Untitled Document
Sabtu, 9 Jumadil Awwal 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 28 Pebruari 2015 08:13
Tak Perlu Lagi Pinjam ke Kelenteng,
Umat Islam Bagansiapiapi Dapat Bantuan Mobil Jenazah dari BAZNas


Sabtu, 28 Pebruari 2015 08:04
KPU Rohil Lakukan Pemilihan Ketua

Sabtu, 28 Pebruari 2015 08:01
PT RAPP Latih Kader Posyandu di Desa Binaan

Sabtu, 28 Pebruari 2015 07:51
Umat Konghucu di Bagansiapiapi Sembahyang Tuhan, Semalam Suntuk Mercun Berbunyi

Sabtu, 28 Pebruari 2015 07:39
Tokoh Masyarakat Riau Tennas Effendy Tutup Usia

Jum’at, 27 Pebruari 2015 22:26
Awal Maret, Mal SKA Adakan Pengundian Shop and Win Tahap I Periode VI

Jum’at, 27 Pebruari 2015 21:20
Warga Duri, Bengkalis Sekarat Tersengat Arus Listrik



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 17:20
Respon Keluhan Warga, Dinkes Dumai Awasi Air Galon Isi Ulang

Kualitas air galon isi ulang di Dumai banyak dikeluhkan warga. Sebagai respon, Dinas Kesehatan setempat perketat pengawasan.

Riauterkini-DUMAI- Dinas Kesehatan Kota Dumai akan terus memantau bisnis usaha air galon yang selama ini tumbuh subur di kota pelabuhan. Maksud dan tujuan pengawasan itu sendiri menindaklanjuti atas keresahan masyarakat dengan kwalitas mutu air galon isi ulang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13) mengatakan, sejauh ini banyak laporan keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan pengusaha kepada pelanggan mengenai adanya terkontaminasi bakteri kadar mutunya.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang yang kini tumbuh suber di Dumai. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," katanya.

Dikatakan Marjoko, pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," kata Marjoko.

Secara terpisah Budianto, warga Kecamatan Dumai Barat mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Selain ada jentik-jentik, kadang didalam isi air galon meninggalkan endapan warna kuning, dan kuat dugaan kalau depot isi ulang air mineral belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami tentunya sebagai manusia memiliki rasa kwatir soal kesehatan pada tubuh," ungkapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati kesehatan masyarakat
Dinkes dumai jgn hanya tertarik dengan pemberian izin tetapi pengawasan terhadap kewajiban pemilik usaha. Lakukan pengawasan, fokuskan kepada sumber2 pencemar. Sebelum memberikan izin baru wajibkan membuat kajian kelayakan. Wajibkan melakukan pemerik


Berita Sosial lainnya ..........
- PT RAPP Latih Kader Posyandu di Desa Binaan
- Umat Konghucu di Bagansiapiapi Sembahyang Tuhan, Semalam Suntuk Mercun Berbunyi
- Tokoh Masyarakat Riau Tennas Effendy Tutup Usia
- Dijadikan Bangunan Sekolah Tinggi,
Mahasiswa Alumni SMAN 1 Tembilahan, Inhil Gelar Unjuk Rasa

-
- Terbaik se-ASEAN, Perpustakaan Soeman HS Belum Diberi Tahu
- Harga Nasi Rp 5 Ribu Menjamur,
Pengusaha Rumah Makan Keluhkan Pengawasan Pemkab Inhil



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.161.158.71
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com