Untitled Document
Kamis, 23 Jumadil Akhir 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 24 April 2014 15:32
Masih Banyak Warnet di Rohul Belum Kantongi Izin

Kamis, 24 April 2014 15:20
Gagal Nyaleg, Ketua DPRD Riau Pilih Back to Campus

Kamis, 24 April 2014 15:13
Besok, Gubri Hadiri Undangan Presiden Peringati Hari Otda

Kamis, 24 April 2014 14:54
Bupati Bengkalis Buka Pencanangan Bulan Bhakti IBI KB Kes Tingkat Kabupaten di Desa Selatbaru

Kamis, 24 April 2014 14:43
Perlu Diperbaiki Segera,
Pelabuhan Wisata Religi Syekh Abdurrahman Siddik Memprihatinkan


Kamis, 24 April 2014 14:37
Polda Riau Tak Pernah Periksa Maimanah Umar dan Putrinya sebagai Tersangka

Kamis, 24 April 2014 14:34
Dua Hari, TMP Penyewaan Baru Akan Diujicoba



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya ..........
- Masih Banyak Warnet di Rohul Belum Kantongi Izin
- Besok, Gubri Hadiri Undangan Presiden Peringati Hari Otda
- Perlu Diperbaiki Segera,
Pelabuhan Wisata Religi Syekh Abdurrahman Siddik Memprihatinkan

- Dua Hari, TMP Penyewaan Baru Akan Diujicoba
- Gubri Tinjau Anjungan Riau di Taman Mini Indonesia Indah
- Bupati Meranti Kaget Gaji Guru Honor Belum Dibayar
- Dan Apel Puncak Harkitnas
Pemkab Meranti Siapkan Jambore Pendidikan di Mengkikip



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.237.95.6
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com