Untitled Document
Senin, 1 Safar 1436 H |
Home > Sosial>>

Berita Terhangat...
Senin, 24 Nopember 2014 11:47
Paman Bejat, Cabuli Keponakan Berumur 6 Tahun di Pekanbaru

Senin, 24 Nopember 2014 11:41
Masih Proses Penyidikan,
Kasus Korupsi Setwan DPRD Riau Tak Mungkin Diendapkan


Senin, 24 Nopember 2014 11:38
KRPHPMR Gelar Aksi Demo,
Ratusan Mobil Perusahaan di Duri Ditahan


Senin, 24 Nopember 2014 06:58
Kepemimpinan Herliyan di PAN Riau Terguncang Mosi tak Percaya

Senin, 24 Nopember 2014 06:56
Terus Kehujanan, Turap Venue Dayung di Kuansing Ambruk

Senin, 24 Nopember 2014 06:53
Tidak Menguntungkan, Warga Kuansing Enggan Lanjutkan HTR

Senin, 24 Nopember 2014 06:49
671 PNS Dimutasi, Pelayanan RSUD Indrasari dan Disdukcapil Inhu Terganggu



Perhatian : Pengutipan berita riauterkini.com harus mencantumkan riauterkini, atau kami akan menuntut secara hukum sesuai @UU Hak Cipta.
Kamis, 27 September 2012 16:04
Melihat Dari Dekat Talau,
Desa di Pelalawan Terancam Tanpa Penghuni


Desa Talau di Kabupaten Pelalawan terancam tanpa penghuni. Bagaimana kondisi sebenarnya desa yang terancam tanpa penghuni tersebut, berikut hasil kunjungan wartawan riauterkini ke sana.

Riauterkini-PELALAWAN-Sebelumnya, riauterkini.com pernah menulis Desa Talau, di Pelalawan terancam tinggal sejarah. Untuk mengetahui secara pasti, wartawan riauterkini untuk Kabupaten Pelalawan Febri Sugiono berkunjung ke desa yang berada di Kecamatan Pangkalan Kuras tersebut bersama Ketua Komisi B DPRD Pelalawan Herman Maskar.

Dari hasil penelusuran ke desa Talau, siang itu, Sabtu (22/9/12) lalu, ternyata tak mudah menemukan desa tersebut. Walau sempat tersesat beberapa kali di persimpangan yang ada di perkebunan milik PT Musim Mas, namun karena semangat ingin melihat kondisi masyarakat Desa Talau akhirnya sampai di tujuan setelah bertanya ke beberapa pekerja harian lepas yang ada di kebun itu.

Desa ini merupakan salah satu desa dari sekian desa yang ada di kecamatan Pangkalan Kuras yang memiliki Penduduk lebih kurang 80 Kepala keluarga dengan panjang jalan perlintasan desa hanya 2 KM dari pintu masuk sampai ujung desa, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan, disana terlihat sama sekali tidak adanya peningkatan ekonomi warga dan pembangunan desa, padahal letak desa Talau tepat berada di tengah-tengah HGU PT Musimmas salah satu perusahaan Kelapa Sawit dan Pabrik Kelapa Sawit terbesar di Riau.

Dalam perjalanan menuju desa Talau, kami melihat kebersihan serta merasakan jalan mulus di dalam perkebunan sehingga kendaraan singkang yang kami bawa dapat melaju kencang tanpa hambatan, hal itu menandakan bahwa perusahaan perkebunan PT Musimmas itu cukup besar dan memperhatikan fasilitas penujangnya sehingga tidak mengganggu aktifitas produksi dan bahkan disepanjang jalan juga terlihat rentetan tiang listrik disepanjang pinggir jalan yang sengaja di alirkan menuju kompleks perumahan karyawan perusahaan, ini juga sebagai bukti bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar.

Sesampainya di pintu gerbang masuk desa, kami melihat tugu tersebut ada ucapan selamat dating dan disamping tulisan itu juga tertulis ADD 2010, ini mendadakan bahwa tugu tersebut di bangun dari anggaran Pemerintah daerah yang di salurkan untuk alokasi dana desa, yang mungkin sengaja dibuat untuk pembangunan tugu oleh pemererintahan desa setempat bukan bersumber dari dana pihak perusahaan.

Jalan tanah yang kami pijak saat memasuki desa itu, menandakan kalau desa itu sama sekali belum tersentuh pambangunan peningkatan badan jalan baik itu Bes C maupun pengaspalan, selain itu kami juga melihat disekitar perkampungan itu yang lokasinya tepat di tengah-tengah HGU perkebunan PT Musimmas banyak pepohonan berusia tua dan berdiamater seukuran tiga kali orang dewasa, seperti pohon durian yang cukup banyak tumbuh subur didesa itu serta tanaman buah-buahan lainya milik warga setempat, ini menandakan kalau desa itu kemungkinan besar sudah ada lebih dahulu ketimbang perusahaan perkebunan Raksasa PT Musimas, namun yang menjadi pertanyaan kenapa desa itu bias dikeilingi perkebunan PT Musimas.

Tak hanya itu saja, mulai masuk desa itu kami juga melihat rumah yang terbuat mayoritas dari papan dengan ukuran kecil baik itu bangunan baru maupun bangunan lama sangat mendominasi dibandingkan rumah Permanen yang ada disana begitu juga bangunan fasilitas umum juga terlihat minim baik itu jalan atau bangunan fasilitas umum lainnya, dari sini juga bisa digambarkan kalau masyarakat di desa itu yang hanya berpenduduk 80 kepala keluarga masuk dalam kategori miskin.

Disaat asik melihat kondisi perkempungan yang cukup aneh karena tidak tampak ada kemajuan serta peningkatan ekonomi warganya sementara desa itu terletak tepat di tengah HGU PT Musimmas, laju kendaraan kami terpaksa kami kurangi kecepatannya karena kami melihat sekelompok pemuda dan beberapa masyarakat main domino disalah satu warung kecil, kami berhenti di warung itu sambil mengenalkan diri, dan ternyata kedatangan kami direspon oleh warga tersebut dan mempersilahkan kami duduk disamping mereka.

Sambil main batu lacak dan sesekali mereka menghisap rokok ditangannya, warga tersebut menanyakan perihal kedatangan kami, kami jawab bahwa tujuan kami datang ke desa Talau ingin melihat kondisi Desa Talau saat ini, mendengar itu, mereka langsung merespon dan meminta Arisman tokoh Pemuda setempat yang dianggap berpengaruh di desa itu datang dan dapat memberikan keterangan yang kami minta nantinya, kebetulan saat bersamaan Arisman langsung datang dan menjumpai kami.

Setelah mendengar pertanyaan kami terkait belum adanya kemajuan atau peningkatan ekonomi warga sehingga masyarakat disana masih tergolong miskin, Arisman mengatakan bahwa sejak dulu sampai sekrang diakui olehnya bahwa yang namanya bantuan baik itu berupa program pemerintah maupun program dari pihak perusahaan yakni PT Musimmas boleh dikatakan tidak ada.

“Ya boleh dikatakan enggak adalah pak, setahu saya sama orang tua-tua disini, desa kami ini ya macam ini dari dulu enggak ada perkembangan malah sekarang desa kami ini seperti terisolir karena letak geo grafisnya di tengah-tengah perkebunan, mungkin saja Pemda Pelalawan berpikiran kalau desa kami ini karena kecil dan penduduknya sedikit bisa diatasi soal peningkatan ekonominya oleh Perusahaan PT Musimmas, tapi yang perlu di ketahui sampai saat ini Musimmas juga sangat minim perhatiannya sama warga desa sini,” kata Arisman.

Arisman menambahkan, khusus pemuda apabila ada kegitan di desa apabila diminta bantuan dana lewat proposal yang dilayangkan ke perusahaan dengan anggaran sebesar 15 juta, maka pihak perusahaan tidak lebih memberikan bantuan hanya 500 ribu selain itu juga mengenai bantuan lain seperti program Community development warga juga menilai tidak dilakukan oleh perusahaan dengan bukti bahwa masyarakat desa Talau yang hanya 80 KK masih hidup dibawah garis kemiskinan karena tidak ada upaya perusahaan membantu masyarakat untuk menjalin kemintraan membangun desa dan membangun ekonomi warga desa Talau.

Ketika ditanya soal pola KKPA, sambil tersenyum bersama warga lainnya yang ikut nongkrong di kedai itu mereka mengatakan bahwa memang ada pola KKPA yang diberikan perusahaan tapi tidak semua warga menerimanya, soalnya menurut mereka perusahaan bisa menerima Pola KKPA apabila warga Talau memiliki lahan.

“Yang menerima KKPA Cuma warga yang memiliki lahan dan yang tidak memiliki lahan ya enggak menerima, dan sekarang paling sekitar 50 Kepala Keluarga dengan luas lahan KKPA seluas 10 Hektar,” ucap Arisman.

Untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, Arisman mengaku saat ini warga juga merasa kualahan, pasalnya bagi yang punya kebun untuk memenuhi kebutuhan mereka tidak ada masalah, sementara bagi yang tidak punya kebun yang hidupnya tergantung pada alam yakni sungai sebagai nelayan mengaku cukup kesusahan, pasalnya Sungai batang napuh yang sebelumnya sebagai sumber untuk mencari ikan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan karena mengalami pendakalan akibat banyaknya dibuka kanal-kanal baru di sekitar perusahaan sehingga ikan di sungai itu sangat sulit saat ini untuk di jumpai sehingga untuk menghindari hal ini banyak warga bertahan apa adanya.

Ketika ditanya soal harapanya sebagai warga Talau, Arisman saat ini bersama warga lainnya, selain pemerintah daerah, kepada PT Musimmas agar dapat memperhatikan nasib warga desa Talau yang saat iini masih hidup dibawah garis Kemiskinan, selain itu Arisman juga berharap kepada Perusahaan mau menyalurkan aliran listrik perusahaan ke desa Talau sebab saat ini warga hanya mengandalkan PLTD, “Jaraknya paling sekitar 2 KM saja untuk menyambungkan listrik masuk kedesa kami, tapi dari dulu sampai sekarang permintaan kami ini tidak di akomodir oleh pihak perusahaan, padahal listrik mereka ada dan pembangkit listrik mereka cukup canggih dari tenaga uap , masak kami minta untuk memenuhi kebutuhan 80 KK saja mereka enggak mau, maka dari itu kami mau dan berharap Perusahaan bisa membantu warga Talau dengan memberikan listrik mereka untuk kami yang saat tinggal di tengah-tengah HGU mereka," ucap Arisman.

Menanggapi hal ini Ketua Komisi B DPRD Pelalawan H Herman Maskar mengaku sangat kecewa terhadap prilaku perusahaan yang kurang memperhatikan warga desa Talau, pasalnya desa yang letaknya di tengah-tengah perkebunan besar namun hidup mereka sajak dulu sampai sekarang ternyata sama sekali tidak ada perubahan, ini menunjukan kalau perusahaan tidak perduli dengan masyarakat yang jumlahnya hanya segelintir untuk meningkatkan ekonomi warga desa disana.

“Dimana sih letak kepedulian perusahaan, masak perusahaan yang segitu besar menangani 80 KK (kepala keluarga.red) saja tidak bisa untuk membantu meningkatkan ekonomi warganya, bahkan untuk memenuhi listriknya saja enggak mau, saya merasa program CSR perusahaan ini perlu dipertanyakan, soalnya saya sangat miris melihat kehidupan warga desa Talau yang sama sekali tidak ada perubahan,” ungkap Herman.

Herman berharap, PT Musimmas seharusnya bisa membantu pemerintah daerah ikut mensejahterahkan masyarakat desa lewat program CSR nya sebab, upaya peningkatan ekonomi warga serta pemerataan pembangunan itu bukan saja tanggung jawab pemerintah semata melainkan tanggung jawab kita semua termasuk perusahaan besar sebesart PT Musimmas.***




Beri tanggapan | Baca tanggapan
 
masyarakat juga
Apa yang diberitakan itu busyit, saya tahu betul sampai dimana perusahaan membantu desa Talau. berita ini hanya memperkeruh saja, bukannya memperjelas, yang dilihat hanya satu pihak, tapi kenyataan di perusahaan tidak dilihat.

Abraham Comel
Musim Mas No way.........

Tan tobal
saya rasa permasalahan Desa Talau akanmusnahhhhhhh adalah akibat dari tdk ada lagi tempat bagi warga sekitarnya untuk bertani dan berkebun krn smuanya yg ada disitu sdh masuk HGU PT.Musim Mas.. yah jelas masyarakat akan tergusur dri tanah kelahiranny

budak sengkulim
Di krinci jg bgitu, pak. Lampu di komplek PT RAPP hidup terus, di masy byar pet. Jalan prusahaan mulus, tapi utk dia sendiri. Kira-kira apa sich manfaat perusahaan ini bagi daerah. Entahlah, mungkin kita semua udah dibelinya...

Riau
Emangnya pt musim mas aja yg berbuat begitu, banyak perusahaan di Riau ni seperti itu. bahkan di Indonesia. Lihat saja PT CHEVRON di Duri, sama saja Negara Dalam Negara. orang umum sangat susah masuk ke areal chevron, mcm2 alasannya. banyak objek vit


Berita Sosial lainnya ..........
- KRPHPMR Gelar Aksi Demo,
Ratusan Mobil Perusahaan di Duri Ditahan

- 671 PNS Dimutasi, Pelayanan RSUD Indrasari dan Disdukcapil Inhu Terganggu
- Tak Punya Akun Facebook, Bupati Meranti Sering Di-bully di Medsos
- Kantor Pos Dumai Gelar Rapat Gabungan Bahas Penyaluran Dana PSKS
- Bupati Bengkalis Hadiri Tabligh Akbar Remaja Masjid di Siakkecil
- 2014, Diskes Pelalawan Catat 14 Kasus Gizi Buruk
- PMD Bacakan Al Fatihah untuk Kesembuhan Walikota Dumai


Untitled Document
Untitled Document | IP Anda : 54.211.100.183
All Right Reserved 2003-2005 @ Riauterkini.com