Untitled Document
Ahad, 6 Rabiul Awwal 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Ahad, 28 Desember 2014 11:46
Sebabkan Harga Hasil Perkebunan Anjlok,
Jalan di Kecamatan Kemuning Banyak Rusak Parah


Ahad, 28 Desember 2014 11:37
Pembukaan HIPPMIH Expo 2014,
Diawali Teater Perjuangan Warga Pungkat dari Neokolonialisme Pengusaha Sawit


Ahad, 28 Desember 2014 10:45
Realisasi APBD Rendah,
Plt Gubri Minta Pejabat Tidak Lagi Mengulur Tender di 2015


Ahad, 28 Desember 2014 08:40
Kapolresta Bantah Laporan Penculikan Sudah Diterima Polisi

Ahad, 28 Desember 2014 08:30
Bupati Bengkalis Hadiri Perayaan Natal Oikumene di Duri

Ahad, 28 Desember 2014 08:25
Nambah Libur, Bupati Bengkalis Warning Jajarannya

Ahad, 28 Desember 2014 08:16
Banjir di Bengkalis Semakin Parah,
Pemukiman Warga di 10 Desa Terendam




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Sebabkan Harga Hasil Perkebunan Anjlok,
Jalan di Kecamatan Kemuning Banyak Rusak Parah

- Pembukaan HIPPMIH Expo 2014,
Diawali Teater Perjuangan Warga Pungkat dari Neokolonialisme Pengusaha Sawit

- Realisasi APBD Rendah,
Plt Gubri Minta Pejabat Tidak Lagi Mengulur Tender di 2015

- Nambah Libur, Bupati Bengkalis Warning Jajarannya
- Jefry Noer Kunjungi Pos Pengaman Ops Lilin Siak 2014
- Sempat Putus, Jalur Riau-Sumbar Kembali Pulih
- Malam Ini di Masjid Agung Annur, Pekanbaru,
Ustadz Achmad bin Zein Alkaf Ceramah Bahaya Syi’ah



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.224.32
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com