Untitled Document
Senin, 5 Rabiul Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 26 Januari 2015 17:12
15 Personel Polres Inhu Positif Konsumsi Narkotika

Senin, 26 Januari 2015 16:58
Jelang Musda KNPI Bengkalis,
Warga Berharap Pimpinan Baru Idealis dan Independen


Senin, 26 Januari 2015 16:49
Dugaan Suap Alih Fungsi Hutan Riau,
Berkasa Perkara Gubri Nonaktif Annas Maamun P21


Senin, 26 Januari 2015 16:41
Revisi Perpres Nomor 4/2015, Nilai Proyek PL Tetap di Bawah Rp200 Juta

Senin, 26 Januari 2015 16:34
LSM BIDAL Duga Banyak Unsur Korupsi di Pemkab Rohul

Senin, 26 Januari 2015 15:47
Dalam Semalam, Dua Sosok Mayat Gegerkan Pekanbaru

Senin, 26 Januari 2015 15:42
Hasil Penelitian IPB,
32 Ribu Ha Areal PT RAPP Bernilai Konservasi Tinggi




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Revisi Perpres Nomor 4/2015, Nilai Proyek PL Tetap di Bawah Rp200 Juta
- Peringati HUT PPM ke-34,
Ketua DPC PPM Rohul Bagi-bagi Batu Akik

- Wako Firdaus Hadiri Malam Dialog Pemuda Cinta Pekanbaru
- Wawako Dumai Ajak KAHMI Solid Dukung Pembangunan
- Ulang Tahun ke 52,
Kejutan Warga Tapung Hilir Buat Istri Bupati Kampar Eva Yuliana

- Antisipasi Ancaman ISIS,
Imigrasi Dumai Tahan 61 WNA Bangladesh

- Wabup Siak Buka MTQ Tingkat Desa Perawang


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.118.45
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com