Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Rabu, 28 September 2016 13:48
Dibentuk Forum Kesinambungan,
Kebun Sawit Swadaya Trimulya Jaya Ukui Jadi 'Pilot Project'


Rabu, 28 September 2016 13:00
Tabrak Motor dan Tewaskan Pelajar, Supir Truk di Pakning jadi Tersangka

Rabu, 28 September 2016 12:58
Satu Bulan Buron, Penganiaya Pelajar di Rohul Ditangkap Polisi

Rabu, 28 September 2016 12:56
Polres Pelalawan Tangkap Dua Remaja Maling Motor

Rabu, 28 September 2016 12:54
Polri, TNI, dan Satpol PP Rohul Segera Razia Rumah Kos dan Warung Mesum

Rabu, 28 September 2016 12:52
Buka Rakor, Plt Sekda Bengkalis Ingatkan Aparatur Harus Peka Isu Terkini

Rabu, 28 September 2016 11:44
Bahas KITB, Gubri dan Kadisperindag Temui Menperin RI



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- BPKAD Pekanbaru Kelola Aset Secara Transparan dan Akuntabel
- Sakit di Batam, Seorang Jemaah Haji Rohil Tertunda Pulang
- Lomba Inovasi TTG 2016,
Mesin Pemotong Keripik Buatan Anak Rohul Masuk 10 Nominasi Nasional

- 1 Dirawat di Makkah,,
171 JH asal Rohil Telah Sampai di Batam

- Danyon 132/Bimasakti dan Kapolres Kampar Latihan Menembak Bersama
- Pengerjaan Jalan Sungai Luar-Sungai Dusun, Inhil Mulai Dikerjakan
- Wisata Kuliner dan Belanja Diharapkan Jadi Daya Tarik Riau


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.196.223.42
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com