Untitled Document
Senin, 19 Ramadhan 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 6 Juli 2015 12:00
Klaraifikasi Dirut IPDN, Bukan Pemerkosaan tapi Pelanggaran Moral

Senin, 6 Juli 2015 11:49
Tim Pemkab Rohul Safari Ramadhan di Masjid Darul Iman Ujungbatu

Senin, 6 Juli 2015 10:34
Pria Setengah Abad Tewas di Ruko Kosong Simpang Mal SKA

Senin, 6 Juli 2015 10:33
Tak Sekedar Slogan, Dirut BRK Puji Program RTMPE Pemkab Kampar

Senin, 6 Juli 2015 07:39
MTQ ke- VI Meranti Digelar Sebelum Berakhir Jabatan Irwan-Masrul

Senin, 6 Juli 2015 07:37
'Kuansing TAAT', Program Relegius Polres Kuansing Selama Ramadhan

Senin, 6 Juli 2015 07:35
Pasca Pemerkosaan, DPRD Riau Kaji Rencana Mendagri Pindahkan Kampus IPDN dari Rohil



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- Klaraifikasi Dirut IPDN, Bukan Pemerkosaan tapi Pelanggaran Moral
- MTQ ke- VI Meranti Digelar Sebelum Berakhir Jabatan Irwan-Masrul
- 'Kuansing TAAT', Program Relegius Polres Kuansing Selama Ramadhan
- Respon Laporan Ahli Waris Pekerja Tewas,
Disnakertrans Dumai Surati PT SMAP-Indopalm dan PBJS Naker

- Buka Bersama, Alumni UII Yogya Siap Berkontribusi untuk Riau
- Diskes Dumai Sosialisasikan Bahan Makanan Berbahaya
- HUT Bhayangkara ke 69,
PWI Kuansing Dapat Penghargaan dari Kapolres



Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.117.164
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com