Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 3 Mei 2016 09:49
Besar Kemungkinan Gubri Definitif Baru Dilantik Pekan Depan

Selasa, 3 Mei 2016 09:42
Buruh Bongkar Muat di PT. SAI Rohul Meninggal Usai Bongkar Sawit

Selasa, 3 Mei 2016 09:33
2016, Pemko Pekanbaru Naikan Honor RT dan RW

Selasa, 3 Mei 2016 09:28
Merampok Teman Sekerja, Guru Honor di Pekanbaru Ditangkap Polisi

Selasa, 3 Mei 2016 09:22
Banyak Pejabat Bengkalis Tersangkut Korupsi, Masyarakat Duri Prihatin

Selasa, 3 Mei 2016 07:11
Korupsi Modal PT BLJ Rp300 M,
Sekda dan Kepala Inspektorat Bengkalis Ditahan Kejagung


Senin, 2 Mei 2016 23:46
Disdikpora Rohul Distribusikan Logistik UN ke SMP dan MTs



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 17:20
Respon Keluhan Warga, Dinkes Dumai Awasi Air Galon Isi Ulang

Kualitas air galon isi ulang di Dumai banyak dikeluhkan warga. Sebagai respon, Dinas Kesehatan setempat perketat pengawasan.

Riauterkini-DUMAI- Dinas Kesehatan Kota Dumai akan terus memantau bisnis usaha air galon yang selama ini tumbuh subur di kota pelabuhan. Maksud dan tujuan pengawasan itu sendiri menindaklanjuti atas keresahan masyarakat dengan kwalitas mutu air galon isi ulang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13) mengatakan, sejauh ini banyak laporan keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan pengusaha kepada pelanggan mengenai adanya terkontaminasi bakteri kadar mutunya.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang yang kini tumbuh suber di Dumai. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," katanya.

Dikatakan Marjoko, pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," kata Marjoko.

Secara terpisah Budianto, warga Kecamatan Dumai Barat mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Selain ada jentik-jentik, kadang didalam isi air galon meninggalkan endapan warna kuning, dan kuat dugaan kalau depot isi ulang air mineral belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami tentunya sebagai manusia memiliki rasa kwatir soal kesehatan pada tubuh," ungkapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati kesehatan masyarakat
Dinkes dumai jgn hanya tertarik dengan pemberian izin tetapi pengawasan terhadap kewajiban pemilik usaha. Lakukan pengawasan, fokuskan kepada sumber2 pencemar. Sebelum memberikan izin baru wajibkan membuat kajian kelayakan. Wajibkan melakukan pemerik


Berita Sosial lainnya..........
- Besar Kemungkinan Gubri Definitif Baru Dilantik Pekan Depan
- 2016, Pemko Pekanbaru Naikan Honor RT dan RW
- BKP2D Bantah Ada Pegawai Siluman di Pemprov ‎Riau
- Pakaian Kerja Honor Pemkab Rohul Kembali Diseragamkan dengan PNS
- Tiga Pejabat Pemko Pekanbaru Daftar Sekda Prov Riau,
Walikota Firdaus Bangga dan Ucapkan Selamat Berjuang

- Hardiknas 2016, Walikota Dumai Serahkan Penghargaan ke Tenaga Pendidik dan Sekolah
- Bupati Syamsuar Buka Pertemuan Forum Anak Riau di Siak


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.221.34.224
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com