Home > Hukum >>

Berita Terhangat..
  Senin, 26 September 2016 19:34
Pembacok Pengendara Ranmor di Inhil Berhasil Ditangkap Polisi

Senin, 26 September 2016 19:32
Bupati Inhil Teken MoU Nusantara Sehat dengan Kemenkes RI

Senin, 26 September 2016 18:08
‪Bupati Kampar Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 9‬

Senin, 26 September 2016 18:07
SK 393 Kemen LHK,
Pansus RTRW DPRD Riau Jadikan Sebagai Refrensi Utama


Senin, 26 September 2016 18:06


Senin, 26 September 2016 18:05
Bakar Rumdis Komandan, Oknum Brimob Divonis 3,5 Tahun Penjara

Senin, 26 September 2016 18:02




Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Sabtu, 19 Januari 2013 06:56
Bupati Rohil Tinjau Proyek Jembatan Pedamaran I

Bupati Rokan Hilir Annas Maamun meninjau pelaksanaan proyek Jembatan Pedamaran I. Diperlukan Rp 301 miliar untuk merampungkannya.

Riauterkini-BAGANSIAPIAPI-Bupati Rohil Annas Maamun meninjau pembangunan Jembatan Pedamaran I. Peninjauan itu bersama Ketua PWI Cabang Riau Dheni Kurnia dan peserta pelatihan jurnalistik se-Riau.

Dalam peninjauan Jum’at (18/1/13), Annas bercerita tentang pembangunan jembatan tersebut. “Panjang yang pertama 1.070 (Jembatan Pedamaran I, 1.070 meter, red), panjang yang kedua, 1.480 (Jembatan Pedamaran II, 1.480 meter, red),” katanya.

Khusus pembangunan Jembatan Pedamaran I menelan biaya Rp 301 miliar, 15 persen dari anggaran tersebut belum dibayarkan Pemkab Rohil.”Belum dibayar lagi 15 persen, Rp 301 miliar, belum saya bayar 15 persen, karena belum siap. (penganggaran APBD) tiga kali, nanti Nopember, Desember, sudah siap. Tiang udah, tinggal masang lantai lagi,” katanya.

Keberadaan jembatan ini katanya menghubungkan Dumai, Sinaboi, Bagansiapiapi, langsung jembatan, Kubu, Sungai Daun, Pasir Limau Kapas, Panipahan, tembus ke Tanjung Balai Asahan Sumatera Utara.

“Kalau kita jalan sana (Tanjung Balai Asahan, red) tujuh jam, kalau kita jalan sini (Jembatan Pedamaran I dan II, red), dua jam sudah sampai. Jadi inang-inang tu besok bedagang disini lagi,” katanya.

Pemikiran awalnya membangun jembatan tersebut katanya terinspirasi dengan kondisi desa-desa yang terisolir di tepi Sungai Rokan, menghadap ke Selat Malaka, Sinaboi, Sungai Bakau, Kubu, Pasir Limau Kapas, Sungai Daun dan Panipahan.

Setelah itu, hampir setiap hari raya masyarakat tenggelam dari Pasir Limau Kapas menuju Panipahan, menimbulkan korban jiwa mencapai sepuluh orang.

“Pergilah saya ke Sungai Daun, jumpa masyarakat tu, dan dia tak ngerti, sekolah anak tidak, pergi pula saya, Pasir Limau Kapas, pergi saya ke Kubu,” katanya.

Kemudian banyaknya penyeludupan akibat tidak ada jalan, mulai dari narkoba, senjata api sampai kepada terisme. “Sudah tu penyeludup, gampang masuk, karena jalan belum ado pak. Narkoba, semualah, senjata api. Ini istri Nudin Top pernah masuk, Damar, Desa Pendekar Bahan, situ dulu,” alasannya.***(nop)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
Jubaidah
hmm dah kena bohong ama Annas..jadi Wartawan yang dila tih pun mendapat informasi yang akurat,karena jembatan Pendamaran I dan II ini tak bilang berapa dana yang telah habis padahal payung hukum nya juga tak jelas sebab Perda 2008 Multyears pun dah h

anak bagan.
Kenapa kalau pasang photo pejabat tu harus selalu posisi beliau "menunjuk"...pake telunjuk bgitu..kesannya lebay...


Berita Sosial lainnya..........
- ‪Bupati Kampar Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 9‬
- Pemkab Kampar Sosialisasi Pilkada 2017 di Lima Desa
- BMP Rohul Sudah Teken Kontrak,
Kerusakan Jalur Dua di Tandun Segera Diperbaiki Rekanan

- Kadis Tamben Riau: PLTU Tenayan Raya Beroperasi Belum Tentu Listrik tak Padam
- Jelang MTQ Riau di Kota Pekanbaru,
Pemkab Bengkalis Jamin Kafilah yang Diutus Bukan Naturalisasi

- Koper 234 Jamaah Haji Sudah Tiba di Kantor Kemenag Rohul
- Masyarakat Kesalkan Pelayanan Jasa Penyeberangan Dumai-Rupat Amburadul


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.226.238.178
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com