Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 30 September 2016 21:13
Pembangunan Jembatan Siak IV,
Tekhnis dan Waktu Lelang Umum Perlu Dihitung


Jum’at, 30 September 2016 20:57
Ciptakan Kader Tangguh dan Berkarakter,
DPW Perindo Riau Gelar TOT dan LKM


Jum’at, 30 September 2016 20:46
Catatan KPAI Terkait Prostitusi Anak di Riau (2),
Puluhan Anak di Riau Korban Eksploitasi Bisnis Pelacuran


Jum’at, 30 September 2016 20:19
Harimau Sumatera di TNBT Inhu Terancam Perburuan

Jum’at, 30 September 2016 18:12
Binaan CSR PT CPI,
Pondok Oleh-oleh Duri Ikuti Pameran Kuliner di Mal SKA Pekanbaru


Jum’at, 30 September 2016 17:35
Polda Riau Enggan Serahkan Surat SP3 15 Perusahaan Karlahut

Jum’at, 30 September 2016 17:33
Sambut Kontingen Riau, Gubri Bangga dengan Capaian Atlet Riau di PON Jabar



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 22 April 2013 21:44
Rumah Sunting Baca Puisi Bersama Warga

Komunitas Rumah Sunting memiliki cara sendiri untuk memperingati Hari Kartini. Dimulai dengan performance art di pagi hari, hingga puisi bersama warga pada malam harinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Peringatan Hari Kartini yang jatuh Hari Ahad (21/4/13), diperingati Komunitas Rumah Sunting (KRS) dengan mengge lar berbagai kegiatan. Dimulai dengan performance art yang dilak sanakan di kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Diponegoro pagi Ahad itu hingga membaca puisi bersama warga di bundara Tugu Selais malam harinya.

Pembacaan puisi di Tugu Selais, juga dimeriahkan dengan visualisasi, pembacaan puisi oleh warga yang datang ke bundaran tersebut hingga pemasangan lilin dan menyanyikan lagu 'Ibu Kita Kartini' beramai-ramai. Kegiatan tersebut menarik perhatian warga. Banyak pengendara lewat berhenti dan menonton aksi yang berlangsung selama 40 menit tersebut.

Julita (40), warga Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, turut membacakan puisi dan berekspresi bebas. Begitu juga dengan Bujang dan Farhan dan beberapa lainnya. Mereka pengunjung. Sedangkan pembaca puisi dari Rumah Sunting sendiri diawali oleh Wahyu Mualli Bone, Rian Harahap, Kunni Masrohanti, Riski Kurniawan dan Siti Salmah.

''Saya merasa sangat bangga dan senang bisa terlibat membaca puisi malam ini (Ahad malam, red). Sejak pindah ke Pekanbaru dari Bukittingi delapan bulan lalu, saya tidak punya tempat untuk menyalurkan bakat. Sebelumnya saya sering mentas termasuk untuk penggalangan dana di Aceh,'' kata Julita.

Pagi harinya, anggota KRS telah menggelar aksi long mach di kawasan CFD. Mereka menunjukkan potret perjuangan Kartini dengan menampilkan karakter perempuan dari zaman ke zaman dalam bentuk teaterikal, tarian, hingga karakter perorangan.

Spanduk bertuliskan 'Tetap Kartini Sampai Mati' yang dipe gang oleh dua perempuan muda berpakaian anggun dan tulisan 'Aku, Kau dan Kita Adalah Kartini, menjadi penanda siapa sebenarnya mereka. Mereka Kartini dari berbagai usia. Ada anak-anak, pemuda pemudi dan orang tua. Ada yang berperan sebagai wanita cantik, wanita yang diseret menggunakan papan roda dengan tali mengikat tubuhnya, ada juga yang berperan sebagai nenek, bahkan waria. Perhatian warga pun tersedot, bahkan banyak yang mengikuti mereka dengan terus berjalan di belakang barisan.

''Semua peran dan lakon yang ditampilkan menunjukkan, inilah potret Kartini masa kini. Mereka tetap kuat dan bertahan dalam berbagai suasana,'' ungkap Koordinator Kegiatan, Rizki Kurniawan.

Kegiatan ini dipimpin langsung pembina KRS, Kunni Masrohan ti. ''Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kita laksanakan. Dua minggu silam, kita menggelar kemah tetater. Minggu lalu, kita ekspedisi ke makam Raja Kecik di Siak. Minggu ini kita peringati Hari Kartini. Semua kita lakukan sempena ulang tahun Rumah Sunting pertama yang jatuh tanggal 11 April kemarin dan juga karena kita akan menggelar kerya berikutnya,'' kata Kunni.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Pembangunan Jembatan Siak IV,
Tekhnis dan Waktu Lelang Umum Perlu Dihitung

- Ditanam Semasa Achmad,
Tanaman Hias di Median Jalan Banyak yang Mati Kekeringan

- Berturut Keempat Kali, Kecamatan Bantan Juara Umum MTQ Kabupaten Bengkalis
- Mantan Sekdaprov Wan Syamsir Yus Masih Tercatat sebagai Komisaris RAL
- Ditemukan Depot Air Minum Belum Kantongi Izin di Bengkalis
- Rohul Siapkan Full Team Hadapi MTQ ke-35 TRiau 2016 di Pekanbaru
- Bandar Sikijang Tuan Rumah Pelalawan Sehat 2016


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.83.7
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com