Untitled Document
Kamis, 4 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 27 Nopember 2014 00:14
Diduga Sopir Mengantuk, Seorang Warga Muara Lembu, Kuansing Tewas Tertabrak

Kamis, 27 Nopember 2014 00:10
Warga Bengkalis Tewas Kesetrum Genset

Kamis, 27 Nopember 2014 00:04
Operasi Zebra Satlantas Polres Bengkalis di Duri Jaring Puluhan Ranmor

Rabu, 26 Nopember 2014 23:56
Ketua KPU Rohil Resmi Letakkan Jabatan 15 Desember

Rabu, 26 Nopember 2014 21:20
Dewan Mengecam,
FPI Ingatkan Polisi Insiden Musholla RRI Sangat Serius


Rabu, 26 Nopember 2014 21:17
Cukong Perambah Hutan Cagar Biosfer Diamankan Polsek Pinggir

Rabu, 26 Nopember 2014 21:15
Kembali Byarpet, PLN Duri Bikin Jengkel Ratusan Ribu Pelanggannya



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 29 April 2013 16:47
LSIKP Kuansing Gelar Dialog Cegah Konflik Komunal

Digelar dialog dalam rangka mencegah terjadinya konflik komunal di Kuantan Singingi. Kegiatan tersebut ditaja LSIKP.

Riauterkini-TELUKKUANTAN-Lembaga Studi Informasi Komunikasi dan Pers (LSIKP) Kuantan Singingi menggelar dialog pencegahan dini potensi konflik komunal akibat kemajemukan dan fanatisme sara. Dialog ini memberi pemahaman terhadap kemajemukan dan mengetahui potensi konflik ditengah masyarakat.

Dialog digelar Senin (29/4/13) di gedung kesenian Narosa Teluk Kuntan dibuka secara resmi Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Firdaus Bahar diwakili Kabid Politik Drs. Mulyadi Harun.

Dalam sambutannya, Mulyadi mengatakan, dibeberapa belahan Indonesia, sudah terdengar adanya kerusuhan yang pemicunya suku, agama dan ras. Kerusuhan itu menjadi perhatian semua warga negara Indonesia, karena sampai menimbulkan korban jiwa dan harta serta sulitnya untuk diantisipasi.

Kondisi serupa katanya bisa saja terjadi di Kuantan Singingi, Riau. Daerah ini memiliki kondisi kemaysarakatan yang mirip dengan kawasan yang telah terjadi konflik tersebut.

Potensi gesekan sangat besar, bahkan beberapa kali juga terjadi, namun masih bisa diredam aparat keamanan dan tokoh masyarakat, termasuk campur tangan pemerintah daerah.

Beberapa konflik yang mencuat kepermukaan di Kabupaten Kuantan Singngi, konflik antara masyarakat Kenegerian Cengar dengan PT. Tri Bakti Sarimas, konflik masyarakat Kenegerian Teratak Air Hitam dengan Kengerian Simandolak dan konflik antara masyarakat Muara Lembu dengan masyarakat ekstransmigrasi.

Untuk masa datang, konflik-konflik yang telah terjadi tersebut, diharapkan tidak terulang lagi. Sehingga perlu antisipasi sejak dini terhadap potensi konflik tersebut. Maka perlu ada kegiatan yang bisa mengantisipasi tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Noprio Sandi mengatakan, untuk ketiga kalinya mereka menyelenggarakan dialog, untuk tahun ini, Dialog Pencegahan Dini Potensi Konflik Komunal Akibat Kemajemukan dan Fanatisme SARA di Kabupaten Kuantan Singingi.

Maksud kegiatan, memberi pemahaman terhadap kemajemukan, mengetahui potensi konflik ditengah masyarakat, tujuan, agar masyarakat menerima kemajemukan, antisipasi konflik sejak dini.

Nara sumber, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, “*Antisipasi Potensi Konflik Komunal Sejak Dini*”, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), H. Mulkan M. Sarin, MA, “*Sosialisasi SKB 2 Menteri dan Perbub, Terkait Kerukunan Umat Beragama*”, Ketua Perjasing dr Alfredo Hariadi, Sp. A “*Indahnya Hidup Damai Antar Suku”.*

Peserta sebanyak 100 orang, terdiri dari perwakilan organisasi masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, masyarakat rawan konflik, LSM, mahasiswa dan siswa SLTA. Dialog berlangsung hangat, hingga akhir acara, sehingga masih banyak peserta yang mau bertanya, namun karena keterbatasan waktu, moderator menghentikan perserta yang mau bertanya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Kembali Byarpet, PLN Duri Bikin Jengkel Ratusan Ribu Pelanggannya
- Pemko Dumai Gelar Bimtek Kajian Sistem Administrasi Kearsipan
- Proyek Drainase dan Pelebaran Jalan Ombak, Dumai Timbulkan Polemik
- Omset Menurun,
Pedagang Pasar Bawah, Pekanbaru Kecewa Jokowi Batal Datang

- Terhitung 1 Desember 2014, Sekda Dumai Ingatkan Mobdin Boleh Beroperasi Pada Jam Dinas
- Bakar ban Depan Kampus,
Mahasiswa UIR Minta Presiden Turunkan Harga BBM

- Total Rp 1 Milyar,
PT RAPP Kembali Gelontorkan Beasiswa untuk 398 Siswa SMA



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.57.182
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com