Untitled Document
Kamis, 15 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 2 Juli 2015 07:35
HUT Bhayangkara ke-69,
Syukuran Polres Kampar Digelar Serentak di Seluruh Polsek


Kamis, 2 Juli 2015 07:32
Memotifasi Peserta Seminar, Bupati Rohil Cerita Pernah Tinggal di Kandang Ayam

Kamis, 2 Juli 2015 07:28
Dianggarkan Rp92 M, Proyek Pelabuhan Dorak Selatpanjang Jalan Terus

Rabu, 1 Juli 2015 23:32
‎Tragedi Hercules C-130,
Turut Berduka, Plt Gubri Doakan Keluarga Korban


Rabu, 1 Juli 2015 23:27
Disaksikan Danrem dan Bupati Rohil,
Artis Taiwan dan Malaysia Hibur Masyarakat Bagansiapiapi


Rabu, 1 Juli 2015 23:21
‎Safari Ramadhan di Dumai
Plt Gubri Minta Oknum Terbukti Bakar Lahan Diproses Hukum


Rabu, 1 Juli 2015 22:41
Ini Upaya Kemendagri Cegah Konflik Pilkada di Daerah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- HUT Bhayangkara ke-69,
Syukuran Polres Kampar Digelar Serentak di Seluruh Polsek

- Dianggarkan Rp92 M, Proyek Pelabuhan Dorak Selatpanjang Jalan Terus
- ‎Tragedi Hercules C-130,
Turut Berduka, Plt Gubri Doakan Keluarga Korban

- ‎Safari Ramadhan di Dumai
Plt Gubri Minta Oknum Terbukti Bakar Lahan Diproses Hukum

- Tiba di Pekanbaru, Tiga Prajurit Paskhas TNI AU Korban Hercules Jatuh Disambut Tangis Keluarga
- Sempena HUT ke-69 Bhayangkara, Polsek Mandau Gelar Bukber dengan Masyarakat
- 24 Anggota Panwascam Dilantik Ketua Panwas Bengkalis


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.80.99.232
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com