Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 27 Pebruari 2017 08:04
Pengedar Narkoba di Pinggir, Bengkalis Ditangkap Saat Menimbang Sabu

Senin, 27 Pebruari 2017 08:01
Simpan 4 Gram Sabu di Garasi, Warga Pasir Utama Ditangkap Polisi Rohul

Ahad, 26 Pebruari 2017 21:42
Wabup Kuansing Janji Jalan Menuju Wisata Air Panas Segera Diperbaiki

Ahad, 26 Pebruari 2017 20:37
Masuk Rumah Warga, Pemuda di Duri Sekarat Diamuk Massa

Ahad, 26 Pebruari 2017 17:28
Ketua DPRD Inhu Apresiasi Kinerja Satgas Saber Pungli

Ahad, 26 Pebruari 2017 17:22
Ketua Pertina Pelalawan Ditahan,
Kuasa Hukum Sebut Kliennya Hanya Datang Terlambat


Ahad, 26 Pebruari 2017 16:10
Polemik Pipa Gas Bikin Gaduh Antar Anggota Dewan Dumai

Ahad, 26 Pebruari 2017 14:40
Tablig Akbar di Masjid Raudhatul Janah, Gubri Ajak Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah

Ahad, 26 Pebruari 2017 14:15
BI Gelar Penukaran Uang,
Rp300 Miliar Uang Baru Sudah Beredar di Riau


Ahad, 26 Pebruari 2017 12:00
Tersandung Korupsi, Ketua Pertina Pelalawan Ditahan Polres



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)





Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- Masuk Rumah Warga, Pemuda di Duri Sekarat Diamuk Massa
- Ketua DPRD Inhu Apresiasi Kinerja Satgas Saber Pungli
- Tablig Akbar di Masjid Raudhatul Janah, Gubri Ajak Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah
- Program Pengembangan Karyawan PT RAPP Goro di Teluk Paman Timur
- Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Sungai Beringin, Tembilahan
- Babikamtibmas Titian Antui Polsek Pinggir Buka Rumah Pintar
- Gubri Bakal Terima Gelar Kehormatan Datuk Setia Amanah dari LAM Riau


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.163.164.67
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com