Untitled Document
Kamis, 16 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 3 Juni 2015 20:46
Akhirnya, Mayat Kenek Truk Terjung ke Danau PLTA Koto Panjang Terevakuasi

Rabu, 3 Juni 2015 20:42
Disperindag Pekanbaru Rancang Pangkalan Gas LPG Khusus UKM dan IKM

Rabu, 3 Juni 2015 20:36
Ratusan Wisatawan Kunjungi Pulau Halang Muka, Rohil

Rabu, 3 Juni 2015 20:30
Pilkada 2015,
Kemendagri Jamin tak Ada Data Pemilih Ganda


Rabu, 3 Juni 2015 20:26
Kejari Siak Musnahkan Beragam BB Hasil Kejahatan 2013-2015

Rabu, 3 Juni 2015 20:16
Plt Sekretaris DPRD Riau Diserahkan Syamsurizal ke Ahmad Syah Harofie

Rabu, 3 Juni 2015 20:13
Kabur Setahun Usai Menjalani Sidang,
Tahanan Narkoba Kejari Pekanbaru Berhasil Dibekuk




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya..........
- Kemah Budaya Nasional 2015 di Siak,
Kontingen Papua akan Tampilkan Tari Samparidek

- ‎Rakor Bersama KPK,
Kadispenda Riau: Pemprov Akan Buat Pergub Terkait Barang Sitaan

- Pembayaran BPIH Tahap Pertama Tanggal 1-30 Juni 2015
- Sungai Bungo Jadi Pilot Project,
Distamben dan Rumah Kreatif Anak Negeri Rohul Bangun PLT Mikro Hidro

- Ikut KBN 2015, 113 Peserta Pengakap Malaysia Tiba di Buper Siak
- Beda Nomenklatur, Rp71 M Anggaran di Dinas CK Dirasionalisasi
- Dukung Mahesya, Walikota Bakal Hadiri Grand Final KDI di Jakarta


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.205.37.110
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com