Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Jum’at, 29 April 2016 07:09
Dibuka Bupati Bengkalis , 294 Kafilah Ikuti MTQ Bukitbatu

Jum’at, 29 April 2016 07:06
Sekdakab Buka Muscab Muhammadiyah dan Aisyiyah Kampar ke-III

Kamis, 28 April 2016 22:44
Ibu Kandung Jadikan Anak Kurir Ganja 17 Kilogram Ditangkap di Kandis, Siak

Kamis, 28 April 2016 21:36
Kapolri Mutasi 7 Kapolres di Jajaran Polda Riau

Kamis, 28 April 2016 19:56
DPRD Riau Dukung Penghapusan Perda Penghambat Investasi

Kamis, 28 April 2016 19:39
Lapas Klas IIA Pekanbaru Selenggarakan Buka Bersama Puasa Sunnah

Kamis, 28 April 2016 19:36
RTRW Riau Terbengkalai, Pemko Pekanbaru Merugi Rp 1 Triliun



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- DPRD Riau Dukung Penghapusan Perda Penghambat Investasi
- Lapas Klas IIA Pekanbaru Selenggarakan Buka Bersama Puasa Sunnah
- RTRW Riau Terbengkalai, Pemko Pekanbaru Merugi Rp 1 Triliun
- ‎BPT-PM : Izin Operasional Batiqa Hotel Sudah dalam Proses
- Sesepuh REI: Pembangunan Pekanbaru Semrawut
- Lestarikan Budaya Lokal, Chevron Latih Pengrajin Anyaman Pandan
- Kemenag Indikasikan Ada Aliran Ahmadiyah Qadian di Rohul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.82.68.146
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com