Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 30 Agustus 2016 11:32
Kios tak Direhab Pasca Kebakaran, Pedagang Plaza Sukarmai Mengadu ke Pemko

Selasa, 30 Agustus 2016 11:15
Dirikan Posko, Polres Inhil Nyatakan Seluruh Personil Siaga Karlahut

Selasa, 30 Agustus 2016 11:10
Tiga Tahanan Kasus Narkotika Kabur Belum Tertangkap di Dumai

Selasa, 30 Agustus 2016 10:54
Komnas HAM Bakal ke Meranti, Investigasi Bentro Warga Vs Polisi

Selasa, 30 Agustus 2016 10:30
Kapolri Larang Korbankan Institusi Demi Bela Oknum Polisi Salah

Selasa, 30 Agustus 2016 07:46
Kabut Asap Memburuk, Diskes Pekanbaru Sebar 40 Ribu Masker ke Puskesmas

Selasa, 30 Agustus 2016 07:16
Andi Rachman Masih Ogah Bicarakan Calon Wakil Gubernur



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 22 April 2013 21:44
Rumah Sunting Baca Puisi Bersama Warga

Komunitas Rumah Sunting memiliki cara sendiri untuk memperingati Hari Kartini. Dimulai dengan performance art di pagi hari, hingga puisi bersama warga pada malam harinya.

Riauterkini-PEKANBARU- Peringatan Hari Kartini yang jatuh Hari Ahad (21/4/13), diperingati Komunitas Rumah Sunting (KRS) dengan mengge lar berbagai kegiatan. Dimulai dengan performance art yang dilak sanakan di kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Diponegoro pagi Ahad itu hingga membaca puisi bersama warga di bundara Tugu Selais malam harinya.

Pembacaan puisi di Tugu Selais, juga dimeriahkan dengan visualisasi, pembacaan puisi oleh warga yang datang ke bundaran tersebut hingga pemasangan lilin dan menyanyikan lagu 'Ibu Kita Kartini' beramai-ramai. Kegiatan tersebut menarik perhatian warga. Banyak pengendara lewat berhenti dan menonton aksi yang berlangsung selama 40 menit tersebut.

Julita (40), warga Jalan Pepaya, Kecamatan Sukajadi, turut membacakan puisi dan berekspresi bebas. Begitu juga dengan Bujang dan Farhan dan beberapa lainnya. Mereka pengunjung. Sedangkan pembaca puisi dari Rumah Sunting sendiri diawali oleh Wahyu Mualli Bone, Rian Harahap, Kunni Masrohanti, Riski Kurniawan dan Siti Salmah.

''Saya merasa sangat bangga dan senang bisa terlibat membaca puisi malam ini (Ahad malam, red). Sejak pindah ke Pekanbaru dari Bukittingi delapan bulan lalu, saya tidak punya tempat untuk menyalurkan bakat. Sebelumnya saya sering mentas termasuk untuk penggalangan dana di Aceh,'' kata Julita.

Pagi harinya, anggota KRS telah menggelar aksi long mach di kawasan CFD. Mereka menunjukkan potret perjuangan Kartini dengan menampilkan karakter perempuan dari zaman ke zaman dalam bentuk teaterikal, tarian, hingga karakter perorangan.

Spanduk bertuliskan 'Tetap Kartini Sampai Mati' yang dipe gang oleh dua perempuan muda berpakaian anggun dan tulisan 'Aku, Kau dan Kita Adalah Kartini, menjadi penanda siapa sebenarnya mereka. Mereka Kartini dari berbagai usia. Ada anak-anak, pemuda pemudi dan orang tua. Ada yang berperan sebagai wanita cantik, wanita yang diseret menggunakan papan roda dengan tali mengikat tubuhnya, ada juga yang berperan sebagai nenek, bahkan waria. Perhatian warga pun tersedot, bahkan banyak yang mengikuti mereka dengan terus berjalan di belakang barisan.

''Semua peran dan lakon yang ditampilkan menunjukkan, inilah potret Kartini masa kini. Mereka tetap kuat dan bertahan dalam berbagai suasana,'' ungkap Koordinator Kegiatan, Rizki Kurniawan.

Kegiatan ini dipimpin langsung pembina KRS, Kunni Masrohan ti. ''Ada beberapa rangkaian kegiatan yang kita laksanakan. Dua minggu silam, kita menggelar kemah tetater. Minggu lalu, kita ekspedisi ke makam Raja Kecik di Siak. Minggu ini kita peringati Hari Kartini. Semua kita lakukan sempena ulang tahun Rumah Sunting pertama yang jatuh tanggal 11 April kemarin dan juga karena kita akan menggelar kerya berikutnya,'' kata Kunni.***(rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Kios tak Direhab Pasca Kebakaran, Pedagang Plaza Sukarmai Mengadu ke Pemko
- Diperlakukan Tak Adil,
Tersangka Sales Serum Palsu Ancam Pra Peradilan Polresta Pekanbaru

- Terkait Izin Alfamart,
Diskoperindag Tak Akan Keluarkan Bila Warga Rohul Menolak

- Dampak Karlahut Sampai ke Negara Tetangga,
Menteri Siti Sebut Pihak Luar Jangan Asal Komentar

- Tercatat 11 Balita Terjangkit HIV/AIDS di Dumai
- Disperindag Sidak Pergudangan Platinum III
- Bertolak ke Batam,
Bupati Harris Lakukan Temu Usaha dan Pemaparan Teknopolitan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.161.125
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com