Untitled Document
Sabtu, 7 Jumadil Akhir 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 28 Maret 2015 10:55
Pilkada Rohil, 5 Balon Sudah Ambil Formulir di DPC PDI Perjuangan

Sabtu, 28 Maret 2015 10:50
Suap APBD, KPK Periksa Sejumlah Mantan dan Anggota DPRD Riau

Sabtu, 28 Maret 2015 06:55
Lusa, Peserta Asessment Pemko Jalani Tes Makalan dan Wawancara

Sabtu, 28 Maret 2015 06:53
Dua Maling Lintas Provinsi Ditangkap Aparat Polres Inhu

Sabtu, 28 Maret 2015 00:07
Pengendara Motor Tewas Ditabrak Lari Avanza Misterius

Jum’at, 27 Maret 2015 20:29
Tiga Kali Diperiksa KPK, Ketua PMI Riau Akui Dimintai Uang Annas

Jum’at, 27 Maret 2015 20:16
8 Anggota Fraksi Golkar DPRD Riau Akui Keabsahan SK Kemenkum HAM



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya ..........
- Lusa, Peserta Asessment Pemko Jalani Tes Makalan dan Wawancara
- Tim Pansel Serahkan Hasil Assessment ke Plt Gubri Minggu Ini
- Berkas Formasi 4.098 CPNS Rohul 2015 Sudah di Menpan RB
- Dugaan Pelecehan Oknum Kepsek di Bangunpurba,
Polres Rohul sudah Periksa Dua Saksi

- Peredaran Barang di Inhil,
Dewan Minta Disperindag Tingkatkan Pengawasan

- Peserta Diklat P4S Kampar Difokuskan di RTMPE
- Dialog di RRI bersama Bupati Kampar,
Ilyas Husti Sebut Program 3 Zero Kampar Perlu Dukungan Masyarakat



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.192.195
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com