Untitled Document
Jumat, 29 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Jum’at, 24 Oktober 2014 15:52
Rekomendasi Provinsi Riau Pesisir Mulai Dipermasalahkan Wakil Rakyat

Jum’at, 24 Oktober 2014 15:18
Pemkab Rohul Buka Peluang Investasi di Sektor Pengolahan TBS Sawit

Jum’at, 24 Oktober 2014 15:08
Pelaku Judi Togel Diciduk Polres Kampar

Jum’at, 24 Oktober 2014 15:03
Illegal Fishing Jadi PR Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil

Jum’at, 24 Oktober 2014 14:36
Porprov Riau,
Catur Sumbangkan Lima Emas untuk Pelalawan


Jum’at, 24 Oktober 2014 14:32
Ditinggal Shalat Jumat,
Maling Sikat Sepeda Motor Wartawan Riau Pos di Kantor Gubernur


Jum’at, 24 Oktober 2014 14:25
Tonton Aksi Marquez di Negeri Jiran,
Honda Berangkatkan 5 Konsumen Loyal ke Sepang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Senin, 25 Pebruari 2013 17:20
Respon Keluhan Warga, Dinkes Dumai Awasi Air Galon Isi Ulang

Kualitas air galon isi ulang di Dumai banyak dikeluhkan warga. Sebagai respon, Dinas Kesehatan setempat perketat pengawasan.

Riauterkini-DUMAI- Dinas Kesehatan Kota Dumai akan terus memantau bisnis usaha air galon yang selama ini tumbuh subur di kota pelabuhan. Maksud dan tujuan pengawasan itu sendiri menindaklanjuti atas keresahan masyarakat dengan kwalitas mutu air galon isi ulang tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Dumai, Marjoko Santoso kepada riauterkinicom, Senin (25/2/13) mengatakan, sejauh ini banyak laporan keluhan masyarakat terhadap air galon isi ulang yang diperjual belikan pengusaha kepada pelanggan mengenai adanya terkontaminasi bakteri kadar mutunya.

"Kita beberapa hari belakangan ini menerima laporan dari masyarakat mengenai kurang mutunya air galon isi ulang yang kini tumbuh suber di Dumai. Masyarakat menilai air galon isi ulang itu mengandung kuman atau bakteri mengingat banyak yang mengaku menderita sakit leher dan flu," katanya.

Dikatakan Marjoko, pengusaha air galon isi ulang yang terdata di pihaknya sebanyak 197 produsen dan yang memiliki surat layak produksi hanya 135 galon. Artinya selebihnya belum memiliki surat izin sehat dari Dinas Kesehatan Dumai.

"Kita akan terus melaksanakan pengawasan kepada produsen air galon, sehingga air yang dikonsumsi masyarakat benar-benar layak dan bebas dari bakteri. Mihat 135 memiliki izin kesehatan dari Diskes Dumai tentunya harus diawasi dengan ketat," kata Marjoko.

Secara terpisah Budianto, warga Kecamatan Dumai Barat mengaku menemukan jentik-jentik di dalam air galon isi ulang ketika hendak minum. Selain ada jentik-jentik, kadang didalam isi air galon meninggalkan endapan warna kuning, dan kuat dugaan kalau depot isi ulang air mineral belum mengantongi izin dari Dinas Kesehatan Kota Dumai.

"Saya sering menemukan jentik-jentik ketika membeli air isi ulang di galon. Bahkan kadang-kadang air sisa dibagian bawah meninggalkan warna kekuningan. Kami tentunya sebagai manusia memiliki rasa kwatir soal kesehatan pada tubuh," ungkapnya.***(had)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Pemerhati kesehatan masyarakat
Dinkes dumai jgn hanya tertarik dengan pemberian izin tetapi pengawasan terhadap kewajiban pemilik usaha. Lakukan pengawasan, fokuskan kepada sumber2 pencemar. Sebelum memberikan izin baru wajibkan membuat kajian kelayakan. Wajibkan melakukan pemerik


Berita Sosial lainnya ..........
- Illegal Fishing Jadi PR Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil
- Kadisnaker Dumai: UMK 2015 Diprediksi Tetap Rp1,9 Juta
- Status Lahan SHM dan SKGR,
Dishutbun Rohul Data 175 Pemilik Lahan di Rawa Seribu Mahato

- Sambut Mahasiswa Baru,
Sekdakab Kuansing Beri Kuliah Umum di Uniks

- AJI dan Scale Up Kunjungi Kantor Riauterkinicom
- Bupati Mernati Serahkan 5.000 Buku Bantuan RAPP di Pulau Padang
- Diskes Bengkalis Sosialisasi TBC di Duri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.112.187
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com