Untitled Document
Rabu, 12 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 29 Juli 2015 21:38
Pilkada Rohil 2015,
Syafrudin-Ridwan Berjanji Tak Manfaatkan APBD Untuk Pribadi


Rabu, 29 Juli 2015 21:33
Memprihatinkan, Dewan Minta Pemkab Priorotaskan Perbaikan Jalan dan Jembatan di Inhil Utara

Rabu, 29 Juli 2015 21:08
Pemkab Rohil Syukuran Tempati Kantor Bupati Baru

Rabu, 29 Juli 2015 20:45
PWI Riau Taja Tes Penerimaan Anggota

Rabu, 29 Juli 2015 20:41
Karhutla, Kabupaten Inhil Status Siaga I

Rabu, 29 Juli 2015 20:41
Tim Penanggulangan Karhutla Padamkan 1.125 Ha Lahan Terbakar di Riau

Rabu, 29 Juli 2015 20:40
Triliunan Anggaran Melayang,
BNPB Bongkar Motif dan Modus Karhutla di Riau




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Rabu, 27 Maret 2013 17:40
Bupati Kampar Matangkan Persiapan Bangun Perkampungan Teknologi

Rencana Pemkab Kampar membangun Perkampungan Teknologi terus dimatangkan. Setelah memimpin rapat, Bupati Jefry Noer langsung meninjau ke lokasi.

Riauterkini-BANGKINANG-Merupakan Tugas Pokok bagi Camat dan Kepala Desa untuk serius dan membangun perkampungan teknologi di dusun telo Kecamatan Bangkinang Seberang termasuk untuk pembebasan lahan disekitar kawasan.Kepada masyarakat yang memiliki tanah dan terlibat disekitar kawasan perkampungan teknologi, kalau mereka mau akan dibuat kelompok dan dimasukkan dalam usaha petanian di kawasan tersebut.

‘’ Karena perkampungan teknologi dibuat adalah untuk orang-orang yang tidak mampu dengan prioritas utama adalah orang yang punya tanah,masyarakat Dusun telo yang miskin kemudian setelah itu masyarakat lain tetapi yang diutamakan adalah mayarakat asli daerah setempat,’’tegas Bupati Kampar Jefri Noer ketika memimpin rapat bersama Dinas terkait pembangunan kawasan perkampungan Teknologi di ruang Rapat Kantor Bupati,Rabu (27/3/13).

Dikatakanya Kedepan pembangunan akan tertuju ke sana dengan sendirinya karena melihat perkembangan Telo yang semakin pesat dengan sendirinya akan jadi perhatian masyarakat dan dunia usaha.’’ Umumnya 2 Ha untuk 1 kk Tetapi Diperkampungan teknologi dapat dibuat untuk 10 KK karena satu KK cukup dengan lahan seluas 2000 meter sudah dapat hidup dengan penghasilan diatas sawit,’’ujar Jefry.

Dicontohkan Jefry dengan lahan 2000 meter bagi masyarakat pertanian dapat menanam tanaman cabe sebanyak 4500 batang dengan modal tanam perbatangnya sekarang Rp 6 000,- termasuk biaya pupuk, gaji pegawai, jadi diperlukan modal usaha sebanyak Rp 28 juta, dengan pola dan cara tanam yang baik sebagaimana diajarkan kepada petani di Diklat pertanian terpadu P4S akan mendapat hasil perbatang sebanyak 1 – 1,6 Kg.

‘’ Dengan estimasi sebanyak 15 % tanaman cabe tersebut mati dan tanaman yang hidup tinggal 4 000 batang saja, kemudian anggap saja hasil perbatang sebanyak 1 Kg saja dan diperkirakan harga jual cabe terendah mencapai Rp 15 000,-/Kg,’’terang Jefry.

Hasil tanam masih didapat sebanyak 4 ton dan dikali harga jual Rp 15000,- didapat hasil sebesar Rp 60 juta kemudian dikurang dengan modal pokok sebesar 26 juta masih tersisa uang sebesar 34 juta dan ini merupakan hasil terendah itu pun bagi petani yang tergolong malas,ujar Jefry dan itu sudah merupakan hasil bersih untuk petani, dari hasil 34 juta anggap saja masa tanam selama 6 bulan berarti petani mendapat gaji perbulan 5 juta lebih.

Jefry menegaskan hal ini bukan wacana tetapi sudah saya lakukan di Pertanian terpadu Kubang Jaya,’’ Dengan hasil seperti saya jelaskan begitu juga untuk bidang perikanan maupun peternakan sapi, untuk sapi kalau dipelihara 4 -5 bulan saja apalagi pada hari raya Haji peternak bisa mendapat untung 3-4 juta per ekornya dan kalau kita pelihara 10 ekor sudah 20 juta peternak mendapat untuk itu kalau diambil untung terendah sebesar 2 juta saja,’’ungkapnya.

Merupakan hasil nyata yang sudah dipraktekkan karena itu ujar Jefry harus dipahami oleh dinas terkait dan akan dibuat di Perkampungan teknologi termasuk akan dibuat perumahannya dengan pola dicicil melalui BTN bagi petani Perkampungan Teknologi.

‘’ Apabila program ini berjalan dengan baik dan tentunya akan jadi karya khususnya bagi diri saya bersama Satker kelak kalau sudah tidak menjadi Bupati dan mudah-mudahan dapat menolong masyarakat, meninggalkan nama baik dan jadi amal ibadah saya untuk masyarakat juga buat Satker terkait,’’ungkapnya.

Dijelaskan Jefry bulan depan sudah uji coba di Perkampungan Teknologi diantaranya 20 KK untuk bidang peternakan, 20 KK bidang perikanan, 10 KK pertanian, karena kebiasaan masyarakat kita tidak mau berbuat tanpa ada bukti setidaknya melihat orang berhasil dahulu baru mau mengikuti karena itu harus dibuat gebrakan dengan karya nyata dahulu.

Ditambahkan Jefry, kepada Kepala Dinas dan Badan terkait dengan apa yang akan dilaksanakan tersebut agar dapat mencari orang untuk ditempatkan dan melaksanakannya kegiatan tersebut baik dinas Peternakan,Perikanan dan Pertanian serta diperhitungkan berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakannya termasuk gaji yang harus dikeluarkan dan jangan hanya memanfaatkan tenaga pekerja saja tanpa memperhitungkan gajinya,ujar Jefry menegaskan.

Hadir dalam rapat evaluasi kinerja diantaranya Kadis Perikanan Usman Amin,Kadis Pertanian dan Peternakan Cokro Aminoto, Kadis Perindagpas Chairullah Chan, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan pangan Aliman Makmur, Kabag Okonomi sugiarto, Kepala BPS, Camat Bangkinang Seberang Jamilus, Kades Muara Uwai H.Kamaruddin.***(man)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- PWI Riau Taja Tes Penerimaan Anggota
- Karhutla, Kabupaten Inhil Status Siaga I
- Selama Mudik Lebaran 2015,
Jasa Raharja Dumai Keluarkan Klaim Rp500 Juta

- Pemprov Dorong Pacu Jalur Kuansing Jadi Ikon Wisata Riau
- Dishutbun Rohul Segera Tertibkan Bangungan Ilegal di KHDTK Bukit Suligi
- Wawako Dumai Sampaikan Ranperda LPj APBD 2014
- Ditempati 2016, Pembangunan Gedung PBPD Rohul Dibantu Pusat Rp1,3 M


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.17.79.100
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com