Untitled Document
Kamis, 12 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 2 April 2015 11:15
Demo di Kantor Gubri, Aktivis 14 Perguruan Tinggi Desak Jokowi Lengser

Kamis, 2 April 2015 11:12
Lahan Diserobot, Pengurus KUD Lapor ke Polres Kuansing

Kamis, 2 April 2015 09:39
Bertengkar, Warga Dumai Tewas Bersimbah Darah di Tangan Suami

Kamis, 2 April 2015 09:37
Malam Temu Ramah HUT ke-49,
Bupati Rohil Harap Kantor Cabang BRK Cepat Direalisasikan


Kamis, 2 April 2015 09:34
Gemakusi Diskusikan Masa Depan Kuansing dengan Balonbup Mardjan Ustha

Kamis, 2 April 2015 07:37
DPRD Rohil Dapat Jawaban Pemerintah Atas Pandangan Fraksi Terhadap 12 Ranperda

Kamis, 2 April 2015 06:50
Bupati Wardan Lantik Tim Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Inhil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 17:20
Respon Keluhan Warga, Dinkes Dumai Awasi Air Galon Isi Ulang

Kualitas air galon isi ulang di Dumai banyak dikeluhkan warga. Sebagai respon, Dinas Kesehatan setempat perketat pengawasan.

Riauterkini-DUMAI- Dinas Kesehatan Kota Dumai akan terus memantau bisnis usaha air galon yang selama ini tumbuh subur di kota pelabuhan. Maksud dan tujuan pengawasan itu sendiri menindaklanjuti atas keresahan masyarakat dengan kwalitas mutu air galon isi ulang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13) mengatakan, sejauh ini banyak laporan keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan pengusaha kepada pelanggan mengenai adanya terkontaminasi bakteri kadar mutunya.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang yang kini tumbuh suber di Dumai. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," katanya.

Dikatakan Marjoko, pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," kata Marjoko.

Secara terpisah Budianto, warga Kecamatan Dumai Barat mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Selain ada jentik-jentik, kadang didalam isi air galon meninggalkan endapan warna kuning, dan kuat dugaan kalau depot isi ulang air mineral belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami tentunya sebagai manusia memiliki rasa kwatir soal kesehatan pada tubuh," ungkapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati kesehatan masyarakat
Dinkes dumai jgn hanya tertarik dengan pemberian izin tetapi pengawasan terhadap kewajiban pemilik usaha. Lakukan pengawasan, fokuskan kepada sumber2 pencemar. Sebelum memberikan izin baru wajibkan membuat kajian kelayakan. Wajibkan melakukan pemerik


Berita Sosial lainnya ..........
- MSTB 01 Ringgit Sumbang Rp 3,4 M Pertahun untuk Meranti
- Pemprov Ingin Reformasi Manajerial Bank Riaukepri
- Gubri Nonaktif Annas Maamun tak Kunjung Diberhentikan,
Kemendagri Berencana Kirim Surat Kembali ke KPK

- Senilai Rp2,4 Miliar,
‎Delapan Unit Mobnas Dibagikan untuk Anggota DPRD Inhu

- Pemkab Kuansing Gelontorkan Puluhan Miliar Bangun Proyek Tiga Pilar
- Satu Rumah Panggung Ludes Terbakar di Dumai
- Warga Terpaksa Bertahan,
Jalan Lintas Bono Teluk Meranti Pelalawan, Kian Parah



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.177.140
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com