Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 7 Pebruari 2016 21:59
HUT ke-66 Kampar,
Bupati Berharap Jalan Dua Jalur Pekanbaru-Bangkinang Segera Rampung


Ahad, 7 Pebruari 2016 21:45
Hanyut, Dua Warga Kampar Kiri Ditemukan Tewas

Ahad, 7 Pebruari 2016 20:23
Kembangkan Ekowisata Pantai Solop,
Budparpora Inhil Berdayakan Masyarakat Sekitar


Ahad, 7 Pebruari 2016 20:20
Jembatan Mentawai Rokan Hanyut, Empat Desa di Rohul Terisolir

Ahad, 7 Pebruari 2016 19:18
Anggaran Minim, Dua Proyek Besar di Meranti Gagal Dilanjutkan

Ahad, 7 Pebruari 2016 19:14
Rayakan HUT-8,
DPC Partai Gerindra Pelalawan Berbagi Bersama Tahfiz dan Anak Yatim Piatu


Ahad, 7 Pebruari 2016 19:08
Amankan Imlek 2567, Polres Meranti Kerahkan Ratusan Personel



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Anggaran Minim, Dua Proyek Besar di Meranti Gagal Dilanjutkan
- Pertamina Dumai Diduga Konspirasi Tentukan Pemenang Proyek TA
- Rayakan Imlek, Jumlah Pemudik di Pelabuhan Dumai Meningkat
- Amankan Kelenteng Hock Liong Kiong, Polres Dumai Terjunkan 100 Personel
- Kodim 0313 KPR Giat Tanamkan Semangat Wasbang dan Bela Negara Sejak Dini di Rohul
- Bupati Terpilih Dilantik 17 Februari, Pj. Bupati Bengkalis Pamitan
- Gelar Musrenbangdes, Koto Kombu Fokus Ingin Bangun Infrastruktur dan Ekonomi


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.144.114.177
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com