Untitled Document
Sabtu, 4 Sya'ban 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Sabtu, 23 Mei 2015 20:03
Isu Beras Plastik Bikin Omset Pedagang Dumai Menurun

Sabtu, 23 Mei 2015 19:58
Polres Dumai Gulung Dua Bandar Narkoba

Sabtu, 23 Mei 2015 18:54
Pilkada Rohul 2015,
Nasrul dan Hafith Canangkan 1 SSD di Setiap Desa


Sabtu, 23 Mei 2015 18:49
KPID Gelar Penyuluhan Komunitas Cerdas Media

Sabtu, 23 Mei 2015 18:03
Berbagi Pengalaman Hidup,
Bupati Harris Jadi Pembicara Pada Kongres III IKA UIR 2015


Sabtu, 23 Mei 2015 17:57
Galang Dana di Pasirpangaraian, Umat Islam Rohul Peduli Rohingya

Sabtu, 23 Mei 2015 17:36
Sambil Geleng-geleng, Menpora Cabut Putri Malu di Stadion Utama Riau



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- KPID Gelar Penyuluhan Komunitas Cerdas Media
- Berbagi Pengalaman Hidup,
Bupati Harris Jadi Pembicara Pada Kongres III IKA UIR 2015

- Galang Dana di Pasirpangaraian, Umat Islam Rohul Peduli Rohingya
- MPC Pemuda Pancasila Rohil Bersiap Gelar Pelantikan
- Disalatkan di Masjid Al-Falah,
Almarhum Hardy Jamaluddin Dikuburkan di TPU Harapan Haya

- Badan Penghubung Pemprov Riau Ikuti Pameran Promisi Daerah di Surabaya
- Mantan Asisten III Setdaprov Riau Tutup Usai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.90.41
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com