Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 29 Agustus 2015 12:55
Diduga Dipicu Dendam, Polisi Buru Pembunuh Warga Bagansiapipi

Sabtu, 29 Agustus 2015 12:52
Tikam Teman Sesama Pedagang Ikan di Duri, Pelaku Dendam

Sabtu, 29 Agustus 2015 11:17
Kesadaran Pelajar di Duri Kenakan Helm Saat Bermotor Sangat Rendah

Sabtu, 29 Agustus 2015 11:14
Pilkada Dumai, Abdul Kasim-Nuraini Dekati Masyarakat dengan Dialog

Sabtu, 29 Agustus 2015 07:01
Realisasi Proyek Fisik Pemko Dumai Baru 51 Persen

Sabtu, 29 Agustus 2015 07:00
Warga Bagansiapiapi Tewas Ditikam Dada dan Lehernya

Sabtu, 29 Agustus 2015 06:44
Kabut Asap Belum Ganggu Pelayaran Kapal Penumpang di Dumai



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Realisasi Proyek Fisik Pemko Dumai Baru 51 Persen
- Kabut Asap Belum Ganggu Pelayaran Kapal Penumpang di Dumai
- Ketua PPP Rohul Ngaku Tak Tahu Dugaan Ijazah Palsu Kadernya
- Unik, Lomba Panjat Pinang Diatas Air di Tembilahan
- Cetak Tenaga Terampil, MoU Pemkab Meranti dengan BTP Kepri Belum Direalisasi
- Pembayaran PBB-P2 di Inhil Dapat Dilakukan di Kantor dan Agen Pos
- Bulog Segera Bangun Gudang di Meranti


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.3.95
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com