Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Ahad, 25 September 2016 12:51
234 JH Rohul Tiba di Bandara Tuanku Pasirpangaraian

Ahad, 25 September 2016 12:50
Tak Senang Tersenggol Motor, Warga Inhil Bacok Wajah Penyenggol

Ahad, 25 September 2016 12:46
Masa Khidmat 2016 - 2021, Bupati Rohil Kukuhkan IKROHIL di Duri

Ahad, 25 September 2016 09:43
Kesal Listrik Sering Padam, Kantor PLN Ujungbatu Diserbu Warga

Ahad, 25 September 2016 09:41
Ruang Penmas Polda Riau Terbakar Dini Hari Tadi

Ahad, 25 September 2016 06:42
Polwan Cantik Dampingi Rio Sahera jadi Bujand Dara Rohil 2016

Ahad, 25 September 2016 06:07
Polsek Lirik Inhu Temukan Bong Sabu di Rumah Korban Pembunuhan Tukang Kebun



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- 234 JH Rohul Tiba di Bandara Tuanku Pasirpangaraian
- Masa Khidmat 2016 - 2021, Bupati Rohil Kukuhkan IKROHIL di Duri
- Polwan Cantik Dampingi Rio Sahera jadi Bujand Dara Rohil 2016
- AJI Pekanbaru Gelar Workshop Perburuhan Berhadiah Trip ke Belanda
- Test Urine Anggota Dewan,
BEM UR Serahkan Uang Koin ke BNN Provinsi Riau

- Persiapan Sudah 90 Persen,
Target Transaksi Riau Expo 2016 Sebesar Rp11 Miliar

- Kebijakan Non Job Pejabat Eselon III dan IV Mulai Dipersoalkan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.242.132
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com