Untitled Document
Selasa, 12 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 3 Maret 2015 21:29
Incumbent di Rohil Maju Pilkada

Selasa, 3 Maret 2015 21:24
2.000 Kotak Suara Milik KPU Rohul Dicuri Maling

Selasa, 3 Maret 2015 21:00
Main Proyek, Bupati Suyatno Ultimatum Pegawai Pemkab Rohil

Selasa, 3 Maret 2015 20:54
Elpiji Naik, Pemprov Riau Diminta Bicara dengan Pusat

Selasa, 3 Maret 2015 20:49
Pekan Depan, Dana BOS Mulai Dicairkan

Selasa, 3 Maret 2015 20:43
Hadapi Pilkada, DPC Gerindra Rohil Tunggu Petunjuk DPP

Selasa, 3 Maret 2015 20:38
Acara Pelantikan Tak Terorganisir,
Komisi A Minta Pemprov Lakukan Sumpah Ulang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Pekan Depan, Dana BOS Mulai Dicairkan
- Acara Pelantikan Tak Terorganisir,
Komisi A Minta Pemprov Lakukan Sumpah Ulang

- Kunjungan Mensos Khofifa Dipercepat,
Besok Mentan Ali Amran Sulaiman Akan Panen Raya di Pulau Sagu

- Pasien Terlantar Kini Dirawat di Ruang Anyelir RSUD Arifin Achmad
- Kecewa, Puluhan Honorer K2 Merasa Tak Diperhatikan
- ‎Perizinan Diskes dan BPB-Damkar Didelegasikan ke BPT Pekanbaru
- BKPP Nilai Ada Pelanggaran di Pelantikan Lebih Seribu Pejabat Pemprov Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.197.94.30
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com