Untitled Document
Senin, 6 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 1 September 2014 14:28
Polres Kampar Musnahkan Sabu-sabu dan Ganja Kering

Senin, 1 September 2014 14:21
Kunjungi Perpustakaan Soeman Hs,
Koleksi Buku Sastrawan dan Kuliner Riau Jadi Perhatian Guruh Soekarnoputra


Senin, 1 September 2014 14:14
Dukung MTQ ke-33 Provinsi Riau,
Setiap Mobnas di Inhil Dianjurkan Pasang Stiker


Senin, 1 September 2014 13:16
Realisasi Penyaluran Raskin di Pekanbaru Sudah 80 Persen

Senin, 1 September 2014 13:06
Cari Gubri, Belasan Wartawan Minta Klarifikasi Dugaan Pencabulan

Senin, 1 September 2014 12:49
Pemko Akui Banyak Panti Pijat Ilegal di Pekanbaru

Senin, 1 September 2014 12:33
Agustus, Riau Alami Inflasi 0,89 Persen



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 15 April 2013 19:06
Plt Sekda Kampar Sosialisasikan SPIP

Pemerintah kampar akui lemahnya sistem pengendali intern yang ada. Itu dibuktikan dengan tingginya angka kasus.

Riauterkini-BANGKINANG- Merujuk pada data dirjen OTDA pada tahun 2004 sampai dengan Februari 2013, telah terjadi 1221 (seribu Dua Ratus Dua Puluh Satu) kasus yang berada pada aparatur Pemerintah Daerah, dengan tigginya kasus yang terjadi perlu dilakukan sosialisasi system pengendalian intern pemerintah (SPIP) dan Sosialisasi Simda Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Kampar didalam lingkungan kerja.

“ Pemerintah Kabupaten Kampar sangat menyambut baik dengan diadakannya sosialisasi ini, karena tingginya angka kasus yang terjadi pada aparatur pemerintah merupakan bukti nyata lemahnya system pengendalian intern pemerintah, untuk itu sangat perlu kita evaluasi dan perlu penyelesaian serta solusi untuk perbaikan citra aparatur dilingkungan pemerintah Daerah,’’ terang Plt Sekretaris Dearah Kabupaten Kampar Zulfan Hamid, pada pembukaan sosialisasi system pengendalian intern pemerintah (SPIP) dan Sosialisasi Simda Keuangan Daerah Pemerintah Kabupaten Kampar yang dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bupati Kampar, Senin (15/4/13).

Ditambahkan Zulfan Hamid, pelaksanaan sosialisasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan manajemen pemerintah dalam rangka mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good Goverment) dilingkungan pemerintah Kabupaten Kampar dan didukung oleh penyelenggaraan aparatur professional dan bebas KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) sehingga mampu meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat.

“ Sasaran pelaksanaan sosialisasi ini adalah untuk penegakan integritas dan nilai etika, terbentuknya komitmen terhadap kompetensi, terwujudnya kepemimpinan yang kondusif, struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan, pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat, kebijakan yang sehat tentang pembinaan SDM, Peran APIP yang efektif serta hubungan kerja yang baik dengan instansi terkait” jelasnya.

Zulfan mengatakan dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menerapkan dan mewujudkan pemerintahan yang berwibawa serta terpercaya sesuai dengan prosedur, mekanisme, peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, untuk itu diharapkan kepada seluruh pimpinan SKPD agar mengikuti sosialisasi ini dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu perwakilan dari BPKP (Badan Pemeriksa Kauangan Provinsi) Heriyana mengatakan bahwa ada beberapa unsure yang terdapat dalam system pengendalian intern antara lain, unsur Lingkungan Pengendalian, penilaian resiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi dan pemantauan

Heriyana mengatakan, Kegiatan Pengendalian terdiri dari reviu atas kinerja instansi pemerintah, pembinaan sumber daya manusia, pengelolaan system informasi, pengendalian fisik atas asset, penetapan dan reviu indicator dan ukuran kinerja, pemisahan fungsi, otoritas transaksi dan kejadian penting, pencatatan yang akurat dan tepat waktu, pembatasan akses dan sumber daya, akuntabilitas terhadap sumber daya dan dokumentasi atas system pengendalian intern.

“ Patut diingat bahwa Sistem pengendalian intern Pemerintah bukan hanya merupakan upaya untuk membentuk mekanisme administrative tetapi juga upaya melakukanperubahan sikap dan prilaku, oleh karena itu implementasi SPIP sangat memerlukan komitmen, teladan pimpinan dan niat baik seluruh pejabat dan pegawai” ujarnya.(man)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Kunjungi Perpustakaan Soeman Hs,
Koleksi Buku Sastrawan dan Kuliner Riau Jadi Perhatian Guruh Soekarnoputra

- Realisasi Penyaluran Raskin di Pekanbaru Sudah 80 Persen
- Cari Gubri, Belasan Wartawan Minta Klarifikasi Dugaan Pencabulan
- Pemko Akui Banyak Panti Pijat Ilegal di Pekanbaru
- 7 Lurah di Pekanbaru Menunggak Dana Raskin ke Bulog
- Wajib KTP Lokal, Pemkab Pelalawan Dapat 38 CPNS Formasi SMA
- HUT ke-76, Kecamatan Mandah Bersiap Gelar Pesta Rakyat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.110.222
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com