Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Kamis, 23 Pebruari 2017 22:25
Suparman Divonis Bebas, KPK Kecewa dan Ajukan Banding

Kamis, 23 Pebruari 2017 22:13
3 Kali Menjambret, Dua ABG di Meranti ini 'Digelandang' Polisi

Kamis, 23 Pebruari 2017 21:27
Jual Sabu ke Petani, Anggota Polsek Tambusai Rohul Ditangkap Komandannya

Kamis, 23 Pebruari 2017 20:41
Gubri Serahkan 146 Rumah di UPT Tanjung Tiram, Inhil

Kamis, 23 Pebruari 2017 20:28
Polsek Kerinci Kanan, Pelalawan Bongkar Penampungan Satwa Liar

Kamis, 23 Pebruari 2017 20:20
Pedagang Desak Distanak Sebutkan Pedagang Bakso Babi

Kamis, 23 Pebruari 2017 19:17
Seorang Warga Tanah Merah, Inhil Ditusuk dengan Badik

Kamis, 23 Pebruari 2017 19:01
Kejagung RI Segera Bentuk Tim Saber Pungli di Riau

Kamis, 23 Pebruari 2017 18:55
Sesjamwas Kejagung RI Kunker ke Kejari Siak

Kamis, 23 Pebruari 2017 18:50
Satgas Saber Pungli Tangkap Tangan Honorer Dishub Inhu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 29 April 2013 16:47
LSIKP Kuansing Gelar Dialog Cegah Konflik Komunal

Digelar dialog dalam rangka mencegah terjadinya konflik komunal di Kuantan Singingi. Kegiatan tersebut ditaja LSIKP.

Riauterkini-TELUKKUANTAN-Lembaga Studi Informasi Komunikasi dan Pers (LSIKP) Kuantan Singingi menggelar dialog pencegahan dini potensi konflik komunal akibat kemajemukan dan fanatisme sara. Dialog ini memberi pemahaman terhadap kemajemukan dan mengetahui potensi konflik ditengah masyarakat.

Dialog digelar Senin (29/4/13) di gedung kesenian Narosa Teluk Kuntan dibuka secara resmi Kepala Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Firdaus Bahar diwakili Kabid Politik Drs. Mulyadi Harun.

Dalam sambutannya, Mulyadi mengatakan, dibeberapa belahan Indonesia, sudah terdengar adanya kerusuhan yang pemicunya suku, agama dan ras. Kerusuhan itu menjadi perhatian semua warga negara Indonesia, karena sampai menimbulkan korban jiwa dan harta serta sulitnya untuk diantisipasi.

Kondisi serupa katanya bisa saja terjadi di Kuantan Singingi, Riau. Daerah ini memiliki kondisi kemaysarakatan yang mirip dengan kawasan yang telah terjadi konflik tersebut.

Potensi gesekan sangat besar, bahkan beberapa kali juga terjadi, namun masih bisa diredam aparat keamanan dan tokoh masyarakat, termasuk campur tangan pemerintah daerah.

Beberapa konflik yang mencuat kepermukaan di Kabupaten Kuantan Singngi, konflik antara masyarakat Kenegerian Cengar dengan PT. Tri Bakti Sarimas, konflik masyarakat Kenegerian Teratak Air Hitam dengan Kengerian Simandolak dan konflik antara masyarakat Muara Lembu dengan masyarakat ekstransmigrasi.

Untuk masa datang, konflik-konflik yang telah terjadi tersebut, diharapkan tidak terulang lagi. Sehingga perlu antisipasi sejak dini terhadap potensi konflik tersebut. Maka perlu ada kegiatan yang bisa mengantisipasi tersebut.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Noprio Sandi mengatakan, untuk ketiga kalinya mereka menyelenggarakan dialog, untuk tahun ini, Dialog Pencegahan Dini Potensi Konflik Komunal Akibat Kemajemukan dan Fanatisme SARA di Kabupaten Kuantan Singingi.

Maksud kegiatan, memberi pemahaman terhadap kemajemukan, mengetahui potensi konflik ditengah masyarakat, tujuan, agar masyarakat menerima kemajemukan, antisipasi konflik sejak dini.

Nara sumber, Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi, “*Antisipasi Potensi Konflik Komunal Sejak Dini*”, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), H. Mulkan M. Sarin, MA, “*Sosialisasi SKB 2 Menteri dan Perbub, Terkait Kerukunan Umat Beragama*”, Ketua Perjasing dr Alfredo Hariadi, Sp. A “*Indahnya Hidup Damai Antar Suku”.*

Peserta sebanyak 100 orang, terdiri dari perwakilan organisasi masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, masyarakat rawan konflik, LSM, mahasiswa dan siswa SLTA. Dialog berlangsung hangat, hingga akhir acara, sehingga masih banyak peserta yang mau bertanya, namun karena keterbatasan waktu, moderator menghentikan perserta yang mau bertanya.***(nop)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- 3 Kali Menjambret, Dua ABG di Meranti ini 'Digelandang' Polisi
- Gubri Serahkan 146 Rumah di UPT Tanjung Tiram, Inhil
- Polsek Kerinci Kanan, Pelalawan Bongkar Penampungan Satwa Liar
- Pedagang Desak Distanak Sebutkan Pedagang Bakso Babi
- Seorang Warga Tanah Merah, Inhil Ditusuk dengan Badik
- Sesjamwas Kejagung RI Kunker ke Kejari Siak
- Bayi Penderita Meningocele Ini Memerlukan Bantuan Donatur


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.167.184.64
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com