Untitled Document
Selasa, 7 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 1 September 2014 21:13
Membantah, Wide Tantang Gubri Bersumpah dengan Al Qur’an di Masjid

Senin, 1 September 2014 20:23
Dandim 0313 KPR Buka Karya Bhakti di Bangunpurba, Rohul

Senin, 1 September 2014 20:12
Korupsi Kredit Fiktif BNI 46 Pekanbaru,
Tiga Mantan Pejabat BNI 46 Dituntut 16 Tahun Penjara


Senin, 1 September 2014 20:05
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Pusat Perdagangan Panipahan Rohil

Senin, 1 September 2014 20:01
FPPIU Dinilai Tak Akomodir Semua Elemen Masyarakat Inhil Utara

Senin, 1 September 2014 19:59
Permintaan Elpiji 12 Kg di Dumai Meningkat

Senin, 1 September 2014 19:51
Bank Riau Kepri Pasirpangaraian Serahkan Hadiah Sinar Tebar Milyar 2014



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- FPPIU Dinilai Tak Akomodir Semua Elemen Masyarakat Inhil Utara
- Sekdakab Kampar Sebut Peserta P4S Perlu "Duit"
- Disparpora Meranti Segera Bentuk Tim Pemantauan Aktivitas Sanggar
- Bupati Rohil dan Dinas Bina Marga Riau Bahas Abrasi Jembatan Jumrah
- APBD-P Rohil Disampaikan ke DPRD Pekan Ini
- Walikota Khairul Anwar Lepas 296 JCH Dumai
- JCH Rohil Bertolak dari Rumah Masing-masing 8 September


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.249.155
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com