Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 28 Agustus 2016 06:50
Terancam Kebakaran Lahan, 300-an Warga Bonai, Rohul Diungsikan

Ahad, 28 Agustus 2016 06:46
Bupati Inhil Terkesan Kemeriahan Pesta Rakyat di Bekawan

Sabtu, 27 Agustus 2016 20:41
Asap Kebakaran Hutan di Riau Sampai ke Malaysia

Sabtu, 27 Agustus 2016 20:33
Asep Iskandar Dicopot, Polres Kepulauan Meranti Dipimpin Berliansyah

Sabtu, 27 Agustus 2016 19:27
Minta Warga Selalu Waspada,
Bupati Inhil Kunjungi Korban Puting Beliung di Mandah


Sabtu, 27 Agustus 2016 19:22
Angoota DPRD Riau Reses dengan Masyarakat Labuhan Tangga Besar, Rohil

Sabtu, 27 Agustus 2016 19:18
Kapolres Kepulauan Meranti Jalani Periksaan Propam



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Perayaan HUT RI Ke-71,
Plt. Sekda Bengkalis Hadiri Pembukaan Lomba Memancing

- Jalur Sang Ratu Helmina Masuk Hari Ketiga
- Kapolres Inhil Gelar Ramah Tamah dengan Wartawan
- Melalui Coffe Morning, Walikota Ajak Semua Pihak Bangun Dumai
- Siapkan Bibit Kayu untuk Jalur,
RAPP Lanjutkan Komitmen Dukung Pelestarian Pacu Jalur Kuansing

- Pusat Bantu Riau Promosikan Pacu Jalur Teluk Kuantan
- Gema Azan Mag'rib Giring Pemakaman Apri Adi Pratama di Meranti


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.75.214
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com