Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 23 Januari 2017 23:54
Diduga Langgar Zona Kampanye,
Acara Silaturrahmi Cawako Firdaus Dibubarkan Panwas


Senin, 23 Januari 2017 21:48
Pelaku Penipuan Bermotif Tipu Daya Ditangkap di Rohil

Senin, 23 Januari 2017 21:41
Hendak Transaksi Narkoba, Warga Rohil Ditangkap

Senin, 23 Januari 2017 20:21
Minggu Ketiga Januari, DBD di Pekanbaru Terjadi 29 Kasus

Senin, 23 Januari 2017 20:17
Cabuli Anak di Bawah Umur, Pedofil di Rohil Ditangkap

Senin, 23 Januari 2017 19:59
Presiksi BMKG, Riau Akan Masuki Musim Kemarau Lebih Cepat

Senin, 23 Januari 2017 19:58
DPO Pencuri Sarang Walet Panipahan Laut Rohil Ditangkap Saat Ngopi

Senin, 23 Januari 2017 19:53
Wako Dumai Laporkan Tiga Nama Calon Sekda ke Gubri dan Komisi ASN

Senin, 23 Januari 2017 19:52
Undang Ketua BPK RI,
BRK Gelar Seminar Nasional Tata Kelola BUMD


Senin, 23 Januari 2017 19:09
Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Ketua IMI Riau, Polda Pastikan Belum Ada Tersangka



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Minggu Ketiga Januari, DBD di Pekanbaru Terjadi 29 Kasus
- Hadiri Pengarahan Presiden,
Gubri Bertekat Riau Harus Bebas Asap

- Bangun Rigid Jalan Lingkar,
Pemkab Pelalawan Peroleh DAK Rp 29 Miliar

- Sekdaprov Riau Perintahkan Kegiatan OPD Dijalankan Awal Februari
- Pemko Pekanbaru Minta PLN Laporkan Seluruh Pekerja Asing
- Bupati Inhil Lantik 22 Pejabat Administrator dan 37 Pejabat Pengawas
- Pedagang Mengaku Semakin Sensara,
PLaza Sukaramai Pekanbaru Tak Kunjung Dibangun



Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 184.73.12.144
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com