Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 26 Juli 2016 09:15
Kabarnya, Selangkah lagi Septina jadi Ketua DPRD Riau

Selasa, 26 Juli 2016 07:48
Satpol PP Pekanbaru Preteli Seumlah Reklame Salahi Aturan

Selasa, 26 Juli 2016 07:45
Konsultasi BPKP Riau, Dispenda Pekanbaru segera Godok SOP Penarikan Pajak

Senin, 25 Juli 2016 22:56
Mukmin Rangkuti Siap Bangkitkan Semangat Pemuda Melalui KNPI Rohul

Senin, 25 Juli 2016 22:42
Zulfahrianto Siap Bangkitkan Kembali DPD KNPI Kabupaten Rohul

Senin, 25 Juli 2016 22:01
Biaya Pendaftaran Turun Jadi Rp20 Juta,
5 Balon Ketua DPD KNPI Rohul Kembalikan Formulir di Detik-detik Terakhir


Senin, 25 Juli 2016 21:14
BPS Rilis Data Kemiskinan di Pedesaan Riau Kian Memburuk



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Polres Kampar Amankan Pelaku KDRT di Desa Kubang Jaya
- OKP Harapkan Musda ke-5 DPD KNPI Rohul Jadi Wadah Pemersatu Pemuda
- Galang Koin Rp1.000,
Warga Harapkan Pembangunan Jembatan Bengkalis-Sei Pakning

- Tindak Lanjut Edaran Menpan,
ASN Pemprov Riau Diminta tak Bermain Game Pokemon

- Pemekaran DOB, Mendagri: Jangan Jadi Beban Anggaran
- Himbauan Retribusi Parkir di Duri, Bengkalis Terkesan Sebatas Seremoni
- RSUD Rohul Stop Pelayanan Kesehatan Pakai KK dan KTP


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.20.133.92
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com