Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 25 Juni 2016 14:29
Audisi Bujang dan Dara Rohil Digelar Besok

Sabtu, 25 Juni 2016 13:49
Bingung Realisasikan Anggaran, Gubri Sebut Ada SKPD Meleset

Sabtu, 25 Juni 2016 11:57
Horor Sampah dan 3 Bulan Tanpa Penghasilan,
BEM dan Sejumlah Organisasi Galang Dana untuk Buruh Kebersihan eks MIG


Sabtu, 25 Juni 2016 11:28
Maling Gondol Honda Beat dari Parkiran Kantor Camat Ujungbatu, Rohul

Sabtu, 25 Juni 2016 11:14
Melaut di Perairan RI, 19 Nelayan Rohil Ditangkap Polisi Malaysia

Sabtu, 25 Juni 2016 09:56
Nestapa Buruh PT MIG 3 Bulan Tanpa Penghasilan,
Diusir dari Rumah Kontrak dan tak Berani Mikir Lebaran


Sabtu, 25 Juni 2016 07:54
Gubri Safari Ramadhan Sekaligus Nolstagia di Mesjid Jami' di Duri



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Audisi Bujang dan Dara Rohil Digelar Besok
- Bingung Realisasikan Anggaran, Gubri Sebut Ada SKPD Meleset
- Horor Sampah dan 3 Bulan Tanpa Penghasilan,
BEM dan Sejumlah Organisasi Galang Dana untuk Buruh Kebersihan eks MIG

- Nestapa Buruh PT MIG 3 Bulan Tanpa Penghasilan,
Diusir dari Rumah Kontrak dan tak Berani Mikir Lebaran

- Gubri Safari Ramadhan Sekaligus Nolstagia di Mesjid Jami' di Duri
- HUT Bhayangkara Ke-70, Polres Inhu Gelar Donor Darah
- Pemudik Diminta Hati- hati,
Dishub Riau Catat 29 Titik Rawan Lakalantas di Jalur Mudik



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.9.89
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com