Untitled Document
Kamis, 13 Syawwal 1436 H |
Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Kamis, 30 Juli 2015 21:06
Bupati Herliyan Saleh Resmikan Bengkalis Expo 2015

Kamis, 30 Juli 2015 21:00
Maling Spesialis Jok Motor di Bengkalis Seorang PNS

Kamis, 30 Juli 2015 20:52


Kamis, 30 Juli 2015 20:39
Dewan Desak Pemkab Inhil Segera Laksanakan Pembangunan Fisik

Kamis, 30 Juli 2015 19:53
Jumlah Terus Bertambah, BLH Temukan 61 Titik Api di Inhil

Kamis, 30 Juli 2015 19:49
Hari Jadi Kota Pekanbaru 231, Pemko Akan Datangkan Artis Ibu Kota

Kamis, 30 Juli 2015 19:45
KKN Kebangsaan 2015,
660 Mahasiswa Ikuti Pembekalan di YONIF 132 Kampar




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- Hari Jadi Kota Pekanbaru 231, Pemko Akan Datangkan Artis Ibu Kota
- Kontrak Rp 2,2 Juta Per Bulan ,
Dua Kantor Lurah di Duri Sewa Rumah Warga

- Bupati Inhu Bantah Tampar Wartawan
- 80 Persen JCH Rohul Lanjut Usia, Perlu Diberi Pemahaman Ekstra
- Banggar Desak Pemprov Segera Serahkan KUA-PPAS RAPBD Perubahan 2015
- ‎Pemko Optimis Kota Pekanbaru Kembali Raih Adipura
- Sibuk Sosialisasikan Hafith-Nasrul, Fraksi Demokrat Rohul Tetap Bekerja


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.91.93.213
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com