Untitled Document
Sabtu, 28 Ramadhan 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Sabtu, 26 Juli 2014 16:49
Pawai Takbiran Idul Fitri Bakal Dimeriahkan Tembilahan Ketupat Festival

Sabtu, 26 Juli 2014 14:43
Tak Bersafari Ramadhan,
Gubri Belum Pernah Kunjungi Delapan Kabupaten dan Kota


Sabtu, 26 Juli 2014 14:26
Hari Ini, Pemudik di Bandara SSK II Diprediksi Capai 11.434 Penumpang

Sabtu, 26 Juli 2014 14:23
Tujuh Imigran Gelap Banglades Diamankan Polisi di Pelalawan

Sabtu, 26 Juli 2014 12:10


Sabtu, 26 Juli 2014 12:09
Puncak Arus Mudik,
Penumpang Speedboat Padati Pelabuhan ke Pesisir


Sabtu, 26 Juli 2014 12:06
Pemrov Riau Serahkan KUA-PPAS RAPBD Perubahan



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 19 Januari 2013 06:56
Bupati Rohil Tinjau Proyek Jembatan Pedamaran I

Bupati Rokan Hilir Annas Maamun meninjau pelaksanaan proyek Jembatan Pedamaran I. Diperlukan Rp 301 miliar untuk merampungkannya.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Bupati Rohil Annas Maamun meninjau pembangunan Jembatan Pedamaran I. Peninjauan itu bersama Ketua PWI Cabang Riau Dheni Kurnia dan peserta pelatihan jurnalistik se-Riau.

Dalam peninjauan Jum’at (18/1/13), Annas bercerita tentang pembangunan jembatan tersebut. “Panjang yang pertama 1.070 (Jembatan Pedamaran I, 1.070 meter, red), panjang yang kedua, 1.480 (Jembatan Pedamaran II, 1.480 meter, red),” katanya.

Khusus pembangunan Jembatan Pedamaran I menelan biaya Rp 301 miliar, 15 persen dari anggaran tersebut belum dibayarkan Pemkab Rohil.”Belum dibayar lagi 15 persen, Rp 301 miliar, belum saya bayar 15 persen, karena belum siap. (penganggaran APBD) tiga kali, nanti Nopember, Desember, sudah siap. Tiang udah, tinggal masang lantai lagi,” katanya.

Keberadaan jembatan ini katanya menghubungkan Dumai, Sinaboi, Bagansiapiapi, langsung jembatan, Kubu, Sungai Daun, Pasir Limau Kapas, Panipahan, tembus ke Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara.

“Kalau kita jalan sana (Tanjung Balai Asahan, red) tujuh jam, kalau kita jalan sini (Jembatan Pedamaran I dan II, red), dua jam sudah sampai. Jadi inang-inang tu besok bedagang disini lagi,” katanya.

Pemikiran awalnya membangun jembatan tersebut katanya terinspirasi dengan kondisi desa-desa yang terisolir di tepi Sungai Rokan, menghadap ke Selat Malaka, Sinaboi, Sungai Bakau, Kubu, Pasir Limau Kapas, Sungai Daun dan Panipahan.

Setelah itu, hampir setiap hari raya masyarakat tenggelam dari Pasir Limau Kapas menuju Panipahan, menimbulkan korban jiwa mencapai sepuluh orang.

“Pergilah saya ke Sungai Daun, jumpa masyarakat tu, dan dia tak ngerti, sekolah anak tidak, pergi pula saya, Pasir Limau Kapas, pergi saya ke Kubu,” katanya.

Kemudian banyaknya penyeludupan akibat tidak ada jalan, mulai dari narkoba, senjata api sampai kepada terisme. “Sudah tu penyeludup, gampang masuk, karena jalan belum ado pak. Narkoba, semualah, senjata api. Ini istri Nudin Top pernah masuk, Damar, Desa Pendekar Bahan, situ dulu,” alasannya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Jubaidah
hmm dah kena bohong ama Annas..jadi Wartawan yang dila tih pun mendapat informasi yang akurat,karena jembatan Pendamaran I dan II ini tak bilang berapa dana yang telah habis padahal payung hukum nya juga tak jelas sebab Perda 2008 Multyears pun dah h

anak bagan.
Kenapa kalau pasang photo pejabat tu harus selalu posisi beliau "menunjuk"...pake telunjuk bgitu..kesannya lebay...


Berita Sosial lainnya ..........
- Tak Bersafari Ramadhan,
Gubri Belum Pernah Kunjungi Delapan Kabupaten dan Kota

-
- Puncak Arus Mudik,
Penumpang Speedboat Padati Pelabuhan ke Pesisir

- Pemrov Riau Serahkan KUA-PPAS RAPBD Perubahan
- Bupati dan Wabup Bengkalis Buka Festival Lampu Colok 2014
- Lebaran, Warga Bengkalis Dihimbau Tidak Panik dan Doyan ‘Borong’ Bensin
- Relawan Peduli Gaza Galang Dana di Masjid Agung Al-Huda Tembilahan


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.81.211.100
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com