Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Sabtu, 3 Desember 2016 20:54
Kapolres Kampar Tinjau Bendungan PLTA

Sabtu, 3 Desember 2016 20:48
Plt. Sekda Buka Rakerda MUI Bengkalis

Sabtu, 3 Desember 2016 20:34
Pria di Desa Ngaso, Rohul Ditemukan Tewas dengan Leher Terjerat

Sabtu, 3 Desember 2016 20:30
BUMDes Senggoro Bengkalis Terima Penyertaan Modal Rp194 Juta

Sabtu, 3 Desember 2016 18:39
Tempuh Jarak 1.317 Kilometer,
Warga Inhil Naik Motor Ikuti Aksi Bela Islam III di Jakarta


Sabtu, 3 Desember 2016 18:09
Gagal Maling, Seorang Warga Meranti Nyaris Tewas Dihajar Massa

Sabtu, 3 Desember 2016 14:48
Telkomsel Raih Penghargaan World Communication Awards 2016

Sabtu, 3 Desember 2016 13:17
Mayat Wanita tak Dikenal Membusuk di Kebun Sawit Warga Tukjimun, Inhil

Sabtu, 3 Desember 2016 06:49
Dua Rampok Bersenpi Rampas 2,5 Kg Emas dan Rp80 Juta dari Warga Kampar

Jum’at, 2 Desember 2016 20:37
Ratusan Warga Bengkalis Ikuti Bela Islam Jilid III



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Jum’at, 25 Januari 2013 14:50
Pemkab Siak Data Kebun Masyarakat untuk Peremajaan

Banyak kebun karet dan kelapa sawit masyarakat Siak sudah lewat usia produktif. Pemkab sedang mendatang untuk program peremajaan.

Riauterkini-SIAK- Pemkab siak mendata peremajaan kebun sawit milik petani plasma. Pasalnya, usia perkebunan sawit mereka sudah diatas 25 tahun sehingga kurang produktif dalam menghasilkan buah. Menurut kepala dinas kehutanan dan perkebunan Siak Ir Teten Efendi, dari pendataan yang dilakukan, terdapat 15 ribu sawit milik petani plasma yang harus diremajakan.

Dalam pola peremajaan ini, Dishutbun melakukan sosialisasi dan menyakini pada masyarakat agar mengikuti program tersebut.”Prinsip kita, membantu mereka, dengan menfasilitasi pada perbankan,”ujar Teten, Selasa (24/1/13) di Siak. Adapun kekhawatiran petani terhadap mata pencarian di sela-sela jeda menanam dijelaskan Teten, jika Pemkab telah menyiapkan dan, membantu mereka dengan untuk bercocok tanam.

“Kami siapkan tanaman intercrop di lahan yang sedang di peremajaan kebun berupa padi lading,” sebutnya. Alasan penanaman ini, lanjutnya, karena banyak berfungsi. Pertama, sebagai tanaman keperluan pangan, kedua, mendukung Operasi Pangan Riau Makmur. Ketiga, pemasaran beras lebih mudah.

Penanaman ini lanjutnya, sifatnya sementara, hanya sampai menunggu tanaman sawit berbuah. Dalam hitung-hitungan paling tidak perlu waktu 4 tahun. Artinya selama kurun waktu itu mata pencarian petani tidak hilang, hanya saja mereka melakukan penanaman padi.” Setelah tanaman berbuah silakan beralih pada perkebunan mereka,” sebutnya.***(vila)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
anonym
sekalipun dituding sesat dan sebagainya, tapi keberadaan LDII kenyataannya lebih banyak memberikan mashlahat daripada mudhorotnya di masyarakat

budi
tak kenal,maka tak sayang.

Risyad Samawa
Untuk isu LDII menajis-najiskan itu isu klasik, LDII memang terbuka dari dulu.

H.A.RAHMAN,S.Pd
Maaf Bapak,kami konfirmasi bahwa MUI Pusat tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa LDII termasuk aliran sesat, terima kasih. (Ketua DPD LDII Kabupaten Rokan Hulu)


Berita Sosial lainnya..........
- Kapolres Kampar Tinjau Bendungan PLTA
- BUMDes Senggoro Bengkalis Terima Penyertaan Modal Rp194 Juta
- Tempuh Jarak 1.317 Kilometer,
Warga Inhil Naik Motor Ikuti Aksi Bela Islam III di Jakarta

- Ratusan Warga Bengkalis Ikuti Bela Islam Jilid III
- Walikota Dumai Janji Segera Bayar Pelunasan Proyek Drainase
- Ditutup Orasi Kapolda Riau,
Pada Saatnya Ahok Akan Dipenjarakan

- Aksi 212, Sejumlah Anggota DPRD Riau Ikut Aksi di Jakarta


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.204.185.107
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com