Untitled Document
Selasa, 2 Rajab 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 21 April 2015 15:14
Harga TBS Sawit Riau Turun Rp40,77 perkilogram

Selasa, 21 April 2015 14:54
Korupsi Penyertaan Modal Pemkab Bengkalis,
Mantan Dirut PT BLJ Beserta Staf Diadili di Pengadilan Tipikor Pekanbaru


Selasa, 21 April 2015 14:49
Bupati Buka Pencanangan Program Nasional Pencegahan dan Deteksi Dini Kanker pada Perempuan

Selasa, 21 April 2015 14:42
Jual Paket Hemat Sabu,
Pedagang Gerobak di Sudirman Pekanbaru Meringkuk di Penjara


Selasa, 21 April 2015 14:38
Warga Duri Harapkan APBD Bengkalis untuk Perbaiki Jalan Rusak

Selasa, 21 April 2015 14:33
Peringatan Hari Kartini, Pemko Pekanbaru Gelar Berbagai Kegiatan Sosial

Selasa, 21 April 2015 14:30
Ombudsman Investigasi ke Gaung,
Klarifikasi Dugaan Maladministrasi Penerbitan Izin PT SAL




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya ..........
- Warga Duri Harapkan APBD Bengkalis untuk Perbaiki Jalan Rusak
- Peringatan Hari Kartini, Pemko Pekanbaru Gelar Berbagai Kegiatan Sosial
- Ombudsman Investigasi ke Gaung,
Klarifikasi Dugaan Maladministrasi Penerbitan Izin PT SAL

- Data Penduduk Miskin di Rohul Belum Valid dan Update
- Hari Kartini, GOW Dumai Santuni Beberapa Panti Asuhan
- ‎Setelah Dibatalkan, Seleksi Sekda Inhu Kembali Dibuka
- Juara di Open Karate se-Sumatera di Padang, 5 Personel Polres Terima Penghargaan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.163.74.238
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com