Untitled Document
Ahad, 8 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 28 Maret 2015 21:54
Sakit Hati Diejek Ompong Jadi Pemicu Terbunuhnya Karyawan Angkringan

Sabtu, 28 Maret 2015 19:52
Musda XI KNPI Kabupaten Kampar Resmi Dibuka

Sabtu, 28 Maret 2015 19:49
Kubah Masjid Raya Rimba Melintang Rohil Mendadak Rubuh

Sabtu, 28 Maret 2015 19:39
Uang Rp23,5 Juta Raib,
Pelaku Pembunuhan Pasutri di Inhil Diduga Karyawan Korban


Sabtu, 28 Maret 2015 19:35
Pelaku Pembunuhan Sadis Karyawan Angkringan Ditembak Polisi

Sabtu, 28 Maret 2015 17:16
Diduga Korban Perampokan,
Pasutri di Teluk Pantaian, Inhil Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat Tali


Sabtu, 28 Maret 2015 16:36
Dukung Agung dengan Syarat, Sikap Andi Mengecewakan DPP Munas Ancol



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Kubah Masjid Raya Rimba Melintang Rohil Mendadak Rubuh
- Persiapan MTQ ke-15 Rohul Sudah Rampung
- Lusa, Peserta Asessment Pemko Jalani Tes Makalan dan Wawancara
- Tim Pansel Serahkan Hasil Assessment ke Plt Gubri Minggu Ini
- Berkas Formasi 4.098 CPNS Rohul 2015 Sudah di Menpan RB
- Dugaan Pelecehan Oknum Kepsek di Bangunpurba,
Polres Rohul sudah Periksa Dua Saksi

- Peredaran Barang di Inhil,
Dewan Minta Disperindag Tingkatkan Pengawasan



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.227.215.139
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com