Untitled Document
Ahad, 19 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Ahad, 20 April 2014 08:40
PKB Suskes Besar di Inhil, Dani M Nursalam Layak Pimpin DWP Riau

Ahad, 20 April 2014 08:37
Mencelup Mosil, Tradisi Unik Masyarakat Meranti

Ahad, 20 April 2014 08:32
Mulai Mei, Pemkab Inhil Potong Zakat PNS Bergaji Minimal Rp3,2 Juga

Ahad, 20 April 2014 08:28
Dugaan Manipulasi Suara,
Caleg Partai Demokrat Rohul Laporkan PPK Pendalian IV Koto


Sabtu, 19 April 2014 22:49
Rekapitulasi Ulang PPK Bonai di KPU Rohul Dijaga Ketat Polisi

Sabtu, 19 April 2014 21:09
Rumah Sunting Evaluasi Pementasan "Jalang" di Buluhcina

Sabtu, 19 April 2014 20:58
Laga Kambing, Petugas Kebersihan Rohil Tewas



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 15 Pebruari 2013 16:31
Awasi HET Obat, Kemenkes Susun e-Catalog

Banyak apotik dan rumah sakit menjual obat di atas HET. Untuk mencegah terus berlanjut, Kementerian Kesehatan tengah menyusun e-catalog.

Riauterkini- PEKANBARU- Banyaknya keluhan masyarakat Kota Pekanbaru terkait Harga Enceran Tertinggi (HET) obat-obatan yang dijual apotik dan rumah sakit hingga saat ini belum diawasi. Namun demikian, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI akan membuat satu program yakni, elektronik Catalog (e-Catalog).

Hal ini diungkapkan Menteri Kesehatan (Menkes), Nafsiah Mboi, saat ditanya Riauterkini terkait pengawasan HET obat-obatan di RS dan apotik, Jumat (15/2/13) di Hotel Premier. "Untuk HET ini, kita sudah menyusun E-Catalog. Sehingga masyarakat bisa melihat daftar penetapan harga enceran tertinggi dalam elektronik (komputer, red)," serunya.

Dikatakan Menkes, dengan e-Catalog ini, pembeli bisa langsung memesan obat-obat dengan harga yang telah ditetapkan. "Nanti masyarakat bisa langsung pesan jika ingin membeli," serunya.

Dengan demikian, masyarakat bisa secara langsung melihat HET obat-obat sesuai dengan peraturan. Disebutkan Menkes, program ini rencananya akan diresmikan Juni mendatang. "Memang belum berlangsung, Insya Allah Juni," katanya.

Sesuai UU Nomor 36 tahun 2009, penetapan harga obat generik dikendalikan oleh pemerintah dan oleh karena itu tiap tahun diterbitkan ketetapan / peraturan Menteri Kesehatan terkait harga obat generik. Terakhir dilakukan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 094/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Obat untuk Pengadaan Pemerintah Tahun 2012 dan Nomor 092/Menkes/SK/II/2012 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Generik.

Tahun 2013 direncanakan penetapan harga melalui lelang harga satuan (e-catalog obat generik), agar pengadaan obat dapat mengikuti aturan sesuai Perpres 70 tahun 2012, dan dengan harapan pengadaan akan lebih mudah dan efisien dengan tetap menjamin ketersediaan obat. Pengadaan Obat melalui e-catalog merupakan kerjasama antara Kementerian Kesehatan dan LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah).***(met)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

Berita Sosial lainnya ..........
- Mencelup Mosil, Tradisi Unik Masyarakat Meranti
- Rumah Sunting Evaluasi Pementasan "Jalang" di Buluhcina
- PLTG Mengkirip Meranti Ditargetkan Tuntas Pertengahan Mei
- Umpatan Kotor Gubri Annas Mendunia Lewat Youtube
- Beredar Rekaman Gubri Annas Bercarut Ditanya Soal Politik Dinasti
- Peserta UN di Rohul Diminta Segera Merekam Data e-KTP
- Pemkab Kuansing juga Berharap Bisa Terima CPNS Lulusan SMA


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 23.23.2.137
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com