Untitled Document
Senin, 8 Rajab 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 26 April 2015 21:46
Pilkada Rohul 2015,
Tiga Balonbup dan Wabup Ambil Formulir di PDI Perjuangan


Ahad, 26 April 2015 21:39
Pilkada Kuansing 2015,
Balon Pasangan Imran-Mukhlisin Gencar Lakukan Sosialisasi


Ahad, 26 April 2015 21:32


Ahad, 26 April 2015 21:30
Pemko Dumai Gandeng Perusahaan Kembangkan Objek Wisata Pantai Puak

Ahad, 26 April 2015 21:26
Maju di Pilkada Dumai,
Muhammad Ikhsan Programkan Pembangunan Air Bersih


Ahad, 26 April 2015 20:32
Dibarenengi Festival Layang Hias,
Husaimi Hamidi Reses di Pujud, Rohil


Ahad, 26 April 2015 20:11
Pemuda Beristri di Meranti Cabuli Balita Anak Tetangga



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Pemko Dumai Gandeng Perusahaan Kembangkan Objek Wisata Pantai Puak
- Kabarnya, 29 Pejabat Ditempatkan di Posisi Bukan Pilihannya Saat Assesment
- Sungai Bakau Sinaboi, Rohil Jadi Sasaran Wisata Mancing
- UPT Pendapatan Pelalawan Targetkan Penerimaan Pajak Rp30,5 Miliar Lebih
- Hadiri Tabligh Akbar di Ujung Kecamatan Pinggir, Ketua TP PKK Bengkalis Serahkan Bantuan
- Patroli Laut, Danlanal Dumai Ajak Mahasiswa Unri
- Ribuan Peserta Ikuti Fun Run Tajaan Lanal Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.101.8
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com