Untitled Document
Rabu, 3 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 26 Nopember 2014 20:23
Disergap di Jambi, Rampok Penembak Mati Polisi Berhasil Kabur

Rabu, 26 Nopember 2014 20:18
Banyak Dikecam, Polisi Serbu Mahasiswa di Musholla Bakal Ditindak

Rabu, 26 Nopember 2014 20:01
PLTA Buka Pintu Air,
Sejumlah Desa Disepanjang Sungai Kampar Terendam Banjir


Rabu, 26 Nopember 2014 19:57
Pemko Dumai Gelar Bimtek Kajian Sistem Administrasi Kearsipan

Rabu, 26 Nopember 2014 19:54
Proyek Drainase dan Pelebaran Jalan Ombak, Dumai Timbulkan Polemik

Rabu, 26 Nopember 2014 19:45
Korupsi Pengerjaan Parit Beton Jalan Desa di Bengkalis,
Empat Terdakwa Divonis 14 Bulan Hingga 18 Bulan


Rabu, 26 Nopember 2014 19:39
Omset Menurun,
Pedagang Pasar Bawah, Pekanbaru Kecewa Jokowi Batal Datang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Pemko Dumai Gelar Bimtek Kajian Sistem Administrasi Kearsipan
- Proyek Drainase dan Pelebaran Jalan Ombak, Dumai Timbulkan Polemik
- Omset Menurun,
Pedagang Pasar Bawah, Pekanbaru Kecewa Jokowi Batal Datang

- Terhitung 1 Desember 2014, Sekda Dumai Ingatkan Mobdin Boleh Beroperasi Pada Jam Dinas
- Bakar ban Depan Kampus,
Mahasiswa UIR Minta Presiden Turunkan Harga BBM

- Total Rp 1 Milyar,
PT RAPP Kembali Gelontorkan Beasiswa untuk 398 Siswa SMA

- Bupati Siak Terima Penghargaan Ketegori Best Busines Climati dari Kadin Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.253.192
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com