Untitled Document
Senin, 25 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 20 Oktober 2014 16:40
BOB Komit Harmonisasikan Operasi Produksi dan Penjagaan Lingkungan

Senin, 20 Oktober 2014 16:28
Bengkalis Kian Jauh Tinggalkan Tuan Rumah Porprov Riau 2014

Senin, 20 Oktober 2014 16:24
Bluebird Bantu Supir Taksi Korban Kebakaran

Senin, 20 Oktober 2014 16:15
Saqlul Bantah Berperan Penting dalam Suap Pengesahan APBD Riau 2015

Senin, 20 Oktober 2014 16:12
Plt Gubri Tolak Komentari Saran tak Angkat Wagubri 'Orang Annas'

Senin, 20 Oktober 2014 16:03
Lebih 50 Persen UMKM Riau Belum Tersentuh Perbankan

Senin, 20 Oktober 2014 16:02
Masih Minim Penyaluran Hobi,
Insan Seni Musik Minta Dukungan Pemkab Rohul




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 22 April 2013 21:44
Rumah Sunting Baca Puisi Bersama Warga

Komunitas Rumah Sunting memiliki cara sendiri untuk memperingati Hari Kartini. Dimulai dengan performance art di pagi hari, hingga puisi bersama warga pada malam harinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Peringatan Hari Kartini yang jatuh Hari Ahad (21/4/13), diperingati Komunitas Rumah Sunting (KRS) dengan mengge lar berbagai kegiatan. Dimulai dengan performance art yang dilak sanakan di kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Diponegoro pagi Ahad itu hingga membaca puisi bersama warga di bundara Tugu Selais malam harinya.

Pembacaan puisi di Tugu Selais, juga dimeriahkan dengan visualisasi, pembacaan puisi oleh warga yang datang ke bundaran tersebut hingga pemasangan lilin dan menyanyikan lagu 'Ibu Kita Kartini' beramai-ramai. Kegiatan tersebut menarik perhatian warga. Banyak pengendara lewat berhenti dan menonton aksi yang berlangsung selama 40 menit tersebut.

Julita (40), warga Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, turut membacakan puisi dan berekspresi bebas. Begitu juga dengan Bujang dan Farhan dan beberapa lainnya. Mereka pengunjung. Sedangkan pembaca puisi dari Rumah Sunting sendiri diawali oleh Wahyu Mualli Bone, Rian Harahap, Kunni Masrohanti, Riski Kurniawan dan Siti Salmah.

''Saya merasa sangat bangga dan senang bisa terlibat membaca puisi malam ini (Ahad malam, red). Sejak pindah ke Pekanbaru dari Bukittingi delapan bulan lalu, saya tidak punya tempat untuk menyalurkan bakat. Sebelumnya saya sering mentas termasuk untuk penggalangan dana di Aceh,'' kata Julita.

Pagi harinya, anggota KRS telah menggelar aksi long mach di kawasan CFD. Mereka menunjukkan potret perjuangan Kartini dengan menampilkan karakter perempuan dari zaman ke zaman dalam bentuk teaterikal, tarian, hingga karakter perorangan.

Spanduk bertuliskan 'Tetap Kartini Sampai Mati' yang dipe gang oleh dua perempuan muda berpakaian anggun dan tulisan 'Aku, Kau dan Kita Adalah Kartini, menjadi penanda siapa sebenarnya mereka. Mereka Kartini dari berbagai usia. Ada anak-anak, pemuda pemudi dan orang tua. Ada yang berperan sebagai wanita cantik, wanita yang diseret menggunakan papan roda dengan tali mengikat tubuhnya, ada juga yang berperan sebagai nenek, bahkan waria. Perhatian warga pun tersedot, bahkan banyak yang mengikuti mereka dengan terus berjalan di belakang barisan.

''Semua peran dan lakon yang ditampilkan menunjukkan, inilah potret Kartini masa kini. Mereka tetap kuat dan bertahan dalam berbagai suasana,'' ungkap Koordinator Kegiatan, Rizki Kurniawan.

Kegiatan ini dipimpin langsung pembina KRS, Kunni Masrohan ti. ''Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kita laksanakan. Dua minggu silam, kita menggelar kemah tetater. Minggu lalu, kita ekspedisi ke makam Raja Kecik di Siak. Minggu ini kita peringati Hari Kartini. Semua kita lakukan sempena ulang tahun Rumah Sunting pertama yang jatuh tanggal 11 April kemarin dan juga karena kita akan menggelar kerya berikutnya,'' kata Kunni.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Masih Minim Penyaluran Hobi,
Insan Seni Musik Minta Dukungan Pemkab Rohul

- Antisipasi Kebocoran Anggaran, DKP Pekanbaru Surati Seluruh Camat
- Jajaran Pengurus KNPI Dumai 2014-2017 Dilantik
- Lantai Jembatan Gantung di Pasirpangaraian Sudah Lapuk
- Menteri ESDM Setujui 12 Ribu Hektar WPR untuk Kuansing
- Tak Tau Informasi,
3.157 Peserta CPNS Datangi Kantor Walikota Pekanbaru

- Realisasi di Bawah 40 Persen,
Plt Gubri Minta 10 SKPD Genjot Realisasi



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.35.130
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com