memancang Lahan di Proyek Astaka MTQ Pasirpangaraian


Pemkab Rohul belum melakukan pembayaran gantirugi lahan proyek Astaka MTQ Riau ke 32. Pemilik lahan melakukan pemancangan sebagai bentuk protes.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Disebabkan belum duduknya besaran ganti rugi lahan, pemilik lahan di areal Proyek Astaka MTQ Riau ke-32 di Pasirpangaraian memancang lahannya dan melarang dikerjakan.

Adalah H Ramlan alias Alan bersama keluarganya yang memancang lahannya di proyek Astaka MTQ Riau ke-32, tepat depan Masjid Agung Islamic Center. Warga Pasirpangaraian ini mengaku ganti rugi lahan yang diterapkan Pemkab Rohul sangat kecil sehingga belum sesuai.

Alan mengaku kesal, karena tanpa seizinnya, lahan yang belum diganti rugi Pemkab itu telah dibangun jalan dan parit oleh pihak rekanan. Sebagai aksi, dia dan keluarganya mematok lahan dan melarang pekerja bekerja di arealnya, Selasa sore kemarin (30/4/13).

Ada empat lokasi lahan milik Alan yang belum diganti rugi oleh Pemkab Rohul meliputi dua areal pancengan berukuran 10 x 40 meter dan areal lain 10 x 40 meter. Kemudian pondasi beton di belakang bangunan rumah toko, termasuk luas tanahnya 8 x 9 meter, selanjutnya satu kaplingan di tengah proyek berukuran 10 x 22,5 meter.

"Kalau ganti rugi dua pintu milikku sudah cocok harganya. Yang jadi masalah ganti rugi tanah aku bagaimana kabarnya?," tanya Alan dikonfirmasi riauterkinicom, Selasa malam tadi.

Menurut Alan, Pemkab Rohul menolak tawarannya untuk mengganti rugi tanahnya dengan harga Rp.1 juta per meter persegi, tapi tetap dengan harga tahun 2006 lalu yakni senilai Rp.300 ribu per meter persegi.

"Siapa yang mau terima ganti rugi sekecil itu. Pondasi beton di belakang Ruko rencananya untuk bangunan lain. Sesuai kontruksi, pondasi bisa untuk membangun bangunan tujuh tingkat, tapi hanya diganti 15 juta rupiah, siapa yang mau," katanya.

Alan tetap bersikeras tidak akan pernah serahkan tanahnya jika ganti rugi tidak sesuai harapan, apalagi tanahnya telah banyak diganti rugi oleh Pemkab Rohul, seperti 300 meter persegi dengan rumah 8 pintu di lokasi Pasar Modern, dan 1 hektar lahan untuk pembangunan kawasan Islamic Center Pasirpangaraian.

"Saya mau berpartisipasi dan ikut membangun daerah, tapi jika harga tidak sesuai, siapa yang mau melepaskan," ujarnya.

Alan mengaku lahan yang dibelinya sebelum dimekarkannya Rohul dari Kabupaten Kampar adalah sebagai investasi dan biaya pendidikan anak-anaknya, sehingga ia tetap pertahankan lahannya. "Aku siap menghadapi walau dibawa ke jalur hukum sekali pun, sebab berkas ku lengkap," tegas Alan.

Sebagai solusi, Alan tawarkan tiga opsi kepada Pemkab Rohul meliputi Pemkab Rohul membayar Rp.1 juta per meter persegi. Opsi kedua, lahan dipindahkan daerah lain masih di tepi jalan antara bundaran Pemda sampai jembatan Batang Lubuh Satu, bukan di Jalan Lingkar atau pihak Pemkab Rohul diminta melobi PT Hutahaean agar lahan di Pasir Putih diberikan kepadanya.

"Opsi ketiga dariku, keluarkan dulu IMB nya (izin mendirikan bangunan). Lahan itu boleh dipakai, tapi usai MTQ aku boleh membangun disana. Ini tim penilai yang salah, seharusnya mereka survey kepada masyarakat soal harga tanah," kesal Alan seraya mengancam akan memasang pagar berduri di lahannya.

Harga Tanah sesuai Survey Tim Appraisal

Di lain tempat, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Rohul, Syofwan, mengaku untuk besaran ganti rugi lahan di proyek Astaka MTQ Riau di Pasirpangaraian bukan tugas tim sembilan, melainkan tugas dari lembaga independent bernama Tim Appraisal yang berkantor di Pekanbaru.

"Tim Appraisal adalah lembaga independen penilai harga tanah. Kita tidak bisa intervensi mereka. Sementara tim sembilan hanya sebatas proses administrasinya saja," jelas Syofwan didampingi Kasubag Pertanahan Tapem Rohul, Sudirman, saat ditanya riauterkinicom soal menentukan besaran ganti rugi, Rabu (1/5/13).

Biaya untuk pembebasan lahan di proyek Astaka MTQ sejak 2011 lalu, kata Syofwan, berkisar Rp11 miliar, disesuaikan anggaran satuan kerja. "Mereka (tim appraisal) punya kriteria dalam menetapkan harga. Penilaian ini lah yang menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan harga tanah," kata Syofwan.

Soal ancaman Alan akan memasang pagar berduri di arealnya, Kasubag Pertanahan Sudirman mengaku tidak bisa melangkah lebih jauh lagi, sebab itu hak pemiliknya. Pemkab Rohul tetap membayar biaya ganti rugi sesuai peta bidang Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang juga masuk dalam tim sembilan.

"Nama Alan baru muncul. Pada surat-surat sebelumnya seperti tahun 2006 lalu, tidak ada namanya. Itu terserah Alan memagar kawat duri, selama itu belum diganti pemerintah. Intinya kita membayar sesuai ketentuan," tambah Sudirman.***(zal)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Keunikan Kampung Wisata Koto Ranah,
Mulai Puncak Suligi 900 MDPL Hingga Naskah Kuno

- Muhaimin Iskandar Beri Kuliah Umum di UR
- Kembangkan Pariwisata dan Pendidikan, Pemkab Kuansing Bekerjasama dengan UGM
- HUT Pemasyarakatan 54, Napi Rutan Rengat Bersihkan Tugu Patin Inhu
- Cegah Karlahut, Musim Mas Bantu Alat Berat untuk Warga Buka Lahan
- YKAKI Laporkan Ada 30 Anak Menderita Kanker di Kampar
- Festival Mahligai 2018 di Danau PLTA Koto Panjang Digekar Besok
- Kapolres Laporkan Tingginya Kasus Narkoba di Kampar
- Rumah Terbakar dan Hidup Sendiri,
Warga Bengkalis Ini Perlu Bantuan Material Rumah

-
- Terbukti Lakukan Pungli, Dua Personel Satpol PP Pekanbaru Dipecat
- DPPPA Gelar Pelatihan Layanan Ramah Anak di Puskesmas dan Rumah Sakit
- Diminta Profesional dan Amanah, 149 Advokat Peradi Pekanbaru Dilantik
- Silaturahmi dengan Tokoh Adat,
Kapolres Kampar Sambangi Sekretariat Lembaga Adat Setempat

- Kantongin Izin IUMK, IZI Cabang Riau Taja Pelatihan Budidaya Ikan di Tenayan
- Kapolres Inhu Resmikan Rukan Bhabinkamtibmas di Batang Peranap
- Bupati dan ASN Inhu Teken Pakta Integritas Hindari Suap dan Pungli
- Peringati HPSN, DLHK Pekanbaru Gelar Kampanye Peduli Sampah
- BEM se Indonesia demo di DPRD Riau,
Arus Lalu Lintas Jalan Sudirman Pekanbaru Dialihkan ke Mekar Sari

- TNI-Polri dan Warga Rambah Hilir Bersihkan Pemakaman Raja-raja Rambah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.226.253.34
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com