Home > Sosial & Budaya >>
Berita Terhangat..
Rabu, 25 April 2018 09:15
Sambutan Tertulis Mendagri di Hari Otda, Ingatkan ASN Netral

Rabu, 25 April 2018 06:52
Pengurus PC PMII Kota Pekanbaru Priode 2018-2019 Dilantik

Rabu, 25 April 2018 06:49
Warga Kuansing Adukan Pencemaran Sungai oleh Empat Perusahaan ke DPRD Riau

Selasa, 24 April 2018 22:31
Jualbelikan Pupuk Subsidi di Luar Wilayah, Agen Pupuk di Sei Kumango Ditangkap Polres Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:28
Sekda: Tahun Ini TPP Pemkab Bengkalis Tidak Dirasionalisasi

Selasa, 24 April 2018 22:24
Pesta Narkoba, 2 Warga Pasirpangaraian Diciduk Polisi Rohul

Selasa, 24 April 2018 22:20
Gendong' Sabu 2,9 Kg di Pinggir, Bengkalis,
1 Terdakwa Divonis Seumur Hidup dan 3 Terdakwa 19 Tahun Penjara


Selasa, 24 April 2018 21:26
Program Rp1 Miliar Per Desa LE-Hardianto Mendapat Atensi Masyarakat

Selasa, 24 April 2018 21:21
Begini Cara Pasangan Firdaus-Rusli Atasi Pengangguran di Duri

Selasa, 24 April 2018 21:16
DPT Riau 2018 Sebanyak 3.622.488 Pemilih

loading...


Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Ahad, 30 September 2012 16:38
BMMR Tuntut Kemendagri Tambah Kuota Praja IPDN untuk Riau

Tahun ini jatah Riau untuk Praja IPDN hanya 100. Jumlah tersebut dinilai BMMR terlalu sedikit. Karena itu, Kemendagri didesak menambahnya.

Riauterkini-PEKANBARU- Barisan Muda Melayu Riau (BMMR) meminta kepada pemerintah pusat agar tahun ini bisa menambah jumlah quota bagi anak-anak Riau yang ingin melanjutkan studinya ke Ikatan Pemerintahan Dalam Negri (IPDN) yang terletak di Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Hal ini dikatakan Syahril Abu Bakar, Ketua Dewan Penasehat BMMR ketika melakukan Konferensi PERS di Kedai Kopi Bukit Batu, Jl. Lembaga Pemasyarakatan, Pekanbaru, Ahad (30/9/12).

“Terkait penerimaan IPDN untuk Riau, tahun ini, Riau hanya mendapatkan jatah 100 orang saja. Jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan tenaga aparatur pemerintahan di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Riau saat ini, hal ini masih jauh dari kekurangan,” kata Syahril Abu Bakar.

Sambung Syahril Abu Bakar, “Sudahlah kita menjadi tuan rumah untuk kepentingan aparatur pemerintah di tingkat negara, masih saja quota untuk kita dibatasi oleh pusat dan sangat kita sayangkan dengan tindakan pusat yang seperti ini,” tegas Syahril Abu Bakar.

Untuk itu, kata Syahril Abu Bakar, “Kita minta keadilan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri agar jumlah quota untuk Riau ditambah, minimal 50 lagi. Selain itu, kita menuntut pusat melalui Gubernur dan DPRD Riau terkait penambahan quota ini,” terang Ketua Dewan Harian Pimpinan LAM Riau Bidang Organisasi dan Kaderisasi ini.

“Ini sekaligus untuk memprediksi ketertinggalan Riau selama ini yang tidak pernah berimbang terutama dalam hal tenaga aparatur pemerintahan dan agar semua tenaga aparatur pemerintahan di Riau ini menjadi profesional di bidangnya masing-masing,” kata Syahril Abu Bakar.

Selain itu, “Kita ingin juga menempatkan orang-orang kita agar bisa duduk di Kemendagri sana, yang selama ini tidak ada dari kita. Sementara kalau dari provinsi lain, itu banyak sekali orangnya di Kemendagri sana,” terang Syahril Abu Bakar.

Diceritakan Syahril Abu Bakar, “Kalau kita mengkaji sejarah, dari awal berdirinya IPDN ini, Riau merupakan penyumbang terbanyak setiap tahunnya,” ujar alumni APDN tahun 1985 ini.

Jika quota penerimaan untuk Riau tidak ditambah pusat. “Maka kita akan segel kampus IPDN yang di Rohil itu dan kalau perlu, kita moratoritum seluruh anak Riau supaya tidak sekolah ke IPDN,” tegas Syahril Abu Bakar.

Ketika disinggung, dengan waktu yang lebih kurang tiga bulan lagi, apakah memungkinkan Kemendagri akan merespon hal ini. “Saya yakin, masih memungkinkanlah dengan waktu yang ada, apalagi kita dibantu oleh Pemrov Riau dan DPRD Riau,” ujar Syahril Abu Bakar.

“Intinya, kita mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Kemendagri agar menambah jumlah quota penerimaan untuk Riau karena jumlah yang sekarang tidak berimbang dengan tingkat kebutuhan tenaga aparatur pemerintahan di Riau ini,” tutup Syahril Abu Bakar. ***(ary)

Loading...


Berita Sosial lainnya..........
- Sambutan Tertulis Mendagri di Hari Otda, Ingatkan ASN Netral
- Sekda: Tahun Ini TPP Pemkab Bengkalis Tidak Dirasionalisasi
-
- Wakapolri Bakal Pimpin Apel Akbar Kesetiaan Menjaga NKRI di Pekanbaru
- Kasat Lantas Polres Bengkalis Janji Tindak Tegas Petugas 'Nakal'
- MPR Minta Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi di RSUD Rohul
-
- Diskes Kampar Klarifikasi Dokumen 63 Tenaga RTK, Nasib RTK Belum Jelas
- Kasus PT KJW, Jamaah Minta Pihak Travel Jakarta Didatangkan ke Riau
- Periksa Kesiapan dan Tambah Motivasi,
Danrem 031/WB Kunjungi Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti Kampar

- Forkom Pemred Riau Tandai Kehadiran dengan Diskusi Sambil Ngopi
- Gesa Kantor Baru Capilduk, Bupati Bengkalis Tinjau Gedung Pujasera di Duri
- Terlambat 30 Menit, UNBK di Pekanbaru Berjalan Lancar
- Nur Wahidah: Waduk Lompatan Harimau Rohul Masih Sebatas DED
- Sempena HUT Otda, Satpol PP, dan Satlinas,
Plt Bupati Siak Musnahkan 2.246 Botol Miras Beralkohol

- Menteri Desa PDTT Kunjungan Kerja Ke Kabupaten Kampar
- Supervisi di Polres Kampar,
Polwan Miliki Tanggung Jawab Sama dengan Anggota Polri Lainnya

- Bupati Pelalawan dan Anggota DPRD Tinjau Titik Banjir dan Jalan Rusak di Pangkalan Kerinci
- Dihadiri Gubernur Riau, Bupati Bengkalis Buka MTQ Perdana Kecamatan BS
- Rayakan HUT ke-59, Korem 031/Wira Bima Taja Triathlon Sunnah


Riauterkini.com
Untitled Document | IP Anda : 54.166.172.33
All Right Reserved 2014 @ Riauterkini.com