Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 23 April 2014 22:37
Dan Apel Puncak Harkitnas
Pemkab Meranti Siapkan Jambore Pendidikan di Mengkikip


Rabu, 23 April 2014 22:19
Bengkalis Minta Cabor Renang Dipertandingkan di Porprov Inhu

Rabu, 23 April 2014 22:02
Sejumlah Kegiatan Bakal Semarakkan HPN Riau ke-68 di Bengkalis

Rabu, 23 April 2014 21:34
Panwaslu Inhu Didesak Lanjutkan Kasus Dugaan Penggelembungan Suara di PPK Pasirpenyu

Rabu, 23 April 2014 21:15
Dilantik Sekjend Kemendagri, Rizka Utama Jadi Dirut IPDN

Rabu, 23 April 2014 21:07
Warga Batam Raih Mobil Lexus RX 270,
Undian Toyota Bombastis 2 Periode Maret 2014 Diumumkan


Rabu, 23 April 2014 21:03
Lampu Templok Picu Kebakaran Ludeskan Rumah Warga Rokan IV Koto



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 1 Mei 2013 16:50
Belum Bayar Ganti Rugi,
Pemilik Memancang Lahan di Proyek Astaka MTQ Pasirpangaraian


Pemkab Rohul belum melakukan pembayaran gantirugi lahan proyek Astaka MTQ Riau ke 32. Pemilik lahan melakukan pemancangan sebagai bentuk protes.

Riauterkini-PASIRPANGARAIAN- Disebabkan belum duduknya besaran ganti rugi lahan, pemilik lahan di areal Proyek Astaka MTQ Riau ke-32 di Pasirpangaraian memancang lahannya dan melarang dikerjakan.

Adalah H Ramlan alias Alan bersama keluarganya yang memancang lahannya di proyek Astaka MTQ Riau ke-32, tepat depan Masjid Agung Islamic Center. Warga Pasirpangaraian ini mengaku ganti rugi lahan yang diterapkan Pemkab Rohul sangat kecil sehingga belum sesuai.

Alan mengaku kesal, karena tanpa seizinnya, lahan yang belum diganti rugi Pemkab itu telah dibangun jalan dan parit oleh pihak rekanan. Sebagai aksi, dia dan keluarganya mematok lahan dan melarang pekerja bekerja di arealnya, Selasa sore kemarin (30/4/13).

Ada empat lokasi lahan milik Alan yang belum diganti rugi oleh Pemkab Rohul meliputi dua areal pancengan berukuran 10 x 40 meter dan areal lain 10 x 40 meter. Kemudian pondasi beton di belakang bangunan rumah toko, termasuk luas tanahnya 8 x 9 meter, selanjutnya satu kaplingan di tengah proyek berukuran 10 x 22,5 meter.

"Kalau ganti rugi dua pintu milikku sudah cocok harganya. Yang jadi masalah ganti rugi tanah aku bagaimana kabarnya?," tanya Alan dikonfirmasi riauterkinicom, Selasa malam tadi.

Menurut Alan, Pemkab Rohul menolak tawarannya untuk mengganti rugi tanahnya dengan harga Rp.1 juta per meter persegi, tapi tetap dengan harga tahun 2006 lalu yakni senilai Rp.300 ribu per meter persegi.

"Siapa yang mau terima ganti rugi sekecil itu. Pondasi beton di belakang Ruko rencananya untuk bangunan lain. Sesuai kontruksi, pondasi bisa untuk membangun bangunan tujuh tingkat, tapi hanya diganti 15 juta rupiah, siapa yang mau," katanya.

Alan tetap bersikeras tidak akan pernah serahkan tanahnya jika ganti rugi tidak sesuai harapan, apalagi tanahnya telah banyak diganti rugi oleh Pemkab Rohul, seperti 300 meter persegi dengan rumah 8 pintu di lokasi Pasar Modern, dan 1 hektar lahan untuk pembangunan kawasan Islamic Center Pasirpangaraian.

"Saya mau berpartisipasi dan ikut membangun daerah, tapi jika harga tidak sesuai, siapa yang mau melepaskan," ujarnya.

Alan mengaku lahan yang dibelinya sebelum dimekarkannya Rohul dari Kabupaten Kampar adalah sebagai investasi dan biaya pendidikan anak-anaknya, sehingga ia tetap pertahankan lahannya. "Aku siap menghadapi walau dibawa ke jalur hukum sekali pun, sebab berkas ku lengkap," tegas Alan.

Sebagai solusi, Alan tawarkan tiga opsi kepada Pemkab Rohul meliputi Pemkab Rohul membayar Rp.1 juta per meter persegi. Opsi kedua, lahan dipindahkan daerah lain masih di tepi jalan antara bundaran Pemda sampai jembatan Batang Lubuh Satu, bukan di Jalan Lingkar atau pihak Pemkab Rohul diminta melobi PT Hutahaean agar lahan di Pasir Putih diberikan kepadanya.

"Opsi ketiga dariku, keluarkan dulu IMB nya (izin mendirikan bangunan). Lahan itu boleh dipakai, tapi usai MTQ aku boleh membangun disana. Ini tim penilai yang salah, seharusnya mereka survey kepada masyarakat soal harga tanah," kesal Alan seraya mengancam akan memasang pagar berduri di lahannya.

Harga Tanah sesuai Survey Tim Appraisal

Di lain tempat, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem) Setdakab Rohul, Syofwan, mengaku untuk besaran ganti rugi lahan di proyek Astaka MTQ Riau di Pasirpangaraian bukan tugas tim sembilan, melainkan tugas dari lembaga independent bernama Tim Appraisal yang berkantor di Pekanbaru.

"Tim Appraisal adalah lembaga independen penilai harga tanah. Kita tidak bisa intervensi mereka. Sementara tim sembilan hanya sebatas proses administrasinya saja," jelas Syofwan didampingi Kasubag Pertanahan Tapem Rohul, Sudirman, saat ditanya riauterkinicom soal menentukan besaran ganti rugi, Rabu (1/5/13).

Biaya untuk pembebasan lahan di proyek Astaka MTQ sejak 2011 lalu, kata Syofwan, berkisar Rp11 miliar, disesuaikan anggaran satuan kerja. "Mereka (tim appraisal) punya kriteria dalam menetapkan harga. Penilaian ini lah yang menjadi acuan pemerintah dalam menetapkan harga tanah," kata Syofwan.

Soal ancaman Alan akan memasang pagar berduri di arealnya, Kasubag Pertanahan Sudirman mengaku tidak bisa melangkah lebih jauh lagi, sebab itu hak pemiliknya. Pemkab Rohul tetap membayar biaya ganti rugi sesuai peta bidang Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang juga masuk dalam tim sembilan.

"Nama Alan baru muncul. Pada surat-surat sebelumnya seperti tahun 2006 lalu, tidak ada namanya. Itu terserah Alan memagar kawat duri, selama itu belum diganti pemerintah. Intinya kita membayar sesuai ketentuan," tambah Sudirman.***(zal)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Cutiek
Mo bapo pulo ajaknyo leh, awak nak jadi gubernur juo .... Beabih abih duik rakyat apo pulo salahnyo, kalau olah masuk penjaro dietongkan pulo ....

Batang samo
Olah dilebarkan jalan, kami bersyukur sama bupati, kinilah kami merasa ada pembangunan, pembangunan luar biasa di rohul, orang cuma pandai menyalahkan adalah orang gila ynag mau mati, yang minta ganti rugi semahal itu setan berwajah manusia yang ingi

sueb
wajib lah dibayar, sebab iko harta berhargaw keluarga inyo.

dirman ujung batu
lomak tingga dipasie pakai ganti rugiiiiiiiiiii, rogu sokolomak dihati........rondah dibuek pemda minta tinggi, tinggi dibuek pemda dituduh korupsi............seharusnya kita berterima kasih sama pemda yang hanya mau menganti rugi 300 ribu/meter, jus

Kitang Boruk
Lah Joleh paja tu ndo tontu jantan botinonyo do, ngapo pulo dipilih potang, rasokanlah asab kelian dibueknyo, kojo maksiat tu ndo surang inyo kan meraso akbiatnyo do , so negoi ko kono dibueknyo ....

Kitang Boruk
Lah Joleh paja tu ndo tontu jantan botinonyo do, ngapo pulo dipilih potang, rasokanlah asab kelian dibueknyo, kojo maksiat tu ndo surang inyo kan meraso akbiatnyo do , so negoi ko kono dibueknyo ....

dasman
di APBD Rohul ada uang pembebasan lahan, termasuk pembebasan lahan untuk pelebaran jalan , tapi sayangnya duitnya terlanjur dipakai oleh dinas untuk sosialisasi achmad menuju Riau 1, Bupati achmad sudah biasa mengrbankan rakyatnya asalkan tujuannya t

JAKSA
udah tak perlu ngoceh lah ka alan, kami tunggu dipengadilan biar kita bktikan kebenarannya, sesuai data di BPN rohul,tim 9 tak erlu hiraukan ,lanjutkan saja pembangunan sesuai rencana

BPN
tak perlu ditanggapi ocehan alan, lahan tersebut juga tak ada surat sertifikatnya , sesuai data yg ada di pertanahan rohul

ongah jodi
ikolah akibatnyo kalau bupati awak urang munapik, kalian sendiri ti yg salahnyo, kan kolian potang yg milih ahmad tu mak jadi buapti rohul, padahal kolian lah tau bahwa ahmad itu urangnyo pombohong, mo torimolah akibatnyo dek kolian

hardis
kalau tanah alan diganti rugi, maka kami masyarakat batang samo juga meminta kepeada pemerintah agar mengganti rugi lahan kami yg terkena imbas pelebaran jalan, achmad jangan meng anak tirikan kami warga batang samo, kalau tidak diganti rugi maka kam

Ogak Batang Lubuh
Mimpi nak jadi Gubernur mako disetting-lah MTQ Tingkat Provinsi semewah dan semegah mungkin, mak disobuik urg bahwa Pak Bupati sangat Islami ... Ruponyo Utang Beserak ..... Mo bapo ti ko nyo .... Olah konai urang banyak dibueknyo ....


Berita Sosial lainnya ..........
- Dan Apel Puncak Harkitnas
Pemkab Meranti Siapkan Jambore Pendidikan di Mengkikip

- Sejumlah Kegiatan Bakal Semarakkan HPN Riau ke-68 di Bengkalis
- Dilantik Sekjend Kemendagri, Rizka Utama Jadi Dirut IPDN
- Besok, 108 Pejabat Pemkab Kuansing Dimutasi
- Sangat Diminati, Seribu Jatah Prona Rohul Sudah Habis
- Dinilai Masih Wajar,
Mendagri Minta DPRD Awasi Dugaan Politik Dinasti Gubri

- Seorang Gugur, 168 Honor K2 Rohil Lolos Seleksi Lanjutan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.148.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com