Home > Hukum >>
Berita Terhangat..
Senin, 29 Mei 2017 12:47
Bakar Lahan Orang, Warga Talang Jerinjing Ditangkap Polres Inhu

Senin, 29 Mei 2017 10:54
Edarkan Shabu, Pria Pengangguran di Duri Ditangkap Polisi

Senin, 29 Mei 2017 10:24
Memasuki Kemarau, BNPB Kerahkan 5 Helikopter ke Riau

Senin, 29 Mei 2017 08:02
Amuk Warga Dipicu Listrik Padam, Pemkab Rohul akan Panggil PLN

Senin, 29 Mei 2017 07:59
Bupati Inhil Imam Shalat Isya dan Tarawih di Masjid YAMP Tembilahan

Senin, 29 Mei 2017 07:57
Usai Didemo dan Dirusak Warga, Kantor PLN Ujungbatu Dijaga Polisi

Ahad, 28 Mei 2017 23:26
Penjelasan Manager Rayon PLN Pasirpangaraian Soal Listrik Padam Pemicu Amuk Warga

Ahad, 28 Mei 2017 23:23
Kemenlu dan Apkasindo Riau Lawan Kampanye Hitam Eropa Soal Kelapa Sawit

Ahad, 28 Mei 2017 22:46
Listrik Padam Saat Berbuka Puasa,
Warga Demo dan Rusak Gedung PLN di Ujungbatu, Rohul


Ahad, 28 Mei 2017 22:44
Gubri Ajak Generasi Muda Riau Berkarir di Pusat



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.

Senin, 24 Desember 2012 16:00
Shodik Purnomo Terpilih Pimpin IKA Kom 2013-2015

Kongres dan reuni FDIK UIN dapatkan ketua baru. Setelah alot pemilihan, akhirnya Shodik Purnomo Terpilih memimpin IKA Kom 2013-2015.

PEKANBARU.SR - Kongres-I dan Reuni Akbar Alumni Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah & Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN SUSKA RIAU), sukses digelar pada Minggu 23 Desember di Gedung PGRI Jalan Sudirman.

Acara yang dimulai sejak pagi hingga sore tersebut, berjalan dengan aman dan lancar. Hampir seluruh angkatan mulai dari 1998 hingga 2008 hadir memadati gedung Guru, sedangkan Shodik Purno, S.Sos dipercaya untuk memimpin Ikatan Alumni Komunikasi (IKA KOM) UIN Suska priode 2012 & 2015.

Kongres IKA KOM dimulai tepat pukul 13.30 Wib, pembahasan mengenai tata tertib Kongres, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga berlangsung alot hingga proses pemilihan ketua umum IKA Kom pun tidak bisa dilakukan dengan cara musyawarah. Karena sesuai dengan AD/ART IKA Kom proses pemilihan ketua umum dilakukan dengan cara musyawarah, namun jika tidak ditemukan maka dilakukan pemilihan dengan cara tertutup.

Awalnya Kongres IKA Kom-1 ada 10 nama yang dicalonkan oleh peserta kongres, melihat begitu banyak calon maka pimpinan sidang meminta untuk dilakukan proses lobi dan akhirnya tersisa 7 nama yakni Aidil Haris, M.Si merupakan Wakil Dekan Universitas Muhammadyah, Ramadhan, S.Sos Anggota DPRD Riau, M, Syafi'i, S.Sos, Dosen UIN, Shodik Purnomo, S.Sos Dosen UIN, Asyari, mantan Aktifis Kom, dan Wan Firmansyah mantan aktifis Kom.

Setelah mendapatkan 7 bakal calon yang akan dipilih, sidang kembali dihujani intruksi, pasalnya sesuai dengan AD/ART IKA Kom menyebutkan calon ketua umum IKA KOM harus berdomisili di Pekanbaru, Panitia kembali melakukan verifikasi ulang. Akhirnya Ramadhan dan Asyari mundur karena berdomosili di Kabupaten Kampar.

Dengan tersisa 4 nama yakni Aidil Haris, M. Syafi'i, Shodik Purnomo dan Wan Firmansyah. Proses pemilihan kembali tertunda karena sesuai dengan kesepakatan Kongres bahwa bakal calon yang akan dipilih hanya 3 nama saja maka Pimpinan Sidang Yose Rizal kembali meminta bakal calon untuk melakukan proses lobi selama 5 menit dan akhirnya Aidil Haris mundur dari bakal calon.

Sekitar pukul 17.00 Wib akhirnya proses pengambilan suara dimulai meski demikian peserta kembali meminta pimpinan sidang untuk melakukan proses lobi karena diharapkan dari proses lobi tersebut didapat kata musyawarah sehingga proses pengambilan suara tidak perlu dilakukan. Sidang kembali dihentikan selama 5 menit untuk para calon melakukan lobi yang diharapkan ada 1 nama saja yang akan di tetapkan sebagai ketua umum IKA Kom UIN.

Dari 5 menit waktu yang disediakan, tetap tidak mendapatkan kata mufakat maka peserta kongres harus melakukan pemilihan secara tertutup dengan nomor urut 1. M, Syafi’I, 2. Shodik Purnomo, 3. Wan Firmansyah. Setelah dilakukan pemilihan dan penghitungan suara Shodik Purnomo terpilih sebagai ketua Ikatan Alumni Ilmu Komunikasi UIN SUSKA Riau dengan memperoleh suara 90% dari peserta hadir.

“terimakasih atas amanah ini, sebagai cita-cita kita bersama hari ini sudah terwujud untuk mewujudkan terbentuknya wadah ikatan alumni ini. Saya berharap ini adalah wadah keluarga alumni yang bisa menjembatani kita semua. Hal lain adalah, bahwa ikatan ini kita bentuk bersama sebagai pusat data, baik itu data alumni maupun sebagai pusat informasi kerja, khususnya pada bidang keilmuan ilmu komunikasi. Kita disini juga berharap, dengan terwujudnya ini bisa mendorong terbentuknya Fakultas Ilmu Komunikasi kedapannya” kata shodik purnomo dihadapan media.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Nurdin A. Halim, MA selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UIN SUSKA RIAU juga menambahkan, bahwa Universitas dan almamater akan diperhitungkan di pulblik jika para alumninya terwadahi. Sehingga untuk perwujudan itu, ini merupakan momentum untuk kita semua, termasuk kapada Universitas. Saya pikir pihak Universitas harus mengapresiasi hal ini sebagai langkah awal dan bersama-sama untuk menjalin kerjasama dengan para alumninya, sehingga terwujudnya cita-cita bersama tersebut.

Sedangkan 3 nama yang tidak bersedia di calon yakni Mursalin, S.Sos mantan Bupati Komunikasi UIN Suska tahun 2003 yang saat ini merupakan Direktur CV. Wika Karya, Rio Kasairy, S.Sos Mantan Aktifis UIN yang saat ini merupakan Pemred Portal Berita Suarariau dan Ali Muhktar aktifis Komunikasi yang saat ini bermukin di Rengat.

Dihadiri Alumni 1998-2008

Pada reuni akbar tersebut dihadiri angkatan pertama yaitu angkatan 1998 hingga 2008. Pada tahun 1998 Jurusan Ilmu Komunikasi terbentuk. Pada sesi acara “temu kangen”. Para alumni menceritakan bagaimana pada saat mereka kuliah dahulu dan bagaimana saat ini di dunia kerja. Suka dan duka tumpah ruang pada sesi acara temu kangen tersebut.

Ada yang bercerita lucu, baik, haru dan juga kejahilan ketika mereka masih menjadi mahasiswa. Ali Muhtar angkatan 2000 contohnya, pernah mengempeskan ban kendaraan dosen pada saat kuliah hanya karena 1 hari terlamabat mengatar tudah dan di beri nilai D. Sontak semua para alumni tertawa terbahak. Hanya saja, Ali beruntung, karena Dosen yang bersangkutan tidak hadir dalam acara tersebut.

Saat ini, hampir semua lini alumni Ilmu Komunikasi ini dapat mengisi berbagai keahlian yang ada, ada yang menjabat Ajudan Bupati, Humas Bupati, Anggota Dewan, Dosen, Guru, Jurnalis, Production House, Pegawai Bank bahkan sebagai Pengusaha. (rls)




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 

loading...

Berita Sosial lainnya..........
- Penjelasan Manager Rayon PLN Pasirpangaraian Soal Listrik Padam Pemicu Amuk Warga
- Kemenlu dan Apkasindo Riau Lawan Kampanye Hitam Eropa Soal Kelapa Sawit
- Listrik Padam Saat Berbuka Puasa,
Warga Demo dan Rusak Gedung PLN di Ujungbatu, Rohul

- Gubri Ajak Generasi Muda Riau Berkarir di Pusat
- Penuhi Daya, PL Tembilahan Mulai Operasikan 22 Unit Pembangkit Baru
- Sekum Bentuk BPC Tandingan, Ketum HIPMI Pelalawan Cium Persaingan tak Seha
- Bantuan untuk MDA Terbentur Aturan, Bupati Rohul Masih Cari Solusi


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.224.103.180
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com