Untitled Document
Rabu, 8 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 3 September 2014 11:24
444 Orang JCH Pekanbaru Berangkat Menuju Jeddah,
"Walikota Nitipkan Doa untuk Bangsa"


Rabu, 3 September 2014 11:01
Dua Tersangka Curanmor di Pekanbaru Ditangkap Sedang Jual Motor

Rabu, 3 September 2014 10:54
Jajaran Polsek Simpang Kanan Rohil Ringkus Pengedar Sabu

Rabu, 3 September 2014 10:48
Diskes Dumai Tangani 96 Kasus DBD

Rabu, 3 September 2014 10:36
Mencuri Dikenali Pemilik Rumah, Warga Balam Sempurna Rohil Ditangkap Polisi

Rabu, 3 September 2014 09:33
Pelantikan Dirut BUMD Pelalawan Tunggu Isyarat Bupati

Rabu, 3 September 2014 09:28
Gelper Dragon Zone dan Family KTV di Duri Diserbu Massa



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya ..........
- 444 Orang JCH Pekanbaru Berangkat Menuju Jeddah,
"Walikota Nitipkan Doa untuk Bangsa"

- Diskes Dumai Tangani 96 Kasus DBD
- Sanggar Bathin Galang Rencanakan Festival Musik Melayu Bertaraf Dunia di Meranti
- 50 JCH Rohul Belum Antar Koper ke Bandara Tuanku Tambusai
- Personel Satpol PP Dituntut Berjiwa Pemimpin
- DPC FPE SBSI Bengkalis Tuding,
PT Palmaria Persada-GUN di Duri Belum Layak Beroperasi

- Disnaker Dumai Beri Pelatihan 64 Pekerja Mandiri


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 50.19.4.137
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com