Untitled Document
Kamis, 4 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Kamis, 27 Nopember 2014 11:52
Satu Jam Operasi Zebra 2014 di Bagansiapiapi, 26 Roda Dua Terjaring

Kamis, 27 Nopember 2014 11:32
Tiba dari Meranti, Presiden Langsung Kembali ke Jakarta

Kamis, 27 Nopember 2014 11:28
Tagih Janji, Puluhan Anggota Geram Datangi DPRD Riau

Kamis, 27 Nopember 2014 11:28
Tak Berizin dan di DMJ,
Belasan Toko di Pasar Arengka Bakal Dibongkar


Kamis, 27 Nopember 2014 10:55
Anggaran Rp80 Miliar untuk Jembatan Siak IV Tergerus Kenaikan Harga BBM

Kamis, 27 Nopember 2014 10:42
Tinggalkan Meranti, Presiden Berkemungkinan ke Pasar Bawah

Kamis, 27 Nopember 2014 10:36
Humas Pemkab Inhil Taja Pelatihan Jurnalistik bagi Aparatur Pemerintah



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya ..........
- Tiba dari Meranti, Presiden Langsung Kembali ke Jakarta
- Tinggalkan Meranti, Presiden Berkemungkinan ke Pasar Bawah
- Humas Pemkab Inhil Taja Pelatihan Jurnalistik bagi Aparatur Pemerintah
- Tanam Sagu, Presiden Jokowi Janji 5 Tahun lagi Kunjungi Sungai Tohor
- Tiba di Sungai Tohor, Presiden Disambut Bupati Meranti
- Presiden Jokowi Terbang ke Meranti
- 148 KK Korban Banjir di Sei Mandian, Rohul Mengungsi di Tenda Darurat


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.155.64
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com