Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Selasa, 31 Mei 2016 10:57
Dikeroyok Oran tak Dikenal, Warga Pasirpangaraian Tewas di Tengah Jalan Dusun Pawan

Selasa, 31 Mei 2016 10:38
4 Juni, Digelar Seminar dan Workshop Budidaya Kurma Tropis di Pekanbaru

Selasa, 31 Mei 2016 10:32
Pleno Penetapan Jago Golkar di Pikada Pekanbaru Dinilai Singkirkan Kader Sendiri

Selasa, 31 Mei 2016 10:28
Hanyut Kemarin, Bocah di Kuansing Ditemukan Tewas

Selasa, 31 Mei 2016 10:22
Rohil Gelar Audisi Bujang Dara 26 Juni 2016

Selasa, 31 Mei 2016 07:16
Tersedia Rp7,3 Miliar Biaya Kunker DPRD Riau ke Luar Negeri di APBD 2016

Senin, 30 Mei 2016 20:53
‎Siaga Darurat Karlahut Diperpanjang Hingga Empat Bulan ke Depan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- Rohil Gelar Audisi Bujang Dara 26 Juni 2016
- Pelayanan Perizinan Terbaik Nasional, Bupati Siak Terima Piala dan Piagam
- Menkopolhukam dan Gubri Saksikan MoU BRG bersama 11 Universitas
- Dokkes Polda Riau Adakan Penyuluhan Dampak Penyalahgunaan Narkoba di Kampar
- Pesan ke Peserta dari Perak, Malaysia,
‪ Jefry: Jadilah Pelopor Keberhasilan Pertanian di Semenanjung

- Kinerja Mengecewakan, Nasib PT MIG "Diujung Tanduk"
- IPMB Kampar Tuntut Kadis Perikanan Mundur


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.145.117.127
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com