Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 3 September 2015 21:27
PT LIH Kerahkan Bantuan Padamkan Karhutla di Dua Desa di Pangkalan Kuras

Kamis, 3 September 2015 21:24
KPU Dumai Tetapkan DPS dari 7 Kecamatan 168.017 Suara

Kamis, 3 September 2015 20:18
Antisipasi Bahaya Asap, Sekolah di Pekanbaru Diliburkan Sampai Sabtu

Kamis, 3 September 2015 20:02
Pj Bupati Meranti dan Dirjen Kominfo Teken MoU,
Tanah Merah dan Bokor Jadi Desa Broadband


Kamis, 3 September 2015 19:54
Kepala DPPKP Harapkan Barang Luar Negeri Dilegalkan Masuk ke Meranti

Kamis, 3 September 2015 19:47
Dinilai Tak Etis,
Komisi D: Ada Empat Perusahaan Menangkan 6 Paket Proyek Jalan


Kamis, 3 September 2015 19:37
Dukung KIH,
F PAN DPRD Riau Imbau Seluruh Kadernya Ikuti Putusan Partai




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- Pj Bupati Meranti dan Dirjen Kominfo Teken MoU,
Tanah Merah dan Bokor Jadi Desa Broadband

- Dinilai Tak Etis,
Komisi D: Ada Empat Perusahaan Menangkan 6 Paket Proyek Jalan

- Penderita ISPA Akibat Asap di Rohul Meningkat, Hari ini jadi 159 Kasus
- Dari 389 Perkara,
Media Sosial Ikut Pengaruhi Angka Perceraian di Rohul

- Juffri Nahkodai MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pelalawan
- Diduga Langgar Aturan, LMND Bengkalis Laporkan Paslon HR ke Panwaslu
- Bupati dan 13 Perusahaan di Rohul Terima Penghargaan K3 Nasional


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.167.86.186
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com