Untitled Document
Kamis, 25 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 18 Desember 2014 10:53
Tersangka Suap Alih Fungsi Lahan, Gubri Nonaktif Kembali Diperiksa KPK

Kamis, 18 Desember 2014 10:51
PNS Dilarang ke Kantor Berkendaraan Bermotor,
Wako Pekanbaru Luncurkan Kamis Bersih Tanpa Polusi Alias Kasihpapa


Kamis, 18 Desember 2014 10:23
Kebakaran Tiga Rumah di Kuantan Raya Tewaskan Dua Warga

Kamis, 18 Desember 2014 10:02
Lusa, Wako Pekanbaru Terima Penghargaan Setia Lencana Kebaktian Sosial 2014

Kamis, 18 Desember 2014 09:56
Melawan, Maling Motor Ditembak Aparat Polresta Pekanbaru

Kamis, 18 Desember 2014 09:53
Jalankan Rekomendasi SAC, RAPP Studi Bentang Alam di Dua Wilayah

Kamis, 18 Desember 2014 09:47
Kasasi Terdakwa Korupsi Dana Vaksin Haji KKP Pekanbaru Ditolak MA



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 22 April 2013 21:44
Rumah Sunting Baca Puisi Bersama Warga

Komunitas Rumah Sunting memiliki cara sendiri untuk memperingati Hari Kartini. Dimulai dengan performance art di pagi hari, hingga puisi bersama warga pada malam harinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Peringatan Hari Kartini yang jatuh Hari Ahad (21/4/13), diperingati Komunitas Rumah Sunting (KRS) dengan mengge lar berbagai kegiatan. Dimulai dengan performance art yang dilak sanakan di kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Diponegoro pagi Ahad itu hingga membaca puisi bersama warga di bundara Tugu Selais malam harinya.

Pembacaan puisi di Tugu Selais, juga dimeriahkan dengan visualisasi, pembacaan puisi oleh warga yang datang ke bundaran tersebut hingga pemasangan lilin dan menyanyikan lagu 'Ibu Kita Kartini' beramai-ramai. Kegiatan tersebut menarik perhatian warga. Banyak pengendara lewat berhenti dan menonton aksi yang berlangsung selama 40 menit tersebut.

Julita (40), warga Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, turut membacakan puisi dan berekspresi bebas. Begitu juga dengan Bujang dan Farhan dan beberapa lainnya. Mereka pengunjung. Sedangkan pembaca puisi dari Rumah Sunting sendiri diawali oleh Wahyu Mualli Bone, Rian Harahap, Kunni Masrohanti, Riski Kurniawan dan Siti Salmah.

''Saya merasa sangat bangga dan senang bisa terlibat membaca puisi malam ini (Ahad malam, red). Sejak pindah ke Pekanbaru dari Bukittingi delapan bulan lalu, saya tidak punya tempat untuk menyalurkan bakat. Sebelumnya saya sering mentas termasuk untuk penggalangan dana di Aceh,'' kata Julita.

Pagi harinya, anggota KRS telah menggelar aksi long mach di kawasan CFD. Mereka menunjukkan potret perjuangan Kartini dengan menampilkan karakter perempuan dari zaman ke zaman dalam bentuk teaterikal, tarian, hingga karakter perorangan.

Spanduk bertuliskan 'Tetap Kartini Sampai Mati' yang dipe gang oleh dua perempuan muda berpakaian anggun dan tulisan 'Aku, Kau dan Kita Adalah Kartini, menjadi penanda siapa sebenarnya mereka. Mereka Kartini dari berbagai usia. Ada anak-anak, pemuda pemudi dan orang tua. Ada yang berperan sebagai wanita cantik, wanita yang diseret menggunakan papan roda dengan tali mengikat tubuhnya, ada juga yang berperan sebagai nenek, bahkan waria. Perhatian warga pun tersedot, bahkan banyak yang mengikuti mereka dengan terus berjalan di belakang barisan.

''Semua peran dan lakon yang ditampilkan menunjukkan, inilah potret Kartini masa kini. Mereka tetap kuat dan bertahan dalam berbagai suasana,'' ungkap Koordinator Kegiatan, Rizki Kurniawan.

Kegiatan ini dipimpin langsung pembina KRS, Kunni Masrohan ti. ''Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kita laksanakan. Dua minggu silam, kita menggelar kemah tetater. Minggu lalu, kita ekspedisi ke makam Raja Kecik di Siak. Minggu ini kita peringati Hari Kartini. Semua kita lakukan sempena ulang tahun Rumah Sunting pertama yang jatuh tanggal 11 April kemarin dan juga karena kita akan menggelar kerya berikutnya,'' kata Kunni.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Lusa, Wako Pekanbaru Terima Penghargaan Setia Lencana Kebaktian Sosial 2014
- Semarak Hut ke-6 Meranti,
Abang Judika Idol Tampil Memukau di Taman Cik Puan

- Krisis Listrik di Inhu Diprediksi Berlangsung Lama
- Bahana Cendana Kartika Chevron Wakili Riau di Grand Prix Marching Band 2014
- Gandeng PLN, PT Musimas Alirkan Listrik ke Tiga Desa
- Lima Desa di Rantau, Kuansing Terendam Banjir
- Tersisa Waktu 10 Hari,
Pengerjaan Gedung Rehabilitasi UPT Diskes Mandau Hanya 40 Persen



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.78.132
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com