Untitled Document
Kamis, 24 Syawwal 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 21 Agustus 2014 20:59
Terdapat 84 Penderita HIV-AIDS,
Terjadi 48 Kasus Pelanggaran Perlindungan Anak di Siak


Kamis, 21 Agustus 2014 20:51
Satpol PP Terus Pantau Janji Pengusaha Kos-kosan 70

Kamis, 21 Agustus 2014 20:45
Jalur Tuah Negeri Seribu Kubah, Rohil Melaju ke Hari Kedua

Kamis, 21 Agustus 2014 20:38
Gelapkan dan Gadaikan Sepeda Motor Tetangga, Supir di Pekanbaru Ditangkap

Kamis, 21 Agustus 2014 20:34
Pemko Dumai Sosialisasikan SP2EPA Tahun 2014

Kamis, 21 Agustus 2014 20:29
Cemari Sungai dengan Limbah Pabrik,
Massa IPM-PB Desak Ijin PT PSJ di Langgam Dicabut


Kamis, 21 Agustus 2014 20:24
Kejelasan Formasi CPNS Pekanbaru,
Sekdako Pekanbaru dan Kepala BKD Datangi MenPAN-RB




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Terdapat 84 Penderita HIV-AIDS,
Terjadi 48 Kasus Pelanggaran Perlindungan Anak di Siak

- Satpol PP Terus Pantau Janji Pengusaha Kos-kosan 70
- Pemko Dumai Sosialisasikan SP2EPA Tahun 2014
- Kejelasan Formasi CPNS Pekanbaru,
Sekdako Pekanbaru dan Kepala BKD Datangi MenPAN-RB

- Dishub Pekanbaru Lebih Prioritaskan Bangun Halte Portable
- Jatah 234 CPNS, Pemkab Pelalawan Masih Tunggu Formasi dari Menpan
- Cuaca Buruk, Heli Gubri Mendarat Darurat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.83.227.191
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com