Untitled Document
Selasa, 10 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 31 Maret 2015 06:59
DPC PPP Meranti Masih Setia Dukung Bupati Irwan

Selasa, 31 Maret 2015 06:57
Plt Gubri Minta RUPS Luar Biasa BRK Digelar Pekan Kedua April

Selasa, 31 Maret 2015 06:53
Tunggakan Wajib Pajak Riau Capai Rp 1,4 Triliun

Selasa, 31 Maret 2015 06:52
Pohonnya Jangan Ditebang, Madu Sialang jadi Produk Andalan UKM Kuansing

Selasa, 31 Maret 2015 06:46
PJI Riau dan BRI Teken MoU untuk Sejahterakan Jaksa

Senin, 30 Maret 2015 22:25
Dugaan Suap APBD, Koko Iskandar Turut Diperiksa KPK

Senin, 30 Maret 2015 21:51
Pilkada Kuansing,
Mardjan Ustha Masih Malu-malu Sebutkan Pendamping




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- 2015, Dumai Targetkan PAD Parkir Terminal Barang Rp18 Miliar
- Kejar Target, BPJS Naker Dumai Gencarkan Sosialisasi
- Sekko Dumai Minta KPU Tak Risau Soal Anggaran Berkurang
- Segera Ditertibkan, Arminareka dan AFI Tour Tak Kantongi Ijin Kemenag Riau
- Bupati Buka MTQ ke-3 Kecamatan Rangsang Pesisir
- Berplat Hitam, Banyak Mobdin Anggota DPRD Rohul Berubah Jadi Mobil Pribadi
- Hearing Hanya Dihadiri Bawahan,
Pansus Lahan DPRD Riau 'Usir' Utusan PT IKPP



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.87.73.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com