Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Jum’at, 28 April 2017 21:50
Baznas Kuansing Gelar Tablik Akbar Sosialisasi Zakat

Jum’at, 28 April 2017 21:41
Kawasan Restorasi Gambut,
Dewan Minta Penentuan Lahan Diserahkan ke Pemerintah Setempat


Jum’at, 28 April 2017 21:19
APBD 2017 Kuansing Disahkan Pekan Depan

Jum’at, 28 April 2017 20:31
Stand Utama Bocor, EO Dumai Expo 2017 Disebut Lepas Tangan

Jum’at, 28 April 2017 19:27
Wabup Meranti Ikuti Diklatpim di Jakarta

Jum’at, 28 April 2017 18:55
KPU Meranti Launching Rumah Pintar Pemilu

Jum’at, 28 April 2017 18:50
Terus Meningkat, Jumlah Penderita DBD di Pekanbaru Kini 260 Orang

Jum’at, 28 April 2017 17:03
Laka Maut, Kabag Hukum Setda Bengkalis Diperiksa Intensif

Jum’at, 28 April 2017 16:59
Dihadiri Mantan Bupati,
Staf Ahli Bupati Rohul Resmikan Masjid Nurul Huda Desa Menaming


Jum’at, 28 April 2017 16:52
Miliki Sabu dan Ekstasi, Sepasang Warga Tionghoa di Duri Ditangkap



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 17:20
Respon Keluhan Warga, Dinkes Dumai Awasi Air Galon Isi Ulang

Kualitas air galon isi ulang di Dumai banyak dikeluhkan warga. Sebagai respon, Dinas Kesehatan setempat perketat pengawasan.

Riauterkini-DUMAI- Dinas Kesehatan Kota Dumai akan terus memantau bisnis usaha air galon yang selama ini tumbuh subur di kota pelabuhan. Maksud dan tujuan pengawasan itu sendiri menindaklanjuti atas keresahan masyarakat dengan kwalitas mutu air galon isi ulang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13) mengatakan, sejauh ini banyak laporan keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan pengusaha kepada pelanggan mengenai adanya terkontaminasi bakteri kadar mutunya.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang yang kini tumbuh suber di Dumai. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," katanya.

Dikatakan Marjoko, pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," kata Marjoko.

Secara terpisah Budianto, warga Kecamatan Dumai Barat mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Selain ada jentik-jentik, kadang didalam isi air galon meninggalkan endapan warna kuning, dan kuat dugaan kalau depot isi ulang air mineral belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami tentunya sebagai manusia memiliki rasa kwatir soal kesehatan pada tubuh," ungkapnya.***(had)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati kesehatan masyarakat
Dinkes dumai jgn hanya tertarik dengan pemberian izin tetapi pengawasan terhadap kewajiban pemilik usaha. Lakukan pengawasan, fokuskan kepada sumber2 pencemar. Sebelum memberikan izin baru wajibkan membuat kajian kelayakan. Wajibkan melakukan pemerik


Berita Sosial lainnya..........
- Baznas Kuansing Gelar Tablik Akbar Sosialisasi Zakat
- Stand Utama Bocor, EO Dumai Expo 2017 Disebut Lepas Tangan
- Wabup Meranti Ikuti Diklatpim di Jakarta
- Satu Kabag dan Dua Kapolsek di Rohil Disertijab
- Bersifat Terbuka, AMSI Bukan Bagian dari AJI
- Nakhodai PGRI Rohul, Adolf Bastian Upayakan Sejahterakan Nasib Guru
- Bupati Meranti 'Beri' Uang Rp 2 Miliar dan 5 Unit Ambulance kepada Baznas


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.92.190.158
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com