Untitled Document
Rabu, 27 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 22 Oktober 2014 20:49
Dua Pejabat Tak Hadiri Pemeriksaan KPK,
Zulher: Saya Belum Terima Surat Pemanggilan


Rabu, 22 Oktober 2014 20:38
Pedagang Ikan di Pekanbaru Jual Sabu-Sabu Rp300 Juta

Rabu, 22 Oktober 2014 20:30
Penyertaan Modal PT. BLJ Group Rugikan Negara Rp200 Miliar

Rabu, 22 Oktober 2014 20:14
Gelar Acara Keagamaan,
Walikota Pekanbaru Kecewa dengan Tingkat Kehadiran PNS


Rabu, 22 Oktober 2014 20:05
Dua Dewan Masuk Pimpinan Komisi,
PDI Perjuangan Riau Surati DPP PDI Perjuangan


Rabu, 22 Oktober 2014 19:45
Kasus Gubri Nonaktif Annas Maamun,
2 Pegawai PT Anugrah Kelola Artha Diperiksa Penyidik KPK


Rabu, 22 Oktober 2014 19:39
BNI 46 Tagih Kredit Macet Rp97 M PT SRT



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Gelar Acara Keagamaan,
Walikota Pekanbaru Kecewa dengan Tingkat Kehadiran PNS

- PT Patra SK-Pemko Dumai Gelar Seminar Penyalahgunaan Narkoba
- Aparat Gabungan Siap Amankan Pelantikan Pimpinan DPRD Dumai
- Inilah Nama-nama Imam Masjid Paripurna Pekanbaru yang Lulus Seleksi
- BPJS Naker Dumai Serahkan Santunan Rp34 Juta Korban Lakakerja
- Pembebasan Lahan Teknopolitan, Pelalawan Tunggu Diteken Menteri Baru
- Wadah Aspirasi dan Perjuangan,
Dibentuk Persatuan Petani Indragiri Hilir



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.234.228.64
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com