Untitled Document
Rabu, 27 Zulhijjah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Rabu, 22 Oktober 2014 22:12
Porprov VIII Riau,
Taekwondo Sumbangkan Emas Terbanyak untuk Pekanbaru


Rabu, 22 Oktober 2014 21:46
Porprov VIII Riau,
Tim Dayung Kuansing Jawara


Rabu, 22 Oktober 2014 21:39
Porprov VIII Riau,
Sepak Takraw dan Atletik Sumbang Dua Emas untuk Rohul


Rabu, 22 Oktober 2014 21:36
Bupati Kampar Sebut P4S Tingkatkan Ekonomi Keluarga

Rabu, 22 Oktober 2014 21:30
Aprizal Terpilih Secara Aklamasi Nakhodai PWI Kabupaten Kampar

Rabu, 22 Oktober 2014 21:22
DPRD Minta Dinas Perikanan dan Kelautan Rohil Budidayakan Ikan Sembilang

Rabu, 22 Oktober 2014 21:16
Workshop Jurnalistik BOB,
Bupati Siak Minta Wartawan Ikut Majukan Daerah




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya ..........
- Bupati Kampar Sebut P4S Tingkatkan Ekonomi Keluarga
- Aprizal Terpilih Secara Aklamasi Nakhodai PWI Kabupaten Kampar
- Workshop Jurnalistik BOB,
Bupati Siak Minta Wartawan Ikut Majukan Daerah

- Bupati Meranti Tegaskan Pembangunan JSR Tetap Dilanjutkan
- Sidak Fasilitas Umum,
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Sorotan Walikota Firdaus

- Gelar Acara Keagamaan,
Walikota Pekanbaru Kecewa dengan Tingkat Kehadiran PNS

- PT Patra SK-Pemko Dumai Gelar Seminar Penyalahgunaan Narkoba


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.166.108.167
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com