Untitled Document
Ahad, 27 Syawwal 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 23 Agustus 2014 21:48
Suzuki Gelar Kumpul Akbar Wirausahawan Carry Pick Up No.1

Sabtu, 23 Agustus 2014 17:44
Terkait Aturan Penerimaan CPNS,
Gubri Ngotot tak Ikut Aturan Pusat


Sabtu, 23 Agustus 2014 17:30
DPPKP Meranti Berikan Pelayanan Kesehatan Rutin Hewan Ternak

Sabtu, 23 Agustus 2014 17:23
Hadiri Halal Bihalal dengan PMRJ,
Gubri Curhat Sulitnya Menyatukan Tokoh-tokoh Riau


Sabtu, 23 Agustus 2014 17:19
Menhut Setujui Revisi RTRWP Riau

Sabtu, 23 Agustus 2014 17:15
Ny Mimi, Konsumen Yamaha Meranti Mendapat Hadiah Mio

Sabtu, 23 Agustus 2014 15:14
Catatan Kasus Penculikan 3 Gadis di Duri,
Masyarakat Kaitkan dengan Mitos Bulan Syuro




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 19:20
Berdekatan dengan Rumah Ibadah,
Warga Tembilahan Hulu Tolak Keberadaan Billiar dan Kafe


Warga Tembilahan Hulu menoldak keberadaan kafe dan tempat permainan billiar karena berdekatan dengan rumah ibadah.

Riauterkini-TEMBILAHAN-Masyarakat Kelurahan Tembilahan Hulu menolak pendirian dan keberadaan tempat permainan billiar dan kafe di lingkungan mereka, karena berpotensi jadi ajang maksiat. Selain itu berdekatan dan mengganggu ketenangan tempat ibadah.

Pernyataan penolakan ini disampaikan melalui surat oleh masyarakat dari RT 002, RT 003 dan RW 08 kepada Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Inhil, Senin (25/2/13).

Dalam surat tersebut secara tegas mereka menolak pendirian dan keberadaan tempat yang berpotensi jadi ajang maksiat ini, lebih-lebih tempat permainan billiar dan kafe ini berdekatan dengan rumah ibadah (Surau Darussalam di Jalan Pelajar Tembilahan Hulu).

Mereka menegaskan, tetap istiqomah melakukan penolakan dan akan melakukan perlawanan kalau tempat ini tetap berdiri. Surat yang diteken koordinator warga H Abdurroni Rahman dan Ketua RT 002 Mukhyar, Ketua RT 003 Udin serta Ketua RW 008 Sumintra ini juga ditembuskan kepada Bupati Inhil, Ketua DPRD Inhil, Dandim 0314/ Inhil dan Kapolres Inhil serta pihak terkait lainnya.

Dalam surat ini juga disertakan tanda tangan puluhan kalangan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda. Mereka juga menyatakan bahwa penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe ini juga didukung oleh Lurah dan Camat Tembilahan Hulu.

DPW FPI Inhil membenarkan bahwa pihaknya menerima surat pengaduan tentang penolakan pembangunan tempat permainan billiard dan kafe dari masyarakat tersebut.

“Memang kami menerima surat pengaduan mengenai penolakan berdiri tempat permainan billiard dan kafe di Jalan Telaga Biru (depan Jalan Pelajar, red) dari masyarakat setempat. Kami harapkan permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara bijaksana oleh pihak terkait,” ungkap Ketua Dewan Syuro DPW FPI Inhil, Ustad HM Ali Azhar kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13).***(mar)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Terkait Aturan Penerimaan CPNS,
Gubri Ngotot tak Ikut Aturan Pusat

- DPPKP Meranti Berikan Pelayanan Kesehatan Rutin Hewan Ternak
- Hadiri Halal Bihalal dengan PMRJ,
Gubri Curhat Sulitnya Menyatukan Tokoh-tokoh Riau

- Menhut Setujui Revisi RTRWP Riau
- Warga Dumai Minta Jalan Datuk Laksamana Diperbaiki
- Berangkat 2030, 3.000 JCH Dumai Masuk Daftar Tunggu
- Disparpora Meranti Bersiap Gelar Pesta Pantai Tanjungpisang 2014


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.206.205
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com