Untitled Document
Selasa, 7 Zulqaidah 1435 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Selasa, 2 September 2014 20:57
Agen Angkutan Mulai Masuk Terminal Bandar Laksamana Indragiri

Selasa, 2 September 2014 20:51
Baru 5 Mantan Anggota DPRD Rohul Kembalikan Mobil Dinas

Selasa, 2 September 2014 20:46
Dimulai, PU Bengkalis Awasi Pekerjaan Proyek di Lapangan

Selasa, 2 September 2014 20:46
Formasi Sementara CPNS Kota Pekanbaru Dirilis

Selasa, 2 September 2014 20:40
Raskin Terutang Bulog Capai Rp14,5 Miliar

Selasa, 2 September 2014 19:48
Kasus Dugaan Pelecehan oleh Gubri,
Lusa Mabes Polri Periksa Wide sebagai Pelapor


Selasa, 2 September 2014 19:39
Menemui Kenalan Lewat HP,
Gadis 14 Tahun di Bengkalis Sudah Empat Hari Hilang




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 19 Januari 2013 06:56
Bupati Rohil Tinjau Proyek Jembatan Pedamaran I

Bupati Rokan Hilir Annas Maamun meninjau pelaksanaan proyek Jembatan Pedamaran I. Diperlukan Rp 301 miliar untuk merampungkannya.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Bupati Rohil Annas Maamun meninjau pembangunan Jembatan Pedamaran I. Peninjauan itu bersama Ketua PWI Cabang Riau Dheni Kurnia dan peserta pelatihan jurnalistik se-Riau.

Dalam peninjauan Jum’at (18/1/13), Annas bercerita tentang pembangunan jembatan tersebut. “Panjang yang pertama 1.070 (Jembatan Pedamaran I, 1.070 meter, red), panjang yang kedua, 1.480 (Jembatan Pedamaran II, 1.480 meter, red),” katanya.

Khusus pembangunan Jembatan Pedamaran I menelan biaya Rp 301 miliar, 15 persen dari anggaran tersebut belum dibayarkan Pemkab Rohil.”Belum dibayar lagi 15 persen, Rp 301 miliar, belum saya bayar 15 persen, karena belum siap. (penganggaran APBD) tiga kali, nanti Nopember, Desember, sudah siap. Tiang udah, tinggal masang lantai lagi,” katanya.

Keberadaan jembatan ini katanya menghubungkan Dumai, Sinaboi, Bagansiapiapi, langsung jembatan, Kubu, Sungai Daun, Pasir Limau Kapas, Panipahan, tembus ke Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara.

“Kalau kita jalan sana (Tanjung Balai Asahan, red) tujuh jam, kalau kita jalan sini (Jembatan Pedamaran I dan II, red), dua jam sudah sampai. Jadi inang-inang tu besok bedagang disini lagi,” katanya.

Pemikiran awalnya membangun jembatan tersebut katanya terinspirasi dengan kondisi desa-desa yang terisolir di tepi Sungai Rokan, menghadap ke Selat Malaka, Sinaboi, Sungai Bakau, Kubu, Pasir Limau Kapas, Sungai Daun dan Panipahan.

Setelah itu, hampir setiap hari raya masyarakat tenggelam dari Pasir Limau Kapas menuju Panipahan, menimbulkan korban jiwa mencapai sepuluh orang.

“Pergilah saya ke Sungai Daun, jumpa masyarakat tu, dan dia tak ngerti, sekolah anak tidak, pergi pula saya, Pasir Limau Kapas, pergi saya ke Kubu,” katanya.

Kemudian banyaknya penyeludupan akibat tidak ada jalan, mulai dari narkoba, senjata api sampai kepada terisme. “Sudah tu penyeludup, gampang masuk, karena jalan belum ado pak. Narkoba, semualah, senjata api. Ini istri Nudin Top pernah masuk, Damar, Desa Pendekar Bahan, situ dulu,” alasannya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Jubaidah
hmm dah kena bohong ama Annas..jadi Wartawan yang dila tih pun mendapat informasi yang akurat,karena jembatan Pendamaran I dan II ini tak bilang berapa dana yang telah habis padahal payung hukum nya juga tak jelas sebab Perda 2008 Multyears pun dah h

anak bagan.
Kenapa kalau pasang photo pejabat tu harus selalu posisi beliau "menunjuk"...pake telunjuk bgitu..kesannya lebay...


Berita Sosial lainnya ..........
- Agen Angkutan Mulai Masuk Terminal Bandar Laksamana Indragiri
- Baru 5 Mantan Anggota DPRD Rohul Kembalikan Mobil Dinas
- Dimulai, PU Bengkalis Awasi Pekerjaan Proyek di Lapangan
- Formasi Sementara CPNS Kota Pekanbaru Dirilis
- Pembangunan Jalan Okura-Siak Tahun Ini Dimulai
- Sekwan DPRD Kota Pekanbaru Fasilitasi Wartawan Komputer Ber-''password''
- 61 Anggota Dewan Baru Bakal Gunakan Mitsubishi Pajero


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.242.18.232
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com