Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Senin, 11 Desember 2017 10:41
Polres Pelalawan Terus Buru Perampok Dua Pedagang Emas Asal Pekanbaru

Senin, 11 Desember 2017 10:35
Perayaan Natal Oikumene Wartawan Riau Diagendakan 26 Desember

Senin, 11 Desember 2017 06:51
Buka MTQ ke-36 Riau di Dumai, Gubri Motivasi Peserta dengan Hadiah Haji

Ahad, 10 Desember 2017 21:05
Soal Industri Kertas & Pulp, SPSI Riau Tuding Jikalahari Mengada-ada

Ahad, 10 Desember 2017 20:57
Gubri Lepas Pawai Taaruf dan Pembukaan Bazar MTQ XXXVI Riau

Ahad, 10 Desember 2017 20:23
Gubri Lepas Peserta Pawai Taaruf MTQ XXXVI Riau di Dumai

Ahad, 10 Desember 2017 20:19
Masyarakat Soroti Baliho MTQ Riau Milik Kesra Bengkalis di Dumai

Ahad, 10 Desember 2017 18:56
Bupati Kampar Hadiri Pelepasan Pawai Ta’aruf MTQ ke-36 Riau di Dumai

Ahad, 10 Desember 2017 18:12
Hadiri UndanganMakan Bajambau,
Gubri Puji Pesona Wisata Alam Teluk Jering


Ahad, 10 Desember 2017 18:02
MTQ ke-36 Riau, Bupati Inhil Ikuti Prosesi Pelepasan Pawai Ta'aruf

loading...



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Rabu, 1 Mei 2013 16:50
Belum Bayar Ganti Rugi,
Pemilik Memancang Lahan di Proyek Astaka MTQ Pasirpangaraian


Pemkab Rohul belum melakukan pembayaran gantirugi lahan proyek Astaka MTQ Riau ke 32. Pemilik lahan melakukan pemancangan sebagai bentuk protes.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Disebabkan belum duduknya besaran ganti rugi lahan, pemilik lahan di areal Proyek Astaka MTQ Riau ke-32 di Pasirpangaraian memancang lahannya dan melarang dikerjakan.

Adalah H Ramlan alias Alan bersama keluarganya yang memancang lahannya di proyek Astaka MTQ Riau ke-32, tepat depan Masjid Agung Islamic Center. Warga Pasirpangaraian ini mengaku ganti rugi lahan yang diterapkan Pemkab Rohul sangat kecil sehingga belum sesuai.

Alan mengaku kesal, karena tanpa seizinnya, lahan yang belum diganti rugi Pemkab itu telah dibangun jalan dan parit oleh pihak rekanan. Sebagai aksi, dia dan keluarganya mematok lahan dan melarang pekerja bekerja di arealnya, Selasa sore kemarin (30/4/13).

Ada empat lokasi lahan milik Alan yang belum diganti rugi oleh Pemkab Rohul meliputi dua areal pancengan berukuran 10 x 40 meter dan areal lain 10 x 40 meter. Kemudian pondasi beton di belakang bangunan rumah toko, termasuk luas tanahnya 8 x 9 meter, selanjutnya satu kaplingan di tengah proyek berukuran 10 x 22,5 meter.

"Kalau ganti rugi dua pintu milikku sudah cocok harganya. Yang jadi masalah ganti rugi tanah aku bagaimana kabarnya?," tanya Alan dikonfirmasi riauterkinicom, Selasa malam tadi.

Menurut Alan, Pemkab Rohul menolak tawarannya untuk mengganti rugi tanahnya dengan harga Rp.1 juta per meter persegi, tapi tetap dengan harga tahun 2006 lalu yakni senilai Rp.300 ribu per meter persegi.

"Siapa yang mau terima ganti rugi sekecil itu. Pondasi beton di belakang Ruko rencananya untuk bangunan lain. Sesuai kontruksi, pondasi bisa untuk membangun bangunan tujuh tingkat, tapi hanya diganti 15 juta rupiah, siapa yang mau," katanya.

Alan tetap bersikeras tidak akan pernah serahkan tanahnya jika ganti rugi tidak sesuai harapan, apalagi tanahnya telah banyak diganti rugi oleh Pemkab Rohul, seperti 300 meter persegi dengan rumah 8 pintu di lokasi Pasar Modern, dan 1 hektar lahan untuk pembangunan kawasan Islamic Center Pasirpangaraian.

"Saya mau berpartisipasi dan ikut membangun daerah, tapi jika harga tidak sesuai, siapa yang mau melepaskan," ujarnya.

Alan mengaku lahan yang dibelinya sebelum dimekarkannya Rohul dari Kabupaten Kampar adalah sebagai investasi dan biaya pendidikan anak-anaknya, sehingga ia tetap pertahankan lahannya. "Aku siap menghadapi walau dibawa ke jalur hukum sekali pun, sebab berkas ku lengkap," tegas Alan.

Sebagai solusi, Alan tawarkan tiga opsi kepada Pemkab Rohul meliputi Pemkab Rohul membayar Rp.1 juta per meter persegi. Opsi kedua, lahan dipindahkan daerah lain masih di tepi jalan antara bundaran Pemda sampai jembatan Batang Lubuh Satu, bukan di Jalan Lingkar atau pihak Pemkab Rohul diminta melobi PT Hutahaean agar lahan di Pasir Putih diberikan kepadanya.

"Opsi ketiga dariku, keluarkan dulu IMB nya (izin mendirikan bangunan). Lahan itu boleh dipakai, tapi usai MTQ aku boleh membangun disana. Ini tim penilai yang salah, seharusnya mereka survey kepada masyarakat soal harga tanah," kesal Alan seraya mengancam akan memasang pagar berduri di lahannya.

Harga Tanah sesuai Survey Tim Appraisal

Di lain tempat, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Rohul, Syofwan, mengaku untuk besaran ganti rugi lahan di proyek Astaka MTQ Riau di Pasirpangaraian bukan tugas tim sembilan, melainkan tugas dari lembaga independent bernama Tim Appraisal yang berkantor di Pekanbaru.

"Tim Appraisal adalah lembaga independen penilai harga tanah. Kita tidak bisa intervensi mereka. Sementara tim sembilan hanya sebatas proses administrasinya saja," jelas Syofwan didampingi Kasubag Pertanahan Tapem Rohul, Sudirman, saat ditanya riauterkinicom soal menentukan besaran ganti rugi, Rabu (1/5/13).

Biaya untuk pembebasan lahan di proyek Astaka MTQ sejak 2011 lalu, kata Syofwan, berkisar Rp11 miliar, disesuaikan anggaran satuan kerja. "Mereka (tim appraisal) punya kriteria dalam menetapkan harga. Penilaian ini lah yang menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan harga tanah," kata Syofwan.

Soal ancaman Alan akan memasang pagar berduri di arealnya, Kasubag Pertanahan Sudirman mengaku tidak bisa melangkah lebih jauh lagi, sebab itu hak pemiliknya. Pemkab Rohul tetap membayar biaya ganti rugi sesuai peta bidang Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang juga masuk dalam tim sembilan.

"Nama Alan baru muncul. Pada surat-surat sebelumnya seperti tahun 2006 lalu, tidak ada namanya. Itu terserah Alan memagar kawat duri, selama itu belum diganti pemerintah. Intinya kita membayar sesuai ketentuan," tambah Sudirman.***(zal)



Berita Sosial lainnya..........
- Perayaan Natal Oikumene Wartawan Riau Diagendakan 26 Desember
- Buka MTQ ke-36 Riau di Dumai, Gubri Motivasi Peserta dengan Hadiah Haji
- Gubri Lepas Peserta Pawai Taaruf MTQ XXXVI Riau di Dumai
- Masyarakat Soroti Baliho MTQ Riau Milik Kesra Bengkalis di Dumai
- Hadiri UndanganMakan Bajambau,
Gubri Puji Pesona Wisata Alam Teluk Jering

- RAPP Perkenalkan Khazanah Lokal,
Pekan Rantau Melayu Diminati Warga Pekanbaru

- Wabup Inhil: Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Media Silaturrahmi dan Ukhuwah Islamiyah
- Ratusan Kader PKS Riau Protes Trump Soal Yerusalem
- Macet Horor Jalur Duri-Minas di Samsam tak Jelas Sebabnya
- Seorang Pelajar Meninggal‎,
Bus Kafilah MTQ Rohul Tabrakan dengan Dump Truk

- Bupati Inhil Tinjau Sejumlah Kegiatan Pembangunan
- Sekdakab Lepas Kafilah Kampar ke MTQ Provinsi Riau
- Viral di Medsos, TNKB "15IS" Jadi Perbincangan Warga Duri, Bengkalis
- KPK Sosialisasi Program Maruah di Kampar
- Kemendikbud Dukung Riau Jadi Pusat Kebudayaan Melayu di Asia Tenggara
- International Day of Disability,
GenBI Riau Kampanyekan Peduli Anak Disabilitas

- Proyek Pipa Transmisi Gas Duri-Dumai,
Bupati Bengkalis Berharap Berdayakan SDM Tempatan

- Gratis dari Pemerintah,
Poktan Koto Inuman Kuansing Tolak Bibit Sawit Rusak

- Elpiji 3 Kg Langka, Pangkalan di Bengkalis Naikkan HET Diancam Blacklist
- Firdaus Dapat Penghargaan Walikota Entrepreneur Award 2017


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.44.32
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com