Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 26 Mei 2016 17:05
Lusa, UIR akan Wisuda 1.357 Lulusan Sarjana dan Pascasarjana

Kamis, 26 Mei 2016 17:02
OP Gula, Harga di Pekanbaru Kembali Normal

Kamis, 26 Mei 2016 17:00
Pilkada Kampar 2017, Rahmat Jevary Juniardo Ikuti Penjaringan PAN

Kamis, 26 Mei 2016 16:51
Warga Pelalawan dan Kepulauan Meranti Praktekkan Buka Lahan Tanpa Bakar

Kamis, 26 Mei 2016 16:40
Pemeran 'IndoGreen Environment and Foresty' JCC,
PT RAPP Tampilkan Berbagai Program Unggulan


Kamis, 26 Mei 2016 16:29
Penasehat Hukum LIH Patahkan Semua Dasar Tuntutan Jaksa

Kamis, 26 Mei 2016 16:23
Pasca Dilantik Gubri Definitif,
Dewan Meminta Segera Usulan Dua Nama Calon Wagub




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Pemeran 'IndoGreen Environment and Foresty' JCC,
PT RAPP Tampilkan Berbagai Program Unggulan

- Polsek Tambang, Kampar Tangkap Pelaku Pencabulan ABG
- Disparekraf akan Launching Pariwisata Riau di Kementerian Pariwisata
- Resmikan Tambahan 50 Unit,
Wako Pekanbaru Ajak Warga Hindari Macet dengan Naik Bus TMP

- 50 Bus TMP Baru Siap Beroperasi dan Layani Transportasi Warga Pekanbaru
- Usai Dilantik, Presiden Jokowi Tanya Andi Rachman Wakilnya dari Partai Apa
- Pelatihan RTMPE Pemkab Kampar,
Peserta dari Malaysia Mengaku Dapat Manfaat Banyak



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.48.216
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com