Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 25 Agustus 2016 16:26
Legacy Data Hadir Manjakan Pebisnis di Kota Bertuah

Kamis, 25 Agustus 2016 16:17
Sehari Semalam Kunker Bupati Bengkalis di Kecamatan Mandau dan Pinggir

Kamis, 25 Agustus 2016 15:53
Tuntut Tanggung Jawab PT IJA,
Warga Sungai Bungus, Inhil Serahkan Perkara Kerusakan Kebun Kepada Pengacara


Kamis, 25 Agustus 2016 15:48
Workshop KPK, Gubri Paparkan Komitmen Riau Bangun Budaya Integritas

Kamis, 25 Agustus 2016 15:44
Pemenggal Kepala Nenek di Rohul Dituntut 20 Tahun Penjara

Kamis, 25 Agustus 2016 15:40
Sanksi Belum Jelas, 12,55 Persen Pejabat di Bengkalis Bandel LHKPN

Kamis, 25 Agustus 2016 15:30
Efek Penundaan Pembayaran DAU,
Dewan Niatkan Rasionalsiasi RAPBD Perubahan 2016




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 17:20
Respon Keluhan Warga, Dinkes Dumai Awasi Air Galon Isi Ulang

Kualitas air galon isi ulang di Dumai banyak dikeluhkan warga. Sebagai respon, Dinas Kesehatan setempat perketat pengawasan.

Riauterkini-DUMAI- Dinas Kesehatan Kota Dumai akan terus memantau bisnis usaha air galon yang selama ini tumbuh subur di kota pelabuhan. Maksud dan tujuan pengawasan itu sendiri menindaklanjuti atas keresahan masyarakat dengan kwalitas mutu air galon isi ulang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13) mengatakan, sejauh ini banyak laporan keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan pengusaha kepada pelanggan mengenai adanya terkontaminasi bakteri kadar mutunya.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang yang kini tumbuh suber di Dumai. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," katanya.

Dikatakan Marjoko, pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," kata Marjoko.

Secara terpisah Budianto, warga Kecamatan Dumai Barat mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Selain ada jentik-jentik, kadang didalam isi air galon meninggalkan endapan warna kuning, dan kuat dugaan kalau depot isi ulang air mineral belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami tentunya sebagai manusia memiliki rasa kwatir soal kesehatan pada tubuh," ungkapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati kesehatan masyarakat
Dinkes dumai jgn hanya tertarik dengan pemberian izin tetapi pengawasan terhadap kewajiban pemilik usaha. Lakukan pengawasan, fokuskan kepada sumber2 pencemar. Sebelum memberikan izin baru wajibkan membuat kajian kelayakan. Wajibkan melakukan pemerik


Berita Sosial lainnya..........
- Tuntut Tanggung Jawab PT IJA,
Warga Sungai Bungus, Inhil Serahkan Perkara Kerusakan Kebun Kepada Pengacara

- Workshop KPK, Gubri Paparkan Komitmen Riau Bangun Budaya Integritas
- Sanksi Belum Jelas, 12,55 Persen Pejabat di Bengkalis Bandel LHKPN
- Korupai Dana Bansos Bengkalis,
Penyidik Kepolisian Diminta Tetapkan Bobby Sugara Tersangka

- Tak Lagi Cagar Budaya,
Mesjid Raya Senapelan Pekanbaru Kini Tinggal Kenangan

- Berantas Narkotika, BNN Bentuk Satgas Interdiksi di Dumai
- Rp175-300 Ribu per Bulan,
Pemko Pekanbaru Muai Sewakan Rusunawa Rejosari‎



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.198.229.157
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com