Untitled Document
Selasa, 20 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 7 Juli 2015 08:30
Termasuk Pacar Korban, Warga Pekanbaru Tangkap Tiga Pemuda Perkosa ABG

Selasa, 7 Juli 2015 07:57
Zulher Bersikap Realistis Soal Kemungkinan Maju di Pilkada Kampar.

Selasa, 7 Juli 2015 07:49
Tersisa Kios Ikan, Pasar Cik Puan Tinggal Hamparan Arang

Selasa, 7 Juli 2015 05:57
Safari Ramadhan di Rohul,
Warga Minta Plt Gubri Perhatikan Sektor Pertanian dan Jalan


Selasa, 7 Juli 2015 05:54
Dewan Sarankan Pemindahan Kampus IPDN Riau ke Pekanbaru

Selasa, 7 Juli 2015 05:49
Polsek Bangko, Rohil Tembak Maling

Selasa, 7 Juli 2015 05:44
Angkutan Lebaran,
PO Angkutan Wajib Laporkan Armada dan Tarif ke Organda Rohul




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 17:20
Respon Keluhan Warga, Dinkes Dumai Awasi Air Galon Isi Ulang

Kualitas air galon isi ulang di Dumai banyak dikeluhkan warga. Sebagai respon, Dinas Kesehatan setempat perketat pengawasan.

Riauterkini-DUMAI- Dinas Kesehatan Kota Dumai akan terus memantau bisnis usaha air galon yang selama ini tumbuh subur di kota pelabuhan. Maksud dan tujuan pengawasan itu sendiri menindaklanjuti atas keresahan masyarakat dengan kwalitas mutu air galon isi ulang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13) mengatakan, sejauh ini banyak laporan keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan pengusaha kepada pelanggan mengenai adanya terkontaminasi bakteri kadar mutunya.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang yang kini tumbuh suber di Dumai. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," katanya.

Dikatakan Marjoko, pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," kata Marjoko.

Secara terpisah Budianto, warga Kecamatan Dumai Barat mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Selain ada jentik-jentik, kadang didalam isi air galon meninggalkan endapan warna kuning, dan kuat dugaan kalau depot isi ulang air mineral belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami tentunya sebagai manusia memiliki rasa kwatir soal kesehatan pada tubuh," ungkapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati kesehatan masyarakat
Dinkes dumai jgn hanya tertarik dengan pemberian izin tetapi pengawasan terhadap kewajiban pemilik usaha. Lakukan pengawasan, fokuskan kepada sumber2 pencemar. Sebelum memberikan izin baru wajibkan membuat kajian kelayakan. Wajibkan melakukan pemerik


Berita Sosial lainnya..........
- Safari Ramadhan di Rohul,
Warga Minta Plt Gubri Perhatikan Sektor Pertanian dan Jalan

- Angkutan Lebaran,
PO Angkutan Wajib Laporkan Armada dan Tarif ke Organda Rohul

- Tinjau Kebakaran Pasar Cik Puan, Plt Gubri Berjanji Carikan Solusi
- BPJS Naker Dumai Bagikan 300 Takjil Berbuka
- Aktivis Lingkungan Wujudkan Wisata Bandar Bakau Dumai
- Titik Rawan Jalur Mudik Didominasi Lobang dan Perbaikan Jalan
- Stop Penjualan Bensin Pakai Jerigen, Polisi Akan Awasi Seluruh SPBU di Kuansing


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.224.46
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com