Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 27 Juni 2016 17:48
‎Sebulan Serang 555 Warga, Kasus DBD di Bengkalis Kian Mengkhawatirkan

Senin, 27 Juni 2016 17:46
Jaksa Jebloskan Mantan Kades Gondai Pelalawan ke Penjara

Senin, 27 Juni 2016 17:38
Bupati Bengkalis Ingatkan Perusahaan Bayarkan THR H-7

Senin, 27 Juni 2016 17:31
Hut Bhayangkara ke-70,
Kapolres Meranti Sambangi Panti Asuhan


Senin, 27 Juni 2016 17:22
Sidaka Tika Ritel Waralaba,
Disperindag Rohil Temukan Barang Rusak dan Kadaluarsa


Senin, 27 Juni 2016 17:14


Senin, 27 Juni 2016 17:14
Polres Dumai Gelar Rakor Operasi Ramadniya Siak 2016



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- ‎Sebulan Serang 555 Warga, Kasus DBD di Bengkalis Kian Mengkhawatirkan
- Bupati Bengkalis Ingatkan Perusahaan Bayarkan THR H-7
- Hut Bhayangkara ke-70,
Kapolres Meranti Sambangi Panti Asuhan

- ‎Jelang Lebaran, Kaban BPT-PM Pekanbaru Mengaku Tidak akan "Menghilang"
- Rentan Penyelewengan, Kejari Rohul Siap Kawal Penggunaan Dana APBD Rohul 2016
- Bupati Kampar Hadiri Sosialisasi Pencegahan Karlahut Danrem 031/WB
- Gaji 13 di Lingkungan Pemprov Riau Cair Minggu Ini


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.196.232
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com